Naruto dan Highschool DxD bukan milik saya.

Warning: OOC, AU, Typo, Isekai, dan lainnya

Pairing: Naruto x Vira Lilie

..

.

Magic x Fist

...

..

.

Chapter 7: Naruto vs Vali Lucifa dan identitas asli Vira Lilie

Enjoy it!

Kedua Iris berwarna biru itu menatap tajam sosok pemuda berambut silver di depannya, aura yang dikeluarkan sungguh berbeda dari biasanya, Naruto mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat. Beberapa penonton di tribun sedikit merinding saat merasakan hawa membunuh yang sangat pekat.

"Naruto Uzumaki." Vali memanggil nama lengkap Naruto, ia menyipitkan kedua matanya menatap Naruto yang diam tak mengeluarkan sepatah kata apapun. Dia bisa melihat kedua mata biru itu seolah menyala, menatapnya tajam. "Dia bersungguh-sungguh." Vali mendecih kecil menatap keseriusan dikedua mata Naruto.

[Mulai!]

Vali melesat, dikedua tangannya sudah muncul beberapa lingkaran sihir untuk memperkuat tubuhnya. Ia berusaha untuk menyerang Naruto menggunakan hand-combat. Vali memberikan sebuah pukulan kuat pada Naruto, tetapi ditahan dengan udah oleh pemuda pirang itu.

Naruto lalu memukul perut Vali, sehingga dia terdorong beberapa langkah kebelakang. "Terlalu lemah pukulanmu."

Vali menyeringai sesaat, ia membersihkan beberapa debu yang menempel di seragamnya. "Tidak-tidak, salah satu kemampuanku yang biasa kugunakan."

[Divide!]

Grimore milik Naruto mengeluarkan sebuah pendar merah, Ddraig meyenyeringai mendengar sebuah suara yang berasal dari Vali. [Partner, dia adalah rivalku, Albion Gwiber, Heavenly Dragon.] Naruto menaikkan sebelah alisnya, ia baru saja mendengar sebuah fakta lain dari Naga Langit itu. [Aku dan dia telah bertarung beberapa abad, dan kami dipertemukan disini. Sayangnya, dia tersegel di dalam sebuah Harta Mulia.]

'Harta Mulia? Mirip seperti Singa Namea milik Sairaorg.'

[Kau benar, mirip dengan Singa itu. Tetapi aku belum mengetahui wujud dari Harta Mulianya.]

Naruto terdiam, ia sendiri merasakan Mana miliknya mulai terkuras beberapa persen, tetapi ia tak merasakannya, karena dia sendiri menggunakan Hand Combat yang ia latih dengan keras bersama Vira sedari kecil. Ia menyeringai kecil menatap keterkejutan dari Vali. Naruto mengangkat kakinya, dan dalam sekejap dirinya berada di depan Vali.

Sebuah pukulan bersarang di ulu hati Vali, membuar pemuda itu memuntahkan liurnya. Ia terdorong beberapa langkah kebelakang, kedua matanya melihat Naruto yang masih segar bugar seolah tak terkena apapun. "Maafkan aku, tapi sihirmu itu tak mempan bagi seorang yang hanya menggunakan dan kakinya untuk bertarung."

"Tapi...keh, manamu berkurang! Aku membaginya menjadi milikku."

"Perlu kau ketahui, aku tak perlu Mana untuk bertarung!" Balas Naruto, ia membuat sebuah kuda-kuda yang tak pernah diketahui (red: Wing Chun). "Aku akan serius sekarang." Wajah Naruto melunak, ia tersenyum tipis menatap Vali yang sedikit kebingungan menatap kuda-kuda bertarungnya.

Vali meludahkan liurnya, ia kemudian kembali menyerang Naruto menggunakan Kaki kanannya, tetapi bisa ditangkap oleh pemuda itu dengan mudah, kaki milik Vali di apit oleh tangan Naruto serta pinggangnya.

