Flashback!
Siang ini, Vira sedang berada di sebuah taman. Ia duduk sendirian sembari menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya, suasana hati Vira saat ini sedang dalam mood yang baik, setelah membeli beberapa bahan makanan bersama Naruto, ia malah ketemu dengan Katalina—sosok yang sudah di anggap kakaknya sendiri.
Vira sangat senang saat bertemu dengan idolanya itu, ia bahkan beberapa kali mengajak Katalina berjalan-jalan meninggalkan lelaki pirang itu sendirian. Vira lupa akan Naruto yang membawa barang belanjaan.
"Vira..."
Kedua Ruby Vira menatap sosok pemuda berambut raven, ia mengerutkan dahinya menatap sosok tersebut, dia seorang bangsawan dari Klan Uchiha. Untuk apa seorang Bangsawan memanggil dirinya? Apa ia tak punya urat malu hingga memanggil namanya.
"Uchiha-sama?"
Uchiha itu tersenyum angkuh, ia menatap Vira yang saat ini tengah mendongak menatap ke arah pemuda itu. "Aku ingin kau menjadi tunanganku, itu perintah dari pemilik Kursi ketujuh, Ten Miracle."
"Hah!?" Vira berdiri dari tempatnya duduk, ia menatap tajam Uchiha tersebut. "Saya tak salah mendengar kan? Anda yang seorang bangsawan kelas atas meminta saya untuk menjadi tunangan anda? Anda memang buta atau bagaimana?"
Uchiha tersebut tersenyum miring sebelum akhirnya menyentuh dagu Vira, ia mengangkat dagu itu dengan mudahnya. "Hey, hey, jangan galak begitu. Kau itu cantik dan sepertinya baik hati, tapi kau bisa saja galak."
Vira menepis tangan Uchiha itu. "Saya sangat tak sudi memperlakukan anda dengan baik. Lebih baik saya mati dibunuh Assassin Kitsune daripada menjadi tunangan anda." Vira membalas perkataan pemuda itu dengan kasar. "Dengarkan aku Uchiha Sasuke. Kau tak akan bisa mengatur hak yang kupunyai, kau tak bisa mengatur semuanya, kau hanyalah seongok sampah yang duduk di kursi ketujuh."
Vira langsung pergi meninggalkan Sasuke begitu saja, namun tangan putih Vira dicengkram oleh Sasuke membuat gadis itu meringis merasakannya. "Aku belum selesai, aku ingin kau menjadi Tunanganku saat ini ju—"
"Maafkan aku, tapi dia sudah menjadi kekasihku."
Vira tersenyum senang, sosok yang ia tunggu telah datang. Pemuda pirang jabrik yang menjadi teman masa kecilnya serta tinggal dalam satu kamar di sebuah Asrama yang tak jauh dari kedua Asrama utama.
"Naruto..."
"Kau Healer pecundang—ahk!" Sasuke merasa tangannya dicengkram terlalu keras oleh Healer tersebut, ia meringis kesakitan saat merasakannya. "A-apa yang kau lakukan!"
"Menjauh dari Vira, dan kau akan selamat." Kedua Iris biru itu menajam, Sasuke seolah melihat dalamnya samudra di kedua mata Naruto. "Aku tak mau gadisku menjadi milik orang lain, sepertimu!" Naruto mendorong pelan tangan Sasuke, membuat si Uchiha itu terdorong beberapa langkah kebelakang. "Kita pergi Vira." Keduanya pun pergi dari hadapan Sasuke.
"Uzumaki Naruto, suatu saat nanti akan kubalas kau!"
Flashback End!
...
..
.
Naruto dan Highschool DxD bukan milik saya.
Warning: OOC, AU, Isekai, Typo, dan lainnya
Pairing: Naruto x Vira
..
Magic x Fist
...
..
.
Chapter 6: Chevalier Vira
Enjoy it!
Para penonton menatap Vira terkejut, mereka baru saja mengetahui sosok gadis pirang yang dikatakan lemah itu berubah menjadi sosok gadis berpakaian armor merah yang terkesan anggun, serta beberapa makhluk yang melayang disekitar tubuhnya. Di tribun guru, Kakashi melihat sosok gadis yang menjadi kekasih Naruto itu dengan sebuah senyuman dibalik maskernya. Ia tak menyangka kalau Vira akan mencapai Rank S jika begabung dengan Primal Beast.
