;; Naruto by Masashi Kishimoto ;;

;; Highschool DxD by Ichiei Ishibumi ;;

;; Granblue Fantasy by Kimura Yuito/Cygames ;;

Magic x Fist

Warning: Typo, AR, OOC, Isekai, dan lainnya

Pairing: Naruto x Vira

Chapter 11: Naruto vs Sasuke

Enjoy it!

Ddraig meraung keras dibelakang Naruto, kedua mata hijau miliknya menatap tajam Lich yang saat ini berada dibelakang tubuh Sasuke. Naga merah itu melesat kencang hingga kepalanya menabrak perut Undead tersebut. Ddraig membawa makhluk itu menjauh dari pertarungan Naruto dan Sasuke, dia juga tahu kalau pertarungannya akan menhancurkan beberapa bangunan disekitarnya.

"Kuserahkan padamu, Ddraig." Naruto menatap tajam Sasuke yang masih dalam mode Susano'o miliknya, pemuda itu memasang sebuah kuda-kuda. "Tak bisa kupungkiri, para anggota Ten Miracle akan terbujuk rayumu." Pemuda itu langsung melesat cepat, dia memberikan beberapa pukulan pada tubuh padat dari Susano'o milik Sasuke, dia juga tak lupa memberikan beberapa tendangan pada Uchiha tersebut. "Berpikir jika aku tak mempunyai aliran sihir?"

"Kau memang tak mempunyai aliran sihir, pecundang."

Naruto menyeringai sesaat. [Raiton no Yoroi!] Tubuh Naruto langsung diselimuti oleh aliran listrik setelah dia mengompres mana miliknya. "Membiarkan para Murid mengejekmu karena kau di anggap tak berguna adalah keuntungan bagiku. Aku tak perlu mengumbar semua kekuatanku yang lain demi kepopuleran."

Sasuke terdiam, kedua matanya membulat sempurna melihat Naruto yang diselimuti oleh aliran listrik. Naruto melepas semua zirah miliknya hingga dia hanya memakai celana panjang saja, serta sebuah sepatu berwarna hitam. Jemarinya berbunyi seiring dirinya bersiap untuk menghajar Sasuke.

"Aku sudah lama tak bertarung dengan orang yang memiliki pertahanan kuat. Setidaknya, dalam kurun dua tahun setelah aku menghancurkan pertahanan kuat milik pangeran dari kerajaan sebelah, Sabaku Gaara."

Sabaku Gaara, seorang pangeran dengan Primal Beast Shukaku yang menjadi partner bertarungnya. Dia adalah sosok pemuda berambut merah bata dengan gentong pasir dipunggungnya, dia sosok pangeran yang mempunyai pertahanan yang hampir menyamai Susano'o milik para Uchiha.

"Kali ini, giliranmu Sasuke Uchiha."

Naruto saat ini berada tepat di depan Sasuke, dia menyiapkan tangannya untuk memukul pertahanan milik pemuda itu. Tetapi, Sasuke langsung menyerang Naruto menggunakan pedang yang digenggam oleh Astral miliknya, dengan reflek yang ada, Naruto menghindari serangan itu. Dia pun menghilang dari hadapan Sasuke.

Pemuda itu melesat mengitari bangunan yang berada disekitarnya. Kedua mata iritasi milik Sasuke terus mengikuti arah serangan yang akan dilancarkan oleh Naruto, dia sangat mewaspadai serangan dadakan yang akan dilancarkan oleh si pirang itu.

Krak!

Sasuke langsung menoleh kebelakang, pertahanan bagian belakangnya itu mulai retak. Dia mendecih kesal, lalu kembali meregenerasi Astral miliknya. Sasuke kembali waspada jikalau Naruto akan menyerangnya lagi dari belakang. "Berhenti dan bertarunglah layaknya pejantan tangguh!" dia mencoba untuk memprovokasi Naruto.

Pemuda pirang itu berhenti, dia menoleh menatap Sasuke yang saat ini tengah menyeringai. Wajah dari si pirang itu terlihat santai saat Sasuke mencoba untuk memprovokasinya. "Well, bagaimana ya? Provokasimu itu tidak berguna, Sasuke." dia berjalan mendekati Sasuke, dan berhenti tepat di depan Makhluk Astral milik pemuda Uchiha itu, Naruto memberikan sebuah senyum pada Sasuke, dia juga bersiap untuk menyerang pertahanan Sasuke.

Naruto mengatur napasnya, dia meletakkan jari-jarinya tepat di pertahanan solid milik Sasuke. Dia juga tak lupa untuk mengompres mana miliknya ke tangan kirinya itu.