Kaki kiri Naruto menendang Kaki kiri Vali, membuat tubuh pemuda itu oleng ke samping, gerakan sederhana itu tak bisa diprediksi oleh Vali. Ia sungguh terkejut dengan gerakan tersebut, Vali langsung berdiri setelah kakinya dilepas Naruto.

Naruto tersenyum meremehkan sembari menatap Vali yang mulai berdiri. Pemuda itu kemudian menyerang Vali, memberikan beberapa pukulan yang dapat dihindari Vali.

[Divide!]

Naruto kembali merasakannya, mana miliknya dibagi oleh Vali. Senyuman remehnya hilang digantikan wajah datarnya, Naruto sedikit kesal akan sihir milik pemuda di depannya itu. "Kau kembali mengambil mana milikku?"

Vali tak menjawab, ia langsung mundur beberapa langkah kebelakang, sebuah sayap mekanik keluar dari punggungnya, sayap berwarna putih serta biru dibagian bawah. "Kau pasti sangat penasaran dengan ini kan?" Vali menciptakan dua buah lingkaran sihir di kedua tangannya, ia melempar bola-bola cahaya itu kepada Naruto.

Si pirang itu menghindarinya dengan mudah, sembari terus berlari menuju Vali. Di sisi lain, Vali langsung melayang terbang setelah dirinya mulai didekati Naruto, dan dia terus menyerang pemuda pirang itu menggunakan bola-bola putih dikedua tangannya.

"Turun dan jadilah pejantan! Kau tak mau kan bila aku berjalan di udara!?"

"Kau tak bi-apa!?"

Dengan kecepatan yang abnormal, Naruto menginjak udara di sekitarnya. "Aku serius," ujarnya yang langsung memberi sebuah tendangan pada perut Vali, pemuda itu kembali memuntahkan liurnya setelah terkena tendangan dari Naruto. Ia langsung meluncur ke atas arena, dan membuat sebuah kawah kecil di sana.

Naruto sendiri berhasil menginjakkan kakinya di atas arena, dirinya puas setelah memberikan beberapa pelajaran pada pemuda itu.

"Kau kursi ketiga! Bangun! Datang dan kalahkan aku!"

Vali membuang ludahnya. "Baiklah kalau itu maumu, Sialan!"

..

.

"Kita tahu siapa yang menang."

Sairaorg yang duduk disamping Vira menaikkan sebelah alisnya. "Ya, Vali." Dia dihadiahi tatapan tajam dari Vira. "Kau tak punya selera humor sama sekali, Vira."

"Aku tak mau bercanda Sairaorg."

Sairaorg merinding geli mendengar penuturan dingin dari Vira. "Dinginnya. Apa kau akan selalu dingin kepada lelaki lain? Kan Naruto juga lelaki."

"Si Pirang itu special untukku," balas Vira, ia tersenyum lembut menatap pertarungan antara Naruto melawan Vali. Wajahnya pun merona di detik selanjutnya, ia tertawa kecil sembari terus menatap tajam Naruto. "Aku tak akan membiarkan perempuan lain mendekatinya, tak akan." Ujarnya yang disertai tawa mengerikan.

Sairaorg kembali merinding ketakutan saat berada di samping Vira. "Kau menakutkan."

..

.

[Scale Mail!]

Armor putih menutupi seluruh tubuh Vali, armor dari Albion Gwiber. Vali saat ini benar-benar serius menghadapi Naruto, para penonton seakan dibuat terdiam karena Vali sampai menggunakan salah satu Signature Move andalannya untuk melawan Healer Lemah.

Bibir Naruto melengkung ke atas, Vali serius ingin mengalahkan dirinya. Naruto langsung melesat kencang, begitupula dengan Vali yang dibantu dengan Jet dibelakang serta sayap mekaniknya.

Keduanya saling bertukar pukulan, Naruto beberapa kali menhindari serangan yang dilancarkan Vali, reflek milik Naruto lebih kuat daripada milik Vali. Beberapa kali juga serangannya mengenai armor putih milik Vali, tanpa bantuan Ddraig.

"Maafkan aku Ddraig, aku tak menggunakanmu."

