Inspired by: Criminal Minds

Attack on Titan Fanfiction

Cover Image merupakan gambar saya sendiri, meskipun gambarnya jelek, tidak boleh mengambil tanpa seijin saya.

Original Story only created by Hajime Isayama, I only borrowed his characters. No commercial purpose, entertain only.

Title: The Profiler

Sniper to the Traitors

Genre: Action, Crime, Drama, Adventure

Rated: M

Warning: Mengandung adegan kekerasan dan kata-kata kasar.

Enjoy the Story!


Part 2

2 menit...

Levi berhasil menahan tangan Zeke dan menjatuhkan pisaunya, lalu memukul wajahnya, dan menendangnya berulang-ulang kali dengan gerakan super cepatnya, mulai dari perut, dada, dan wajah hingga Zeke terbanting ke lantai. Gelgar yang membidik sedari tadi terlihat bingung mengarahkan senapanya, berkali-kali ia mengatur teropongnya, bidikanya berubah-ubah, Petra menyuruh orang-orang yang berkerumun untuk segera menjauh, karena ia tahu Gelgar sewaktu-waktu akan menembak dari atas. Sebenarnya Levi bisa menghabisi Zeke saat itu juga dengan pisau yang tersimpan di sakunya, namun ia menahanya agar Zeke bisa ditangkap hidup-hidup. Saat Zeke beranjak berdiri, Nanaba yang berdiri tidak jauh dari Levi dan Zeke, langsung menodongkan pistolnya ke arah Zeke dan hanya berjarak beberapa senti, diikuti oleh Erd dan Mike yang langsung mendekati Zeke seketika dengan pistolnya. Zeke berdiri berhadap-hadapan dengan Levi, sementara posisi Nanaba di samping kirinya beberapa senti, Mike dan Erd berada di belakangnya. Petra langsung berlari mendekati Levi, saat ini mereka berdiri bersebelahan.

Zeke langsung merampas pistol Nanaba yang lengah dan mengarahkanya pada Levi dan Petra yang tanpa pistol, namun sebelum ia menekan pelatuknya, Gelgar langsung melesatkan senapanya tepat ke kaki Zeke yang sebelah kanan alhasil Zeke terjatuh bersama pistolnya.

"Zeke Jaeger! Kau ditahan atas pembunuhan 4 warga sipil, 1 marinir, dan seorang pengusaha elektronik serta kepemilikan senjata illegal, dan percobaan pembunuhan dengan pistol! Kau berhak untuk diam. Semua yang kau katakan akan dapat digunakan di pengadilan, dan kau berhak untuk memanggil pengacara!" kata Mike.

Petra telah berhasil memperdaya Zeke dan mendapatkan alamat markas besar dari Eren Kroeger yang berada di High Voltage Island, letaknya berjarak 1 km dari Pelabuhan Horison. Seperti kata pepatah, pria hanya dapat dilumpuhkan dengan 3 hal, yaitu harta, tahta, dan wanita. Entahlah kalau Levi, mungkin dia sedikit berbeda. Ia sama sekali tak perduli dengan harta apalagi tahta, bahkan menjadi seorang Chief of Supervisory Special Agent pun bukan keinginanya. Kalau wanita, ia sudah menemukanya dan ia akan menghabiskan sisa hidupnya hanya dengan wanitanya itu, yang sudah dapat ditebak siapa dia.

Keesokan harinya, Kepolisian Chicago langsung menuju ke penginapan Zeke untuk mengambil barang bukti berupa senapan CheyTac M200 berjumlah 2 buah. Rekaman dari penyadap di lengan kiri Zeke pun diambil untuk dijadikan barang bukti kedua.

[Penjara Chicago Police Department, Military Police, Illinois]

Zeke berada di sel khusus untuk kriminal yang berasal dari kalangan militer. Kaki kananya yang tertembak sudah dibalut. Ia hanya duduk di lantai selnya dan menundukkan kepalanya, memakai seragam narapidana. Tak lama kemudian Eren masuk untuk berbincang denganya. Sebenarnya bukan suatu kewajiban untuk menginterogasi ulang Zeke, karena bukti-bukti sudah sangat jelas dan keberadaan Eren Kroeger pun juga sudah diketahui. Eren hanya ingin bertanya pada Zeke, mengapa? Mengapa ia melakukan semua ini?!.

Eren memasuki sel tempat Zeke ditahan, perlahan tapi pasti. Zeke yang menundukkan kepalanya langsung melihat Eren yang masuk dan mereka akhirnya saling menatap satu sama lain. Zeke tersenyum sinis. Eren lalu mengambil sebuah kursi yang telah diambilkan sipir untuknya, dan ia taruh tepat di hadapan Zeke. Mereka sama-sama duduk berhadapan sekarang.

"Apa rasanya sakit?" tanya Eren sambil melihat kaki kanan Zeke yang terbalut perban putih akibat tembakan Gelgar.

"Memangnya apa urusanmu adik kecil?! Jangan sok peduli!" kata Zeke datar.

"Peduli? Jadi pertanyaanku barusan, kau anggap sebagai pertanyaan karena peduli?!"

"Kau salah besar! Jujur saja aku ingin menembak kepalamu sekarang!" kata Eren dengan tatapan yang sedikit tajam.

Diam sejenak...

"Lalu kenapa kau tidak melakukanya?"

"Itu karena bosku melarangku!"

Hening sejenak...

"Kenapa kau melakukanya Zeke?"

"Melakukan apa?" sambil nyengir sinis

"Kau jangan main-main! Kau sudah menghilangan 6 nyawa orang! Dan buruknya lagi, kau membawa nama ayah!"

"Kenapa? Apa kau takut karena kau juga memiliki marga yang sama denganku, huh?! Kau takut dipecat dari FBI?"

Eren langsung memukul wajah Zeke dengan penuh emosi, lalu mencengkram kerah bajunya dengan kasar.

"Kau sudah mempermalukan nama ayah di mata kepolisian! Dan kau! Beraninya kau bekerja sama dengan orang yang sudah membunuh ayah! Brengsek kau!" Eren memukul Zeke lagi dan kali ini pukulanya lebih keras, sehingga bibir Zeke berdarah. Tak ada perlawanan dari Zeke. Eren lalu mendorong tubuh Zeke kasar, ia melepaskan cengkramanya. Kali ini Eren berdiri menutup mulutnya menandakan bahwa ia sudah terbawa emosi dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.

"Asal kau tahu Eren! Seandainya rekan-rekanmu tidak menangkapku, Eren Kroeger sudah pasti mati di tanganku! Itulah rencana intiku!"

Eren langsung mengambil 9mm dari sakunya dan mengarahkanya pada Zeke. Ia ingin sekali menembak Zeke saat itu.

"Silahkan tembak aku! Ayo, tunggu apa lagi!"

Eren tetap mengarahkan pistolnya pada Zeke, tapi ia tidak bisa menembak.

"Aku ini sama sepertimu Eren. Kita sama-sama sudah tidak mempunyai orang tua. Ayah kita mati dibunuh oleh seorang tentara! Dan apa yang dikerjakan para penegak hukum, huh?! Tidak ada!"

