Disclaimer: Semua Character yang muncul bukan buatan saya.

~AU, Typo, OOC, OC~


·

·

·

Void Master

.

Ch. 1: Re-life

Uzumaki Naruto, seorang Hokage yang melebihi para pendahulunya, kekuatan yang ia miliki telah lama melampaui batas wajar seorang Shinobi dari era manapun. Pada puncak kekuatannya ini, bahkan Naruto mampu menggunakan semua elemental ninjutsu dan bahkan telah mencapai puncak tertinggi, dengan menggabungkan 7 elemen utama ia menghasilkan elemen 'Void' yang bahkan mampu melampaui ruang dan waktu.

Akan tetapi, meski demikian musuh dengan berbagai keahlian dan kemampuan bermunculan, Naruto dan para sahabat tidak mampu mengatasi kemunculan mereka. Satu persatu negara elemental jatuh dan binasa, satu persatu pejuang yang dapat diandalkan terbunuh, hingga pada puncaknya Naruto pun menyusul mereka dengan berakhirnya dunia Shinobi.

Di akhir hidup, dengan secercah harapan, Naruto pun menggunakan semua chakra yang tersisa menggunakan jutsu spesialnya. Sejauh yang Naruto pelajari elemen 'Void' merupakan awal dari keberadaan, awal dari semesta, awal dari kehidupan. Dengan mengandalkan elemen 'Void' Naruto mampu menyerap energi primordial yang tersebar di seluruh alam untuk memperbaiki seluruh struktur kehidupan di dalam dirinya; baik itu fisik, organ dalam, vitalitas, dan bahkan jiwa. Namun sangat di sayangkan energi primordial pada dunia Shinobi sangat sedikit, bahkan setelah seratus tahun melakukan penyerapan dengan bunshin yang tersebar di seluruh dunia, hasilnya pun sangat terbatas.

Menggunakan elemen Void, Naruto pun memisahkan jiwanya. Meski pun tubuh fisiknya mengalami luka dan kelumpuhan, jiwanya tetap tak tersentuh karena musuhnya tidak memiliki serangan berdampak pada jiwa. Naruto pun pergi menembus ruang dan waktu, mengikuti jejak energi primordial hingga jiwa Naruto sampai di sebuah dimensi yang memiliki kepadatan energi primordial tertinggi.

Dimensi tersebut tersusun dari beberapa dunia dengan satu pusat, pembatas dimensi tersebut sangat tebal dan tak mungkin dilewati bahkan makhluk superior seperti Jubi. Meskipun begitu jiwa Naruto mengandung energi primordial walaupun tipis, dengan mudah ia melewati pembatas tersebut dan mendatangi dunia utama dari dimensi tersebut.

Memasuki dunia baru, jiwanya mulai melemah, dengan tergesa-gesa Naruto memilih tubuh manusia yang secara kebetulan sedang sekarat. Dengan mudah Naruto mengambil alih tubuh manusia tersebut, dengan sisa energi primordial yang Naruto miliki, ia pun mengobati tubuh barunya yang sedang terluka parah.

Deg. Sedetik kemudian jiwa Naruto menyatu seutuhnya dengan tubuh baru, yang mulai diregenerasi oleh energi primordial. Bersamaan dengan ingatan baru yang menyusup kedalam pikirannya, walaupun merasa kepalanya sakit Naruto bersorak dalam batinnya karena keberhasilannya.

Hidup baru Naruto pun dimulai. Tubuh baru Naruto memiliki usia 17 tahun, penampilan hampir serupa tapi tanpa corak garis enam di wajah, rambut lurus kuning cerah, dengan tubuh kurus seperti tulang dibalut kulit. Di ingatan barunya, Naruto merupakan seorang budak dari makhluk yang bernama vampir, ia dijadikan ladang darah oleh seorang bangsawan vampir karena garis keturunan miliknya memiliki darah naga walaupun hanya mencapai 1% dalam kemurnian.

