Author: Ritsuya gum

Katekyo Hitman Reborn milik Akira Amano-sensei

Warning: Mungkin ada typo karena author terlalu malas membaca ulang, OOC

.

.

.

Chapter 3

Sekarang waktunya jam istirahat, Tsuna sudah tidur sejak pelajaran kedua dimulai. Gokudera melihat Tsuna sebagai orang yang pemalas dan dia yakin nilai-nilai nya tidak ada yang diatas 50.

"Kenapa aku harus mengawasi orang ini, kalau bukan karena perintah Reborn-san aku tidak sudi melakukannya" Gokudera mengumpat dalam hati.

"Gokudera-kun"

Goudera menengok ketika ada yang memanggil namanya.

"Kau mau kuajak berkeliling sekolah? Aku akan menjadi tour guide mu"

"Boleh, aku akan ikut" kata Gokudera tanpa pikir panjang. Beruntung ada yang mau menunjukan seisi sekolah agar dia lebih cepat menyesuaikan diri disini.

Ketika Gokuderan beranjak dari kursi ingin keluar kelas, tiba-tiba ada tiga orang yang menuju ke kursi Tsuna. Gokudera tidak terlalu mempedulikan dan menuju ke pintu kelas, sebelum pergi Gokudera mendengar salah satu dari mereka memanggil Tsuna dengan panggilan 'dame-tsuna'.

Gokudera diajak berkeliling oleh perempuan yang Gokudera sendiri malas untuk mengingat namanya sampai bel masuk berbunyi. Ketika mereka kembali ke kelas, Tsuna tidak ada disana. Karena Gokudera tidak peduli dia hanya duduk saja sambil menunggu guru datang.

Ketika guru datang dan mengabsen, Tsuna masih belum datang. Bahkan sampai pelajaran selesai pun dia belum juga kembali.

Gokudera bingung sebenarnya kemana Sawada Tsunayoshi pergi, Gokudera pun akhirnya menanyakan kepada teman sekelasnya tentang Tsuna.

"Dame-tsuna? Dia pada saat istirahat dibawa pergi oleh Hiro dan kedua temannya. Sudahlah Gokudera jangan pedulikan dia" kata orang yang ditanyai Gokudera.

"Memang nya kenapa?" tanya Gokudera bingung.

"Dame-tsuna adalah anak yatim piatu kau tau, dia itu tinggal di panti asuhan. Ya aku tidak mempermasalahkan itu, tapi sekarang dame-tsuna mencuri sepeda dan handphone mahal"

Gokudera semakin bingung dengan perkataan orang itu.

Orang itu pun melanjutkan "Kau seharusnya tau kan seorang yatim piatu tidak akan mungkin mempunyai sepeda dan handphone mahal seperti itu, apalagi belum lama ini dia memakai sepatu mahal, sepertinya dia habis mencuri lagi" kata orang tersebut sambil tertawa.

Gokudera hanya diam, entah kenapa dia merasa emosi mendengar itu.

"Sebaiknya kau jangan mendekati dame-Tsuna Gokudera-kun, kau akan mendapat sial kalau berteman dengan nya. Aku juga tidak menyangka dame-Tsuna berani melakukan hal itu" kata perempuan yang tadi mengantar Gokudera berkeliling.

Gokudera sudah tidak tahan mendengar omongan mereka dan pergi keluar kelas mengabaikan mereka yang memanggil Gokudera berkali-kali.

Gokudera tau Tsuna adalah yatim piatu, dia tau kalau Tsuna diadopsi oleh Reborn dan sekarang tinggal dirumah Reborn, Gokudera juga tau Reborn lah yang membelikan sepeda dan handphone kepada Tsuna, bahkan pada saat sepeda dan handphone Tsuna diambil oleh penjahat dia juga tau.

Karena itu Reborn memanggil Gokudera dan menyuruh nya untuk mengawasi Tsuna kalau-kalau terjadi hal seperti itu lagi.

Tapi apa-apaan ini, dia tidak tau kalau Tsuna dibilang pencuri oleh teman-teman sekelasnya dan mereka bahkan tidak menanyai Tsuna dulu tentang kebenarannya?

Gokudera juga tidak diberitahu Reborn kalau ternyata teman sekelas nya seperti itu. Tidak ada yang peduli dengan Tsuna. Kalau tidak ada informasi seperti itu, sudah pasti Reborn juga tidak tau kehidupan Tsuna disekolah. Karena itu Gokudera sedikit terkejut dengan respon teman-teman sekelasnya.

Gokudera berjalan di lorong sedang larut dalam pikirannya tiba-tiba orang yang sedang ada di pikiran Gokudera pun muncul.

Tsuna sedang menaiki tangga sambil menunduk. Tapi yang lebih aneh nya lagi rambut dan seragam nya lembab, seperti habis terkena hujan dan sudah setengah kering. Padahal cuaca diluar sangat cerah, tidak ada tanda-tanda hujan sama sekali.

Tsuna menyadari ada yang berdiri di depannya dan dia melihat Gokudera yang sedang melihatnya.