Kapak biru besar milik Vira mengacung pada Sasuke, aura yang terpancarkan dari tubuh Vira begitu berbeda, Sasuke seolah merasakan Beast yang berbeda dengan Beast yang biasa.
[Chevalier!]
Primal Bits di sekitar Vira bergerak memberikan serangan laser pada Sasuke, dan itu bisa dihindari oleh pemuda Uchiha tersebut, beberapa laser ditebas dengan pedangnya. Sasuke mendecih kesal karena orang didepannya ini berbahaya, tidak seperti saat ia melawan seekor Magical Beast tingkat A di Dungeon yang baru saja muncul.
'Kalau begini aku tak bisa menang.' batin Sasuke yang mulai gelisah.
Pemuda itu harus memikirkan cara bagaimana dia melawan Vira. Dirinya tak mau sampai kalah oleh gadis itu, dan ia harus menggapai tujuannya untuk melamar Vira menjadi tunangannya, karena ia sangat menginginkan gadis pirang itu.
[Katon!]
Sasuke merapal sihir api miliknya, lingkaran sihir mulai bermunculan disekitar tubuhnya. Giginya bergemelatuk, kedua mata Sharinggan milikknya menajam.
[Goryuuka!]
Seekor naga api muncul di depannya, Sasuke mengendalikan api hanya dengan tangannya. "Terima ini!" naga tersebut bergerak lincah menuju Vira lalu Naga itu menyemburkan api yang sangat panas terhadap Vira. Gadis itu dengan cepat menghindari serangan yang diberikan Sasuke, ia melayang rendah sembari terus menghindarinya.
Wajah Vira mengeras, ia lalu melesat cepat dan menyiapkan kapak birunya. Gadis itu pun menyerang Sasuke dari samping menggunakan kapak itu.
Trank!
Sasuke yang masih mengaktifkan mata saktinya itu memblok serangan Vira menggunakan pedangnya. Sungguh beruntung Sasuke tak tertebas kapak besar itu, Vira mendecih lalu mendendang tubuh Sasuke. Sang pangeran Uchiha itu terdorong beberapa centi kebelakang.
[Blade of Light!]
Sebuah lingkaran sihir keluar dari belakang tubuh Vira, beberapa pedang cahaya muncul dan melesat kencang menuju Sasuke, kedua mata pemuda itu membulat sempurna. Ia langsung menggunakan pedangnya untuk memblok beberapa serangan yang diberikan Vira. Beberapa pedang cahaya itu mengenai permukaan kulit Sasuke, membuatnya meringis merasakan sakit.
Vira menyeringai melihat serangannya berhasil mengenai Sasuke, walaupun hanya luka sayatan. "Kenapa kau tak menyerah saja? Lebih baik kau menyerah dan tidur di rumah besar nan megah milikmu itu Uchiha."
"Tidak sebelum aku bisa menidurimu, Vira Lilie!"
Kedua Ruby milik Vira menatap dingin Sasuke, seringai diwajahnya menghilang, digantikan wajah dingin nan datar dari Vira. Ia kembali mengacungkan kapak besarnya. "Aku benar-benar muak terhadapmu Sasuke Uchiha, benar-benar muak. [Divine Weapon!]" Vira kembali mengaktifkan salah satu Signature Move miliknya, ia kemudian bersiap dengan kapak biru itu.
[Illiad Vision!]
Sasuke terkejut saat Vira menghilang menjadi butiran cahaya, kedua matanya bergerak mencari-cari keberadaan gadis pirang itu. Insting Sasuke menjerit, ia langsung menghindari serangan Vira dari atas.
Blarr!
Lantai tempat Sasuke berpijak tadi hancur, Vira lalu menghilang kembali, dan membuat Sasuke menjadi was-was. Insting pemuda itu kembali menjerit, Sasuke melompat tinggi menghindari serangan Vira yang berada dibelakangnya. Gadis itu kemudian menghilang kembali.
"Terima ini!" tepat saat Sasuke melayang, Vira menyerangnya dari atas, membuat sang pangeran Uchiha itu meluncur keras ke atas lantai Stadion. Vira masih melayang menatap kawah kecil yang diciptakannya. "Tidakkah kau harus menyerah sekarang?"
