;;Naruto by Masashi Kishimoto;;
;;Highschool DXD by Ichiei Ishibumi;;
;;Granblue Fantasy by Kimura Yuito/Cygames;;
Warning: OOC, AU, Typo, Isekai, etc.
Pairing: Naruto x Vira
...
..
.
Magic x Fist
..
Chapter 9: Kudeta, dan Identitas Naruto.
Enjoy It!
Naruto saat ini sedang membersihkan kedua senjata miliknya, sementara Vira sedang mencuci peralatan makan setelah acara sarapan bersama mereka berdua. Keduanya dirundung hening dan sibuk melakukan kegiatan masing-masing, mereka bergelut dengan pikiran mereka tentang Uchiha yang akan melakukan kudeta terhadap Kerajaan.
Vira sendiri sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya, dia yang baru saja mengetahui identitasnya sebagai putri kedua dari Raja Archiman itu sedang dilanda kekhawatiran yang amat. Tapi ia bisa tenang karena Naruto sudah merencanakan untuk meredakan pemberontak yang menginginkan tahta sang Raja.
"Kau tenang saja, aku yang akan menghadapi mereka semua." Naruto mengangkat senjata miliknya, dia tersenyum saat melihat pantulan dirinya di bagian tajam pedang miliknya. "Kau tahu kan jika kekuatanku melebihi mereka?"
"Aku tahu, tapi aku hanya takut jika terjadi apa-apa dengan Ayahanda. Walaupun aku belum pernah bertemu dengan beliau, tapi aku merasakan kekhawatiran yang amat. Aku berharap yang terbaik untuk mereka."
"Katalina sudah kuberitahu tentang hal ini, mereka semua menyiapkan apapun yang bisa mereka lakukan."
Vira melepas apron yang dipakainya, gadis itu berbalik menatap Naruto dengan wajah sedihnya. "Semoga Katalina Oneesama bisa melindungi Ayahanda."
"Semoga saja Vira."
Gadis itu berjalan mendekati Naruto, dia duduk di samping pemuda itu, lalu meletakkan kepalanya di bahu Naruto. Vira saat ini tengah diguncang kegundahan akibat Kudeta yang akan dilakukan oleh Uchiha serta beberapa bangsawan lainnya. Naruto sendiri memasukkan kedua senjatanya ke dalam Grimore, dia memeluk bahu Vira sembari terus menenangkan tunangannya itu.
"Aroma Naruto..."
Tubuh Naruto langsung merinding mendengarnya, ia menatap Vira yang saat ini dengan tersenyum mengerikan. "Vi-vira-san?"
"Oh, maafkan aku."
...
..
...
Para Bangsawan yang berada di kerajaan Archiman rata-rata bisa menggunakan sihir, mereka juga sangat ahli dalam menggunakan sihir khas mereka. Ada juga beberapa bangsawan yang tak mempunyai sihir, tapi mereka bisa membayar para penyihir untuk bergabung dengan mereka.
Bangsawan Uchiha, sebuah Clan yang didirikan oleh Madara Uchiha beberapa tahun yang lalu, sebelum diketuai oleh Fugaku, Clan Uchiha ini sangatlah makmur, mereka mempunyai beberapa tanah yang subur serta perekonomian yang stabil, dan itu terus berlangsung hingga Fugaku menjabat sebagai ketua. Kerajaan Archiman mulai di rundung rasa curiga saat Clan Uchiha dipimpin oleh Fugaku.
Gerak-gerik sang ketua Clan sedikit banyak membuat pihak kerajaan merasa keberatan, kebijakan yang di keluarkan oleh Clan tersebut membuat para Bangsawan yang lain sedikit kesal.
Madara sendiri yang saat ini menjadi wakil kepala sekolah pun juga terkena imbasnya. Ia juga bingung dan heran dengan kelakukan ketua Klan sekarang, beberapa kali juga ia meminta saran pada sahabatnya, tapi Hashirama bilang jangan ikut campur dengan Clan miliknya.
Madara pun mengikuti saran dari Hashirama, ia saat ini sudah tak begitu peduli dengan Clan miliknya, tetapi setelah Naruto datang dan memberitahunya kalau Clannya itu akan membuat onar pada kerajaan, ia tak tinggal diam. Hashirama adalah orang pertama yang diberitahu oleh Madara tentang kudeta yang akan dilakukan oleh Clannya.
Madara membuka kedua matanya, dia menatap para anggota dari Khaos Brigade yang dipimpin Naruto, semua anggotanya sudah berkumpul untuk menyusun rencana saat Kudeta terjadi. "Jadi kau ingin anggotamu berpencar untuk menjaga titik dimana para pemberontak itu muncul? Apa tidak masalah?"