Tsuna tidak peduli dan berjalan lagi menuju kearah yang berlawanan dari kelas nya.

"Mau kemana dia? Kelas ada di arah sana" kata Gokudera dalam hati.

Gokudera pun berpikir arah mana kesana dan dia menyadari itu adalah ruang UKS.

"Untuk apa dia kesana" gumam Gokudera.

Tapi Gokudera tidak terlalu memikirkannya dan menuju ke kantin untuk membeli makan karena waktu istirahat siang tinggal sebentar lagi.

Selama jam pelajaran terakhir Tsuna sama sekali tidak masuk kelas. Guru pun tidak menanyai kemana Tsuna seolah-olah itu adalah hal yang sudah biasa. Ketika kelas berakhir sudah waktunya pulang sekolah, tapi tidak ada tanda-tanda Tsuna akan datang, bahkan untuk mengambil tas nya.

"Hahh… bocah menyusahkan" pikir Gokudera.

Kalau tau akan seperti ini mungkin Gokudera akan mengikuti Tsuna kearah UKS tadi. Gokudera kita Tsuna hanya ingin tidur saja disana selama waktu istirahat. Tapi ternyata Tsuna sama sekali belum kembali bahkan sampai jam sekolah selesai.

Apa yang akan Gokudera lakukan ketika Reborn menanyakan kegiatan Tsuna hari ini. Tidak mungkin kan dia akan menjawab Tsuna hanya masuk dua kali di kelas dan pada saat jam pelajaran ketiga dia melihat Tsuna setengah basah kuyup dan terus berada di UKS sampai jam pulang.

Bisa-bisa nyawa Gokudera akan habis saat itu juga karena tidak bisa menjaga dan mengawasi Tsuna.

"Tapi aku tidak tau apakah Reborn-san pernah memarahi anak itu atau tidak, dia terlihat terlalu lemah seakan kalau dibentak pun mungkin dia akan langsung sakit" gumam Gokudera.

Gokudera berkutat lumayan lama dengan pikirannya di depan loker sepatu milik nya sampai tidak menyadari ada orang dibelakangnya.

"Kau akan mengambil sepatu mu atau tidak Gokudera Hayato"

Gokudera reflek sedikit menjauh ketika mendengar ada suara di belakang nya. Orang itu tidak lain adalah Tsuna.

Tsuna hanya melihat kelakuan Gokudera yang kaget tadi dan mengambil sepatu yang kebetulan berada dibawah loker sepatu gokudera.

Tanpa mengatakan apapun Tsuna memakai sepatu nya dan langsung pergi menuju ke parkiran sepeda. Gokudera sempat melihat Tsuna berjalan sempoyongan hingga Tsuna menghilang karena tertutup oleh tembok.

.

.

.

Sudah empat hari semenjak Gokudera datang kesini atas perintah Reborn untuk mengawasi Tsuna.

"Sekarang aku mengerti kenapa Reborn-san menyuruh ku untuk mengawasi anak itu di sekolah. Sifat nya yang diam dan selalu menyendiri itu tentu saja membuat insting tajam Reborn-san sadar ada yang ganjal" gumam Gokudera.

Kesimpulan selama empat hari semenjak Gokudera berada di sekolah ini dan mengawasi Tsuna adalah Tsuna sama sekali tidak mempunyai teman. Bahkan ketika kemarin ada pembagian kelompok untuk tugas saja tidak ada yang ingin sekelompok dengan dia.

Bahkan guru pun tidak mempermasalahkan dan langsung meng-iya kan saja ketika Tsuna bilang akan mengerjakan tugas itu sendiri.

Terkadang melihat Tsuna yang seperti itu membuat Gokudera menjadi emosi dan ingin menghajar orang-orang tidak berperikemanusiaan itu.

Tapi Gokudera pun sama saja, walaupun dia tidak membicarakan yang jelek tentang Tsuna atau apapun tapi yang bisa dia lakukan hanya melihat saja bahkan tidak mengajak Tsuna berbicara sama sekali.

Tapi entah kenapa lama-lama Gokudera tidak tahan melihat Tsuna yang seperti itu, apalagi dia adalah anak yang diadopsi oleh Reborn, seseorang yang dia kagumi. Seharusnya Gokudera tidak hanya mengawasinya tapi juga menemaninya dan berbicara dengannya.

Dari lubuk hati Gokudera sebenarnya dia ingin, tapi selalu terfikir untuk apa dia melakukan itu, dia bahkan bukan anak kandung Reborn dan hanya seorang anak yang diadopsi.

Bahkan sampai sekarang Gokudera pun tidak tahu kenapa Reborn mengadopsi anak lemah seperti itu.

Gokudera sudah terlalu lama berkutat dengan fikirannya dan dia pun memutuskan untuk menghirup udara segar dulu dan memutuskan pergi ke taman belakang sekolah.

.

.

.

Gokudera saat ini sedang melihat sesuatu yang tidak terbayangka sebelum nya, di taman belakang sekolah dia melihat Tsuna sedang dipukuli oleh tiga orang yang dia ingat berada di kelas nya.

Gokudera langsung berlari dan menghadang mereka bertiga agar tidak memukuli Tsuna lagi.

