"Hahahahaha." tawa Baekhyun kembali pecah di 3 menit setelah sebelumnya pria mungil itu tertawa.

Posisi nya yang tertidur telungkup di ranjang besarnya sambil menonton drama membuatnya semakin merasa nyaman dengan itu semua. Apalagi saat selimut miliknya menutupi hampir seluruh tubuhnya.

Baekhyun kembali tersenyum sambil menatap layar laptopnya dengan serius. "Hahahaha, astaga astaga ini sungguh benar-benar lucu. Siwon Hyung benar-benar hebat memainkan drama ini."

"Ah, aku harus memberikan dukungan kepada Siwon Hyung. Apakah truck minuman cukup?" pikir Baekhyun sambil menggaruk dagunya dengan pose berpikir. Lalu setelahnya pria mungil itu kembali tertawa. "Ah tidak aku harus memberi makanan juga. Akan kuminta pendapat Heechul Hyung."

"Pendapat apa?"

Baekhyun yang sedang berpikir menatap kearah pria tinggi dihadapannya. "Chanyeolie~ Pakai bajumu!"

"Pendapat apa?" tanya Chanyeol lagi setelah sebelumnya pria tinggi itu menempatkan bokongnya disebelah Baekhyun.

"Tentang apa yang harus ku kirim sebagai dukungan untuk Siwon Hyung."

"Kau menonton drama Siwon Hyung?"

"Eum, karena aku sedang senggang jadi beberapa hari ini aku menonton drama itu. Dramanya benar-benar lucu, membuat mood ku naik seketika."

"Kau bahkan tidak menonton drama ku." balas Chanyeol, merengkuh pria itu kedalam pelukannya. Dengan cepat pria itu merubah posisi tidur Baekhyun dan menariknya. Laptop pria mungil itu Chanyeol letakkan di nakas.

"Ugh! Aku sedih melihatmu terluka Yeolie~" memberengut sebal, Baekhyun akhirnya mencubit perut kekasihnya yang keras tersebut.

"Tak apa, aku kan tidak mati." Chanyeol mengecup dahi pria mungil didalam pelukannya itu lembut.

"Hampir di tiap episode aku harus menahan tangis karena melihatmu yang kesakitan Yeol, itu menyakitiku."

"Hey, tak apa. Aku tidak memaksa." Chanyeol kembali mengecupi dahi Baekhyun, kali ini bukan hanya didahi tapi juga hampir di seluruh wajah pria mungil itu.

Dikecupnya leher pria mungilnya yang bersih, lalu berlanjut mengecupi bahu Baekhyun yang terekspos karena kemeja kebesaran milik pelaku pengecupan itu.

"Ahh.."

Tangan Chanyeol dengan cepat merayap kedalam punggung halus Baekhyun membuat Baekhyun meremang karena sentuhan pria tinggi itu.

"Eunghh.. Yeol~"

Diturunkannya kecupannya menjadi semakin kebawah, setelah menemukan titik favoritnya dengan cepat Chanyeol menjulurkan lidahnya dan menyentuh puting Baekhyun yang berwarna pink kecoklatan yang sekeras batu itu. Tangan satunya menarik-narik puting sebelah kanan Baekhyun, membuat pria mungil dibawahnya bergerak-gerak gelisah

Setelah puas dengan yang kiri, Chanyeol mulai sibuk bermain dengan puting kanan Baekhyun. Sesekali pria tinggi itu menggigiti puting kiri Baekhyun gemas. Bagian bawahnya tidak kalah nakal, Chanyeol menggesekkan kejantanannya yang masih dilapisi piyamanya itu ke lubang milik Baekhyun yang tidak tertutupi apapun.

Satu jam yang lalu mereka baru saja menyelesaikan permainan panas mereka maka dari itu Baekhyun hanya memakai kemeja tanpa celana dalam.

"Aaahhh.." jerit Baekhyun saat Chanyeol memasukan satu jarinya dan mulai mengorek-ngorek lubangnya. Pria tinggi itu bahkan mencoba menggaruki hampir seluruh sisi lubangnya membuat Baekhyun menjerit keras.

"Ang~"

Jackpot. Chanyeol menekan ditempat yang tepat, Baekhyun menggelinjang karena sentuhannya. Dua jari dan Chanyeol mulai menggerakannya seperti gunting, mencoba mempersiapkan lubang kekasih mungilnya itu.

"Uuhhhhh.. Yeol.. disana aahhh.."

"Hm?" tanya Chanyeol, berhenti menggerakan jarinya.

"Bergerak Yeol!!" jerit Baekhyun, mencoba menahan tangis.

"Apa yang kau inginkan Babe?" tanya Chanyeol lagi membuat Baekhyun mengerang sebal, karena Chanyeol hanya menggerakkan jari-jarinya dengan gerakan pelan.

"Tusuk aku dengan jarimu Yeol~"

"Begini?" tanya Chanyeol sambil menekan prostat Baekhyun dengan ketiga jarinya. Dapat Chanyeol lihat Baekhyun yang membelalakan matanya. Kepalanya menengadah karena rasa nikmat berkat gerakan tangan Chanyeol.

"Y-ya yaa.. Begitu.. Uuhhhh.. Yeol~ Itu nikmat sayanghh."

Chanyeol yang puas dengan jawaban Baekhyun kembali menekan prostat milik kekasihnya itu, membuat Baekhyun kelimpungan lalu menjerit keras-keras. Diremasnya rambut Chanyeol dengan keras saat miliknya mulai memperlihatkan tanda-tanda akan orgasme, lalu saat Chanyeol dengan senyum manisnya menatap tepat kearah mata jernih milik Baekhyun, Baekhyun menjerit keras. Orgasmenya baru saja keluar dengan deras berkat empat jari besar milik Chanyeol yang menusuk tanpa ampun prostat Baekhyun.

