"Perjalanan kesana butuh waktu 4 hari, kalian sanggup? Lagipula Dungeon itu masih dalam pengecekkan, aku takut saat kalian kesana, ada bahaya yang menghadang." Hashirama berujar, ia sedikit takut jikalau beberapa murid yang berdiri didepannya itu tak akan selamat, walaupun mereka adalah pemegang kursi Ten Miracle.

"Kami sudah bersiap apapun yang terjadi di sana, kami akan pulang dengan selamat."

Hashirama terlihat berpikir sejenak, ia menghela napas pasrah melihat tekad dari mereka. "Sasuke Uchiha, Vali Lucifa, dan Neji Hyuuga, kalian kuberi Izin untuk ke Dungeon baru di sebelah barat kerajaan!"

"Kami siap!" mereka bertiga kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Hashirama.

Tiba-tiba Hashirama mengingat sesuatu, ia mengerutkan dahinya untuk mengingat. "Kau memberi Naruto dan Vira tugas untuk mencari sebuah permata langka di sana. Uh, muridku yang malang. Mereka akan menemui Magical Beast, atau yang paling menakutkan, Primal Beast yang menjaga Dungeon itu."

Hashirama Sweatdrop mendengarnya. "Yakinlah, mereka berdua itu murid yang kuat. Terutama Vira dengan Luminiera serta Naruto yang sangat ahli bela diri, dan kemisteriusan kekuatannya."

"Baiklah, aku yakin mereka bisa."

...

..

.

Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.

Warning: OOC, Au/Isekai, Typo, and many more

Tags: Isekai, Adventure, Romance.

Pairing: Naruto x Vira Lilie

..

.

Magic x Fist

..

.

Chapter 4: Khaos Brigade dan misi pertama mereka bagian 2

Enjoy it!

Naruto melompat tinggi menghindari sebuah serangan yang dilancarkan oleh sosok Orc Raksasa. Sementara itu, Vira memenggal kepala Orc tersebut dari belakang, wajahnya sungguh puas karena bisa bertarung serta membunuh para Magical Beast.

"Uhh, aku sungguh bahagia bisa bertarung seperti ini. Daripada kemarin aku harus menjadi pengawal beberapa bangsawan, aku lebih suka bertarung seperti ini." Vira tertawa setelah mengatakannya, ia melihat hasil karyanya bersama Naruto. "Hey, Naruto. Aku senang saat kau mengajakku ke dungeon ini "

"Sama-sama, tapi ingatlah dengan misi kita."

Vira tersenyum, lalu mendekati Naruto. "Aku mengingatnya sayang," bisik Vira tepat di telinga Naruto. "Hyaah! Jangan pantat lagi!"

"Rasanya empuk sekali Vira."

"Bukan itu, mesum!"

Naruto tertawa, lalu melanjutkan perjalanan bersama Vira. Keduanya terus masuk ke lorong Dungeon itu, hingga sampai di sebuah gerbang besar nan tinggi. Naruto mengerutkan dahinya melihat sebuah pahatan sosok lelaki yang tengah terbang dengan beberapa pasang sayapnya, lelaki itu membawa tiga buah katana di pinggangnya.

"Aku merasakan firasat buruk disini."

"Aku juga Naruto, tapi ini tetaplah misi, kita harus mencari Permata itu." Vira mendorong pintu besar itu, bersama Naruto. Keduanya lalu masuk ke dalam ruangan yang sangat luas, dan gelap.

Naruto menyipitkan kedua matanya saat ia menemukan sebuah permata yang berada di ujung ruangan. Sebuah permata langka di dunia. "Dark Opal." Dia berjalan mendekati permata yang sangat langka tersebut, sebelum ada seorang pria yang menarget dirinya. Naruto mundur beberapa langkah menghindari serangan tersebut.

"Ternyata ada seorang penyusup."

Naruto dan Vira mendengar suara lelaki yang sedang terbang di atas Dark Opal. Permata itu melayang ke lelaki tersebut, lalu masuk ke dalam tubuhnya. Naruto menyipitkan kedua matanya, melihat sosok yang terbang tak jauh darinya. "Penjaga permata?"