Dan dengan sekali hentak, Naruto memukul pertahanan solid Sasuke, membuat retakan dimana-mana. Sasuke sendiri terpental cukup jauh dari tempatnya berdiri, dia tak menyangka kalau Naruto memiliki serangan kuat seperti itu.

"Tapi provokasimu itu cukup untuk membuatku mengeluarkan salah satu serangan kuat yang kupunya, Sasuke Uchiha."

Petir disekitar tubuhnya menghilang tanpa jejak, Naruto menyeringai menatap Sasuke yang tengah meringis, tatapan tajamnya itu ditujukan pada Naruto. Dia mendecih kesal melihat seringai yang diberikan Naruto pada dirinya

Naruto melangkahkan kakinya, semakin cepat hingga dia berlari kencang. Pemuda itu menyiapkan sebuah pukulan yang dilapisi oleh mana. "Kau memang butuh sebuah pelajaran, Uchiha."

Sasuke sendiri sudah sangat waspada sekarang, dia juga menyiapkan sebuah pukulan di tangan kanannya. "Enyahlah kau sialan!"

...

..

...

Para pemegang kursi dikumpulkan pada satu ruangan, kecuali Vali, Arthur, serta Kaguya yang tak ikut serta dengan rencana kudeta dari Klan Uchiha. Kedua orang itu sama sekali tak terlibat dalam kudeta, kecuali Vali yang membantu para anggota Khaos Brigade untuk mengalahkan Cao-cao. Hashirama serta Madara menatap kelima murid Academy yang ikut dalam rencana kudeta.

Hashirama menatap miris para murid itu, dirinya tak menyangka jika satu orang bisa membuat lima yang lain seperti ini. Hasutan dari Uchiha itu sungguh membuatnya pusing, bagaimana bisa Uchiha Sasuke memerintahkan para pemegang kursi untuk ikut ambil bagian di kudeta? "Sekarang, kalian tak ada pembelaan apapun, beruntung Vali, Kaguya serta Arthur tak ikut dalam rencana Uchiha Sasuke. Mereka masih mempunyai harga diri untuk mempertahankan diri dari ancaman sanksi yang bisa saja kuberikan."

Sirzech yang berdiri tak jauh dari mereka pun hanya bisa memijit pangkal hidungnya, dia sebenarnya sudah ingin keluar dari Ten Miracle. Lagipula, dia sudah punya sebuah kelompok yang di dirikan oleh Naruto. "Hashirama-sama, apa lebih baik kita bubarkan kelompok ini, aku berpendapat jika kelompok ini sudah menyalahi aturan yang ada. Walaupun mereka bisa berbuat semena-mena, tetapi ini sudah diluar batas kewajaran." Pemuda dengan rambut merah darah itu berdiri, dia memasang wajah serius, kedua iris emerald miliknya menatap tajam Rias yang sedang menundukkan kepalanya.

"Sepertinya aku setuju dengan Sirzech." Madara menyetujui pendapat dari Sirzech. "Kita bubarkan Ten Miracle, dan kita pindahkan anggota yang loyal terhadap kerajaan ke dalam kelompok lain?"

"Aku bisa mengerti, Kaguya serta Arthur akan loyal terhadap kerajaan, karena mereka dari keluarga kerajaan, namun untuk Vali."

Pemuda pemegang Artefak Naga Surgawi itu beranjak dari tempatnya duduk. "Aku tidak masalah jika dimasukkan ke dalam kelompok lain," ujarnya. Vali pun berdiri tepat di hadapan mantan rekannya di Ten Miracle. "Yang terpenting, aku bisa bertarung dengan orang kuat."

"Itu bisa di atur, Vali Lucifaa." Hashirama mengabulkan permintaan Vali, pria paruh baya itu pun menatap anggota Ten Miracle yang lain. "Baiklah, untuk kalian semua, aku sebenarnya berharap banyak pada generasi ini. Tetapi kalian malah membelot daripada apa yang aku inginkan, mungkin lebih baik aku akan mengembalikan kalian pada orang tua kalian saja...

...Diodora, aku tak tahu harus mengatakan apa? Tapi kau yang baru saja masuk ke dalam Ten Miracle sudah membuat masalah seperti ini, memang benar apa yang dikatakan oleh kakakmu, jika kau adalah seorang pemuda pembawa masalah."

