Author: Ritsuya gum
Katekyo Hitman Reborn milik Akira Amano-sensei
Warning: Mungkin ada typo karena author terlalu malas membaca ulang, OOC
.
.
.
Chapter 4
Saat ini Tsuna dan Gokudera sudah dirumah Reborn dan Tsuna sudah mengetahui kenapa Gokudera bisa kenal dengan Reborn.
"Pantas Gokudera datang disaat yang bersamaan ketika Reborn-san mulai curiga dengan hilang nya barang-barang ku terus-menerus" batin Tsuna.
"Tsuna"
Tsuna sedikit terkejut dan merinding takut ketika namanya dipanggil oleh Reborn. Bagaimana tidak, tadi Tsuna sudah menjelaskan kenapa dia datang dengan keadaan babak belur, apalagi sekarang masih jam makan siang dan dia sudah kembali kerumah.
Reborn memang tidak pernah menanyakan kenapa pakaian Tsuna ketika pulang sekolah terkadang kotor, tapi sepertinya Reborn sudah sampai pada batas nya untuk tidak bertanya.
"Kenapa kau tidak bilang kalau ada yang menindas mu di sekolah?"
Tsuna tidak menjawab, di hanya menunduk sambil memejamkan mata nya erat tidak tahu harus mengucapkan apa.
"Sawada Tsunayoshi"
"Maaf" kata Tsuna cepat.
Tsuna masih menunduk takut Reborn akan melakukan sesuatu kepadanya. Tsuna sedikit terkejut ketika nama panjang nya disebutkan seperti itu. Tsuna berfikir kalau Reborn sudah seperti itu tandanya dia sudah marah besar.
Melihat Tsuna yang seperti itu, Reborn hanya bisa membuang nafas berat lalu melihat kearah Gokudera.
"Kenapa kau tidak menyadarinya dari awal kalau Tsuna ditindas, Gokudera Hayato?" kata Reborn penuh penekanan di setiap kata yang diucapkannya.
"A-aku…" kata Gokudera terbata-bata.
Tsuna menegakkan kepalanya dan menyelak sebelum Gokudera melanjutkan perkataannya.
"Ini bukan salah Gokudera, Reborn-san"
Reborn dan Gokudera melihat kearah Tsuna. Reborn menaikan satu alisnya dan Gokudera kaget karena Tsuna membelanya.
"Aku sudah ditindas sejak dulu, Gokudera tidak ada hubungannya dengan ini. Jadi jangan memarahi Gokudera, dia sudah menolong ku tadi" kata Tsuna memelas.
Baik Reborn maupun Gokudera baru kali ini melihat ekspresi seperti itu, biasanya Tsuna hanya menunjukan ekspresi dingin, dan datar. Bahkan, tersenyum maupun tertawa pun tidak pernah.
Seolah batin Reborn dan Gokudera menjadi satu, mereka memikirkan hal yang sama
"Jadi dia bisa menunjukan ekspresi seperti itu juga"
Akhirnya Reborn pun tidak jadi memarahi Gokudera dan di menyuruh (baca: mengusir) Gokudera dengan alasan agar Tsuna bisa beristirahat. Karena Gokudera tidak ingin mencari masalah, dia menuruti perkataan Reborn.
Diperjalanan pulang Gokudera memikirkan tentang ekspresi Tsuna pada saat membelanya tadi, Gokudera sedang memikirkan sesuatu cukup lama dan tiba-tiba berkata.
"Yosh! Aku sudah menentukan pilihan ku"
.
.
.
Sudah seminggu Gokudera terus mengikuti Tsuna kemana mana. Dimulai dari menunggu Tsuna datang di gerbang sekolah, pada saat istirahat ke kantin dll, ada Tsuna maka disitu juga ada Gokudera. Bahkan para trio jadi tidak bisa mengganggu Tsuna karena Gokudera selalu ada di sebelah Tsuna.
"Kenapa sejak kemarin kau mengikuti ku terus?" tanya Tsuna sudah sampai pada batasnya untuk tidak bertanya.
"Tidak ada alasan khusus" kata Gokudera sambil tersenyum.
"Mereka akan menindas mu juga Gokudera kalau kau selalu mengikuti ku"
"Aku tidak masalah" 'seperti mereka bisa mengalahkan ku saja' lanjut Gokudera dalam hati.
"Tidak, maksudku bukan hanya si trio, tapi seisi kelas" Tsuna diam menunggu reaksi Gokudera. Tapi Gokudera tidak ada niatan untuk membalas perkataan Tsuna. Tsuna pun melanjutkan perkataannya.
"Bukan hanya trio itu yang tidak menyukai ku, tapi seisi kelas juga. Apalagi setelah ada kabar kalau aku mencuri"
"Tapi kau kan tidak mencu-"
"Apa akan ada yang percaya kalau kau bilang seperti itu?"
Gokudera hanya diam, tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Tsuna menghela nafas dan berkata.