"Bahkan salah satu agen FBI terlibat dalam pembunuhan ayah! Bukankah itu lebih memalukan lagi!"

"Apa maksudmu? Siapa agen FBI yang kau maksud?"

"Aku yakin kau pasti mengenalnya! Yang jelas dia tidak 1 tim denganmu!"

"Kalau kau mengetahuinya, katakan siapa dia?" Eren menurunkan pistolnya.

"Kau akan mengetahuinya sendiri saat kau sampai di High Voltage Island! Di sana tempat berkumpulnya para pengkhianat yang pandai bermain drama!"

"Yeah! Termasuk dirimu!" kata Eren.

Zeke terdiam...

"Kenapa kau tidak melaporkanya pada kami, huh?" tanya Eren.

"Memangnya aku ini siapa?! Aku ini hanya seorang angkatan laut yang sudah dikeluarkan secara tidak hormat! Badan penegak hukum mana yang percaya dengan laporan seseorang seperti itu?"

"Jadi kau menggertak kami dengan membunuh orang-orang tak berdosa?"

"Yes! Dan hanya itu satu-satunya cara agar polisi militer dan FBI bertindak, bukan?! Kau harusnya berterima kasih padaku Eren! Karena ulahku, pembunuh ayah juga terungkap!"

"FBI dan polisi militer juga sudah tau sejak lama kalau Eren Kroeger lah yang membunuh ayah!"

"Oh, benarkah? Lalu kenapa kalian tidak bertindak cepat?" tanya Zeke sambil melebarkan kedua tanganya.

"Bukti-bukti tidak cukup kuat untuk menangkapnya! Kami tidak bekerja seenaknya seperti dirimu, Zeke! Apalagi sampai membunuh warga sipil yang sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini!"

Zeke terdiam...

"Apa kau tahu bagaimana perasaan keluarga dari orang-orang yang kau tembak itu, hah?! Pernahkah kau berpikir panjang tentang itu? Bagaimana jika kau ada di posisi mereka?!"

"Dan saat kami mendekati titik final untuk memenjarakan Kroeger, kau datang dan mengacaukan semuanya!"

Yeah, seperti perkataan Eren bahwa FBI dan kepolisian Chicago telah mengetahui kejahatan Eren Kroeger sejak terbunuhnya Grisha 4 tahun lalu. Grisha Jaeger dibunuh dengan ditembak tepat di jantungnya oleh Eren Kroeger. Bukti berupa pistol yang dipakai Eren Kroeger untuk menembak Grisha, sengaja disembunyikan. Walaupun begitu, kecurigaan polisi militer terhadap Eren Kroeger terus berlanjut hingga 4 tahun lamanya, tanpa ada bukti autentik untuk menjeratnya. Dan akhirnya ditemukanlah pistol yang dipakai Kroeger untuk menembak Grisha di sebuah kotak rahasia yang berada di ruangan Kroeger oleh polisi militer. Namun saat itu polisi militer tidak langsung menangkapnya, karena Kroeger sedang ada misi penting di Mesir. 4 tahun kemudian bersamaan dengan kasus Zeke Jaeger, ditemukan bukti lainya berupa video transaksi senjata illegal Eren Kroeger yang disimpan Grisha. FBI dan Chicago PD menduga bahwa Eren Kroeger tidak membunuh Grisha sendirian, namun ada beberapa orang yang terlibat sekaligus dalam bisnis senjata illegal.

Saat ini FBI bersama Chicago PD dan polisi militer sedang berdiskusi untuk menyusun rencana dalam melakukan penggrebekan ke High Voltage Island, mengingat Eren Kroeger memiliki anak buah terlatih.

"Aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara denganmu, Zeke! Semoga kau suka tempat ini!" kata Eren sambil menutup pintu sel dan berlalu pergi meninggalkan Zeke. Sementara Zeke di dalam sel hanya melihat Eren dengan tatapan bersalah. Ia lalu mengambil sebuah pisau kecil dari sakunya dan mulai melukai tanganya. Ia berteriak menahan sakit, namun sipir membiarkanya.


Semua tim elit dari Chicago PD, tim SWAT, FBI, dan seluruh penembak jitu dikerahkan dalam penggrebekan Eren Kroeger. Team Levi dan Mike sudah bersiap-siap memakai jaket anti pelurunya, Levi menyuruh timnya, Erd dan Eren untuk menggunakan sub machine gun MP5 seperti biasa saat memburu tersangka berbahaya, tak lupa Gun Glock 9mm sebanyak 2 buah tersedia di pistol holster masing-masing, guna berjaga-jaga jika peluru tiba-tiba habis. Gelgar memasukan M110 (Knight's Armament) ke dalam tas hitamnya yang agak lonjong, sementara Mike dan yang lainya tetap memakai 9mm, kecuali Petra yang memakai MP5 seperti tim Levi.

[Pelabuhan Horison, High Voltage Port]

Untuk sampai ke High Voltage Island, tim kepolisian gabungan harus melewati jembatan panjang sepanjang 1 km yang menjadi penghubung antara Pelabuhan Horison dengan High Voltage Island. Mereka menggunakan truk pasukan SWAT dan mobil Chevrolet Black Suburban tanpa menyalakan lampu alarm mobil. Di High Voltage Island, hanya ada satu bangunan besar, gelap, dan banyak terdapat barang-barang bekas seperti besi, baja, kayu, dll di luar, sangat terlihat jelas kalau bangunan besar ini adalah gudang untuk menyimpan barang-barang illegal, mengingat tempatnya tersembunyi dan banyak terdapat pilar-pilar beton. Pulau dan bangunan besar ini sudah pasti adalah milik Eren Kroeger pribadi, ternyata selain pandai menipu semua orang, ia juga pandai menginvestasikan uang haramnya. Tim SWAT, tim Chicago PD termasuk polisi militer, dan FBI dibagi menjadi 3 tim, masing-masing 10 orang dalam 1 tim, menelusuri lantai 1, 2, dan 3 arah selatan, karena gudang ini hanya terdiri dari 3 lantai, namun sangat panjang lurus ke belakang dan banyak terdapat ruangan-ruangan berukuran kecil hingga besar, bahkan jika tidak ingat tata letak ruangan, bisa saja salah masuk.

Gelgar dan 3 orang sniper berada di atap beton bersiaga dengan senapanya masing-masing yang mengarah ke dalam bangunan, melalui jendela yang dibuat agar matahari tembus ke dalam dan menimbulkan efek rumah kaca. Masing-masing tim berpencar bersiaga sambil memeriksa semua ruangan, dan tak disangka-sangka salah satu ruangan lantai 3 yang sangat besar, ditemukan banyak senapan CheyTac M200 yang tak terhitung jumlahnya. Namun tak ada seorangpun ditemukan dalam gudang itu, kosong, hening, padahal tim SWAT, Chicago PD, dan FBI sudah berpencar ke seluruh tempat, FBI yang menjadi penentu segalanya dari operasi ini, dengan Mike dan Levi sebagai pemberi perintah untuk tindakan selanjutnya. Mereka berdua menduga operasi mereka sudah bocor, kemungkinan Zeke lah yang memberi tahu, atau ada mata-mata dari pihak orang dalam yaitu FBI sendiri.