"Kami mungkin saja bisa menahan para pemberontak datang ke kastil serta di beberapa tempat yang sangat vital untuk dijebol. Lagipula, pihak kerajaan akan memperketat pertahanan mereka jikalau ada yang melemah."
Madara terlihat berpikir sejenak, dia kemudian menangguk menyetujui usulan yang diberikan Naruto barusan. "Aku terima usulanmu, tapi kalian berhati-hatilah, jika kalian sudah terdesak, lebih baik kabur." Madara beranjak dari tempat duduknya.
"Anda mau kemana?"
"Aku dan Hashirama akan berada dibarisan paling belakang bersama dengan Raja Archiman III. Wizard peringkat tinggi harus berada di sana, daripada di barisan depan. Kami adalah pillar terakhir, bersama Ayah dan Ibumu, Naruto Namikaze."
Naruto menyandarkan punggungnya, dia tersenyum akan jawaban dari Madara. "Baiklah, kalian akan kubagi menjadi tiga kelompok yang satu kelompoknya berisi dua orang."
Vira mengangkat tangannya. "Lalu, Naruto?"
"Aku akan bersembunyi di balik kursi raja." Pemuda itu langsung ditatap tajam oleh yang lain. "Bercanda, aku akan berada ditempat yang tersembunyi sembari terus mencari pemimpin mereka. Setiap kelompok akan berada di arah mata angin dimana para pemberontak akan masuk ke dalam istana, jikalau para pemberontak tak ada yang masuk melalui pintu yang kalian jaga, kalian bisa pergi membantu yang lain, paham? Lalu masalah kelompok, SIrzech dan Sairaorg menjaga bagian utara, Ajuka dan Serafall bagian selatan, lalu Vira dan Athena bagian timur, sementara bagian barat akan ada Itachi serta Shisui."
"Woah, Uchiha yang loyal terhadap kerajaan."
"Lalu, kau akan kemana?"
Naruto menyeringai menatap orang yang bertanya pada dirinya. "Tenang Sirzech, Sebagai Kitsune disini, aku akan mengawasi pergerakan pemimpinnya, serta anak buahnya."
Mereka semua terdiam sembari menatap datar Naruto yang sedang menyeringai, semua anggota Khaos Brigade beranjak dari tempat mereka duduk, dan pergi meninggalkan Naruto sendirian.
"Oh ayolah!"
..
.
..
Semua anggota Khaos Brigade berada di posisi masing-masing, sementara Naruto entah berada dimana dia saat ini. Vira menepuk dahinya saat Naruto dengan seenak jidatnya berlari seperti orang gila saat meninggalkannya. Dia dan Athena berada di bagian timur pintu dari istana, para prajurit berada di dalam Istana untuk berjaga jikalau ada beberapa penyusup yang masuk.
"Pasti susah ya jika kau punya tunangan seperti Naruto?"
Vira menatap Athena yang berdiri disampingnya. "Tapi aku beruntung memiliki lelaki seperti dia," balas Vira dengan sebuah senyuman indah yang terpatri di wajah cantiknya. Dia melangkah maju ke depan, menatap lurus ke jalanan kota. "Aku merasakannya, sebentar lagi akan ada banyak orang yang datang."
Athena memutar tombak merah miliknya, dia juga menyiapkan tameng yang selalu dia bawa. "Prioritas kita adalah Istana ini, dan Raja!"
"Aku mengerti!" tubuh Vira bercahaya, dia mengganti armor miliknya. "Chevalier juga siap!" Primal Bits melayang memutari tubuh Vira, kedua iris Ruby miliknya menatap tajam para pemberontak yang sebentar lagi akan datang.
Dari kejauhan, para pemberontak yang didominasi oleh para lelaki pun menatap nafsu dua orang yang menjaga pintu timur. Mereka semua pun langsung berlari sembari menghunuskan senjata mereka, para prajurit itu terlihat bersemangat saat melihat Vira dan Athena.
[Sword of Light!]
[Minerva Thrust!]
Di sisi lain istana, tepatnya bagian selatan. Serafall sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan sebuah sihir yang bisa meratakan para pasukan pemberontak. Dia membuka kedua matanya, dan menatap tajam para peberontak yang berjumlah puluhan orang.
[Tsunami!]
Lalu para pemberontak tersapu oleh air yang dikeluarkan Serafall.
Bagian utara, Sairaorg menatap malas para pemberontak yang tengah menghentikan langkahnya, mereka semua menatap Sirzech dengan takut karena setahu mereka semua, Sirzech adalah bangsawan dengan kekuatan yang tak bisa diremehkan.
"Jadi..."
"Sepupu, sapu mereka, aku sedang malas membantai semuanya."
Sirzech tersenyum kesal dengan perintah yang diberikan Sairaorg. Pemuda itu hanya mengangkat tangannya, dan menciptakan sebuah bola hitam dengan pendar merah disekitarnya. Dia pun melempar bola tersebut ke arah para pemberontak.
