Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: oneshot drabble, slight Kita x Atsumu.

.

.

Atsumu ditelepon Kita-san

by Fei Mei

.


.

Atsumu yang sedang mengecek buku pelajaran yang akan dibawanya besok, langsung menghentikan kegiatannya itu ketika ponselnya di meja belajar berbunyi. Di lihatnya layar gawai, menyerngit bingung mendapati nama sang kapten tertera disana. Ini sudah jam sembilan malam, dan mereka latihan voli bareng tim sampai sore tadi, jadi untuk apa lagi Kita-san menghubunginya?

Daripada membuat kaptennya menunggu terlalu lama, Atsumu menjawab panggilan itu. "Ya? Kita-san?"

Suara dingin dan nada datar dari si penelepon pun terdengar. "Miya Atsumu."

Deg. Miya yang lebih tua itu langsung berkeringat dingin. Ia langsung memutar otak dan mengingat-ingat hal bodoh apa yang ia lakukan belakangan ini sampai perlu diceramahi Kita-san. Kaptennya, atau pokoknya siapa pun yang mengenal Kembar Miya, akan memanggil mereka dengan nama depan, bukan dengan nama marga atau bahkan nama lengkap. Tapi kalau Kita Shinsuke-san memanggilnya dengan lengkap, ditambah nada datar yang dingin, berarti ada sesuatu. Jangan-jangan ...

"Miya Atsumu," beo Kita, mungkin karena yang mengangkat telepon tidak kunjung merespon panggilan namanya yang pertama.

Mampus, apa jangan-jangan 'Samu sudah mengadu kejadian tadi siang pada Kapten? "BUKAN AKU!"

" … apanya?"

"'SAMU IKUTAN! Kami laper, lupa bawa bekal dan uang jajan, makanya bisa gitu! Tapi Osamu juga ikutan, beneran!"

"Kamu ngomong apa—"

BRAK—"GAK USAH BAWA-BAWA NAMA GUE, JELEK!"

Nah lho, Osamu mendobrak pintu kamar sebelahnya dan main masuk, menerjang Atsumu yang punya kamar.

"LAGIAN KAMU NGADU KE KITA-SAN!" rengek Atsumu.

"AKU GAK NGADU, 'TSUMU! MANA BERANI, ENTAR AKU KENA DISALAHIN JUGA!" raung Osamu. "LAGIAN ITU IDE KAMU, KAMU YANG JALANIN JUGA, PADAHAL AKU UDAH BILANG JANGAN!"

"TAPI KAMU IKUT MENIKMATI, KAN!?"

"YA GIMANA LAGI ORANG UDAH TERLANJUR!"

"BERARTI BARENG-BARENG!"

"ENGGAK!"

"IYA!"

"ENGGAK!"

"—ehem."

Sontak kamar itu menjadi hening. Atsumu kembali berkeringat dingin karena baru sadar karena sambungan telepon ponselnya masih terhubung dengan Kita-san.

"A—anu, Kita-san … —" gumam Atsumu, yang kembali menempelkan gawai ke telinganya.

"Sekarang ceritakan dengan benar," ujar Kita datar.

"Ehm, bekalku dan 'Samu ketinggalan, lupa bawa uang jajan juga … " jawab si Setter. "Terus kami kepikiran—ADUH!" Atsumu spontan mengaduh karena adiknya mengeplak lengannya. "AKU! Aku yang kepikiran, bahwa mungkin kami bisa pinjem dari uang anggaran yang ada di ruang klub. Jadi kuambil buat 'Samu juga, biar kami beli makan di kantin … "

" … oh."

"K-Kita-san! Besok pasti kuganti, beneran!" sahut Atsumu lagi.

"Tidak apa-apa, aku tidak marah, kalian juga bukan mencuri dengan sengaja, kan?" Atsumu mengangguk walau tahu kakak kelasnya tidak bakal bisa melihat dari seberang. "Ehm, aku tidak menyangka hasilnya bakal seperti ini."

Atsumu menyerngit, apalagi karena setelah mengucapkan kalimat itu, kaptennya agak terkekeh. "Hasil apa?"

"Aku sedang mengerjaimu, Atsumu," ucap Kita geli.

"E-eh?"

"Di grup para kapten tim voli putra SMA se-Jepang, kami janjian untuk mengisengi tim kami. Jadi kami akan menelepon seorang anggota tim yang paling sering berbuat nakal, dan tanpa ba-bi-bu cukup memanggilnya dengan nama lengkap, terus dengarkan responnya," jelas Kita.

Atsumu cemberut. "Jadi maksudnya, aku yang paling reseh di tim, begitu?"

Osamu, yang sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan kaptennya lewat telepon, hanya mengangguk setuju saja dengan perkataan saudara kembarnya barusan. Lalu giliran Osamu yang mengaduh karena kakaknya menendang pahanya.

"Hmmm, begitulah," jawab Kita dengan nada geli. "Tak kusangka, memanggil namamu dengan lengkap bisa membuatmu sejujur itu padaku."

Atsumu mingkem. "Jangan gitu lagi, dong, Kita-san, aku jantungan, nih … "

"Maaf, maaf, tapi … ehm, Miya Atsumu—" Nah lho, apa lagi sekarang? "—apa kamu suka padaku?"

"Iya," jawab Atsumu spontan, kemudian langsung tersadar. "EEEHH ENGGAK GITU, TUNGGU—"

Kaptennya tertawa renyah. "Tuh, reseh banget kamu, berlarian dalam otakku."

"KITA-SAN GOMBALIN AKU!?"

.


.

Selesai

.


.

A/N: Aciieee kepikiran AtsuKita lagi wkwkwk. Beberapa bulan belakangan ini Fei sering nonton semacam video HQtext di youtube, rerata yang Fei nonton adalah tentang para tokoh prank 'pacar' mereka dengan berbagai jenis. Gara-gara itu, Fei jadi kepikiran bikin fict ini dan IwaOi yang kemarin. Tapi prank serta respon dan cerita di dua fict ini orisinil dari Fei ya.

Review?