"Kau bisa sebut aku sebagai penjaga permata, atau yang lain. Tetapi...kau harus mati, saat sampai disini!" Dia kembali menyerang, mengayunkan pedang miliknya, membuat sebuah tebasan dengan kecepatan tinggi.

[Chevalier! Aegis Merge!]

Tubuh Vira bercahaya, ia juga memnggil sosok yang menjadi partnernya. Sosok wanita muncul dibelakang Vira, mengeluarkan sebuah perisai tak kasat mata. Tebasan milik Makhluk itu terpantul dan menghilang dari hadapan Vira. Wujud Wanita dibelakang Vira menghilang, dan masuk ke tubuh gadis pirang itu. "Aku terpaksa menggunakan wujud ini."

"Maafkan aku Vira."

"Tidak apa. Aku tak masalah akan hal itu, dan yang kita hadapi adalah sosok Primal Beast." Pedang di tangannya berubah menjadi kapak panjang berwarna biru muda, pakaiannya juga berubah, dengan armor berwarna merah yang menutupi bagian tubuhnya. Di belakang tubuh Vira, ada beberapa benda yang mengitari tubuhnya. "Aku akan mencoba melawannya dengan Primal Bits milikku."

Vira melangkah maju ke depan, dia memutar kapak besarnya itu dengan lincah, sembari mengacungkannya kepada Makhluk tersebut.

"Mari kita mulai!" Tatapan Vira semakin dingin dan tajam, ruby itu seolah menyala di dalam kegelapan. Vira akan serius melawan Sosok yang tak diketahui.

..

..

Sebuah cahaya berwarna merah menyelimuti sosok gadis cantik dengan rambut pirang yang dikuncir, dia tersenyum menatap sebuah pintu besar yang terbuka, ia tahu kedua temannya itu masuk ke dalam untuk mencari Permata tersebut, dan dirinya juga diberi misi sebagai Backup jika kedua temannya tak sanggup melawan.

"Ah, disini kah? Beruntung aku sampai duluan, teleport memang menyenangkan," gumam gadis itu, dia kemudian berjalan masuk ke dalam, armor merah itu berbunyi saat dia melangkah masuk. Api yang menjadi elemennya mulai menguar, menyerang berbagai Magical Beast yang menghada dirinya.

Ia terus berjalan sembari mengayunkan tombak merahnya. Burung hantu yang menjadi peliharaannya itu mengitari dia, seolah melindungi sang pemilik.

Gadis itu menarik tombaknya, lalu mendorong tombak tersebut ke depan, sebuah api yang besar keluar dari sana, menyembur serta membakar para Beast. Gadis itu juga berlari kencang menuju tempat dimana kedua temannya berada.

"Ini ya."

..

..

Vira terlihat menarik napasnya dalam-dalam, ia berdiri menggunakan senjata miliknya sebagai tumpuan, disamping gadis itu ada Naruto yang juga menarik napas dalam-dalam.

"Primal Beast adalah mahkluk merepotkan."

Makhluk itu tertawa kencang. "Karena kalian juga merepotkan, aku disini untuk menjaga batu permata indah ini dari para pencuri seperti kalian." Sayap dari Makhluk itu terbentang, dibelakang tubuhnya ada empat buah bayangan berbentuk pedang berwarna biru. "Aku cukup senang dengan kalian."

Cahaya menyelimuti tubuh Vira, ia terlihat lemas saat ini karena serius bertarung melawan makhluk itu. "Naruto, maafkan aku." Kapak besar itu berubah menjadi pedang merahnya, dia terlihat sangat lelah saat ini.

Naruto memeluk tubuh Vira, mencoba untuk melindungi kekasihnya itu. "Athena datang," bisik Naruto tepat ditelinga gadis itu.

"Terima ini! [Ain Soph Aur!]" Keempat pedang itu meluncur cepat menuju Naruto dan Vira.

[Shield of Gods: Aigis!] Gadis berambut pirang yang baru saja datang itu melindungi Naruto dan Vira, ia menggunakan tameng miliknya untuk memblok serangan pemungkas dari Primal Beast di depannya. "Sandalphon, kau menjaga Dark Opal?"