"Kalau kau melakukan semua ini karena kau disuruh oleh Reborn-san, tolong menjauhlah dari ku" kata Tsuna dingin.
Gokudera sedikit kaget ketika Tsuna berkata seperti itu.
"Tidak Tsuna, aku ingin berteman denganmu bukan karena perintah Reborn-san. Memang awal nya begitu tapi sekarang aku ingin berteman dengan mu. Biarkan aku berada di sisi mu Tsuna!" kata Gokudera memohon.
"Aku juga masih ingin melihat ekspresi lain yang jarang kau tunjukan dari wajah mu itu, pasti akan sangat menenangkan" lanjut Gokudera dalam hati.
'Teman? Apa orang ini serius ingin berteman dengan orang sepertiku?' kata Tsuna dalam hati sambil melihat kearah Gokudera dengan tatapan bingung.
Tsuna sekilas seperti melihat seekor puppy yang sedang mengibas-ngibaskan ekor nya agar orang yang ada di hadapannya itu luluh.
"Baiklah-baiklah, terserah kau saja, tapi aku sudah memperingatkan mu ya"
Mereka pun kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
.
.
.
Hari ini hari libur, jadilah Tsuna dan Reborn sedang bersantai di ruang tamu. Mereka berdua sedang duduk di sofa panjang yang menghadap kearah tv yang sedang menayangkan berita. Ya, siapa lagi yang menonton berita di tv selain Reborn. Tsuna yang berada disampingnya sedang berkutat dengan handphone nya.
Tsuna melirik sekilas kearah Reborn yang sedang menonton tv sambil meminum kopi.
"Umm... Reborn-san"
"Hmm?" jawab Reborn tanpa menoleh dari tv.
"Bagaimana caranya mengirim pesan?" tanya Tsuna sambil menatap Reborn.
"Pesan?" Reborn pun akhirnya menoleh kearah Tsuna.
Tsuna mengangguk "Gokudera mengirimi ku pesan tapi aku tidak tau bagaimana cara membalasnya"
"Kau tidak tau?"
"Tidak, itulah kenapa setiap kau mengirimi pesan aku tidak pernah membalasnya" jawab Tsuna polos.
"Pantas saja" kata Reborn datar dalam hati.
"Kau tinggal tekan pesan tersebut dan men-klik kolom dibawah supaya kau bisa mengetik nya"
Tsuna mencoba seperti yang diberitahu Reborn.
"Seperti ini?"
"Ya, ketika selesai kau tinggal menekan kirim"
Tsuna manggut-manggut mengerti dan mulai mengetik untuk membalas pesan Gokudera. Tsuna mengetik dengan kaku dan sedikit lama, seperti orang yang tidak pernah memegang handphone sebelum nya.
Reborn diam-diam melihat isi pesan tersebut dan disitu Gokudera mengajak Tsuna untuk pergi ke tempat sushi di daerah sini yang enak.
"Kau akan pergi dengan Gokudera?" tanya Reborn.
"Eh… emm… aku blum tau"
"Tapi Gokudera mengajak mu untuk makan"
"Emm… iyaa… apakah boleh Reborn-san?" tanya Tsuna ragu.
"Aku tidak masalah, bersenang-senanglah" kata Reborn sambil mengelus kepala Tsuna.
.
.
.
Tsuna dan Gokudera sekarang sudah berada di depan sushi yang Gokudera bilang.
"Apa kau pernah kesini Tsuna?"
"Tidak, aku jarang pergi keluar jadi tidak tau ada tempat makan seperti ini" kata Tsuna.
Mereka pun masuk ke dalam tempat tersebut dan langsung disambut oleh pemilik toko itu.
"Selamat datang. Silahkan duduk" mereka pun memesan makanan dan sekarang sedang menunggu.
"Takeshi, ambilkan adonan nya lagi, disini sudah hampir habis"
"Baik oyaji" teriak seseorang dari dalam.
Tidak lama keluarlah orang yang barusan disuruh mengambilkan adonan itu, ketika dia melihat pelanggan yang datang dia langsung menghampiri mereka.
"Loh Tsuna? Kau mampir kesini?" tanya dia sambil tersenyum.
"Eh? Yamamoto? Kau bekerja disini?" tanya Tsuna kaget.
"Ah, ini adalah tempat makan milik ayah ku, jadi aku membantunya disini" kata orang yang bernama Yamamoto itu.
"Kau mengenalnya Tsuna?" tanya Gokudera yang daritadi hanya diam.
"Ya, ini Yamamoto, dia anggota klub baseball" jelas Tsuna.
Gokudera hanya ber'ohh' saja dan melihat lagi kearah Yamamoto karena Gokudera merasa sedang dipandang.
"Ada apa dengan tatapannya itu, seperti tidak suka melihat ku" kata Gokudera dalam hati.
Tsuna tidak menyadari kalau kedua orang di hadapannya itu sedang saling pandang dengan tatapan yang tidak mengenakan.
