Holla! Hime kembali lagi di cerita aneh bin gak nyambung ini!
Yaudahlah, daripada kebanyakan bacotan mendingan kita mulai aja fanfic aneh ini!
Way to Love You
Rated: T
Disclaimer: Tite Kubo dong pastinya!
Warning: Kayaknya nggak ada deh! *digampar*
"Maksudnya kita jaga jarak, Ichigo?"
"Bukan. Sekali lagi maaf Orihime. Aku harus berkonsentrasi ke ujian semester ini. Aku masih kalah dengan Kunieda dan Ishida. Kita harus-mengakhiri ini," kata Ichigo, kelihatan sangat menderita dan menyesal.
Kali ini senyumku benar-benar telah hilang. Ichigo, kau yang memulai ini! Dan kau juga yang mengakhirinya, sungguh ironis.
Orihime's POV
Kata-kata Ichigo rasanya belum bisa kuterima. Jantungku berdetak sangat cepat, tanpa kusadari genggaman Ichigo mulai mengendur sedikit demi sedikit. Karena sadar bahwa kami sudah tidak mempunyai ikatan apa-apa lagi, aku segera melepas tangannya.
"Eh? Putus? Ehm, kurasa kita memang harus konsentrasi dalam ujian semester ini…" kataku menerawang.
"Ya. Maaf ya, Orihime," kata Ichigo, namun segera meralat ucapannya. "Maksudku-Inoue."
Aku menghela nafas panjang, "Hah, baiklah Kurosaki-kun! Besok ada banyak PR dan…" mata abu-abuku sekali lagi bertemu dengan mata hazelnutnya, dan ada sensasi yang aneh dalam tatapan itu.
"Harus kuselesaikan…" desahku mengakhiri pertemuan itu, dan keluar dari restoran meninggalkan Ichigo-maksudku Kurosaki-kun yang masih terduduk dalam diam, entah memikirkan apa.
Ichigo's POV
Aku benar-benar kalut. Namun keputusanku sudah bulat! Aku harus konsentrasi untuk mendapatkan beasiswa semester ini, karena hanya akan diberikan kepada murid yang memperoleh peringkat satu saja. Inoue-atau siapapun itu, harus kulupakan dulu untuk sementara.
Ya, Ichigo. Harus. Pilihanmu ini tidak salah. Kata sesuatu dalam hatinya (Hichigo?).
Tapi, bagaimana kalau dia menyukai laki-laki yang lain lagi? Mungkin Ishida? Mungkin Uquiorra? Atau Vega? Mereka kan sering berdua untuk tugas OSIS.
Ah, lagi-lagi aku memikirkannya. Sudahlah, lupakan saja mata abu-abu itu! Masih banyak tugas yang harus aku selesaikan dan rumah sungguh berisik dengan teriakan Rukia yang sedang latihan menyanyi.
Normal POV
Beberapa hari kemudian
"Orihime! Jangan bengong begitu terus dong!" teriakan Tatsuki membangunkan Orihime dari lamunannya, lamunan tentang Ichigo.
"Ah, Tatsuki-chan. Aku tidak melamun kok! Hanya mengingat rumus matematika ini saja," katanya sambil menunjuk tumpukan angka dan huruf yang sangat rumit, logaritma.
"Kurasa yang ini harus dikalikan dengan yang ini, kemudian diakarkan dengan rumus ini!" Jawab Tatsuki, menulis di kertas buram dengan pulpen Orihime.
"Arigato, Tatsuki-chan! Tatsuki-chan tau saja kalau aku paling K.O sama logaritma, hehe." Orihime meringis kepada Tatsuki, yang hanya menggelengkan kepalanya. Walaupun sebenarnya soal itu akan sangat mudah dipecahkan olehnya.
Telepon genggam Orihime berbunyi.
"Hoo.. dari Ggio," kata Orihime, membuka pesan singkat tersebut.
Orihime, besok jangan lupa bawa catatan anggaran lomba kemarin!
Dan juga, Grimm titip salam! Hehehe…
"Haah, sebanyak apapun mereka mengolokku dengan Grimmjow-kun, tetap saja aku tidak pernah menyukainya," desah Orihime pelan dengan lesu, sambil menutup telepon genggamnya.
"Ha? Siapa? Si anak nakal itu? Kau menyukainya, Orihime?" sahut Tatsuki menggoda.
"Nani? Tatsuki-chan, I don't like him! Beberapa hari ini Ggio selalu menggangguku dengan mengolok-olokku dengan dia, entah kenapa..." jawab Orihime.
"Hmm? Aku tahu kau satu organisasi dengan dia, tapi, Grimmjow? Pfft, dia terlalu galak untukmu yang sangat manis. Meskipun wajahnya tampan dan lebih kaya dari semua orang di sekolah." dengus Tatsuki geli.
"Tatsuki-chan! Aku tidak manis," Orihime tertawa dengan candaan Tatsuki.
"Ngomong-ngomong, bagaimana nasib si Jeruk, Orihime? Kudengar dia kalah di lomba di Tokyo kemarin, ya!"