Blaar!
Terjadi ledakan yang menewaskan para pemberontak.
Sementara dibagian barat, Itachi menatap nanar para pemberontak, serta beberapa orang temannya sesama klan Uchiha, begitupula dengan Shisui yang agaknya tak rela dengan apa yang dilakukannya saat ini. "Kawan, kau tega membunuh mereka?"
"Kalau untuk keberlangsungan kerajaan, aku rela membunuh mereka semua."
"Kau benar kawan."
Keduanya berkonsentrasi untuk mengeluarkan lingkaran sihir, "Shisui!"
"Lakukan Itachi!"
[Fire Element! Great Fire Ball!]
Dari dalam istana, Naruto duduk di atas lantai istana. Ia saat ini berada di menara paling atas untuk mengawasi jalannya perang kecil ini, kedua mata birunya menyipit saat melihat orang-orang yang dibunuh para anggota Khaos Brigade ditambah Itachi dan Shisui itu kembali bangkit, seolah mereka adalah makhluk yang abadi.
"Necromancer..."
Naruto berjalan mengitari menara itu, dia melihat setiap arah banyak sekali prajurit yang hidup kembali setelah diserang oleh anggotanya. Helaan napas keluar dari mulutnya, Fugaku ternyata tak main-main saat mengkudeta kerajaan Archiman. Dia meminta bantuan pada Necromancer, sosok wizard yang bisa memanggil roh-roh jahat untuk menjadi prajuritnya.
Ini memang diluar dugaannya, tapi ia melihat para anggotanya berlari maju disertai dengan serangan yang tak biasa.
"Oi, itu serangan level tinggi!" Naruto melihat bagian barat, dia terkejut dengan Itachi serta Shisui yang memakai Susano'o milik mereka, di bagian timur sosok Primal Beast muncul di sana, Vira berada di bahu Primal beast tersebut, dan menghujani mereka dengan pedang cahaya. Athena sendiri berada di bahu lain Primal Beast milik Vira.
Di bagian selatan, Sirzech menyerang para pasukan itu dengan serangan sekala besar, dan dibagian utara, Serafall menghujani mereka dengan es berukuran tak biasa.
Naruto terlihat diam melihat betapa gilanya teman-temannya itu, tetapi ada satu hal yang membuat Naruto sedikit bingung, Ajuka dan Sairaorg tak ada di sekitar sana, keduanya seolah menghilang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
"Tunggu sebentar." Naruto bergumam, ia kembali menyipitkan kedua matanya melihat sosok yang terlihat oleh matanya. Dua orang yang menggunakan jubah hitam serta berdiri di atas sebuah lingkaran sihir berwarna ungu. Tiba-tiba dua orang muncul dan membunuh Necromancer tersebut, Naruto terkejut melihat kepala serta tubuh mereka hancur akibat serangan dadakan.
Naruto mengidentifikasi mereka berdua adalah Sairaorg serta Ajuka, keduanya memang mempunyai sihir tipe sensor yang cukup untuk merasakan hawa keberadaan dari seseorang dengan radius lima belas kilometer.
Pemuda pirang itu kemudian menutup kedua matanya, ia berkonsentrasi sejenak untuk menghubungi teman-temannya.
"Semuanya, berpencar, cari para pemberontak, dan bunuh di tempat. Tapi jika kalian bertemu pemimpin, tangkap mereka hidup-hidup!"
"""Dimengerti!"""
Iris biru miliknya terbuka, Naruto berbalik untuk turun dari tower istana tersebut. Anggotanya bergegas untuk berpencar mencari para pemberontak yang sekiranya bersembunyi dan membunuh mereka.
..
.
..
Sirzech berada di sebuah pasar yang tak jauh dari istana. "Ri-tan," gumamnya memanggil seseorang, Sirzech sungguh mengenal sosok gadis berambut merah panjang. "Tak kusangka kau akan bergabung dengan Uchiha itu." Sirzech memberikan sebuah senyuman miris terhadap adik kandungnya yang tengah berdiri tak jauh darinya.
"..."
"Hm? Sepertinya kau takut melawan kakak tercintamu ini? Atau?"
Rias berusaha untuk tak berteriak kepada Sirzech, dirinya tak tahu jika lawannya adalah Kakak Kandungnya sendiri. Keluarga Gremory sendiri butuh sokongan dana untuk mengangkat derajat mereka, gadis itu juga telah berdiskusi dengan sang ayah untuk ikut memberontak bersama Uchiha. Karena dirinya juga salah satu calon pewaris keluarga Gremory.