"Aku berharap, kalian menyesali apa yang telah kalian lakukan. Hashirama masih memiliki hati, dia tak marah akan kalian yang ikut kudeta Clan Uchiha. Berbeda denganku, jika aku menjabat sebagai kepala sekolah, maka tak akan ada ampun untuk kalian," ujar Madara. Tatapannya begitu tajam, mengintimidasi para murid mantan pemegang kursi. "Aku akan memberikan hukuman pancung jika aku menjadi Kepala sekolah."

"Madara tenanglah."

"Aku benar-benar muak dengan hal ini Hashirama!"

Hashirama tak menyangkalnya, dia sendiri juga marah akan hal ini, sama seperti yang dirasakan oleh sahabatnya itu. "Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, Madara. Tapi kita tak bisa menghukum pancung anak-anak ini."

Madara hanya bisa memukul meja kerja milik Hashirama hingga hancur berkeping-keping, dia benar-benar sangat marah saat ini. "Baiklah, aku akan menurutimu kali ini, tetapi jika mereka masih berbuat masalah, aku benar-benar tak segan untuk membakar mereka dalam api hitamku. Bawa mereka ke penjara bawah tanah milik kerajaan! Aku tak ingin melihat wajah menjijikkan dari mereka semua!"

Mantan pemegang kursi itu pun dibawa keluar dari ruangan tersebut, dan saat ini di dalam ruangan itu hanya tersisa beberapa orang saja. Termasuk anggota Khaos Brigade.

Suasana hening menerpa mereka semua, tak ada satupun yang mengeluarkan sepatah katapun setelah sisa anggota Ten Miracle yang berkhianat dibawa pergi, hingga akhirnya Madara membuka suaranya. "Sirzech, Serafall, dan Ajuka. Kalian beritahu orang tua kalian, jika para Heir serta Heiress mereka tengah dipenjara atas kasus pengkhianatan terhadap kerajaan Archiman."

"Ha'i Madara-sama!"

...

..

...

Di dalam istana. Keempat anggota ksatria naga berhasil meringkus Fugaku Uchiha, mereka tak jadi membunuh pemimpin Uchiha karena ingin mengintrogasi dia. Sementara itu, Raja Romani keluar bersama orang tua Naruto serta putri keduanya, sang raja menatap nanar para Uchiha yang sudah menjadi mayat, kecuali Fugaku Uchiha.

"Fugaku-dono, aku tak menyangka jika kau akan melakukan ini."

Raja Romani berjalan mendekati Fugaku yang tengah meringis merasakan ikatan tali yang mengikat kedua tangannya. Raja pun terlihat berjongkok tepat di depan Fugaku. "Untuk apa kau menatap wajah seorang pengkhianat? Kau pikir dengan menatap wajahku, kau akan mendapat simpati dariku? Tidak, kau tak akan mendapatkannya!"

"Maafkan aku, tapi aku tak butuh rasa simpati darimu. Aku sedari dulu memang tak bisa mempercayai dirimu, Fugaku -dono. Aku bisa melihat dari kedua matamu saat kau dilantik menjadi pemimpin Klan, tak seperti Madara-dono yang lebih bijaksana. Kau seperti mempunyai ambisi untuk menaklukan kerajaan lain, serta mengambil tahta kerajaan ini."

"..."

Raja pun meletakkan telapak tangannya tepat di dahi Fugaku, detik selanjutnya kepala dari pemimpin Uchiha itu menghilang menyisakan tubuh yang sudah ambruk. "Untuk seorang pria licik, mungkin begini lebih baik. Siegfried, perintahkan para pembersih untuk membersihkan mayat yang berserakan disini, atau Percival bisa membumi hanguskan para mayat yang bergelimpangan di luar istana. Aku ingin mengurung diri dulu."

Percival serta Siegfried mengangguk paham, mereka bergegas untuk mematuhi perintah sang Raja. Sementara itu, Vira terlihat khawatir dengan Ayah kandungnya, pria itu terlihat sedih setelah membunuh pemimpin Klan Uchiha. Gadis itu ingin mendekati Ayah kandungnya, tetapi Minato malah menghentikan Vira.

"Biarkan Ayahmu menenangkan dirinya, dia butuh ketenangan saat ini."

"Baiklah Ayah." Vira menuruti perkataan dari Minato, membiarkan Raja Romani untuk pergi ke kamarnya sementara waktu, gadis itu kemudian berbali dan menatap Fugaku yang tergeletak tak bernyawa. Kedua matanya menggelap saat itu juga.

"Putri?"