"Hm, iya, Tatsuki-chan," air muka Orihime langsung berubah.
"APA! KAU PUTUS DENGANNYA, ORIHIME?" teriakan Tatsuki menggema dia seluruh ruangan.
Orihime mengangguk dengan lesu. Senyum yang disunggingkannya dan gaya angkuhnya saat membicarakan Grimmjow tadi telah hilang, dan terganti dengan airmata.
"K-kenapa? Dan kapan putusnya?" Tanya Tatsuki terbata-bata.
"Beberapa hari yang lalu…" Katanya lesu. "Dan… dia ingin konsentrasi ke ujian semester ini."
"APA?! Akan aku hajar si bodoh itu!" Tatsuki sudah bersiap-siap berdiri, namun tangan Orihime mencegahnya.
"Tatsuki-chan! Sudah, biarkan saja…"
"T-tapi Orihime! Dia sudah membuatmu nangis berkali-kali! Dan sekarang dia akan memutuskanmu!" Tatsuki berontak.
"Tatsuki-chan, dia bukan akan memutuskanku, tapi dia sudah memutuskanku," kata Orihime mengoreksi kata-kata Tatsuki.
Dia duduk lagi. Dalam hatinya dia sangat ingin menghajar Ichigo, namun melihat mata Orihime yang sedih, rasanya dia ingin menemani Orihime disini saja.
"Sudah cerita ke siapa saja? Kenapa kau tidak cerita kepadaku dari kemarin, Orihime?"
Orihime menatap mata Tatsuki yang sarat dengan kebingungan, kemarahan, dan sedikit kesedihan. Dia menjawab kecil, "Ke Ggio... maaf, Tatsuki-chan, aku takut kalau kau melihat aku kemarin saat baru putus dengan Ichigo, kau akan berlari ke rumahnya dan memukulinya di depan keluarganya..."
Terdengar samar-samar suara Orihime menangis.
"Orihime, jangan menangis, tolong..."
"Tapi, Tatsuki-chan, hik-"
"Kita cari cowok yang lebih keren dari Ichigo, oke?"
Namun Orihime masih terisak.
"Apa kau tidak bisa melupakannya?" sekali lagi dia mencoba membujuk Orihime.
"Belum bisa, Tatsuki-chan..." Orihime menghapus airmatanya. "Aku-aku mencintai Ichigo."
Tatsuki's POV
Lagi, Ichigo lagi-lagi membuat Orihime nangis. Apa di kepalanya hanya ada kumpulan rumus dan piala? Juga piagam? Segitu tidak terimanya dia hanya karena kalah dua peringkat dari Ryo dan Ishida? Sebenarnya apa sih jalan pikiran anak itu?
"Hmmb... Ya... Kue yang ini enak, Tatsuki-chan..."
Ah, Orihime. Lagi-lagi dia mengigau dalam tidurnya.
Yah, disinilah aku. Di apartemen Orihime. Aku harus menghiburnya, karena dia menangis sangat keras. Mungkin akan menang kalau disandingkan dengan bayi yang baru lahir. Dia tertidur di sofa, dan kepalanya ada dalam pangkuanku. Jangan menangis lagi ya, Orihime. Aku berjanji akan menghapus airmatamu, dan juga membuat Ichigo kembali padamu.
Atau membuatmu melupakan Ichigo.
Ya, aku sudah berjanji. Dan janji itu harus kutepati. Menggeser kepala Orihime dengan pelan, aku pun tidur di bawah, di karpetnya.
"...Tatsuki-chan, bangun. Sudah jam enam lebih..."
Aku membuka kedua mataku. Haah, sudah pagi. Dan hari ini bukan hari Minggu.
Apa? Bukan Minggu? Berarti hari ini sekolah dong?
"Tatsuki-chan bawa baju sekolah kan?" tanya Orihime padaku.
"Tentu saja aku membawanya. Kau sudah mandi Orihime?"
Aku perlahan bangun. Dan baru kusadari kalau ternyata pertanyaanku tadi sangatlah tidak berbobot: Orihime sudah memakai pakaian lengkap.
Orihime's POV
"Cieee! Pacar Grimmjow sudah datang!"
Olokan itu berasal dari gerombolan berisik yang ada di tengah-tengah kelas. Pelakunya? Oh, tentu saja gengnya Ggio! Kerjaan mereka cuma ribut di kelas, dan juga mengolok siapapun. Semua anak di kelas punya olokan sendiri, kecuali Tatsuki-chan. Aku menangkap kemungkinan bahwa mereka takut kepada jurus karatenya Tatsuki-chan.
Aku pernah heran kenapa mereka bisa masuk kelas 1-1 yang merupakan "kelas unggulan" ini. Atau lebih tepatnya untuk tahun pertama seperti kami, kelas dengan nilai teratas saat pendaftaran masuk. Ggio, Jiruga-kun, dan Granz-kun.
Mereka punya hobi mengolok dan ribut di dalam kelas. Tapi, di antara kumpulan manusia yang punya kekuatan suara mendekati pengeras suara itu hanya ada satu orang yang paling diam, bahkan tidak ada ekspresi sama sekali. Ya, tentu saja Schiffer-kun.