"Tetap waspada teman-teman! Jangan lengah!" kata Levi berbicara dari headsetnya, dan semua tim mendengarnya melalui headset masing-masing. Ia bersama Petra dan Eren berada di lantai 3.

"Roger!" jawab mereka serentak.

"Sial! Sepertinya mereka sedang persiapan untuk menyambut kita!" sambung Levi lagi.

"Yeah, sepertinya begitu!" kata Mike.

Sesuai dugaan Levi dan Mike, keheningan cuma-cuma itu tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba 10 orang anak buah Eren Kroeger muncul dengan sub machine gun di tangan masing-masing entah dari arah mana, langsung menembaki tim kepolisian gabungan tanpa henti yang berada di lantai 2, tempat Mike dan Lynne beserta tim berada, beberapa muncul dari atas dengan menggunakan tali dan memegang sebilah pisau di lantai 1 sekitar 10 orang pula, langsung memotong leher beberapa orang SWAT dan Chicago PD dari belakang, alhasil beberapa orang tewas karena nadi yang terpotong. Erd dan Nanaba yang berada di lantai 1 pun tidak tinggal diam, mereka saling menembak dengan anak buah Eren Kroeger satu sama lain, beberapa juga tewas dari pihak Kroeger karena tembakan tepat yang dilesatkan Erd dan Nanaba. Di lantai 1, 6 orang pasukan SWAT dan Chicago PD tewas. Erd berhasil menembak 2 orang, Nanaba 2 orang, dan 2 orang SWAT menembak masing-masing 2 orang. Tinggal 2 orang yang masih hidup, mereka memainkan pisau mereka di depan Erd dan Nanaba.

"Oh, jadi mau bertarung dengan pisau rupanya!" kata Erd.

Menatap Nanaba yang ada di samping kanannya...

"Nanaba! Kau siap?!" tanya Erd.

"Yup!"

Sebagai seorang agen FBI, bertarung one on one seperti ini bukanlah hal yang sulit, maka dari itu walaupun anak buah Kroeger juga terlatih, Erd dan Nanaba berhasil menghabisi mereka dalam waktu 15 menit. Berbeda dengan Levi, Erd dan Nanaba tidak membunuh anak buah Kroeger, hanya membuat mereka pingsan. Erd dan Nanaba serta anggota kepolisian langsung mendekati anggota SWAT dan Chicago PD yang tewas untuk mengecek mereka siapa tahu masih hidup. Tapi ternyata hasilnya nihil, semua tewas yang membuat Erd dkk kecewa berat. 2 orang yang berhasil dilumpuhkan Erd dan Nanaba langsung diborgol.

[Lantai 2, Mike dan tim]

Mike dan Henning saling tembak-menembak dengan beberapa anak buah Kroeger, sesekali mereka bersembunyi di balik wadah kayu yang sudah dibentuk kubus, lalu menembak lagi, begitu seterusnya hingga akhirnya Mike berhasil melumpuhkan 2 orang dengan 1 tembakan tepat di jantung masing-masing. Apa yang terjadi dengan Mike juga terjadi pada Henning yang berhasil menembak 3 orang sekaligus setelah sebelumnya beradu sengit dengan pistol masing-masing.

Beberapa menit kemudian...

Mike lengah, dan tanpa sengaja sebuah timah panas tertancap di lengan kananya yang mendekati dada, ia kesakitan dan bersembunyi di balik container besar, lalu Henning yang tadi sedang disibukkan dengan tikus-tikus Kroeger melihat Mike yang sedang kesakitan, ia kemudian mendekati Mike dengan maksud menolongnya.

"Mike, kau terluka!" kata Henning sambil ingin mengeluarkan peluru dan merobek kain kemejanya untuk mengelap darah Mike.

"Henning! Cepat bereskan mereka yang tersisa!"

"Tapi aku harus mengobati—"

"Aku bilang cepat! Tinggalkan aku di sini! Misi kita belum selesai!" teriak Mike.

Diam sejenak...

"Ba...baiklah!" Henning langsung meninggalkan Mike seorang diri dengan sangat terpaksa, dan mulai berperang kembali.

Mike melepas jaket anti pelurunya sambil menahan sakit, ia menggigitnya dan membuka shirt yang ia kenakan sehingga ia bisa bebas mengeluarkan peluru di dalam lenganya, ia cabut dengan sebuah tang kecil yang ia bawa di sakunya dan berteriak kesakitan. Namun suaranya tertahan oleh jaket anti peluru yang ia gigit sehingga teriakanya tidak terdengar keras.

[Lantai 3, Levi dan tim]

Sementara itu Levi menelusuri bagian depan dan Eren di tengah bersama beberapa anggota SWAT. Seseorang tiba-tiba muncul tepat di belakang Levi, berjalan perlahan mendekati Levi sambil membawa kapak dan langsung mengarahkanya pada Levi. Tapi Levi tidak selemah itu, ia tahu kalau ada seekor tikus di belakangnya dan langsung menahan kapak orang itu dengan MP5 nya, lalu menendangnya dan menjatuhkan kapaknya hingga terseret beberapa cm. Dan tentu saja orang yang merupakan anak buah Kroeger itu bernasib sial, karena setelahnya wajahnya terkena tendangan 360o yang dilesatkan Levi. Namun seorang lagi muncul dari belakang Levi yang tadinya adalah depan Levi, karena ia harus berbalik untuk menghadapi orang pertama yang muncul. Orang itu menembakkan sub machine gun nya dan Levi berhasil menghindar menjatuhkan MP5 nya lalu mendirikan tubuh anak buah Kroeger yang pertama, dan Levi berlindung di balik tubuhnya, sehingga ialah yang tertembak berkali-kali hingga tewas. Levi dengan sigap langsung mengambil kapak yang tak jauh dari kakinya dan melemparkan pada orang yang membawa sub machine gun itu, tepat mengenai dadanya dan tewas. Wajah dan kemejanya terkena percikan darah anak buah Kroeger yang tewas tertembak. Tak berhenti di situ 2 orang muncul lagi dari depan Levi membawa kapak, dan saat Levi ingin mengambil MP5 nya, mereka ingin mengarahkan kapaknya pada Levi, namun Eren yang sedari tadi mengikuti Levi, melihatnya dan langsung menembak dengan MP5 nya berkali-kali tepat mengenai tubuh 2 orang itu dan tewas. Levi langsung menengok ke belakang, menatap Eren.

"Good job, Eren!"

"Kau tidak apa-apa bos?!"

"Yeah!"

"Kau lihat Petra?" tanya Levi.

"Dari tadi aku tidak melihatnya bos" perkataan Eren membuat Levi terburu-buru untuk berjalan menelusuri bagian belakang yang belum ia lewati sama sekali.