Debu-debu menghilang, sebuah sosok astral berwarna ungu tengah melindungi tubuh Sasuke. "Sudah kubilang, aku tak akan menyerah sebelum mendapatkan tubuhmu. [Susano'o!]"
..
.
..
"Madara, ini soal salah satu penerus klan utama Uchiha." Madara mengangkat sebelah alisnya, ia menatap Hashirama yang sedang memikirkan sesuatu tentang Sasuke.
"Kau memikirkan bocah Uchiha itu? Aku tak terlalu memperdulikan dia." Madara mengangkat kakinya, ia menyamankan duduknya di tribun penonton. "Dia sosok yang arogan, seperti kepala Klan Uchiha yang sekarang."
"Lalu kenapa kau tak memgambil alih? Kakaknya yang seperti Izuna tak mau memimpin Klan, malah adiknya yang sama persis dengan Ayahnya menjadi pewaris Klan selanjutnya."
"Kau takut akan terjadi sesuatu? Aku sudah menyiapkan sebuah rencana jika ada hal yang tak di inginkan." Madara menajamkan matanya, menatap salah satu murid bimbingannya melawan bocah yang akan menjadi pewaris Klan. "Kita lihat, bagaimana Sasuke melawan sosok Monster yang sebenarnya."
..
.
..
Vira mendecih tak suka, ia menatap sosok Astral berwarna ungu yang jauh lebih tinggi darinya. Kedua Ruby itu melihat Naruto yang tengah menatapnya, dia melihat Naruto menganggukkan kepalanya.
Senyuman manis terulas di wajah cantik Vira. Dirinya mendapatkan sebuah Izin dari kekasihnya, gadis itu langsung tertawa keras, seolah ia baru saja mendapatkan sesuatu. "Waktunya serius!"
[Chevalier! Mode Change!]
Armor Vira kembali berubah, kali ini di dominasi warna merah. Primal Bits yang berada disekitar Vira berubah warna menjadi ungu, sementara itu senjatanya berubah menjadi sebuah pedang khas kerajaan Archiman.
"Mari kita lakukan Uchiha Sasuke!" Primal Bits milim Vira berputar kencang, menembakkan sebuah laser berkecepatan tinggi kepada Susano'o milik Sasuke, membuat armor berwarna ungu itu retak. Vira kembali tertawa keras melihat retaknya armor tersebut.
"Ba-bagaimana bisa!?"
Sasuke terkejut akan hal tersebut, ia dengan cepat membenahi pertahanan terkuatnya itu. Sementara itu di tribun penonton, tak ada sorak ataupun suara dari para penonton, mereka semua terdiam akan beberapa hal yang mengejutkan mereka. Tak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulut mereka.
Yang mereka tahu adalah, Uchiha Sasuke itu orang yang kuat, tapi pertahanan terkuatnya bisa diretakkan oleh laser milik seorang Gadis pirang.
Vira menyeringai menatap pertahanan Susano'o kembali. "Hebat, hebat. Pertahananmu sungguh hebat Sasuke Uchiha. Tapi itu tak akan bertahan lama!"
"Itu tak akan terjadi, akulah yang akan menjadi pemenang, dan mau akan menjadi milikku, Vira Lilie!" Keempat tangan Susano'o Sasuke bergerak, salah satu tangan yang membawa pedang itu langsung menyerang Vira. "Aku akan mengalahkanmu!"
Trank!
Kedua mata Sasuke kembali membulat sempurna, ia melihat pedang dari Susano'o miliknya diblok dengan mudah oleh gadis itu. Pemuda itu melihat Vira yang saat ini tengah menyeringai kejam, ada sedikit perasaan takut saat ia melihat kedua Ruby tajam milik Vira.
Gadis itu mendorong pedang Sasuke menggunakan pedangnya, ia lalu melesat berlari di atas tangan raksasa Susano'o. "Pee a boo!" Vira menusuk kepala Susanoo Sasuke menggunakan pedangnya, Sasuke sedikit memiringkan tubuhnya menghindari pedang tajam milik Vira. "Ayolah, kena lagi! Aku tak ingin menyelesaikan ini dengan kau yang tak terluka parah." Vira menarik kembali pedangnya, ia tersenyum menatap Sasuke yang tengah terkejut.