Sosok mahkluk bernama Sandalphon terkejut saat seorang gadis pirang berdiri di depan Naruto dan Vira. "Ka-kau juga, Primal Beast! Athena! Tak mungkin! Kau harusnya membenci manusia!"

"Itu dulu, sekarang tidak. Karena aku hidup bersama mereka." Gadis bernama Athena tersenyum manis di hadapan Sandalphon. "Vira, Naruto, kalian bisa bergerak?"

"Aku tak apa, tapi Vira kelelahan. Kau jaga dia Athena, aku yang akan melawannya."

Athena menggelenkan kepalanya, ia menolak untuk menjaga Vira. "Primal harus melawan Primal, Vira yang masih setengah Primal tak sanggup melawannya, aku khawatir kalau kau juga tak bisa melawannya. Biar aku urus ini, Naruto! Sembuhkan Vira!" Athena melompat tinggi, ia mengayunkan tombaknya untuk menyerang Sandalphon.

Namun, Sandalphon bisa memblok serangan tersebut menggunakan pedangnya. "Sialan, apakah kita yang berada di atas manusia harus saling bertarung seperti ini!?"

"Aku melihat ada beberapa Manusia yang bisa saja melampaui kita Sandalphon, di dunia ini banyak yang akan melampaui kita." Athena menodorng tombak itu, membuat Sandalphon terdorong kebelakang. "Dan aku akan hidup dengan mereka!"

[Minerva Thrust!]

Gelombang api yang sangat besar keluar setelah Athena mengayunkan senjata miliknya, menyerang Sandalphon yang sedang terbang melayang dengan kedua pedangnya.

Sandalphon pun menciptakan sebuah lingkaran sihir raksasa, ia menggunakannya sebagai tameng untuk melindungi dirinya dari gelombang api tersebut. Keempat pedang dibelakangnya pun bergerak untuk menyerang Athena.

Di saat salah satu pedang itu mendekati Athena, Naruto meletakkan Vira yang masih kelelahan, dia dengan cepat menendang keempat pedang tersebut, memntalkan mereka ke segala arah, sementara Athena masih berkonsentrasi dengan gelombang apinya.

"Terima kasih Naruto."

Naruto mengangguk kecil membalas ucapan Athena, ia pun melesat di bawah gelombang api Athena, dan sampai di belakang Sandalphone. Naruto menghirup napasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dari mulut.

[Boost!]

Naruto melompat tinggi, ia menyiapkan sebuah pukulan untuk menyerang Sandalphone dari belakang. Pemuda itu langsung menyarangkan pukulannya tepat di punggung Sandalphon, membuat lingkaran sihir raksasa itu pecah.

Gelombang api milik Athena pun melahap Sandalphon, membuatnya terbakar di dalam api milik Athena, sementara itu Naruto sudah kembali berada di samping Vira. Pemuda itu menatap Vira yang saat ini tengah duduk bersila, kedua ruby itu menatap tajam kobaran api yang melahap Sandalphon.

"Dia belum mati."

"Vira benar, Sandalphon belum mati."

Naruto terdiam, ia kembali melihat Vira yang mengubah bentuk armornya. "Aku dan Chevalier akan ikut bertarung." Vira melompat tinggi, dan berhenti di samping Athena, dibawahnya ada sebuah pijakan bagi Vira. "Athena..." Gumama Vira memanggil gadis itu. "Aku akan membalasnya!" Vira memang geram saat dirinya serta Naruto dipermainkan oleh Sandalphon.

Namun, mereka bertiga dikejutkan dengan sebuah suara tawa yang menggema di ruangan itu. Naruto menatap tajam sosok yang masih di dalam kobaran api, Athena mendecih kesal karena apinya tak bisa membunuh Sandalphon, sementara Vira masih dalam posisinya, ia menatap tajam Sandalphon yang tengah tertawa keras.

"Kalian membuatku tertarik, dua manusia dan satu Primal, serta seekor Naga yang mempunyai tittle Heavenly Dragon, ternyata kau berpihak pada manusia."