Selama enam tahun dibesarkan untuk tempat makanan oleh vampir, akhirnya ia berhasil kabur dengan berbagai macam cara dan trik, namun karena fisik yang terbatas ia pun hampir mati setelah diserang berbagai macam hewan buas. Walaupun selamat dari kejaran, tubuh kurusnya pun mencapai batas dan sekarat.

Setelah semua, Naruto menatap langit biru beberapa menit. Naruto ingin hidup hanya sebatas keinginan untuk mencapai puncak yang disebut Void Master. Naruto telah hidup selama lebih dari seabad, berkat ia menyerap energi primordial Naruto mampu mempertahankan kemudaannya, cinta dan kasih telah lama lenyap sejak istri dan anak pergi meninggalkanya. Namun setelah lama meneliti energi primordial, Naruto pun menetapkan tujuannya menjadi sesuatu yang menempati tatanan tertinggi di seluruh alam semesta.

Meneguhkan hati, Naruto pun memulai kembali dari awal. Naruto duduk dan mengamati sekitar, saat ini ia berada di hutan rimbun wilayah para Werewolf. Dunia yang Naruto tempati saat ini memiliki berbagai macam makhluk selain manusia, vampir dan werewolf salah satunya.

Sebagai langkah awal Naruto pun berkonsentrasi dan memulai teknik penyerapan energi primordial, dengan tubuh lemahnya Naruto hanya mampu menyerap selama satu menit, Naruto menghembuskan napas sebelum bangkit dan mulai beranjak pergi. Untuk saat ini Naruto harus memperbaiki fisiknya sebelum bisa lebih leluasa dengan rencananya.

Naruto mulai berburu, dengan kondisinya saat ini lebih dari mampu untuk mengalahkan seekor singa seorang diri, menangkap beberapa ekor rusa tak menjadi masalah baginya. Naruto memakan daging rusa selama sebulan, mengembalikan fisik seorang remaja tangguh yang normal, diselingi latihan fisik setiap hari dan menyerap energi primordial untuk merangsang darah naga yang ada pada dirinya.

Energi primordial merupakan awal dari segalanya, memperbaiki darah naga tugas yang mudah untuk energi primordial, tapi tentu saja memiliki proses yang amat lama. Setelah beberapa bulan hidup di alam liar, Naruto pun akhirnya tiba di sebuah desa kecil manusia, namun raut wajahnya menjadi gelap saat menginjakan kaki di desa tersebut.

Tampak beberapa werewolf sedang mencabik dan memangsa para warga, mereka mencakar dan memakan mayat maupun warga yang masih bernapas. Kesal karena tindakan para werewolf tersebut, Naruto berlari menerjang seekor werewolf yang tengah menjilati gadis kecil yang berteriak ketakutan, Naruto pun menghantamkan pukulannya, membuat werewolf itu terbang menghantam tanah.

Kejadian itu membuat beberapa werewolf di sekitar berhenti menikmati santapan mereka menengok ke arah Naruto, geraman kemarahan terdengar dari mereka. Berjumlah enam ekor werewolf secara bersamaan menerjang ke arah Naruto dengan cakar tajam mereka.

"Fire Magic: Fire Wall"

Dengan adanya energi primordial di tubuh Naruto, ia bebas memanipulasi energi tersebut untuk menghasilkan sihir yang dikenal di dunia barunya. Jika energi primordial dunia Shinobi memiliki tujuh unsur, dunia ini memiliki sembilan unsur, walaupun saat ini ia hanya bisa menggunakan dua elemen yaitu; api dan air.

Naruto menyemburkan api dari mulutnya, yang membentuk sebuah penghalang di sekelilingnya, menghentikan langkah werewolf saat api naik menjadi sebuah setengah lingkaran di depan mereka. Naruto tak tinggal diam, setelah memastikan gadis yang baru ia tolong dalam keadaan baik, ia pun menerjang menembus barier dan membunuh satu persatu werewolf tersebut, dengan kemampuan bertarung yang telah diasah ratusan tahun, tugas ini mudah bagi Naruto.

"Kenapa makhluk seperti kalian ada di dunia ini?!"