Vira kemudian terbang menjauh, ia mengarahkan ujung pedangnya pada kepala Susano'o.
"Serangan terakhir! [Affection Abyss!]"
...
..
...
Naruto berbalik, ia berjalan menjauh dari arena, pemuda itu sudah tahu siapa yang akan memenangkannya. Vira sungguh kuat jika ia marah, emosinya sedikit tak terkendali jika gadis itu sedang marah, jadi hanya dialah yang bisa menenangkan Vira.
"Jadi kau sudah tahu pemenangnya?"
Naruto melirik Sairaorg melalui ekor matanya, ia kemudian memenjamkan matanya dan berjalan pergi meninggalkan pemuda berambut hitam jabrik itu. "Kau tahu sendiri bagaimana sosok Vira dan Chevalier? Seperti itulah dia," jawab Naruto yang terus melangkahkan kakinya keluar dari ruang tunggu, meninggalkan beberapa murid yang akan bertanding selanjutnya.
"Naru!" Vira berlari kearah Naruto, ia memeluk punggung lebar yang baru saja keluar dari ruangan tersebut. "Aku menang! Aku benar-benar mengalahkan Uchiha itu!"
"Selamat Vira, aku akan mentraktirmu akan malam nanti," Naruto berbalik, lalu mengelus kepala Vira dengan lembut. Gadisnya itu menikmati elusan yang diberikannya, elusan dikepala Vira pun turun ke pipi putihnya. "Kita makan siang yuk!"
Vira mengangguk semangat, lalu memeluk lengan Naruto. Gadis itu menyeret si Pirang keluar dari ruangan tersebut.
Sairaorg menghela napas pasrah melihat dua orang yang sedang bermesraan itu. "Dasar."
...
..
.
..
...
Di sisi Sasuke, ia menatap tajam langit-langit ruangan kesehatan. Dirinya kalah oleh seorang gadis pirang yang dikiranya polos, dan lemah. Giginya bergemelatuk keras memikirkan bagaimana cara Vira mengalahkannya. Dia tak menyangka kalau Vira memiliki Primal Beast di dalam tubuhnya, gadis itu menyembunyikan kekuatan tersebut selama beberapa tahun.
"Sial!"
Pintu masuk ruangan tersebut terbuka, menampilkan sosok pemuda berambut perak. "Bagaimana kabarmu? Tak berhasil mengalahkannya?"
"Diam Vali!"
Vali tertawa kecil mendengarnya, ia tak menyangka teman satu kelompoknya itu akan sangat kesal karena dikalahkan oleh seorang perempuan. "Well, aku tak menyangka jika gadis yang kau incar memiliki sesuatu yang tak kita miliki. Prima Beast." Vali kemudian duduk di samping Sasuke. "Rank dari dia bertambah setelah bergabung dengan Primal Beast itu."
"Setahuku, dia Rank E. tapi sekarang..."
Vali mengangguk paham. "Dia menyembunyikan Rank-nya dari kita."
Sasuke mendecih tak suka, ia juga curiga dengan sosok pemuda pirang yang menjadi kekasih Vira. Sosok Healer pecundang yang pernah membuat tangannya kesakitan, Naruto Uzumaki. Sosok pemuda yang tak di akui oleh Clan Uzumaki.
Pemuda yang hanya tinggal di desa diluar Ibukota kerajaan. Sasuke tak tahu siapa orang tua dari Naruto Uzumaki, bahkan latar belakangnya pun masih misterius baginya.
"Kau curiga dengan Naruto Uzumaki?"
Sasuke terkejut dengan perkataan Vali barusan, dia bisa membaca pikirannya. "Ya, dia sosok yang misterius. Padahal para murid lain menjulukinya Healer pecundang. Tapi, ada sesuatu yang disembunyikan."
"Besok aku akan melawannya, kau tinggal duduk serta menontonnya. Aku akan mengalahkannya untukmu, dan menyuruh kekasihnya menjadi tunanganmu."
"Berhati-hatilah Vali."
..
.
Di sisi Naruto x Vira. Pemuda pirang itu menggigil kedinginan saat duduk bersama Vira di bangku taman. Ia meletakkan sendoknya di atas tempat makannya. "Ada yang membicarakanku."