Grimore Naruto mulai menampakkan pendar merah, benda itu terbang tepat di depan Naruto. [Aku tertarik dengan kekuatannya, serta kebersihan hatinya, Sandalphon, salah satu Seraph di surga. Kau memang sombong daripada saudaramu yang lain, nak.]

Sandalphon mendengus kesal. "Derajat kami lebih tinggi daripada manusia! Kami berhak membunuh mereka karena lemah! Kau harus tahu itu, Ddraig!"

[Sandalphon, kuingatkan kau akan satu hal, jangan pernah meremehkan manusia.] Detik berikutnya, Grimore tersebut bercahaya.

[Scail Mail!]

Sebuah armor merah menutupi seluruh tubuh Naruto. Pemuda pirang itu terkejut saat tubuhnya diselimuti sebuab armor merah darah dengan beberapa bagian permata yang berwarna hijau. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi dia sendiri masih belum terbiasa. [Aku yang akan mengendalikan ini.]

Naruto menuruti perkataan Ddraig, tubuhnya seolah bergerak sendiri setelah Ddraig mengambil alih, dua buah jet serta dua sayap naga terbentang luas di belakang tubuh Naruto, mereka terbang, menyamai tingginya dengan kedua rekannya yang lain.

"Armor yang bagus, Naruto."

"Kita Trio merah." Athena tertawa kecil menanggapi perkataannya sendiri.

"Terima kasih. Tapi ini milik Ddraig."

Sandalphon menggeram marah, dia menciptakan sebuah lingkaran sihir berwarna kuning menyala, beberapa laser keluar dari lingkaran sihir itu, Ketiga remaja yang dihadapi Sandalphon tak tinggal diam, mereka melesat menyebar ke segala arah. Vira berada tepat di atas Sandalphon, dia menciptakan sebuah lingkaran sihir di belakang tubuhnya.

[Blade of Light!] Puluhan pedang keluar dari lingkaran sihir Vira, pedang cahaya itu turun untuk menghujani Sandalphon yang berkonsentrasi dengan serangannya. Tetapi, Makhluk itu masih bisa memblokir serangan Vira.

Sandalphon sedikit kecolongan, ia tak tahu jika Athena menyerang dari samping menggunakan tombak yang diselimuti api. Sandalphon pun mengambil pedangnya, ia dan Athena beradu senjata.

Naruto menyatukan tinjunya, dia menyiapkan sebuah pukulan untuk Sandalphon, dengan kedua jetnya, Naruto melesat cepat memukul pipi Sandalphon. Vira menghilang dan muncul tepat di samping Sandalphon dengan kapak besarnya, sementara itu Athena menyiapkan tombak apinya.

[Illiad Vision!]

[Minerva Thrust!]

[No second strike!]

..

..

Hashirama menatap sebuah halaman buku yang dibacanya, dia membaca sebuah buku yang menceritakan sosok malaikat penjaga Dark Opal. Sandalphon, sosok Seraph yang berada di bawah naungan Lucifer, malaikat yang selalu mengikuti Lucifer. Sosok kuat yang menjaga Dark Opal setelah Lucifer menghilang.

Dan itu permata yang ia cari. Hashirama mencari benda itu untuk menjaganya dari tangan orang jahat, karena batu itu adalah peninggalan Lucifer, batu itu menjadi tempat bersemayam bagian jahat dari Lucifer. Semua kekuatan Negatif ada di batu tersebut, dan Sandalphon menjaganya.

Astaga, muridnya dalam bahaya! Tapi ia sudah mengirim Athena, karena Athena sendiri cukup kuat untuk bertarung melawan Primal Beast.

Tingkatan Beast ada dua, Magical Beast dan Primal Beast. Hashirama mengerti sekali perbedaan mencolok dari kedua Beast tersebut, Magical Beast berwujud binatang dengan serangan elemen milik mereka, sementara Primal Beast yang diketahuinya adalah, mereka mempunyai sosok mirip Manusia, tapi ada beberapa Primal Beast dengan wujud Binatang, seperti Naga. Sebagai contoh, dua Heavenly Dragon, Y Ddraig Goch dan Albion Gwiber.