[Tak masalah kawan. Lagipula kau pernah memukulku hanya dengan tangan kosong serta auramu yang sedikit mengerikan itu.]

Batin Naruto tertawa mendengar pujian dari Ddraig. Dia kembali fokus pada pertarungan jarak dekat dengan Vali, jual beli pukulan masih terus berlanjut.

Buagh!

Armor yang melindungi wajah Vali pecah sebagian, dia mundur beberapa langkah sembari mengatur napasnya. Naruto kembali menyunggingkan sebuah senyuman yang membuat Vali kesal, pemuda pirang itu pun berjalan mendekati Vali.

Ia mengangkat salah satu tangannya, dan meluruskan tangannya itu. Ujung jemarinya menyentuh tepat di bagian permata biru armor itu, ia menghirup napasnya, lalu membuangnya dengan pelan.

Dengan sekali hentak, pukulan Naruto memecahkan armor Vali berkeping-keping, pemuda perak itu memuntahkan darahnya, tubuhnya terdorong kebelakang beberapa centi. Dia menatap Naruto garang, pemuda pirang itu menghancurkan harga dirinya, dia tak mau kalah di tangan seoramg pecundang seperti Naruto.

(Jurus yang dipakai Naruto adalah, One-inch Punch.)

"Ka-kau bedebah sialan!" Vali dibuat tak berdaya oleh Naruto, ia sangat kesal sekarang. Dia tak tahu jika Naruto bisa memojokkan dirinya seperti ini.

[Scale Mail!]

Armor putih itu kembali membungkus tubuh Vali, dia langsung melesat untuk menyerang Naruto. Pemuda pirang itu bersiap dengan kuda-kudanya, dan saat pukulan Vali berada tepat di depannya. Ia menggenggam lengan yang dilapisi armor putih itu menggunakan kedua tangannya, lalu membantingnya dengan keras.

Tak sampai disitu, Naruto memberikan pukulan cepat pada Dada hingga wajah Vali. Armor dada serta wajah kembali hancur, menyisakan bagian tangan serta kakinya. Sang ahli beladiri itu menghentikan pukulannya, ia menatap Vali yang saat ini tengah menahan rasa sakit yang mendera beberapa bagian tubuhnya, dia juga merasakan beberapa tulangnya patah akibat serangan yang dilancarkan Naruto.

"Ka-kau...orang yang lemah...keh!"

[Vali, jangan bergerak! Tubuhmu sudah tak kuat lagi!]

"A-aku tak akan kalah Albion...di-dia akan kukalahkan!"

[Vali jangan!]

Vali terus mencoba untuk berdiri, ia berusaha untuk berdiri di depan Naruto, serta ingin mengalahkan pemuda itu, walaupun tubuhnya sudah ringkih. "Aku... Tak akan kalah-!?"

Vali langsung jatuh pingsan setelah tengkuknya dipukul oleh Naruto, kedua mata biru itu menatap datar pemuda berambut silver tersebut. "Usaha yang bagus, tapi kau tetap harus kalah." Ia berbalik, dan meninggalkan Vali yang didatangi oleh para medis.

[Pemenangnya, Naruto Uzumaki!]

Tak ada sorak apapun, keheningan menyelimuti para penonton setelah melihat pertarungan antara pemilik kursi ketiga melawan Murid Terlemah. Beberapa murid juga mengingat bagaimana Naruto mengalahkan Sakon di dalam kelas mereka.

Semuanya mengetahui sebuah Fakta, Naruto adalah sosok petarung yang mengerikan.

..

.

"Selamat kawan!" Sairaorg menyalami Naruto di ruang kepala sekklah. Dia senang akan kemenangan yang diperoleh Naruto. "Eh, oi Vira!" Sairaorg disikut oleh Vira, pemuda itu langsung menyingkir dari tempatnya berdiri.

"Selamat Naruto! Kau menang!" Gadis itu langsung memeluk erat tubuh Naruto. "Bau Naruto uhh..."

Sairaorg dan Naruto merinding mendengar gumaman Vira. "Y-ya, terima kasih atas ucapannya."

