Author: Ritsuya gum
Katekyo Hitman Reborn milik Akira Amano-sensei
Warning: Mungkin ada typo karena author terlalu malas membaca ulang, OOC
.
.
.
Chapter 1
Sawada Tsunayoshi atau biasa dipanggil dame-tsuna, seorang anak yatim piatu berumur 16 tahun yang saat ini sedang duduk di bangku kelas nya sambil memandang langit biru, tapi kita tidak tau apa yang ada di pikiran sang pemuda bersurai coklat tersebut karena tatapan nya kosong.
Saat ini waktunya istirahat dan kelas hanya dipenuhi oleh beberapa orang saja dikelas. Saat ini kelas dalam keadaan damai karena hanya ada beberapa orang yang sedang memakan makanan.
Tapi kedamaian itu menghilang setelah tiga murid nakal di kelas tersebut datang. Mereka seperti sedang mencari seseorang, ketika mereka menemukan orang yang sedang mereka cari, mereka pun mendekat kepada orang tersebut.
Orang yang mereka cari adalah Tsuna.
"Hei dame-tsuna" Kata salah satu dari mereka yang sepertinya adalah ketua dari geng tersebut.
Tapi sepertinya Tsuna tidak menyadari dan mendengar ada orang yang datang ke kursi nya karena Tsuna masih asik dalam dunia nya sendiri.
Merasa diabaikan, orang tersebut pun menggebrak meja tsuna dengan keras.
"OI DAME-TSUNA KAU SUDAH BERANI MENGABAIKAN KU YA SEKARANG!"
Tsuna dan semua orang yang berada di ruangan itu pun kaget dan melihat kearah suara tersebut. Tsuna yang baru menyadari ada tiga orang yang berada di depan dia pun membelalakan matanya terkejut, tapi dia segera mengubah ekspresi nya lagi menjadi biasa walaupun dia masih terkejut.
"Ada apa Hiro?" tanya Tsuna kepada orang yang ternyata bernama Hiro tersebut.
"Oh? Berani sekali kau memanggil namaku hah?" kata Hiro yang merasa jengkel namanya dipanggil oleh Tsuna.
"Tapi tidak apa-apa, aku akan memaafkanmu kali ini kalau kau memberikan ku uang"
"Aku tidak punya uang"
"Sekarang kau juga berani berbohong ya" Hiro menyeringai melihat sikap Tsuna yang mulai berani melawan.
Hiro pun menyuruh kedua teman nya membawa Tsuna ke taman belakang dan mereka mulai memukuli Tsuna disana sampai babak belur. Tsuna sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh mereka tapi masalahnya memar yang mereka perbuat dua hari lalu belum sembuh dan sekarang mereka membuat memar baru di tubuh Tsuna.
Setelah mereka puas memukuli Tsuna mereka pun pergi meninggalkan Tsuna yang sudah tidak bisa bergerak. Tsuna berusaha untuk duduk dan bersandar di dinding, setelah berhasil Tsuna menghela nafas berat dan memandangi langit lagi seperti yang dia lakukan di kelas tadi.
Tsuna terus berada di taman belakang tersebut sampai bel masuk pun berbunyi, tapi Tsuna sudah tidak peduli, dia terus duduk disana sambil memandangi langit dan sekali-kali memejamkan mata dan terus melakukan itu sampai sore tiba.
Ketika bel pulang sekolah berbunyi Tsuna tetap berada disana sampai menunggu murid-murid pulang. Tsuna tetap disana sampai langit sudah hampir gelap Tsuna pun baru beranjak dari sana dan kembali ke kelas untuk mengambil tas nya.
Kelas sudah sepi dan beruntung tas Tsuna masih berada disana, Tsuna pun kembali ke panti asuhan dengan keadaan baju kotor. Ketika sampai Tsuna melihat beberapa suster sedang mengurus beberapa hal, ketika salah satu suster itu melihat Tsuna dan hanya diam, kemudian dia pergi dan tidak lama kembali bersama dengan kepala suster panti asuhan tersebut.
"Apa yang kau lakukan! Sudah kubilang jangan kembali dengan baju kotor tapi kau selalu melakukan itu! Dua hari ini kau jadi anak yang penurut tapi sekarang kau menjadi pembangkang lagi ya!" kata kepala suster tersebut sambil menampar Tsuna.
Tsuna hanya diam saja ketika ditampar kemudian dia berjalan kedalam untuk mengganti pakaian dia dan mengabaikan teriakan suster tersebut. Tsuna pun mandi, berganti pakaian dengan baju panjang agar memar nya tidak kelihatan dan bersiap-siap untuk tidur.
Tapi Tsuna tidak langsung tidur, dia memandang langit langit ruangan tersebut dengan tatapan kosong cukup lama.
Tsuna POV
"Bertahanlah setahun lagi dan aku akan keluar dari panti asuhan dan sekolah itu" kata Tsuna dalam hati.