Petra berpisah seorang diri dari Levi dan anggota tim lainya. Ia berjalan menelusuri semua ruangan yang tersisa di bagian belakang sekali sambil bersiaga dengan MP5 nya. Seseorang tiba-tiba melompat dari atas dan mendarat tepat di belakang Petra. Petra lalu berbalik dan menembak orang itu berkali-kali dengan MP5 nya hingga tewas. Seseorang lagi muncul dan memberi kejutan berupa tembakan 2x pada Petra yang gagal mengenainya, karena Petra berlari dan berlindung di balik tumpukan container. Petra lalu keluar dari tempat berlindungnya dan langsung menembak kepala orang yang memberinya kejutan itu berkali-kali. Dan berakhirlah hidupnya. Seseorang muncul lagi dengan membawa kampak di belakang Petra, dan ketika ia ingin mengayunkanya ke arah Petra, tembakan bertubi-tubi dari samping membuatnya tewas seketika.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Levi pada Petra.

"Yeah, thanks"

"Kenapa kau melanggar perintahku? Aku kan selalu bilang padamu Petra, jangan pernah jauh-jauh lebih dari 2 langkah dariku!"

"Levi, kau kan bukan team leaderku lagi sekarang"

"Aku tidak peduli!"

"Aku juga tidak peduli! Aku bukan orang lemah Levi!" balas Petra.

"Ini bukan masalah kuat atau lemah, ini—"

Tiba-tiba muncul 2 orang jangkung memakai seragam tentara, tertulis di seragamnya masing-masing Reiner dan Bertholdt, tentara yang membelot dan sepertinya ingin mengajak Levi berkelahi. Petra langsung menodongkan MP5nya ke arah 2 orang itu, tapi Levi menahanya, karena Levi cukup sportif.

"Petra, pergilah ke tempat yang aman! Biar aku yang menghadapi mereka!"

"Tapi—Levi—" wajah Petra terlihat khawatir.

"Percayalah padaku!" ucap Levi. Petra menganggukkan kepalanya.

Beberapa menit kemudian...

Levi berhadapan dengan Reiner dan Bertholdt. Perkelahian mereka bertiga 2 melawan 1 sudah berlangsung selama 10 menit. Pada awalnya Levi sedikit kwalahan melawan mereka berdua, namun lama-kelamaan ia dapat mengikuti irama pertarungan dan mengetahui kelemahan mereka. Kali ini Levi memakai 2 buah pedang berukuran sedang yang ia pegang masing-masing di tangan kanan dan kirinya. Ia melepas jaket anti pelurunya saat mulai bertarung karena sudah robek parah akibat sayatan pedang tajam. Levi melakukan kuda-kuda dengan tangan yang memegang pedang di depan. Perkelahian berlanjut, Reiner dan Bertholdt maju bersamaan dengan menggunakan 2 pedang masing-masing, berusaha menyerang Levi namun Levi selalu berhasil menghindar. Ia lalu merobek-robek baju Reiner dengan kedua pedangnya lalu menendangnya hingga tersungkur, tak lama kemudian Bertholdt datang menyerang dari belakang, Levi berhasil menundukkan kepalanya, menghindar dan dengan gerakan cepatnya ia menyayat perut Bertholdt sehingga terdapat luka goresan panjang dan darah yang tembus ke kemeja tentaranya.

20 menit pertarungan...

Reiner dan Bertholdt menjadi emosi menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dari awal tidak pernah berhasil melumpuhkan Levi sedikitpun bahkan Levi semakin membara dalam bertarung, mereka lalu membuang pedang mereka untuk mengajak Levi berkelahi dengan tangan kosong. Levi adalah orang yang sportif maka ia pun ikut membuang pedangnya dan melayani mereka dengan tangan kosong. Reiner mulai menyerang terlebih dahulu, ia berusaha memukul dan menendang Levi namun Levi selalu menangkisnya berkali-kali, gerakan mereka sangat cepat, dan Levi langsung memukul perut dan menendang wajah Reiner dengan tendangan melompat 360o hingga tubuh Reiner terhempas ke lantai. Walaupun Levi pendek, tapi lompatan dan tendanganya sangat tinggi sehingga bisa mengenai wajah lawanya dengan tinggi hampir 2 meter itu. Giliran Bertholdt yang menyerang, dan Levi selalu berhasil menghindar, tanpa sengaja tepat di belakang Levi terdapat besi-besi balok, ia lalu menghindar, dan tangan Bertholdt yang tadinya hampir mengenai wajah Levi, malah mengenai besi itu alhasil ia kesakitan, lalu Levi menendang tubuh Bertholdt ke dekat jendela dan mendorong tubuhnya keluar hingga ia tercebur ke laut.

"Selamat tinggal!" kata Levi singkat sambil melambaikan tangan.

Masih ada Reiner yang tersisa. Ia mengambil balok berusaha memukul Levi selama beberapa menit, balok akhirnya hancur karena selalu salah sasaran. Melihat balok Reiner sudah hancur Levi lalu memukulnya berkali-kali dengan gerakan yang sangat cepat, dan terakhir ia menendang Reiner hingga Reiner terdorong dan jatuh tersungkur. Tanpa Levi sadari 10 cm di samping Reiner, ada MP5 nya yang tergeletak, Reiner lalu mengambilnya dengan maksud ingin menembak Levi, namun tiba-tiba Petra datang entah dari mana menendang tangan Reiner dari samping sehingga MP5 nya terjatuh, lalu menendang wajahnya dengan gerakan 360o dan mendorong tubuh Reiner sambil memukulnya hingga tubuhnya mendekati jendela dan kepalanya keluar jendela, Reiner tidak sanggup melawan karena tubuhnya sudah melemah, padahal Petra jauh lebih pendek darinya. Sementara itu Levi terpaku melihat Petra yang sedang menghajar seorang Reiner dengan tatapan heran.

"Lev, bantu aku mendorongnya!" Levi membantu Petra mendorong Reiner keluar jendela agar ia terjebur ke laut.

"Bye...bye..." kata Petra.

Mereka saling bertatapan mata, dan wajah Levi masih setengah bengong memperhatikan Petra yang mengeluarkan sisi garangnya barusan.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Petra.

"Okay, berarti aku tidak boleh selingkuh!"

"Apa? Jadi kau ada niatan untuk selingkuh?" Petra menjadi emosi tiba-tiba.

"Tidak, tidak. Aku hanya bercanda. Kemarilah!" Levi memeluk Petra dengan erat, sehingga emosi Petra jadi reda seketika dan wajahnya menorehkan senyuman yang membuat Levi lega karenanya. Setelah itu mereka berdua pergi dari tempat itu sambil saling merangkul satu sama lain, dengan sisi tangan yang lain milik Petra dan Levi membawa MP5 yang mematikan itu.

"Lev, kira-kira Reiner dan Bertholdt mati tidak ya?" tanya Petra.

"Entahlah" jawab Levi singkat.


Levi dan Petra bertemu Eren di tengah setelah Eren juga selesai dengan bagianya, kemudian mereka bertiga menuju sisi depan lantai 3, dan betapa terkejutnya mereka melihat rekan satu tim mereka duduk bersebelahan dalam kondisi terikat bersandar di dinding, salah satunya Henning.