Ketiganya berada di sana untuk menghadap pada Kepala Sekolah, bukan sebagai pemegang kursi yang baru, tapi sebagai Brigade. "Jadi selamat untuk kalian bertiga yang berhasil mengalahkan pemegang kursi sebelumnya." Hashirama mengucapkan selamat pada ketiganya, ia tersenyum sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya. "Aku menduga jika kalian akan menolak ketiga kursi itu. Secara kaliaj sudah mempunyai sebuah kelompok tersendiri."

"Kau benar Hashirama-sama. Aku tak menginginkan kursi itu, dibandingkan dengan kursi, aku hanya menginginkan uang untukku dan Vira."

"Dasar mata duitan."

"Dih, mintanya duit saja."

"Apa salahnya woi!?"

Hashirama tertawa pelan melihat interaksi dari ketiganya. "Baiklah, tapi ada 3 buah permintaan untuk pemenang, dan sekarang tinggal 2 permintaan saja, karena satu permintaan sudah kalian gunakan," jelas Hashirama, pria itu terlihat menatap ketiga muridnya dengan serius. "Gunakan permintaan itu dengan bijak, jika kalian tak bijak dalam menggunakannya, kalian akan menyesal."

Ketiganya mengangguk mengerti, tapi Naruto berjalan mendekati Hashirama. Ia mengambil Grimore miliknya, dan mengeluarkan sebuah Permata berwarna Hitam nan indah. "Dark Opal."

Hashirama mengerutkan dahinya menatap permata hitam itu, dirinya merasakan aura yang sangat kelam di dalam sana. "Inikah benda yang ada di Dungeon baru itu? Sungguh, auranya sangat kelam." Hashirama mengamati permata tersebut dengan seksama, ia kemudian mengembalikannya pada Naruto. "Aku baru melihat yang seperti ini, dan memang indah."

"Terima kasih Hashirama-sama." Permata itu pun kembali ke dalam Grimore Naruto, "untuk masalah permintaan. Sairaorg, kau duluan. Aku ingin kau yang pertama kali meminta."

Sairaorg mengangguk paham. "Kita lihat, pertama aku ingin sebuah tempat latihan untukku sendiri. Seperti Dojo yang khusus dibuat untukku dengan level yang sangat tinggi, lalu permintaanku yang kedua..."

"Jangan memintaku untuk menjadi lawan tandingmu, dari empat ratus sparring, kau hanya menang sekali, sisanya draw serta kekalahan telakmu."

Sairaorg tertawa keras. "Tenang saja, aku tak akan meminta itu." Wajah Sairaorg saat ini sangat serius. "Aku ingin Kuisha Abbadon dibebaskan dari semua Lamaran yang diterimanya."

"Dia Frustasi."

"Overprotektif sekali."

"Diam kalian, duo kuning sialan!"

Hashirama mengangguk pelan, dia menyanggupi permintaan dari Sairaorg. Lalu pandangannya tertuju pada Vira. "Selanjutnya, Vira."

"Aku ingin tahu keluarga asliku, serta identitasku yang sebenarnya. Selama ini aku hidup disebuah kebingungan yang membuatku pusing, tetapi aku beruntung Naruto ada disampingku, karena ia bisa mengalihkanku dari hal tersebut."

Jujur saja, Naruto juga penasaran akan identitas asli Vira. Kekasihnya itu mengalami amnesia setelah dia ditemukan oleh keluarga Naruto saat masih di desa, keluarga Narutk pun mengadopsi Vira sekaligus akan menikahkan mereka di saat keduanya sudah dewasa. Vira memang tak masalah dengan Naruto yang menjadi Tunangannya saat kecil, dia memang menyukai Naruto sedari mereka kecil.

"Vira..."

"Aku benar-benar ingin tahu Naruto. Sungguh, aku dibuat penasaran oleh identitasku ini, dan Hashirama-sama sepertinya mengetahui sesuatu."