Vira yang merasa dipanggil pun menoleh, dia memberikan sebuah tatapan dingin nan mengintimidasi. Percival yang memanggilnya pun sedikit takut dengan tatapan itu. "Tolong, jangan menyusulku. Aku akan membantu Naruto." Dia pun langsung pergi meninggalkan penghuni istana.

Para penghuni ruangan itu terdiam, mereka semua tak ada yang mencegah Vira yang pergi meninggalkan mereka semua. Tak ada satupun, tak terkecuali Minato dan Kushina.

"Dia sangat marah." Minato membuka suaranya, keempat ksatria naga serta Kushina langsung menatap dirinya. "Dia mungkin akan mengamuk, semoga Naruto bisa menenangkannya."

...

..

...

Naruto memutar katana yang digenggamnya di tangan kanannya, pemuda itu tersenyum remeh pada Sasuke yang juga sedang membawa pedangnya. Naruto berdiri dengan santainya, sambil melangkahkan kakinya mendekati Sasuke, dia memainkan pedang miliknya. "Ayo, kemana sifat aroganmu? Apa perlu aku mengeluarkannya supaya kita bisa bertarung dengan maksimal?"

"Jangan meremehkan aku, sialan!" Sasuke melesat kencang, dia mengalirkan mana miliknya. Dia mengayungkan pedangnya ke samping, untuk menyerang Naruto. Tetapi pemud pirang itu segera memutar katana miliknya, lalu memblok serangan dari Sasuke. "Kau sialan, bedebah! Aku tak akan mengampunimu! Kau telah merebut Viraku, aku benar-benar akan membunuhmu sekarang juga!"

"Coba saja kalau bisa." Naruto menendang Sasuke, hingga terpental beberapa meter. Dia langsung melesat kencang, Naruto menyerang beberapa bagian tubuh Sasuke, terlihat beberapa sayatan mengenai tubuh dari pemuda Uchiha itu. Lalu, Naruto menendang lagi tubuh Sasuke.

Tetapi, lesatannya terhenti saat beberapa pedang cahaya melesat cepat menuju Sasuke. Reflek, Sasuke pun mengeluarkan pertahanannya yang solid itu.

"Chevalier! Serang, dan bunuh dia!" Primal Bits yang berada disekitar tubuh gadis itu bergerak, lalu berputar kencang serta menembakkan laser yang sangat kencang. Naruto terkejut saat tunangannya itu datang, dan menyerang Sasuke dengan tiba-tiba. Pemuda itu tahu jika Vira sudah sangat marah saat ini, dia ingin sekali menghentikan serangan dari Vira.

Tapi resiko yang ada adalah, Naruto akan diserang juga oleh gadis itu.

"Vira! Hentikan!"

"Tidak Naruto, dia harus dibunuh. Dia membuat Ayahanda bersedih, dia telah membuat kekacauan di Kerajaan yang dibangun keluargaku!"

Vira langsung melesat, dia juga ikut menyerang pertahanan solid milik Sasuke. Primal Bits Vira pun ikut menyerang pertahanan solid tersebut, mereka berdua menyerangnya dengan laser yang ditembakkan langsung.

Naruto berdecih kesal, dia langsung melesat ke arah Vira, dan memeluk tubuh gadis itu. Naruto menghentikan tindakan Vira yang ingin Sasuke Uchiha mati ditangannya. "Tenang, kau jangan emosi seperti itu Vira."

Air mata gadis itu turun, membasahi pipi putihnya. "Ta-tapi Naru... dia sudah membuat kekacauan di kerajaan Ayahanda."

"Tenang saja, mereka semua sudah dihajar oleh kita, 'kan? Semuanya sudah di atasi oleh kelompok kita. Jadi kau tenang saja Vira."

Primal Bits Vira mulai tenang, mereka melayang memutari tubuh Vira dan Naruto. "Baiklah..."

Sasuke mencoba untuk berdiri, dia menatap kedua orang di depannya itu dengan tatapan nyalang. Tapi dia malah dikejutkan dengan sebuah tengkorak yang terlempar dari langit, kedua mata merahnya menatap ke atas, dia bisa melihat seekor naga merah tengah terbang turun.

[Tidak susah untuk melenyapkan Primal Beast tersebut.]

"Kerja bagus."

[Jadi akan kau apakand ia?]

Naruto menatap tajam Sasuke yang tengah berdiri mematung melihat naga merah yang ada dibelakang tubuh Naruto. "Aku akan menawannya, dan memberikan dia pada Raja Archiman."

...

..

.

TBC

Maafkan, agak pendek karena udah mentok haha.