"Pasti si Uchiha itu," balas Vira, dirinya tahu jika Sasuke mulai curiga akan Naruto. "Kau akan bertanding besok Naruto. Jadi berhati-hatilah." Vira memasukkan sendoknya yang berisi makanan ke dalam mulutnya, ia kemudian berbalik menghadap Naruto. "Ayo, katakan Aaaa..."
"Eh, ngapain! Vi-vira! Oi!"
...
..
.
Dibagian timur Kerajaan Archiman, terlihat sebuah desa yang damai nan makmur, di sana ada sosok pria pirang yang sedang duduk santai di teras rumahnya. Pria pirang itu seperti menunggu sesuatu yang ada di dalam rumahnya. "Minato, ini tehmu."
Sosok wanita berambut merah panjang keluar dari rumah tersebut, memberikan secangkir teh hangat untuk pria bernama Minato. "Terima kasih Kushina."
Wanita bernama Kushina itu pun duduk di kursi yang berada disebelah Minato, ia juga menikmati secangkir teh hangat. "Bagaimana keadaan mereka berdua? Aku khawatir kalau mereka berdua pulang dan membawa seorang anak."
"Jangan khawatir, Naruto tak akan melakukan hal itu, umurnya masih tujuh belas tahun, mungkin saja dia sudah melamar Vira saat ini."
Kushina menghela napas mendengar jawaban Minato.
...
..
.
[Pertandingan kedua, dimenangkan oleh Sairaorg Bael.]
Naruto menyipitkan matanya saat melihat temannya itu berhasil menumbangkan salah satu pemegang kursi, Neji Hyuuga. Sairaorg mencengkram leher Hyuuga tersebut, sembari menatap sang pemuda yang saat ini telah pingsan. Prodigy dari Clan Hyuuga di hajar habis-habisan oleh Sairaorg.
"Turunkan dia Sairaorg!" perintah Naruto dari kejauhan. Kedua Iris Violet itu menatap Naruto yang saat ini tengah menatapnya tajam, tanpa berpikir dua kali, Sairaorg melepas cengkramannya terhadap Neji.
"Aku mengerti," ia bergumam lirih, lalu pergi meninggalkan Neji yang pingsan. "Terima kasih telah menghentikanku, Naruto."
"Tak masalah, Sairaorg. Aku tahu kau menghajarnya karena omong kosongnya tentang Takdir, kan? Untung saja kau tak menggunakan harta muliamu."
Sairaorg tertawa kecil mendengar perkataan Naruto. "Aku cukup beruntung tak memakainya, Leader. Lagipula, aku melatih fisik ini tanpa sebuah tujuan." Dia tertawa keras setelah mengatakannya. "Baiklah, aku pergi dulu Naruto, sampai jumpa."
Naruto berbalik, ia tersenyum menatap punggung lebar Sairaorg. "Dia sungguh santai,"
"Ya, kau benar Vira. Dia lebih santai daripada yang kuduga."
...
..
.
To Be Continue!
...
..
.
Special Guest: Unknown: Ma bro, can you fix that grammar? I don't speak flame hi hi hi hiii! Saya cukup ngakak atas apa yang dia lakukan. Ha! But, Saya tak peduli dirimu berbicara apa atau ngetik apaan. Kesel? Enggak kok, cuman lucu aja. Flamenya loh lucu banget. Tulisannya aja masih kayak ceker ayam gitu, malah ngeflame. Wkwkwk, bodoh sekali dia Yang mulia.
Oh well, ini masih pendek, kalau kemarin digabung sama ini, bakal jadi 1 chapter, jadi saya bagi 2 buat mikir adegan kedua. Bukan mikir lu, Unknwon. Jijik aing, wkwkwk.
Affection Abyss: salah satu Chargre Attack milik Vira di Game Granblue Fantasy, ini unik karena Vira berubah kayak menggabungkan dirinya dengan Chevalier/Luminiera, jadi setelah ia berubah, Vira akan mendapatkan sesuatu dibelakang tubuhnya, seperti sebuah sayap, tapi bukan sayap.
Disini juga saya Spoiler. Naruto akan melawan Vali. Gitu aja, hehe.
Oke saya mau pamit, masih ada pekerjaan penting, jadi ini saya sempatkan nyicil walaupun nggak panjang.
Bye!