Hashirama mengangguk, ia juga menyanggupi permintaan Vira. Lalu dia mengambil sebuah sebuah map yang berisi beberapa kertas di laci meja kerjanya, di sana ada data dari para Murid yang menjadi anggota Khaos Brigade. "Vira [Archiman] Lilie. Anda adalah putri kedua dari Raja Archiman ke-III. Saya sudah menyelediki semua tentang anda, maafkan saya yang harus menyembunyikan hal ini dari anda. Karena keselamatan anda ada prioritas kami."

..

.

"Naruto, kau beruntung."

Naruto langsung menoleh ke Sairaorg. "Apa?"

"Vira putri kedua Raja Archiman, dan kau tunangannya. Secara tak langsung kau adalah keluarga kerajaan." Jika dilihat, perkataan Sairaorg memang ada benarnya, Naruto secara tak langsung akan menjadi keluarga kerajaan jika Vira datang ke Istana dan mengungkapkan jati diri pada sang Raja.

"Aku tak berpikiran untuk menjadi seorang keluarga Kerajaan. Aku malah curiga dengan aksi Uchiha Sasuke yang menantang Vira serta keinginannya untuk melamar Vira, dia tahu jika Vira adalah putri kedua Raja Archiman ketiga," ujar Naruto, ia memang menaruh curiga pada Bangsawan Uchiha itu.

"Si Uchuha itu memang licik, ia menginginkan Vira karena sebuah tahta di kerajaan ini, menyedihkan." Sairaorg lalu menyeringai, ia meletakkan air minumnya itu. "Well..."

"Penyelidikan pada Clan Uchiha."

"Kau tahu arah pembicaraan ini, sungguh hebat leader kita." Seringai Sairaorg melebar, ia pun beranjak dari tempatnya duduk. "Aku akan menginformasikan ini pada Ajuka serta Serafall. Untuk Sirzech sendiri, dia sudah berdiri lama disampingmu Naruto. Sampai jumpa."

Setelah kepergian Sairaorg, Naruto menatap lurus dengan tatapan datarnya, di sampingnya telah berdiri Sirzech yang membawa sebuah roti. "Jadi kau tak capek berdiri di situ?"

"...aku capek sebenarnya."

"Jadi, kau kembali dihukum oleh tunanganmu?" Sirzech langsung memukul kepala Naruto, tetapi pemuda itu bisa menghindarinya. "Ya tapi jangan langsung memukul gitu!"

"Maafkan aku, tangan ini terpeleset."

"Omong kosong!"

"Kembali ke topik pembicaraan, aku akan mengawasi gerak-gerik Sasuke Uchiha di Ten Miracle. Sementara kau dan yang lain akan mencari informasi dari Clan Bangsawan Uchiha." Sirzech berujar sembari memakan roti yang dibawanya. "Kecurigaanku tentang dia sudah terbuka sedikit. Prioritas kita adalah Vira, karena dia kunci dari masalah Sasuke yang menginginkan dia."

"Aku tahu. Vira akan selalu bersamaku setiap saat."

"Aku akan memberitahu Athena, mungkin dia bisa merekrut satu anggota lain."

Naruto mengangkat sebelah alisnya. "Satu orang? Aku punya seorang kenalan, dia mungkin bisa membantu."

"Siapa dia Naruto?"

Naruto menyeringai saat dia mendengar pertanyaan Sirzech. "Kau akan tahu nanti."

..

.

Saat ini, Naruto dengan Sairaorg serta Ajuka sedang mencari informasi dari Bangsawan Uchiha. Madara sendiri memberikan izin pada Khaos Brigade untuk menyelidiki beberapa kejanggalan Clan yang ia bangun dulu, pria itu memang sudah menaruh curiga pada bocah yang saat ini duduk di Ten Miracle, walaupun dia adalah saudara jauh dari Madara, tapi ia tak segan-segan untuk membunuhnya jikalau ada yang berkhianat pada kerajaan ini.

Kedua mata biru Naruto menatap tajam dari dalam topeng polosnya, ia melakukan kegiatan seperti seorang Ninja, tapi tidak dengan kedua temannya. Sairaorg mencari Informasi melalui informan kepercayaannya, sementara Ajuka memerintahkan beberapa mata-matanya untuk mencari informasi.

