Chapter Epilogue Arc 1.

..

.

Naruto memenjamkan kedua matanya, dia merasakan semilir angin yang menerpa dirinya, dia saat ini berada di atas dinding yang menutupi Istana. Kedua matanya menatap warga yang berbondong mendekati alun-alun kerajaan. Pemuda itu sebenarnya ingin melihat sebuah acara dimana Hukuman untuk Uchiha Sasuke dilaksanakan.

Tetapi dia lebih memilih untuk melihatnya dari kejauhan. Disamping itu, Naruto masih heran dengan sosok Primal Beast yang bersama dengan Sasuke, dia sedikit curiga dengan kedatangan mendadak dari sosok Lich itu.

"Kau disini ternyata."

Suara langkah kaki terdengar oleh telinga Naruto, kedua mata birunya menatap sosok pemuda berambut merah dengan armor berwarna merah miliknya. Pemuda itu datang untuk menemui Naruto.

"Percival?"

"Aku mendengar kalau kau punya sebuah batu?"

Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Ya, aku punya. Memangnya ada apa?"

Percival pun berjalan mendekati Naruto. "Aku ingin kau ikut ke sebuah tempat."

Kedua alis Naruto berkerut. "Tempat? Apakah ini ada hubungannya dengan batu yang kubawa saat ini?" Percival mengangguk kecil. "Kalau begitu, aku akan meminta Izin pada Raja."

"Aku sudah meminta izin pada Raja Archiman. Saat ini, tinggal merekrut beberapa orang saja. Yah, ini dikhususkan untuk pemegang Primal Beast atau Primal Beast yang tinggal di Kerajaan."

Naruto teringat akan Vira dan Athena. "Baik, kita sudah mendapatkan dua orang."

"Hm? Athena dan tunanganmu?" Naruto mengangguk, dan dibalas sebuah senyuman oleh Percival. "Satu minggu lagi kita akan berkumpul di gerbang kerajaan." Naruto kembali mengangguk setuju, lalu Percival pergi meninggalkan Naruto sendirian.

Pemuda itu kemudian mengambil buku grimore miliknya, dia pun membukanya dan mengambil sebuah batu permata. Dark Opal, sebuah batu indah yang berisi sebuah kekuatan, malaikat yang menjaganya saat itu adalah Sandalphon. Apakah ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini? Adakah hubungannya dengan Sandalphon?

"Naruto Uzumaki."

Kedua matanya dikejutkan dengan sosok pria berambut coklat jabrik yang terbang tepat di depannya. Dia tersenyum sombong pada Naruto.

"Kita berjumpa kembali, Manusia."

...

..

...

Di alun-alun kerajaan, para warga berkumpul di satu titik. Beberapa jam lagi akan dilakukan hukuman pancung pada seorang pemuda yang dengan gagah beraninya, berkhianat pada kerajaan Archiman. Sosok itu tengah berada di dalam kereta dengan kedua tangan di ikat dengan tali yang dipasangi semacam sihir sehingga dia tak bisa kabur kemanapun.

Pemuda itu menundukkan kepalanya, wajahnya sudah pucat karena hampir kehabisan mana setelah menggunakan Susano'o secara berlebihan saat bertarung melawan Naruto, dan dia juga diberitahu jikalau Ayah kandungnya tewas ditangan Raja Archiman setelah melawan empat ksatria naga milik kerajaan.

Di luar kereta, ada sosok dengan sebuah tudung yang menutupi kepalanya. Dia berdiri di samping kereta yang membawa Sasuke untuk di eksekusi, sosok itu tersenyum dibalik tudungnya, dia seolah tengah merencanakan sesuatu saat ini.

Sosok bertudung itu terus di tatap tajam oleh Vira yang berdiri tak jauh dari kereta itu, kedua mata merah miliknya seolah menyala dan terus menatap sosok tersebut. Gadis itu mencurigai sosok itu, dia pun langsung berjalan mendekati sosok itu.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Vira. Dia berhasil mendekati sosok itu. Tiba-tiba, Primal Bits miliknya keluar, dan memutari tubuhnya seolah akan ada bahaya yang mendekat.