"Hei, apa yang terjadi?" tanya Levi. Dan pada saat Eren ingin membantu melepaskan mereka, seseorang muncul tiba-tiba. Perawakanya tinggi, rambutnya sedikit ikal dan diikat ke belakang, memakai tank top berwarna hijau dan celana panjang dengan sebuah pisau diikat di tangan kanan dan kirinya. Dia seorang wanita, yang Petra, Levi dan Eren kenal dengan baik sebelumnya. Ia tersenyum meledek mereka bertiga.

"Nona Lynne!" kata Eren terkejut. Levi menatap Lynne dengan tatapan tajamnya.

"Halo Petra cantik! Halo semuanya" sapa Lynne tanpa rasa bersalah. Petra dan Lynne saling memicing satu sama lain.

Beberapa detik kemudian muncul Eren Kroeger di belakang Lynne, bersama dengan 2 orang anak buahnya yang tersisa bernama Nesta dan Rafles.

"Wanita jalang!" Levi langsung mengarahkan MP5 nya pada mereka dengan maksud untuk menembaknya,

"O'ow, jangan terburu-buru tuan team leader! Kalau kau tidak ingin dia mati!" kata Lynne.

Tiba-tiba Rafles langsung menarik tangan seorang wanita dari pintu di belakangnya, wanita berambut hitam, tinggi, cantik, sipit dengan posisi terikat, lalu mendorongnya.

"Mikasa!" teriak Petra dan Levi secara bersamaan. Levi langsung emosi dan menatap mereka dengan tatapan pembunuhnya. Dan Eren memperhatikanya tanpa berkata apapun. Tatapan Eren kali ini mengarah ke mata Eren Kroeger. Sementara itu Mikasa masih berdiri diam dengan tangan yang masih terikat dan lengan yang masih dicengkram Rafles.

Bagaimana bisa brengsek-brengsek itu menangkap Mikasa! Kenapa dia tidak melawan?! Mungkinkah memakai bius?

"Lepaskan adikku!" kata Levi. Eren Kroeger maju tepat di depan Lynne.

"Kalau kau ingin adik kecil tersayangmu ini bebas, suruh anak-anak buahmu beserta wanita di sampingmu dan si pirang Zacharius itu untuk segera pergi dari sini! Dan jangan pernah mengganggu kehidupanku yang sudah sangat bahagia ini, mengerti?!" kata Kroeger.

Beberapa detik kemudian, Erd dan Nanaba tiba di lantai 3, mereka langsung mendekati Levi dan Eren yang sedang berbincang dengan Kroeger cs. Mereka terkejut bukan kepalang karena Lynne berdiri di pihak Kroeger.

"Lynne! Kau—kenapa kau berdiri di situ?!" tanya Erd.

"Perempuan itu mengkhianati kita!" kata Levi datar.

"Apa? Beraninya kau!" kata Nanaba yang langsung mengarahkan pistolnya pada Lynne namun Levi menahanya dengan tanganya. Nanaba langsung menurunkan pistolnya.

"Tenanglah Nanaba!" kata Levi.

"Beraninya kau mengkhianati Mike dan kami semua! Apa kau tidak ingat semua yang sudah kita lewati selama ini?!" kata Nanaba. Lynne hanya terdiam mendengar ucapan Nanaba, seperti ada yang mengganjal di pikiranya.

"Hei Ackerman! Cepat lakukan apa yang kukatakan tadi, kalau kau juga tidak ingin tubuh rekan-rekanmu hancur!" kata Kroeger.

"Apa maksudmu?"

"Aku sudah memasang C4 di seluruh pintu keluar gudang ini dengan sensor pendeteksi otomatis, sensor akan aktif dalam waktu 5 menit, jika ada yang keluar/masuk, bom akan langsung meledak! Maka dari itu, kau dan semua rekan-rekanmu segera keluar dari tempat ini! Only 5 minutes! Kalau tidak kalian semua mati, termasuk adikmu!"

"Oh ya aku hampir lupa, para rekan-rekan snipermu di atap, jika mereka berani melesatkan tembakan sekali saja, mereka akan mati seketika. Karena aku sudah menaruh bom C4 tepat di setiap jendela di atap yang dilengkapi sensor pendeteksi suara senapan yang akan langsung menghancurkan tubuh rekanmu jika mereka berani menembak!" kata Kroeger. Tidak mengherankan memang seorang tentara seperti Kroeger pasti sudah menyiasati dan mengantisipasi segala hal, karena dia orang terlatih.

Levi langsung menyuruh Erd dan Nanaba untuk membawa Mike dan Henning keluar gedung bersama tim SWAT dan Chicago PD. Gelgar dkk pun juga mendengar instruksi dari Levi melalui headsetnya.

"Ta...tapi Lev, bagaimana—" kata Erd.

"Cepat keluar Erd!" kata Levi berteriak.

Erd dan Nanaba, langsung cepat-cepat membuka ikatan Henning dkk, dan mereka masih ragu-ragu untuk melarikan diri, hingga untuk yang kedua kalinya Levi berteriak dengan penuh emosi untuk menyuruh mereka segera keluar dari gudang itu. Erd dkk langsung berlari menuju ke lantai bawah untuk membawa rekan-rekan mereka. Erd benar-benar bingung saat itu karena di sisi lain ia ingin ikut dengan Levi, tapi di sisi lainya lagi jika ia tidak segera membawa rekan-rekanya, semua akan mati dan penggrebekan mereka akan sia-sia.

"Petra! Kenapa kau masih disini?" tanya Levi pada Petra di sebelahnya yang masih tetap berdiri membawa MP5.

"Aku akan ikut denganmu" jawab Petra singkat.

"Pergilah bersama Erd dan yang lainya!"

"Tidak Levi, aku—"

"Cepat pergi Petra! Please! Kali ini saja, kau turuti perintahku dan hilangkan keras kepalamu itu!" nada Levi sedikit membentak mengagetkan Petra.

"Oh, wow, aku seolah sedang menonton 2 sejoli yang sedang bertengkar seperti di film roman! Lucu sekali" Lynne menyindir mereka berdua.

"Tutup mulutmu, pengkhianat!" kata Petra sedikit emosi. Lynne mengangkat kedua tanganya.

Oh sorry!

"Petra!" Levi kembali berteriak sembari menatap Petra dengan tatapan tajamnya, agar Petra segera pergi. Setelah itu Petra beranjak pergi dengan berlari, tapi menghentikan langkahnya sebentar hanya untuk bilang:

"Levi, jangan mati. Please!"

Levi memperhatikan Petra yang jaraknya kurang lebih 2 meter darinya, tapi ia masih dapat mendengar perkataan Petra barusan.

"Aku tidak akan mati!" jawabnya singkat. Setelah memastikan Petra benar-benar pergi, Levi kembali berurusan dengan Kroeger cs yang ada di depanya.

"Kau sendiri kenapa masih di sini, Ackerman! Kau tidak pergi juga?!" tanya Kroeger.