"Aku tak begitu mengerti tentang Bangsawan ini," gumam Naruto yang saat ini berada di loteng Mansion Uchiha. Dia berjalan pelan sembari menerkan aura mana miliknya, ia tak mau terdeteksi oleh siapapun.

Dan kini, ia sampai pada sebuah ruangan yang digunakan oleh Fugaku Uchiha selaku kepala Clan Uchiha. Di ruangan tersebut tak ada orang sama sekali, Naruto dengan leluasa turun ke ruangan tersebut, dia mencari dokumen yang menurutnya mencurigakan. Beberapa dokumen yang ditemukan adalah dokumen penting dari Clan, tak ada satupun dokumen yang menyangkut hal mencurigakan.

"Saatnya menyadap!"

Naruto membereskan semua dokumen itu, lalu bergegas kembali ke jalannya di loteng Mansion. Ia lalu berjalan menyusuri loteng tersebut, ia ingat kalau akan ada rapat kecil dari Clan tersebut, dan Naruto akan menyadapnya.

Setelah sampai di atas ruangan rapat, ia mulai menajamkan telinganya, mendengar dengan seksama rapat kecil nan penting Clan Uchiha itu.

"Jadi Sasuke, kau kalah dari Putri Kedua Raja? Sungguh, aku tak terkejut dengan hal tersebut."

Naruto bisa melihat melalui lubang yang dia buat, ia melihat beberapa sosok yang menjadi pemimpin Clan atau Bangsawan dari Uchiha, serta anaknya. Lalu ada sosok lain yang ternyata anggota Clan juga. Uchiha Inabi.

Dia tak meliha Itachi ataupun Shisui yang juga punya jabatan tinggi di Clan, apa mereka loyal terhadap Kerajaan? Atau?

"Naruto Uzumaki."

Naruto mendengar sebuah suara yang sangat dikenalnya, ia membuka topengnya lalu menoleh kebelakang.

"Uchiha Itachi. Kau...mencurigai Clanmu sendiri?"

Itachi menatap tajam lubang yang Naruto buat barusan. "Kau benar, aku diberitahu oleh Madara-sama tentang hal ini. Lagipula, aku juga mempunyai keahlian sepertimu."

"..."

"Aku tak mau jika kerajaan ini ada pemberontakannya, sekalipun itu Clan ku sendiri."

...

..

.

To Be Continue!

..

.

Omake:

Fugaku mendecih kesal, rencana pertamanya tak berhasil. Padahal yang dia tahu, Vira [Archiman] Lilie adalah Putri Kedua paling lemah di Academy, dan seharusnya ia bisa memanfaatkan turnamen Ten Miracle itu untuk mewujudkan semua impian. Dimulai dari Sasuke dan Vira yang menjadi Tunangan, lalu penguasaan atas militer kerajaan, serta Kudeta nya pada Raja Ketiga kerajaan Archiman.

Tapi semuanya gagal, karena Fugaku tak tahu jika Vira adalah Gadis yang kuat, ia juga baru mengetahui sosok Primal Beast yang melindungi gadis itu.

"Bagaimana kalau kita Kudeta saja Raja Ketiga itu? Ayahanda, Raja Ketiga tengah bersedih karena kehilangan putri keduanya, dan kita tahu putri keduanya itu ada dimana. Kita juga sudah meminta bantuan pada seseorang untuk ikut serta."

"Kau tahu, rencanamu itu agak kurang mengesankan. Aku mungkin tak akan mengikuti rencana tersebut, tetapi jika kita membunuh keluarga Raja akan sangat bagus sekali."

Keduanya menyeringai tanpa mengetahui dua sosok yang telah mengantongi sebuah informasi berharga. "Kita pergi Naruto."

"Ya, laporkan ini pada Hashirama-sama."

..

.

Njir, pemberontakan Uchiha. Dan identitas Vira sudah terkuak, 'o')

Bye!