Naruto sarkasme saat mencekik hingga werewolf terakhir mati. Dengan kematian itu, barier api Naruto pun perlahan lenyap, menyisakan lingkaran rumput hitam dengan seorang gadis kecil di tengahnya. Bulatan air pun muncul dari tangan Naruto, saat ia mengarahkannya pada gadis tersebut, melesat cepat dan menyerap ke dalam tubuh sang gadis, lalu memulihkan semua lukanya.

Diantara elemen yang dihasilkan energi primordial, air adalah penyembuh paling kuat meskipun tak memiliki energi kehidupan. Elemen Void tentu bisa menyembuhkan dan meregenerasi sel makhluk hidup, tapi melakukan itu akan membuang banyak energi primordial, berbeda dengan air yang merupakan pecahan dari Void itu sendiri.

Keributan yang dibuat Naruto tentu diketahui oleh para werewolf, mereka pun berkumpul dari penjuru desa ke arah Naruto, memancarkan aura membunuh yang ganas di setiap individu. Dari sekian banyak werewolf, tatapan Naruto jatuh pada werewolf yang memiliki tubuh dua kali lebih besar dari lainnya, berbulu perak, dengan mata merah darah, Naruto dapat merasakan pancaran kekuatannya jauh lebih kuat dari yang lainnya.

"Siapa kau manusia? Kenapa kau mengganggu makan siang kami?"

Werewolf perak tersebut melangkah lebih dekat ke arah Naruto. Setiap langkah yang diambil, Naruto dapat mengetahui werewolf tersebut lebih kuat darinya, ia tidak yakin mampu menumbangkan yang satu ini. Naruto bereaksi cepat, bergerak ke arah gadis kecil yang baru saja ia selamatkan, walau harus mundur Naruto memutuskan untuk menyelamatkan sang gadis.

Namun sebelum itu, tiba-tiba insting miliknya bereaksi saat werewolf perak muncul di sisinya dengan sebuah pukulan siap di hantam kan. Naruto melompat menjauh, pukulan menghantam tanah dan meretakkan tanah tersebut, berkat itu Naruto dan gadis kecil kini di pisahkan oleh werewolf, jika ia ingin menyelamatkannya makan Naruto harus melewati sangat werewolf.

"Reaksimu cukup gesit manusia," Werewolf menyeringai lebar. "Tubuhmu sama sekali tak memancarkan mana, berarti kau bukan seorang penyihir. Jadi aku beranggapan kau manusia dengan fisik yang hebat, mari berduel karena sulit menemukan seseorang yang memiliki fisik yang sekuat dirimu manusia!"

Naruto hanya diam, werewolf perak menganggap Naruto setuju dengan duelnya. Kaki berotot itu mengeras, sebelum werewolf melesat dengan akselerasi maksimal, jarak tigapuluh meter dilewati dengan waktu sedetik. Naruto memang tak mampu membaca arah serangan werewolf, tapi dengan pengalamannya, tubuhnya bereaksi sempurna saat menghindari ayunan dua tangan berotot werewolf, melompat mundur sehingga serangan itu hanya mengenai angin.

Saat kakinya menyentuh tanah, tubuh Naruto tiba-tiba diselimuti api tipis, bersamaan dengan werewolf yang muncul kembali dihadapannya dengan pukulan rendah ke arah perut. Naruto cukup mengagumi kecepatan dari sang werewolf, namun itu tidak cukup untuk mengalahkannya dengan sebuah pukulan kasar.

Naruto bermanuver bersamaan pukulan itu tertuju padanya, berputar saat berhasil menghindar dan memberikan tendangan ke arah belakang leher. Bola mata werewolf melebar saat melihat serangan tersebut, ia pun juga berputar dan menahan tendangan Naruto dengan punggung tangan, namun saat ia merasa gembira, tendangan Naruto menghasilkan ledakan yang melemparnya hingga beberapa meter.

Werewolf gagal bereaksi karena terkejut, sebelum ia bisa berbuat apapun, Naruto telah berhasil melarikan diri dengan gadis yang sedari tadi ia abaikan.


Nunggu reaksi mereka dulu, baru lanjut.