Tsuna tiba-tiba ingin pergi ke kamar mandi dan ketika Yamamoto menunjukan tempat nya Tsuna langsung melesat pergi.
"Kau siapa nya Tsuna? Apa kau ingin memeras uang Tsuna dengan cara menyuruhnya membayar makanan?" tanya Yamamoto yang seketika menjadi serius. Tidak seperti tadi yang menunjukan ekspresi ramah ketika ada Tsuna.
"Hah apa maksud mu? Kami hanya kesini karena ingin makan bersama" kata Gokudera tidak terima.
Ya salahkan Gokudera yang mempunyai tampang seperti itu, orang pasti akan mengira dia sedang menindas orang.
"Sebenarnya siapa kau sok akrab seperti itu dengan Tsuna" kata Gokudera sinis.
"Aku teman sekelas nya Tsuna ketika kelas satu. Aku tidak pernah melihat mu sebelum nya, kau siapa nya Tsuna?" Yamamoto mengintrogasi Gokudera.
"Aku-"
"Kalian sedang membicarakan apa?"
Seketika Gokudera dan Yamamoto langsung melihat kearah suara tersebut yang sudah pasti itu adalah suara Tsuna.
Gokudera dan Yamamoto bingung ingin menjawab apa, kedua nya hanya diam sambil menatap Tsuna.
"Ah kalian sedang berkenalan satu sama lain ya? Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Tsuna polos.
Kedua nya hanya saling menggelengkan kepala secara bersamaan. Karena mereka memang dari awal tidak ada yang memperkenalkan diri dan malah mengintrogasi satu sama lain tentang hubungannya dengan Tsuna.
"Baiklah. Gokudera, dia adalah Yamamoto Takeshi, teman… sekelas ku saat kelas satu" kata Tsuna sambil melirik Yamamoto ragu.
Menyadari Tsuna melirik kearah Yamamoto karena ucapannya sendiri, Yamamoto pun merangkul Tsuna. "Ya benar! Aku adalah teman Tsuna, sayangnya kami berbeda kelas sekarang, benar kan Tsuna"
Tsuna hanya mengangguk saja. Tapi dia sedikit senang ketika Yamamoto tidak marah ketika Tsuna memanggilnya dengan sebutan teman.
"Nah Yamamoto, dia adalah teman ku, Gokudera Hayato. Dia baru beberapa minggu ini datang ke sekolah jadi mungkin kau baru pertama kali melihat nya" jelas Tsuna.
Gokudera dalam hati Bahagia karena Tsuna sekarang sudah menganggap nya teman. Dia merasakan adanya perkembangan sejak dia menolong Tsuna yang waktu itu sedang ditindas.
Akhirnya mereka bertiga pun mengobrol sambil memakan sushi dari keluarga Yamamoto. Walau kebanyakan hanya dipenuhi oleh suara bertengkar Gokudera dan Yamamoto karena Tsuna kebanyakan hanya diam dan melihat saja.
Tidak terasa sudah sore dan Tsuna mengajak Gokudera untuk pulang karena Tsuna takut Reborn akan mencarinya.
.
.
.
Sebenarnya Tsuna bisa aja pulang malam karena dia sudah biasa seperti itu di panti asuhan. Tapi sekarang berbeda, ada Reborn dirumah, orang yang sudah mengadopsinya. Tsuna juga tidak tahu apakah Reborn mengijinkannya untuk pergi sampai malam atau tidak.
Tsuna sudah berpisah dengan Gokudera karena rumah nya yang berlawanan arah dan sekarang Tsuna sedang berjalan sendiri sambil berkutat dengan pikirannya.
Tsuna selalu berpikir Reborn itu orang yang baik, walaupun dia sangat misterius terutama dengan pekerjaan nya, Reborn juga tidak pernah memarahi bahkan memukul Tsuna.
"Padahal tampang nya seperti seorang mafia di tv dan buku yang suka kulihat. Sepertinya aku tidak boleh melihat orang hanya dari penampilannya saja" gumam Tsuna.
Tsuna terkadang takut ketika dia sudah merasakan kenyamanan seperti ini Reborn akan berubah menjadi sosok yang jahat.
Tsuna menggelengkan kepala nya berharap itu tidak terjadi.
Tsuna hampir sampai dirumahnya, tapi dia berhenti sejenak. Tidak lama Tsuna memutuskan untuk berbalik dan menjauh dari arah rumah.
"Aku akan membeli beberapa bahan makanan dulu" batin Tsuna. Dia ingat kemarin malam ketika melihat kulkas bahan makanan sudah hampir habis dan sekarang matahari sudah hampir terbenam. Seharusnya dia ingat itu hanya cukup untuk makan pagi saja, mungkin saja Reborn belum makan karena menunggu Tsuna, dia jadi merasa bersalah.
"Tsuna bodoh, dasar dame-Tsuna" umpat Tsuna kepada dirinya sendiri.
.
.
.
TBC
HELAAWW, MAAP YA AKU LAMA UPDATE HUHUHUU...
