Pintu kantor utama Agensi Detektif Bersenjata dibuka dengan hati-hati. Nakajima Atsushi mengintip untuk beberapa saat, sebelum akhirnya masuk kala menyadari hanya ada satu orang di sana—diduga Kunikida Doppo, yang katanya mau lembur guna menyelesaikan laporan miliknya sekaligus milik Ranpo yang dibebankan padanya.
"Oh, kau sudah kembali?"
Dugaannya meleset—bukan Kunikida yang masih ada di sini, melainkan Dazai Osamu yang tumbenan masih ada di kantor malam-malam. Atsushi mengangguk ketika ditanyai.
"Tanizaki-kun sudah pulang?"
"Ya ... dia langsung pulang."
"Dan kau?"
"Aku meninggalkan sesuatu." Atsushi bergerak menuju meja kerjanya. Ia meninggalkan catatannya tadi siang—catatan penting, makanya ia langsung kemari begitu pulang dari misi.
Yang baru Atsushi sadari adalah tarian jemari Dazai pada keyboard laptopnya yang entah sejak kapan menghilang. Atsushi mengernyit, lantas menoleh pada yang bersangkutan.
"Dazai-san—" Ucapan Atsushi langsung terputus begitu Dazai menyimpan telunjuknya di depan bibir—isyarat supaya ia diam. Setelahnya Dazai memberi isyarat supaya remaja 18 tahun itu mendekat. Atsushi menurut dan beringsut mendekati.
"Kenapa?"
"Syukurlah kau kembali kemari, Atsushi-kun." Jemari Dazai menunjuk sofa. Atsushi mengerjap, bingung, lalu mengikuti arah jari telunjuk Dazai mengarah.
Ada seseorang yang sedang tertidur di sana, dibalut selimut putih dari ruang kesehatan. Atsushi masih tidak mengerti.
"Itu Kyouka-chan," ujar Dazai dengan suara pelan.
"E-eh?"
"Dia menunggumu sejak kau pergi dengan Tanizaki-kun." Sejenak Dazai menjauhkan matanya dari monitor, laptopnya tiba-tiba ia tutup begitu saja, masuk ke dalam sleep mode. "Yang lain sudah menyuruhnya pulang begitu sore tiba, tapi dia bilang dia masih mau menunggumu—katanya mau pulang bareng. Syukurlah kau kembali kemari sekarang."
Atsushi terdiam. Sampai segitunya Kyouka menunggunya?
"Kenapa ...?" Atsushi lagi-lagi tidak mengerti.
Dazai mengangkat bahu. "Entahlah. Tapi ..." sesaat pemuda itu menggantung ucapannya. "Aku tidak sengaja mendengarnya dari Naomi-chan, soal hari ini. 4 November, hari ulang tahunnya Kyouka-chan, kan?"
"... Oh!" Tanpa sengaja Atsushi berseru. Ah, benar juga—bagaimana bisa ia lupa?
"Kurasa Kyouka-chan mau merayakannya denganmu." Dazai berujar lagi. "Ah, ya, pasti itu ..."
"H-hee ..."
Atsushi mendekat ke sofa, kemudian duduk di pinggir sofa. Kyouka yang tengah tertidur ia pandangi. Atsushi tersenyum tipis.
"Maaf, ya," gumamnya sambil mengelus pucuk kepala gadis itu. "Aku lupa, tapi selamat ulang tahun."
"Bawa pulang, gih," suruh Dazai seenak jidat.
Atsushi menoleh. "E-eh? Gimana?"
"Digendong, dong."
"... Etto ..."
"Mau kubantu?" Dengan senang hati Dazai berdiri, kemudian mendekat—ia lebih suka begini ketimbang mengerjakan laporan seperti yang disuruh Kunikida tadi sore.
Atsushi mengerjap. "B-boleh ..."
"Baik~"
Sebelum menggendong Kyouka, Dazai menyerahkan kunci ruangan yang dipercayakan Haruno sebelumnya pada Atsushi. Atsushi menerimanya. Keduanya keluar dengan Dazai yang menggendong Kyouka di punggungnya, dalam hening berjalan menuju asrama yang letaknya agak jauh.
"Kalau mau merayakan ulang tahunnya, besok saja," ucap Dazai tiba-tiba. "Kecil-kecilan juga boleh—jajan crepes di taman saat jam makan siang, misalnya."
Atsushi mengangguk. "Uhm, akan kulakukan," ucapnya, sambil merencanakan apa saja yang akan ia lakukan dengan Kyouka besok.
.
.
.
Bungou Stray Dogs belong to Asagiri Kafka and Harukawa Sango
Happy birthday, Izumi Kyouka! (Nov 04)