Aku tidak mengerti kenapa Schiffer-kun mau masuk ke geng mereka yang dinamakan "Arrancar" itu. Kata Ggio, anggota geng Arrancar masih ada di kelas 1-3, 1-5 dan 1-6. Yah, diantaranya Grimmjow yang mungkin punya otak yang pas-pasan karena dia sendiri yang duduk di kelas 1-6.
Aku, selain mendapat olokan Rangong yang artinya Ratu Bengong, beberapa hari ini aku digoda oleh mereka bahwa aku menyukai Grimmjow. Entah mengapa aku sangat tidak nyaman dengan julukan baruku itu. Selain aku yang tidak pernah menyukainya, dia juga memiliki image yang kurang baik. Selain duduk di kelas 1-6 yaitu kelas yang urutannya dua dari belakang di Karakura Gakuen, dia juga terkenal tidak ramah dan juga mirip seperti Ichigo, memiliki warna rambut yang mencolok yaitu biru. Meskipun kami berada dalam satu organisasi, OSIS; aku bisa merasakan kalau teman-teman OSIS juga sedikit takut kepadanya, begitu pula para senpai di OSIS. Hanya geng Ggio yang entah kenapa bisa berteman dengannya.
Memang, dengan wajah kaukasian, tubuh atletis, dan matanya yang biru, tidak bisa dipungkiri bahwa Grimmjow sangat tampan. Namun wajahnya yang selalu terlihat marah dan alisnya yang tidak pernah tidak membentuk huruf 'V', membuat orang-orang lebih memilih untuk menyingkir daripada menyapa saat dia lewat. Aku terkadang mendengar cewek-cewek membicarakan Grimmjow dan ketampanannya, dan juga "dia sangat kaya", namun sepertinya tidak ada satupun di antara mereka yang berani mengambil resiko mendekati si biru galak itu.
Banyak yang mengira bahwa dia mengecat rambutnya biru. Tapi sejauh yang Ggio ceritakan padaku, semua yang ada pada dia bisa dibilang ASLI.
Yah, mungkin tidak dengan rambutnya, aku tidak yakin.
Haha, agak mengherankan bahwa aku memikirkan dia. Tapi jelas aku tidak menyukainya.
Normal POV
Orihime mengeluarkan buku dari tasnya dan berjalan ke kelompok Ggio.
"Nih," katanya sambil memberikan buku itu pada Ggio.
Ggio menerimanya dengan senyuman manis. Yah, senyuman yang sudah membuat setidaknya setengah dari anak perempuan di Karakura Gakuen meleleh. Orihime balas tersenyum.
"Gi, pulang sekolah kita ada kegiatan OSIS, lho. Jangan lupa!"
"Tentu saja, Hime. Kalau lupa gak aku sms kemaren," dia menjawab dengan sedikit sweatdrop. Orihime cuma bisa meringis tanpa dosa.
"Jangan bawa geng berisikmu itu ke ruang OSIS! Bisa-bisa berkas kalian hilang semua," suara Tatsuki menyahut dari belakang, sambil memegang pundak Orihime.
"Tatsuki-chan..." Orihime memandang Tatsuki dengan tatapan seperti seorang putri yang sedang melihat pangeran penyelamatnya datang.
"Ssst... Ichigo sudah datang," bisiknya lagi pada Orihime.
Orihime sedikit melirik lelaki yang sekarang menjadi mantan pacarnya tersebut. Kelihatan bahwa wajah Ichigo tetap sama seperti biasa. Bersungut-sungut. Dia juga menaruh tasnya dan bergabung bersama Sado, Mizuiro dan Asano.
Aku hanya bisa melihat punggungnya, mulai dari sekarang, dia membatin.
Dan Orihime bisa merasakan pegangan Tatsuki di pundaknya mulai mengencang.
"Aku akan menghajarnya, Orihime," dia berbisik pada Orihime.
"Jangan..." Orihime mencegahnya, namun terlambat.
BRUUGHH!
~To Be Continued~
Review Reponses:
ruki4602jo: Iya kak, chapter yang kemaren prolog :D
Riztichimaru: Haha, iya deh kak ngalah aja :P
aRaRaNcHa: Sama dong cha-chan. Ini kan diambil dari kisah nyata, hehe.
Chappy D. AniTsu: Arigato Chappy-chan!
Violeta-Haru : Arigato koreksinya Violeta-senpai! Iya, chap.1 prolog.
Fitria -AlyssCrimsonCamellia : Oke deh kak Aylss... ato Kak Fitria? (sok kenal mode: on)
Hina-chan : Hahahaha Hina-chan bikin blushing deh! *meluk Hina-chan*
Park Seo Young : Oooh Meka-senpai kan dipanggilnya? Iya, Hime suka Ichihime ama Grimmhime. Makasih juga sarannya
Shuei samehachi : Wkwkwk, bikin GR aja nih Shuei-chan XDD *blushing*