"Kau tak mau melawanku? Ayah menginginkan dirimu menjadi pewaris kan? Lawanlah aku Rias." Sirzech melepas jubah kebanggaannya, pemuda itu merenggangkan otot di tubuhnya. "Aku yang anak tertua dari keluarga Gremory pun bahkan tak di anggap olehnya, aku berlatih terus hingga sampai pada puncak dan menduduki kursi pertama pun masih belum bisa di anggap. Prodigy macam apa aku ini?"
"..."
"Aku bahkan menyayangimu lebih dari apapun Rias, bunuh saja aku jika kau mau, dan jadilah pemimpin keluarga." Aura merah memancar dari tubuh Sirzech, dia bersiap dengan kuda-kuda miliknya. "Ayah pasti akan kecewa dengan pertarungan kita, Rias."
Gigi Rias bergemelatuk, ia terlihat marah saat ini. Kakak kandungnya itu iri dengan dirinya yang di anak emaskan oleh sang Ayah.
"Tidak, aku tak akan iri denganmu. Lagipula Naruto dan yang lain sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri, jadi...
...Majulah Rias Gremory!"
...
Di sisi lain, Serafall tersenyum miris melihat adik kecilnya itu berdiri tepat di depannya. "Kau tahu So-tan, aku menyesal karena ikut perang kecil ini."
Sona tak kuasa untuk terkejut saat mengetahui lawannya adalah kakak yang ia anggap lemah, kakak yang hanya mengandalkan kepintarannya saja, kakak yang terkadang mengaturnya.
Dan kakak yang dibencinya.
"Ada apa Sona?" Dibelakang gadis itu ada sosok pemuda berambur hijau gelap, pemuda itu berjalan dengan kedua matanya yang tertutup.
"Ada dia," balas Sona sembari mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya pada Serafall. "Diadora lebih baik ka-"
"Siapa ini? Tak kusangka, Diadora yang berada di sana. Sera, adikmu juga di sana."
"Bisakah kau diam Aju? Aku sedang berakting sedih melihat So-tan menjadi musuhku."
Ajuka tertawa mendengar balasan dari Serafall, aura hijau menguar dari tubuh pemuda itu. Serafall mengeluarkan aura milikya, tanah yang dipijaknya mulai membeku.
"Jadi...kau sudah siap memukul adik tercinta kita?" Ajuka melangkah maju dengan kedua tangannya yang sudah siap untuk mengeluarkan sihirnya. "Kalian, pemegang kursi memang menyebalkan."
Di sisi Sairaorg, ia saat ini berhadapan dengan orang yang sudah dikalahkannya pada turnamen sebelumnya, senyuman remeh ia keluarkan pada Neji Hyuuga.
"Ronde kedua, Neji Hyuuga?"
Neji menatap nyalang Sairaorg yang memasang sebuah senyuman meremehkan. "Kali ini, aku tak mengampunimu, Sairaorg Bael!"
"Maju! Kalahkan aku!"
...
"Dikatakan, jika kau adalah titisan seoramg Primal Beast."
Athena terdiam sejenak, sebenarnya dia sendiri adalah Primal Beast. Ia menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Primal Beast dari orang-orang di Academy.
Pemuda yang berada di depan Athena tersenyum, tombak yang dia bawa menyala dan kembali meredup. "Aku berharap jika Vira sang Chevalier yang melawanku, tetapi yang datang adalah seseorang yang dikatakan titisan dari Primal Beast."
Athena memutar tombak yang dibawanya, dia bersiap dengan tameng miliknya. "Jika aku bilang kalau diriku ini adalah Primal Beast, akankah kau mempercayainya?"
"Sepertinya tidak, karena setahuku Primal Beast yang ada disini, hanyalah Vira sang Chevalier."
Athena menyunggingkan sebuah senyuman tipis. "Atas nama Ayahku, Zeus! Aku akan bertarung melawan salah satu pemegang Longinus!" Dibelakang Athena terlihat sosok pria tua dengan armor serba emas, petir sebagai backgroundnya. "Cao-cao, orang yang kau lawan adalah Primal Beast itu sendiri, bersiaplah!"
Cao-cao mendecih mendengar deklarasi dari Athena.
...
..
.
To Be Continue!
...
..
Itachi dan Shisui dihadapkan dengan beberapa orang Uchiha. "Kau memang pengkhianat clan, Itachi! Shisui!"
"Jika ini untuk kerajaan, aku tak masalah dicap pengkhianat." Itachi melangkah maju, bersama dengan Shisui. Keduanya berisap dengan pedang mereka.
"Lagipula, kedua pemuda ini ada dibawah perintahku." Madara muncul entah darimana. "Aku tak mengira jika pemimpin kalian saat ini menginginkan sebuah kekuasaan." Kedua mata Madaraa sudah berubah menjadi warna ungu dengan pola riak air di sana. "Aku tak akan memaafkan kalian semua."
..
.
Masalah Internal Kerajaan telah dimulai.