"Dari awal aku sudah tidak percaya dengan mulut kotormu yang bilang akan membebaskan adikku jika rekan-rekanku sudah keluar, makanya aku akan tetap di sini untuk menghabisi kalian semua!"

"Oh, aku terharu sekali! Kau rela mengorbankan nyawamu hanya untuk menyelamatkan rekan-rekan tak bergunamu itu ya! Dasar bodoh!" kata Kroeger.

Tanpa rekan-rekan Levi ketahui, pintu keluar satu-satunya terletak di pintu belakang lantai 3, namun satu-satunya yang bisa lewat situ hanya Kroeger, sehingga jika yang lainya keluar tanpa menggunakan finger Kroeger, bom akan langsung meledak.

"Eren! Kenapa kau tidak ikut dengan mereka?! Cepat pergi bodoh!" kata Levi berteriak.

"Kenapa kalian semua keras kepala sekali!" lanjut Levi dengan emosi.

"Ok, bos!" jawab Eren singkat lalu berlari meninggalkan Levi, namun itu hanyalah kepura-puraan Eren. Tanpa Levi dan Mikasa serta Kroeger cs ketahui, Eren langsung bersembunyi di balik barang-barang bekas yang menumpuk, dan kebetulan di ujung kirinya ada jalan kosong yang langsung menuju pintu keluar belakang lantai 3. Nesta dan Rafles langsung maju bersamaan.

"Habisi dia!" kata Kroeger.

Tapi pada saat 2 orang besar Nesta dan Rafles ingin memulai perkelahian dengan Levi, Eren yang tiba-tiba muncul melemparkan sebuah 9mm ke tangan Levi dan Levi menangkapnya.

"Aku tidak ingin membuang-buang waktu!" ucap Levi sembari menembak Nesta dan Rafles masing-masing tepat di kepala sehingga mereka berdua tewas seketika.

Kroeger dan Lynne beserta Mikasa yang ditarik tubuhnya oleh Lynne langsung melarikan diri lewat pintu belakang. Namun pada saat finger Kroeger berhasil membuka pintu, Eren muncul dengan 9mm nya dan langsung menodongkanya pada Kroeger dan Lynne. Eren memerintahkan Kroeger supaya tidak menutup pintunya lagi, agar Levi bisa keluar. Kroeger dan Lynne berjalan perlahan keluar mengangkat kedua tanganya, Mikasa juga jalan perlahan di sebelah Eren.

"Hei, lepaskan ikatan tanganku!" kata Mikasa berbisik pada Eren yang masih mengarahkan pistolnya pada 2 pengkhianat di depanya.

"What? Kau bilang apa?" tanya Eren yang juga berbisik. Mikasa mengarahkan matanya ke arah belakang yang artinya "talinya, tolong lepaskan!".

Beberapa menit kemudian Eren lengah karena ia kurang berkonsentrasi, Lynne langsung melemparkan sebuah jaket ke tangan Eren yang memegang senjata, dan mengambil pistolnya lalu menembakkanya berkali-kali pada Eren dan Mikasa, beruntung di sebelah kiri Mikasa terdapat lorong kecil, Eren langsung mendorong tubuh Mikasa dan tubuhnya ke lorong itu, sehingga mereka tidak tertembak. Dan sekarang posisi tubuh Eren berada di atas tubuh Mikasa yang masih terikat. Sementara itu Lynne dan Kroeger langsung kabur menuju kapal pribadi untuk berlabuh melarikan diri.

"Kau tidak apa-apa, nona?!" tanya Eren pada Mikasa, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Mikasa terdiam sejenak menatap mata Eren yang lebar beriris hijau terang itu.

"Yeah! Aku tidak apa-apa!" jawab Mikasa, dan Eren masih terdiam di atasnya. Mereka saling menatap mata masing-masing.

"Dan mau sampai kapan kau menindihku?!" kata Mikasa sedikit berteriak. Eren langsung menyingkir dari tubuh Mikasa dan melepas ikatanya.

"Aku akan mengejar mereka!" kata Eren terburu-buru, namun:

"Aku ikut!" kata Mikasa mendekati Eren. Eren menghentikan langkahnya dan menatap Mikasa sejenak.

"Aku akan menghajar si pengkhianat yang bernama Lynne itu! Dia sudah berani membiusku saat di pelabuhan!" kata Mikasa. Eren menatapnya heran.

"Okay, baiklah!" jawab Eren singkat. Mereka langsung berlari bersama mengejar Kroeger dan Lynne.

Beberapa jam kemudian, tim bantuan datang dengan para penjinak bom, melakukan evakuasi dan sterilisasi di gedung markas Kroeger.


Sementara itu...

Kroeger dan Lynne sudah berada di kapal pesiar mini milik Kroeger, dan Kroeger sendiri yang mengendarainya. Saat kapal itu mulai berlabuh, Eren dan Mikasa langsung melompat dan jatuh tepat di bagian belakang kapal. Kroeger dan Lynne tertawa, karena mereka pikir Eren dan Mikasa telah gagal mengejar mereka. Namun beberapa menit kemudian, Mikasa mencolek Lynne dari belakang, dan pada saat Lynne menoleh, Mikasa langsung menonjok wajahnya hingga ia berjalan mundur.

"Hei pengkhianat! Jangan harap kau bisa lari dariku!" kata Mikasa sambil memasang mode siap bertarung mengepalkan kedua tanganya ke depan.

Kroeger yang sedang menyetir kapal di lantai 2 kapal tepatnya ruang nahkoda, tiba-tiba dikejutkan oleh Eren yang mencekik lehernya, dan Kroeger tidak bisa bernapas selama beberapa menit. Ia berusaha keras melepaskan tangan Eren, lalu Kroeger mengepalkan tangan kananya dan memukul wajah Eren sehingga tangan Eren terlepas seketika. Kapal disetting mode otomatis, dan perkelahian antara Eren dan Kroeger pun berlanjut. Kroeger melesatkan tendangan demi tendangan tapi Eren berhasil menangkis dengan tanganya. Namun tendangan terakhir Kroeger berhasil mengenai wajah Eren hingga Eren termundur dan menimbulkan luka di bibir kirinya. Eren mengusap luka pada bibirnya dan melesatkan pukulan serta tendangan berkali-kali pada Kroeger. Pada awalnya Kroeger dapat menghindar, tapi kemudian Eren berhasil memukul wajahnya dan menendang dadanya. Kali ini Kroeger termundur, hingga tubuhnya tersandar di dinding kapal dekat jendela.

Mikasa yang tadinya memakai cardigan cream dengan kaos putih di dalamnya, serta celana panjang hitam dan sepatu boot hitam, saat ini hanya memakai kaos putih dan celana tanpa cardigan dan alas kaki. Ia melesatkan pukulan dan tendangan yang semuanya berhasil mengenai Lynne hingga ia jatuh tersungkur. Lynne tidak menyerah begitu saja, ia bangkit berdiri dan membalas Mikasa, memukul wajahnya dan menendang dada Mikasa sehingga gantian Mikasa yang tersungkur. Mikasa segera bangkit berdiri, dan sekarang mereka saling memukul, menendang, menangkis, sama-sama cepat. Sesekali Mikasa melompat dan sesekali Lynne juga melompat, menghindari tendangan bawah yang mereka lesatkan masing-masing.