"Vira! Menjauh dari dia!"

Sosok itu tertawa keras mendengarkan seruan Naruto. "Kau sungguh hebat Naruto Uzumaki!" Sosok itu kemudian membuka tudungnya, dia lalu menjebol kereta kuda itu, dan membawa tubuh Sasuke terbang menggunakan sayap kelelawar miliknya. Dia kembali tertawa melihat Naruto serta sosok pria berambut coklat yang terbang di dekatnya. "Hari yang indah, San-chan."

"Belial!"

Sosok tersebut bernama Belial, pria dengan kulit pucat serta rambut hitam, lalu sayap kelelawar yang ada di punggungnya. "Aku akan mengambil anak ini, dia butuh polesan lagi setelah ini."

"Lepaskan dia, Belial!"

"Lepas? Tidak-tidak, dia harus membayar semua kekacauan yang telah diperbuat beberapa hari yang lalu. Aku berterima kasih padamu Naruto Uzumaki." Belial langsung terbang menjauh, serta menghindari serangan yang dilancarkan oleh Sandalphon. "Sebaiknya aku pergi saja, selamat tinggal San-chan!" Pria itu langsung terbang pergi meninggalkan Sandalphon serta Naruto.

Naruto menatap tajam kepergian dua orang itu. "Naruto!" Kedua matanya melihat Vira yang tengah terbang mendekati dirinya. "Dia menculik Uchiha Sasuke. Ada apa sebenarnya? Lalu, siapa dia?"

"Dia Belial, mantan petinggi Malaikat, atau yang kalian bisa sebut Primach. Dia adalah dalang dari kejadian dimana Lucifer-sama terbunuh." Vira terkejut saat itu juga, dia memang pernah mendengar sosok bernama Lucifer, dia tak menyangka sosok itu akan terbunuh oleh mantan petinggi malaikat. "Makanya aku menjadi sosok penjaga dari permata yang di pegang oleh Naruto, aku takut jika ada seseorang yang akan mengambilnya serta menggunakannya untuk kejahatan." Gigi-gigi Sandalphon bergemelatuk marah. "Aku bersumpah akan membunuhnya saat itu juga."

"Karena ada Vira disini, jadi aku akan memberitahumu sesuatu." Naruto membuka suaranya. "Aku dan Percival membutuhkan orang untuk ikut pada sebuah misi kesebuah tempat. Sandalphon sendiri akan memandu kita pergi kesana, karena dia tahu misi ini akan berhubungan dengan Belial."

"Jadi kau akan merekrut diriku?"

Naruto mengangguk. "Ya, kau serta Athena." Kedua mata birunya menatap para warga yang masih terlihat panik akan kejadian barusan. "Kita akan menjalankan misi ini bersama Percival."

"Baik, aku ikut!"

...

..

...

Di tempat yang tak diketahui, ada empat sosok yang tengah duduk dengan raut wajah mereka yang terlihat serius. Keempatnya memandang tajam satu sama lain.

"Sepertinya dia akan bangkit."

Sosok lainnya menyahut. "Ya, kau benar. Dia akan bangkit sebentar lagi."

"Kita akan keluar setelah ribuan tahun berdiam diri disini."

"Yah, setelah sekian lama, uhh badanku kaku semua."

Keempat orang itu berdiri, salah satu di antara mereka mempunyai mata merah yang menyala di dalam kegelapan.

"Mari kita bantu para Manusia serta Sandalphon untuk mengalahkan sosok itu."

...

..

.

Prologue Arc 2 dari Magic X Fist: Primach War dimulai!

Alurnya yang akan gw ambil disini, dari Story Extra di Game Granblue Fantasy, jadi nanti bukan Xover dengan DxD, nanti diganti dengan Granblue Fantasy setelah Chapter selanjutnya rilis.

Untuk alurnya, mungkin yang main Gbf bakal tahu alur mana yang gw pakai. Tetapi nanti akan ada yang berbeda dibeberapa bagian, jadi tunggu saja.

Penghapus ampas.

Oke, sampai ketemu dichapter selanjutnya.