Baekhyun menarik napas perlahan, menatap kekasihnya yang tersenyum dengan smirk menyebalkan. Lalu pria itu melangkah mundur, melepaskan penghalang terakhirnya dan kembali kehadapan Baekhyun. Menindih pria mungil itu.

"Maaf okay, aku janji ini yang terakhir malam ini. Salah dirimu mengapa memancingku!"

Baekhyun mendengus mendengar ucapan Chanyeol. Salahnya? Jelas-jelas Baekhyun tidak melakukan apapun yang membuat pria itu kembali bernafsu. "Dasar kau pria dengan hormon berlebih! Menyebalkan." Baekhyun kembali menatap Chanyeol yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.

"Cepat masukan dan selesaikan Yeol~ Jangan menyiksaku~"

Chanyeol mengecup bibir Baekhyun singkat, lalu setelahnya dilebarkannya paha kekasihnya itu. Menggesekkan kejantanannya dilubang Baekhyun yang sudah basah.

"Yeol~ Jangan menggodaku~"

"Baiklah, kau harus menyiapkan tenaga untuk malam panjang kita."

"Chanyeol apa-apaan. Kau bilang ini yang terakhir malam ini. Ugh.."

"Kucabut kembali, karena kau nakal. Memancing harimau yang sedang kelaparan sungguh perbuatan yang tidak baik Babe.."

"Tidak Yeol aku tidak mau. Emhh.. Stop!"

"Terlambat Babe.."

"Aanghhh.."

Chanyeol menanam kejantanan miliknya dengan keras. Lalu dengan cepat digerakannya tubuhnya, menghentak dengan keras. Membuat Baekhyun mendesah menyebut namanya, berkali-kali. Membuat Chanyeol semakin bersemangat menghantamkan kejantanannya ke lubang milik Baekhyun.

"Ahh! Ahh! Ahh! Babe, yeah kau hebat. Seperti itu."

"Seperti ini?" Chanyeol menhentak batang miliknya sampai menekan prostat Baekhyun.

"Iyaaahhh~"

"Kau suka?" tanya Chanyeol yang semakin keras menghentak-hentakkan tubuhnya.

"Suka, suka sekali~"

Chanyeol menggeram mendengar jawaban Baekhyun dengan cepat diputarnya tubuh milik Baekhyun lalu ditariknya bokong pria itu. Chanyeol mendesis nikmat saat merasakan miliknya yang terasa diperas. Posisi Baekhyun yang menungging membuat Chanyeol semakin kesetanan menusuk lubang milik Baekhyun.

Diremasnya puting Baekhyun sambil tetap menghentak, sesekali dikecupinya Bahu dan pinggang Baekhyun. Chanyeol bahkan membuat beberapa kissmark disekitar pinggang juga dada pria mungil itu.

"Chan.. Terlalu dalam aahhh."

Baekhyun menggeleng karena rasa nikmat yang bertubi-tubi seluruh titik nikmatnya dirangsang oleh Chanyeol dengan baik. Junior miliknya berada digenggaman tangan pria itu, puting kerasnya yang ditarik-tarik juga cuping telinganya yang dijilati oleh Chanyeol membuat Baekhyun gila. Gila karena seluruh kenikmatan yang dia rasakan saat ini.

"Chanyeol aku hampir.." jerit Baekhyun sambil meremas seprei, mulutnya bahkan sudah menggigit bantal yang berada dihadapannya.

"Keluarkan Babe, berikan aku seluruh milikmu." setelah mendengar ucapan Chanyeol Baekhyun menjerit keras, cairan miliknya keluar dan membasahi tangan Chanyeol. Tubuhnya bergetar akan kenikmatan itu, Chanyeol yang mengetahui kekasihnya lelah meperpelan hentakan miliknya.

Setelah dirasa Baekhyun cukup mengambil nafas, pria tinggi itu semakin gila menghentakkan kejantanannya. Decit kasur yang berbunyi karena terus menghantam tembok tidak dipedulikan oleh mereka. Baekhyun kembali menjerit, mendesahkan nama Chanyeol. Berteriak nyaring akan betapa hebatnya sang pria menggagahinya.

Chanyeol menggeram keras, dirasakannya pencapaiannya yang hampir datang. Miliknya semakin tegang, sekeras batu, menghantam prostat milik Baekhyun yang sudah membengkak. Lubang Baekhyun yang terasa panas semakin kuat meremasnya saat Baekhyun juga akan kembali datang, lalu di tiga tusukan terakhir Chanyeol menyemburkan seluruh spermanya kedalam lubang milik Baekhyun.

Membuat Baekhyun melenguh karena rasa hangat, juga rasa penuh yang terasa. Chanyeol bahkan tidak mengizinkan setetes sperma miliknya keluar dari lubang milik kekasih mungilnya itu. Chanyeol merebahkan tubuhnya di samping kekasih mungilnya yang sedang mengatur nafasnya. Dihapusnya keringat di kening kekasihnya juga leher milik pria mungilnya itu.

Direngkuhnya tubuh mungil tersebut agar masuk kedalam pelukannya. Menyamankan posisi mereka Chanyeol mengecup pipi gembil milik Baekhyun lalu mengucapkan selamat tidur setelahnya.

"Selamat tidur Baekhyunee, mimpikan aku."

*