Kroeger mencengkram leher Eren, kepalanya diarahkan ke bawah laut dari dinding ujung kapal, dengan maksud ingin menceburkan Eren ke laut. Eren berusaha keras menahan tubuhnya, dan meyakinkan dirinya agar jangan sampai ia kalah dan jatuh ke laut, wajahnya memerah karena menahan cengkraman dan dorongan Kroeger terhadap kepalanya yang sangat kuat. Tak lama kemudian Eren balik mencengkram wajah Kroeger sekuat tenaga dan memukulnya dengan keras, sehingga cengkraman Kroeger pada leher Eren terlepas. Eren langsung berdiri normal dan menendang Kroeger, lalu balik mendorong tubuh Kroeger dengan cara mencengkram kepalanya, dan mengarahkan kepalanya ke laut. Dan sekarang gantian Eren yang ingin menceburkan Kroeger.

"Ka...kau...coba saja kalau berani menceburkanku!" kata Kroeger terbata-bata karena menahan cengkraman dan dorongan Eren.

"Kenapa? Kau mau berbuat apa lagi huh?!" kata Eren sambil terus mendorong kuat Kroeger.

"Kapal ini sudah aku pasang C4 dan dalam waktu 5 menit akan meledak! Lihat ke atasmu!"

Eren melihat ke langit-langit kapal ruang nahkoda, dan benar apa yang dikatakan Kroeger, bom C4 dengan waktu tinggal 10 menit tertempel di situ. Eren tersenyum sinis.

"Kau ini tentara atau teroris?! Sungguh memalukan!" kata Eren. Lalu langsung menarik kepala Kroeger dan menghantamkan kepalanya pada dinding kapal dengan keras hingga tak sadarkan diri.

Tubuh Mikasa saat ini berada di bawah tubuh Lynne. Lynne menindihnya dan memukul wajahnya berkali-kali, lalu mencekik Mikasa. Selama beberapa menit Mikasa kesusahan bernapas, namun ia tidak tinggal diam. Mikasa langsung mengambil sebuah pisau kecil dari sakunya dan menusukkanya pada kaki kanan Lynne, sehingga ia berteriak kesakitan dan langsung menyingkir dari tubuh Mikasa. Mikasa lalu menendang wajah Lynne yang terduduk karena sedang berusaha mencabut pisau yang menancap di kakinya. Mikasa juga menendang organ penting di bagian dada, yang jika organ itu dipukul/ditendang tepat sasaran, orang tersebut akan pingsan seketika, dan Mikasa berhasil melakukanya, hingga Lynne pingsan. Perkelahian ternyata sudah berlangsung 3 menit, artinya bom C4 yang tersisa tinggal 2 menit lagi.

Eren berlari menyusul Mikasa yang berada di dek kapal.

"Mikasa! Kau tidak apa-apa?"

"Yeah, bagaimana denganmu?"

"Aku baik-baik saja, kita harus segera pergi dari kapal ini karena ada bom di ruang nahkoda yang akan meledak dalam waktu 2 menit lagi!"

"Tapi bagaimana caranya?"

"Kita harus melompat!"

"Melompat katamu?! High Voltage sudah sangat jauh dari pandangan, mungkin jaraknya sudah 1 km!"

"Kita tidak punya banyak waktu untuk berdebat, Mikasa! Ikuti aku! Kita harus melompat! Kau bisa berenang kan?!"

Hening sejenak...

"Yeah! Aku bisa berenang!"

"Baiklah. Ayo!"

1 menit lagi...

Eren dan Mikasa melompat dari kapal mini itu. Mereka berusaha berenang sekuat tenaga untuk menjauhi kapal itu. Selang beberapa detik kemudian helicopter milik SWAT datang, dan terbang tepat di atas Eren dan Mikasa. Eren melambaikan tanganya, dan Kapten SWAT bersama Erd di dalam helicopter langsung menjulurkan tangga tali ke bawah agar Eren dan Mikasa bisa menaikinya.

20 detik lagi...

Mikasa yang duluan menaiki tangga tali itu, disusul Eren di bawahnya. Mereka bekerja keras menaiki tangga yang bergoyang-goyang itu akibat tiupan angin laut yang sangat kencang. Helikopter mulai bergerak ke atas, tangga tali itu tepat berada di dekat ruang nahkoda kapal, tiba-tiba Kroeger yang tersadar dari pingsanya langsung melompat ke tangga itu, tepat di bawah Eren.

10 detik lagi...

Kroeger menarik-narik kaki Eren, dan berkali-kali Eren menendang-nendang tangan Kroeger.

"Aku akan membuatmu menyusul ayahmu!"

"Oh ya?!" jawab Eren singkat.

Eren langsung mengambil sebuah pisau yang Mikasa berikan padanya dari atas, dan memotong tangga tali dibawahnya.

5 detik lagi...

"Pergilah ke neraka!" kata Eren, setelah berhasil memotong tangga tali itu, hingga Kroeger terjatuh ke bawah kembali ke kapal pesiar pribadinya itu.

"Tidaaakkkk! Fuck yoouuuu!" teriak Kroeger. Tak lama kemudian:

"Blaaarrr!"

"Blaaarrr!"

Kapal meledak, dan helicopter beserta Eren dan Mikasa yang bergelantungan di tangga berhasil menjauhi kapal, sehingga mereka selamat. Gudang High Voltage Island pun diledakkan setelah tidak seorangpun berada di dalamnya. Reiner dan Bertholdt selamat karena mereka berhasil mencapai daratan High Voltage Island bagian paling depan, tapi polisi militer langsung mengepung mereka dan membawanya ke penjara. Hanya ada 4 anak buah Kroeger yang masih hidup selain Reiner dan Bertholdt, dan merekan pun dijebloskan ke dalam penjara.

CASE CLOSED


2 hari setelahnya...

Backsound on: Reneé Dominique – Somewhere Only We Know (Keane Cover)

I walked across an empty land

I knew the pathway like the back of my hand

I felt the earth beneath my feet

Sat by the river, and it made me complete

Di lapangan basket, Pantai Horison, Mike sedang bermain basket seorang diri. Lenganya masih tertutup perban, ia berlari, mendribel bolanya dan berkali-kali melakukan shooting ke ring basket.

I came across a fallen tree

I felt the branches of it looking at me

Is this the place we used to love?...

Is this the place that I've been dreaming of?...

Matahari sore itu menunjukkan cahaya oranye nya yang indah dan beberapa burung camar terbang di atas pantai, serta angin sore yang bertiup menyejukkan tubuh dan wajah setiap orang yang sedang asyik bermain di tepi pantai, beberapa sedang berolah raga. Setelah setengah jam Mike terus saja memasukkan bolanya, ia kemudian merasa bosan. Wajahnya menjadi kecewa seketika, lalu bola basket yang ia dribel dibantingnya hingga terpental ke belakang.