"Apa yang kalian lakukan!" teriak Gokudera.

"Wah… wah… kau murid baru dikelas ya? Kalau tidak salah namamu Gokudera kan?"

Gokudera menjawab dengan mengangguk.

"Menyingkirlah, aku ingin memukuli orang yang ada di belakang mu lagi"

"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Gokudera geram.

"Kenapa? Karena dia adalah pencuri kau tau, orang yang ada di belakang mu adalah seorang dame-tsuna, dia adalah anak panti tapi bisa-bisa nya mempunyai barang mahal. Apalagi yang bisa dia lakukan selain mencuri kan? Bahkan sekarang dia memakai sepatu mahal" sinis Hiro.

"Lagi-lagi orang-orang memanggilnya dengan sebutan dame-tsuna" batin Gokudera kesal.

"Darimana kau tau kalau Tsuna mencuri? Apa kau pernah melihatnya?"

"Tidak, tapi aku tau hanya dengan melihatnya" kata Hiro percaya diri.

Gokudera sudah hampir pada batasnya, dia sudah mengepalkan tangannya siap meninju mereka kapan saja.

"Kalau memang dame-tsuna tidak mencuri dan dia sendiri yang membeli barang-barang mahal itu, ada satu kemungkinan lg" Hiro tersenyum miring.

"Dame-tsuna menjual dirinya" kata Hiro sambil tersenyum kemenangan.

Gokudera sudah siap melayangkan tinju nya tapi dia urungkan karena ada sesuatu yang menarik lengan bajunya. Gokudera menoleh dan melihat Tsuna memegang lengan bajunya sambil menatap dia seperti bilang 'Jangan membuat keributan'.

Tiba-tiba bel masuk berbunyi, para trio itu pun kembali ke kelas karena Gokudera terus menghalangi.

Tsuna melepaskan pegangannya di lengan baju Gokudera dan menghela nafas berat.

"Apa mau mu? Menghajar mereka dan membuat keributan? Kau baru datang ke sekolah ini dan kau sudah ingin di skors?" tanya Tsuna bertubi-tubi.

Gokudera tidak menjawab, sepertinya baru kali ini Tsuna berbicara panjang seperti itu kepada Gokudera. Gokudera pun berjongkok di depan Tsuna sambil melihat luka yang para trio itu perbuat.

"Kau tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa, tidak perlu bersimpati kepada ku"

Gokudera bukannya bermaksud bersimpati kepada Tsuna, tapi dia reflek menanyakan itu ketika melihat luka-luka yang terlihat cukup menyakitkan itu, dia sendiri tidak tau kenapa dia menanyakan itu.

"Kau tidak melapor ke guru atau kepala sekolah kalau kau dipukuli mereka?"

"Tidak"

"Kenapa?"

"Karena aku tidak mau menyusahkan, kalau pihak sekolah tau mereka pasti akan memanggil wali ku"

"Tidak mau menyusahkan Reborn-san ya" kata Gokudera dalam hati.

"Mereka akan tetap melakukan itu kalau kau tidak melaporkan nya loh"

"Aku tau, tapi aku sudah terbiasa, jadi aku tidak terlalu mempedulikannya"

"Terbiasa? Berarti mereka sudah sering memukuli Tsuna seperti ini?" geram Gokudera dalam hati.

Gokudera bertanya "Kenapa mereka memukuli mu?"

Tsuna melihat Gokudera sebentar. "Kau sudah mendengar perkataan mereka barusan kan, karena aku seorang pencuri."

"Tapi itu kan tidak benar" gumam Gokudera, tapi sayang nya Tsuna tidak mendengarnya.

Tsuna berusaha berdiri dengan susah payah. Tiba-tiba tangannya dipegangi oleh Gokudera.

"Apa kau ingin pulang? Atau kembali ke kelas?"

Tsuna berfikir sebentar. "Kalau ku bilang pulang jangan bilang kau akan ikut?" tanya Tsuna curiga.

"Benar sekali"

"Tapi aku tidak ingin pulang dalam keadaan babak belur seperti ini"

"Jangan khawatir, aku yakin Reborn-san tidak akan memarahi mu" kata Gokudera yakin.

"Eh? Kau kenal Reborn-san…?"

Gokudera diam. "Shit… aku ketauan" kata Gokudera dalam hati.

"Jelaskan padaku Gokudera Hayato kenapa kau mengenal Reborn-san" kata Tsuna tidak sabar.

"Baiklah aku akan menjelaskannya ketika kita sampai dirumah mu dan Reborn-san"

Walaupun Tsuna sangat penasaran, tapi Tsuna hanya diam dan menurut karena dia juga sudah tidak mempunyai tenaga lagi untuk membalas ucapan Gokudera.

.

.

.

TBC

Hae haeeee... terima kasih kepada semua yang sudah membaca ini, kalau bisa tolong berikan review agar author bisa tau apa ada kesalahan atau alur mungkin terlalu cepat atau kalian suka.

Pokoknya apapun kalau bisa berikan review minnaaa, tapi aku gk maksa loh yaaa heuheuheu