Tapi dia bingung mau melakukan apa pada saat keluar dari panti asuhan nanti, karena tidak ada yang membiayai untuk makan lagi dan mungkin tsuna harus mulai mencari dan memikirkan akan bekerja dimana.
Tsuna pun akhirnya tertidur lelap karena kantuk menyerang.
.
.
.
Besoknya
Normal POV
Hari ini Tsuna libur karena sekarang hari sabtu dan hari sudah siang, Tsuna berencana untuk berkeliling kota daripada berdiam diri di dalam panti. Tsuna sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pergi, namun salah satu suster tiba-tiba memanggil Tsuna dan menyuruhnya untuk keruang utama.
Tsuna sebenarnya malas tapi dia tetap mengikuti perkataan suster tersebut dan pada saat sampai di depan pintu ruang utama Tsuna masuk tanpa mengetuk dan dua orang termasuk kepala suster yang berada disitu melihat kearah pintu.
"Kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu Tsu-kun" kata kepala suster tersebut kepada Tsuna.
Tsuna sedikit kaget saat kepala suster memanggil Tsuna dengan panggilan Tsu-kun, karena biasanya kepala suster tidak pernah seperti itu. Tapi Tsuna cepat membaca situasi dan melihat ada seseorang dengan pakaian formal dan topi fendora sedang duduk di kursi lain sambil menatap nya lekat.
"Pantas saja" Tsuna mengendus dan membuang muka ketika menyadari perubahan sikap kepala suster karena mereka sedang kedatangan tamu.
"Duduklah disini Tsu-kun ada sesuatu yang penting yang akan kita bicarakan" kata kepala suster.
Tsuna hanya diam saja di tempat sambil memandangi orang yang memakai topi fendora tersebut.
"Tatapan mata yang bagus/Tatapan mata yang tajam" kata orang bertopi fendora dan Tsuna berbarengan di dalam hati.
Orang bertopi fendora itu bangun dari tempat duduk nya dan menghampiri Tsuna, ketika dia berada di depan Tsuna orang itu berkata.
"Halo Sawada Tsunayoshi, namaku Reborn. Apa kau tau kenapa kau berada disini sekarang?" kata reborn sambil menyeringai.
"Tidak" kata Tsuna singkat.
Reborn menatap Tsuna sebentar, dia mengalihkan pandangannya kepada kepala suster dan berkata "Aku sudah boleh membawanya kan?"
"Kenapa tatapan orang itu sekilas terlihat seperti sedih? Mungkin hanya perasaan ku saja" kata Tsuna dalam hati.
Kepala suster hanya mengangguk dan Reborn pun mengalihkan pandangan lagi kepada Tsuna.
"Kemasi barang-barang mu, sekarang kau adalah anak ku"
.
.
.
Sekarang Tsuna sudah berada di depan rumah Reborn, orang yang mengadopsi dia sekarang.
"Kenapa kau hanya diam saja? Masuklah"
Tsuna pun masuk kerumah Reborn dan rumah nya tidak bisa dibilang besar maupun kecil, rumahnya seperti rumah-rumah biasa, memiliki 2 tingkat. Tsuna pikir Reborn adalah orang kaya yang memiliki rumah besar dan sombong.
Ketika Tsuna masuk ke ruang tamu, dia melihat banyak kardus dan barang yang tergeletak di sembarangan tempat.
"Kau baru pindah rumah?" tanya Tsuna ketika melihat barang-barang tersebut.
"Ya, aku baru pindah kemarin"
Tsuna aneh melihat Reborn karena dia baru pindahan dan barang masih berantakan tapi dia sempat-sempat nya ke panti asuhan mencari anak untuk di adopsi. Tsuna tidak mau memikirkannya dan ambil pusing dan hanya berharap dia tidak dijadikan babu oleh orang tersebut.
Tsuna sekarang sudah ada dikamarnya dilantai dua, pada saat Tsuna masuk ke kamar sudah tersedia kasur, lemari baju dan meja belajar. Berbeda sekali dengan keadaan dibawah yang berantakan oleh barang barang Reborn dan belum ada meja atau apapun selain sofa panjanng di pinggir ruangan tersebut.
Reborn bilang Tsuna boleh beristirahat jadi Tsuna memutuskan untuk berdiam diri saja di dalam kamar karena Tsuna masih kaget ada yang mengadopsinya tiba-tiba.
"Menjauh dari panti asuhan beres. Tidak kusangka akan secepat ini" kata Tsuna dalam hati.
Tsuna pun memejamkan mata dan tertidur hingga malam tiba. Ketika dia bangun ruangan nya sudah gelap, Tsuna beranjak dari kasur tapi tidak menyalakan lampu, melainkan dia membuka pintu kamar dan berjalan kebawah.