"Kau membaca tentang Sandalphon?"

Hashirama menoleh, ia melihat Madara yang berjalan kepada dirinya. "Ya, aku sedikit khawatir dengan mereka bertiga. Sandalphon menjaga Dark Opal."

"Harusnya aku yang kau kirim saat itu, Hashirama. Lalu, kau mengirim tiga murid pemegang kursi bodoh ke sana."

Hashirama tertawa kikuk mendengarnya. "Mau bagaimana lagi? Mereka mendengar Dungeon itu dari orang-orang."

Madara menghela napas pasrah. "Baiklah, aku akan pergi dari sini. Sampai nanti."

"Hm, sampai nanti Madara." Hashirama kembali fokus ke bukunya. "Paradise Lost?"

..

...

..

[Paradise Lost!]

Suara itu menggema, ketiganya langsung menghindari sebuah serangan dari atas Sandalphon. Laser-laser itu berjatuhan menghujani tanah, ketiga murid Academy itu agak kuwalahan saat laser itu menghujani mereka. "Sial!" Umpat Naruto di dalam baju besinya, ia sedikit terdesak akan serangan tersebut.

Athena sendiri melindungi dirinya dengan tameng yang dibawanya, sementara itu Vira melesat bersama Naruto menghindari serangan Sandalphon.

"Kukira kalian manusia lemah, ternyata kalian hampir membuatku terdesak," ujar Sandalphon yang telah menyelesaikan serangannya. Ia tersenyum miring sebelum akhirnya mengambil sebuah batu permata berwarna hitam dari dalam tubuhnya. "Berterima kasihlah padaku!" Permata tersebut melayang menuju Naruto.

"A-apa?! Kenapa kau memberikannya?"

"Aku mengira kau bisa menjaganya dari orang lain, Dark Opal berisi kekuatan Negatif dari Lucifer-sama. Dia harus dijaga dengan baik dari tangan orang jahat, serta malaikat hitam Belial." Sandalphon melayang rendah, ia menyarungkan pedangnya kembali. "Kukira buku milikmu itu bisa menyimpan benda magis nan kuat, bocah Naga."

"Grimore milikku?"

[Ya, dia benar. Buku ini bisa menahan kekuatanku dan kekuatan dari kedua pedang yang kau buat beberapa waktu lalu.] Permata Hijau di dada Naruto menyala sebentar untuk menjelaskan sesuatu. [Buku ini bisa menahan aura kami semua.]

Vira dan Athena terdiam mendengar penjelasan Ddraig. Keduanya tak menyangka kalau Grimore milik Naruto bisa menahan aura kuat supaya tak bocor keluar.

[Reset! ]

Armor Naruto menghilang, digantikan dengan wajah shock dari pemuda pirang itu. "Buku ini...terlalu sakti." Naruto melihat Grimore miliknya becahaya, melayang tepat di depannya. Lalu Dark Opal itu masuk ke dalam buku tersebut.

"Baiklah, tugasku sudah selesai disini."

"Kau mau kemana Sandalphon? Bisakah kau ikut dengan kami saja ke Academy, atau tinggal di dunia manusia? Aku berpikir kalau kau tak akan diterima lagi di sana."

"Statusku masih menjadi salah satu Seraph di sana, jadi aku bisa kembalu sesuka hati." Sandalphon membentangkan sayapnya yang berkilauan. Ia melayang tinggi di depan ketiga Murid itu. "Sampai Jumpa, aku berharap bertemu dengan kalian di lain waktu." Sandalphon menghilang meninggalkan sercerca cahaya, meninggalkan ketiga murid Academy Arc.

Tubuh Vira bercahaya, armor ditubuhnya hilang dan saat itu juga tubuh Vira terhuyung kebelakang, sebelum akhirnya ditangkap oleh Naruto. "Aku masih lemah ternyata," gumam Vira yang saat ini berada dipelukan Naruto.