Oh, simple thing, where have you gone?

I'm getting old and I need something to rely on

So tell me when you're gonna let me in

I'm getting tired and I need somewhere to begin

Nanaba beserta Gelgar, Henning, dan Petra yang mengikutinya dari belakang, langsung mengambil bolanya berjalan mendekati Mike. Mike menoleh ke belakang.

"Kami kira kau sedang touring, Mike!" kata Nanaba. Nanaba melempar bolanya kembali dan Mike menangkapnya.

"Kalian?! Ngapain kalian kemari?" tanya Mike.

Tak lama kemudian Levi bersama Erd dan Eren datang, dan langsung menghampiri Mike.

And if you have a minute, why don't we go…

Talk about it somewhere only we know?

This could be the end of everything…

So why don't we go…

Somewhere only we know?

"Aku takut kalau kau tiba-tiba menembak dirimu sendiri!" kata Levi. Mike tersenyum menyeringai mendengar perkataan Levi.

"Kami tidak melihatmu di kantor sejak kemarin, makanya kami semua kesini" sahut Petra yang berdiri di sebelah Levi.

Pengkhianatan dari seorang teman lama, hal itulah yang masih menghantui Mike dan timnya, serta teman-teman dari kepolisian yang telah gugur saat penggrebekan. Pengkhianatan dan kematian yang siapapun tidak bisa memprediksinya, begitu mendadak dan tiba-tiba.

Oh, simple thing, where have you gone?

I'm getting old and I need something to rely on

So tell me when you're gonna let me in

I'm getting tired and I need somewhere to begin

Levi dan Mike sama-sama telah kehilangan 1 rekan timnya, bedanya rekan Levi, Moses Braun wafat dengan terhormat, sedangkan Mike harus kehilangan Lynne setelah sebelumnya ia mengkhianati seluruh tim, dan hal itu sungguh sangat menyakitkan hati, terutama bagi Mike selaku Chief of Supervisory Special Agent. Ia dan semua rekan-rekanya mau tidak mau harus melupakan kenangan-kenangan mengasyikkan mereka bersama Lynne sejak pertama kalinya diangkat menjadi "Special Agent, walaupun hal itu sangat berat.

And if you have a minute, why don't we go…

Talk about it somewhere only we know?

This could be the end of everything…

So why don't we go…

Somewhere only we know?

Mereka bermain basket bersama diiringi dengan semeliwir angin pantai dan suara gelombang air laut yang begitu menyejukkan telinga pendengarnya sore itu, melupakan semua kejadian yang telah berlalu untuk meraih harapan-harapan yang masih berada di ujung mata. Setelah lumayan berkeringat, mereka semua berjalan bersebelahan menelusuri pantai sambil bercanda dan tertawa riang menikmati keindahan sore itu, dan sepulang dari pantai, mereka mengadakan minum bersama di kediaman Mike.

Somewhere only we know

Somewhere only we know?

Backsound off.


[Malam hari, di Apartemen Petra]

Levi duduk di kursi sofa ruang tamu yang menghadap ke jendela sehingga terlihat kelap kelip lampu perkotaan malam itu dari jarak sekitar 2 meter. Ia melebarkan kedua tanganya dan menyenderkan tubuh serta kedua tanganya itu pada sofa empuk yang ia duduki. Saat itu Levi memakai kaos lengan panjang abu-abu yang lenganya ia gulung dan celana jeans hitam. Ia terlihat lelah dan tidak terlalu menikmati acara minum-minum barusan. Ia memikirkan sesuatu, entah apa, atau mungkin karena ia sempat minum 1 sloki Sambuca, entahlah. Petra lalu menghampirinya dan menuangkan segelas air putih untuk Levi.

"Minumlah!" kata Petra sambil menyodorkan gelasnya pada Levi, dan Levi langsung meminumnya sampai habis.

"Kau terlihat lelah, Lev! Istirahatlah!" Petra beranjak berdiri membawa pitcher dan gelas untuk mengembalikanya ke dapur. Petra sedikit sibuk dengan beberapa cucian piring di dapurnya, dan saat ia kembali ke sofa Levi tidak ada, dan ternyata ia telah tertidur di kamar Petra tanpa selimut dan sepatu yang masih menempel di kakinya. Petra tersenyum dan mendekati tubuh Levi yang sedang tertidur itu untuk melepas sepatunya dan membetulkan posisi tidurnya. Namun pada saat Petra ingin menyelimutinya, Levi langsung menarik tubuh Petra dan menjatuhkanya ke tempat tidur, saat ini Levi berada di atasnya, wajah mereka hanya terpaut beberapa senti. Ternyata Levi hanya pura-pura tidur sedari tadi.

"Petra sayang, bukankah kau masih berhutang padaku?" Levi berbisik di telinga Petra, yang menyebabkan Petra sedikit merinding geli.

"Kau mengagetkanku, berhutang apa huh?!"

"Kau jangan pura-pura lupa, Petra. Aku ingin kau membayarnya malam ini"

Petra yang memakai dress selutut berbahan chiffon dengan hiasan bunga di bagian dadanya, malam ini terlihat begitu menawan.

"Lalu kau ingin aku membayarnya dengan apa?"

"Kau akan segera tahu!" kata Levi menyeringai.

Levi yang berada di atas tubuh Petra itu mulai mendekatkan wajahnya dengan maksud ingin mencium Petra, tapi sebelum Levi melakukanya Petra menahan wajah Levi dengan kedua tanganya hingga menutupi kedua matanya, alhasil Levi gagal menciumnya.

"Tidak semudah itu, captain!" kata Petra sambil menjulurkan lidahnya. Lalu ia bergegas turun dari tempat tidur dan berlari ke sofa.

"Petra! Kau nakal ya" Levi mengejarnya ke sofa. Petra mengajaknya bermain sebentar layaknya anak kecil sembari tertawa lepas yang menghiasi apartemen Petra malam itu. Tapi pada akhirnya mereka menutupnya dengan permainan sebenarnya di kamar Petra.

Pagi harinya...

Waktu telah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Petra tertidur pulas di dada bidang Levi, dan tubuh mereka berdua "hanya" tertutup selimut putih yang besar dan tebal. Tak lama kemudian, Levi membuka matanya dan memandang wanita cantik yang tidur di dadanya, lalu mencium keningya lembut. Ponselnya tiba-tiba berbunyi, dan tertulis di layar ponsel Applenya itu nama "Mikasa".

"Kak, maaf aku tidak pulang ke apartemen Petra semalaman"

Levi beranjak duduk, bersamaan dengan Petra yang juga terbangun.

"Kau dimana Mikasa?" tanya Levi dan memencet loudspeaker, agar Petra juga mendengarnya.

"A...aku...aku..."

"Aku di rumah Eren!"

"What?" Levi terkejut.

"Yeah, aku di rumah Eren. Rumah peninggalan ayahnya"

"Mungkin aku akan pulang 3 hari lagi, dah Levi!" Mikasa langsung menutup teleponya, suaranya terdengar bahagia. Levi dan Petra saling menatap heran satu sama lain.

END