Lampu dibawah masih menyala menandakan Reborn masih berada disana. Ketika Tsuna mengintip dia melihat ruangan tersebut sudah rapi, tidak ada barang maupun kardus yang berserakan. Tsuna pikir Reborn lupa mematikan lampu ketika selesai, ketika Tsuna ingin mematikan lampu dia melihat kaki yang berada di sofa panjang, Tsuna menghampiri dan melihat Reborn yang masih memakai kemeja nya sedang tidur di sofa.
Tsuna ingin membangunkan nya tapi tidak jadi mengingat mungkin Reborn kelelahan karena membereskan barang-barang. Tsuna beranjak dari sana dan tidak lama kembali lagi sambil membawa selimut lebih yang sudah ada di lemari kamarnya.
Pada saat Tsuna ingin menyelimuti Reborn tiba-tiba tangan Reborn mencengkram tangan Tsuna dengan kencang sehingga membuat Tsuna kesakitan.
"Akkhhh…"
Saat Reborn sadar yang di cengkram adalah tangan Tsuna dia segera melepas cengkraman tersebut. Baik Tsuna maupun Reborn sama-sama tidak ada yang berbicara. Reborn hanya diam mematung melihat Tsuna sedangkan Tsuna menahan sakit sambil memegangi tangannya.
Reborn merasa ada yang tidak beres dengan sikap Tsuna dan Reborn langsung memegang tangan Tsuna lagi namun dengan lebih lembut dan membuka tangan panjang Tsuna dan melihat ada beberapa memar dan di sekitar nadi di perban dengan asal-asalan.
Reborn tidak percaya dengan apa yang dilihat nya, Tsuna reflek langsung menjauhkan tangannya dari Reborn dan menyembunyikannya di belakang tubuh mungil nya.
"Ada apa dengan tangan mu?"
"Bukan apa-apa"
"Darimana kau mendapatkan memar-memar itu?"
"Bukan urusan mu"
"Tsuna, biarkan aku melihat luka itu" kata Reborn masih berusaha sabar.
Tsuna hanya diam dan menunduk tidak berani menatap Reborn karena takut Reborn akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang-orang kepadanya.
Reborn lalu pergi dari hadapan Tsuna dan Tsuna sedikit lega tapi kemudian dia berpikir bagaimana kalau ternyata Reborn akan membuangnya atau mungkin memukulnya juga dan berbagai pikiran negatif lainnya.
Lalu Tsuna melihat Reborn kembali sambil membawa sebuah P3K.
"Duduklah, aku akan mengobati luka mu"
Tsuna menatap Reborn tidak percaya.
"Mengobati…ku?" tanya Tsuna memastikan.
"Aku tidak mau mengulangi perkataan ku, cepatlah duduk"
Tsuna menurut dan membiarkan Reborn mengobati luka nya, tapi Reborn sekarang tidak menanyakan darimana luka-luka itu berasal, bahkan pada saat Reborn membuka perban yang melilit pergelangan tangan Tsuna dan melihat sayatan, Reborn hanya diam mematung memperhatikan luka tersebut dan melanjutkan mengobati luka Tsuna tanpa bicara satu kata pun.
Tsuna POV
Reborn saat ini sedang mengobati semua luka Tsuna tanpa mengatakan apapun. Ini pertama kalinya ada orang yang peduli padanya seperti ini. Dia merasa aneh ada yang memperhatikannya seperti ini. Tsuna tidak mengatakan di tubuh nya juga ada luka memar, dia tidak ingin Reborn semakin shock melihatnya.
"Selesai"
Reborn menatap kearah Tsuna dalam diam, Tsuna menyadari Reborn sedang menatap nya dan dia juga melihat kearah Reborn.
"Lagi-lagi tatapan sedih itu, ada apa dengannya?" kata Tsuna dalam hati ketika melihat tatapan Reborn sama seperti yang dia lihat di panti.
Reborn tiba-tiba mengelus kepala Tsuna dan Tsuna sedikit kaget ketika Reborn melakukan itu.
"Tidak apa-apa, semua akan baik baik saja" kata Reborn masih mengelus kepala Tsuna.
"Ah… apa ini? Kenapa aku merasa nyaman" kata Tsuna dalam hati.
"Kembalilah ke kamar mu dan tidur, besok kita akan ke pusat perbelanjaan"
Tsuna lagi-lagi hanya bisa menurut dan dia kembali ke kamar sambil berkutat dengan pikirannya.
.
.
.
TBC
HAAIII
Tebak tebak, apa ini..
YES THE NEW STORY ABOUT MY BELOVED VONGOLA FAMILY~~
Untuk story Loving Family maafkan aku belum melanjutkannya lagi karena file cerita nya ada di laptop yang sekarang sudah rusak /nangis di pojokan
Oke sebenernya gk ada yang nanya tapi antisipasi ajaaa heuheuheu
Akan ku usahakan mengingat-ngingat story Loving Family sebisa mungkin, jadi nikmati story baru ku ini dulu yaa~