"Tidak, kau tidak lemah Vira, kau itu wanita yang kuat." Naruto mendekap gadis itu di dalm pelukannya, ia juga mencium kening gadis itu dengan lembut. "Aku beruntung memilikimu Vira."

Athena menatap keduanya dari kejauhan. Ia memang sudah menduga jika Vira dan Naruto memiliki hubungan special, dia melangkah mendekati Naruto serta Vira. "Kita akan kembali ke Academy dan melaporkan semuanya."

Naruto mengangguk mengerti, ketiganya langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.

Sementara itu, ada tiga sosok yang membuka pintu besar, mereka masuk ke dalam dengan beberapa luka di sekujur tubuh mereka. "Sungguh menantang sekali Magical Beast di lorong."

"Hn."

Mereka bertiga mengerutkan dahi saat melihat ruangan kosong tak berpenghuni, tetapi sebuah gempa mengguncang ruangan tersebut. Sosok Magical Beast Rank A muncul di sana, bersiap menghadang mereka bertiga.

"Neji, Vali, bersiap!"

..

.

..

Di ruang kepala sekolah, Athena memberikan sebuah perkamen pada Hashirama, perkamen itu adalah hasil misi dari Naruto serta Vira. Kedua iris Hashirama menatap Naruto yang tengah menggendong Vira. "Dia tidur?" Naruto mengangguk kecil, menatap Vira yang temgat tertidur. "Kau tinggal bersama Vira kan?" Naruto langsung menatap Hashirama dengan wajah merona.

"I-itu..."

Athena tersenyum misterius. "Ya, mereka tinggal bersama. Naruto dan Vira adalah teman semenjak kecil, keduanya sudah bersama. Vira anak Yatim Piatu, jadi dia ditemukan oleh kedua orang tua Naruto, dan merawatnya seperti putri mereka sendiri."

"Athena!"

"Ayolah Naruto, itu sudah menjadi rahasia umum bagi kami."

Hashirama tersenyum tipis. "Kau boleh pergi Naruto." Naruto mengangguk mengerti, ia menghilang dari tempatnya berdiri. "Jadi permata itu ada di Grimore milik Naruto?" Athena mengangguk, mengiyakan pertanyaan Hashirama.

"Iya, Sandalphon menyuruh Naruto untuk menjaga permata tersebut dari tangan orang jahat. Primal Beast itu kembali ke Surga untuk menyelesaikan tugasnya. Saya menawarkan Academy untuk tempat tinggalnya, tapi dia menolak."

"Aku mengerti. Kalian menjalankan tugas itu dengan baik, aku beri kalian waktu libur beberapa hari."

"Terima kasih Hashirama-sama."

..

..

Naruto meletakkan Vira di tempat tidurnya, dia mengelus surai pirang itu sembari terus menatapnya dengan lembut. Naruto sangat menyukai wajah tidur Vira.

"Jadi kau akan terus menatapku?"

Naruto sedikit tersentak, ia melihat Vira yang mencoba untuk bangun. "Tidurlah, kau sangat kelelahan setelah bertarung. Manamu perlu di isi kembali."

"Mana Transfer?"

Naruto memasang wajah aneh mendengar pertanyaan Vira. "W-well..."

"Mana Transfer, Naruto." Vira langsung mencengkram pakaian yang dikenakan Naruto, ia tersenyum manis pada pemuda itu. "Mumpung kita diberi libur oleh Hashirama-sama."

"Baiklah, terserah kau Vira."

Vira menarik Naruto, menciumnya dengan mesra hingga gadis itu didorong tubuhnya oleh Naruto. Mereka berdua memadu kasih setelah melakukan misi pengambilan permata.

..

...

..

To Be Continue!

..

.

Keterangan:

Illiad Vision, salah satu Signature Move/Charge Attack milik Vira (Grand) di game Granblue Fantasy, dia menghilang sembari menyerang musuhnya menggunakan kapak biru.

Ah, btw, saya kok merasa De Javu sih dengan review kemarin(?) Aku malah mengira kalau ada yang dari masa depan haha...ha

Well, segitu saja, terima kasih!

Bye!