"Baek lo jangan marah ya, gue ada ngajak om Sehun main kesini nah terus om Chanyeol jadi maksa ikut juga." Luhan yang baru saja selesai mandi masuk kedalam kamar Baekhyun dengan panik sambil menunjukkan ponselnya.
Baekhyun tertawa pelan, bisa dirinya lihat wajah tegang milik Luhan yang penuh kecemasan itu.
"Aku gapapa kok, lagian ini kan apartemen kamu ngapain minta ijin sama aku."
Luhan melotot tajam, namun kesan yang ditampilkan itu malah terlihat lucu oleh Baekhyun. Kakak seniornya ini memang selalu terlihat lucu saat sedang kesal seperti saat ini.
"Kan udah dibilangin ini apartemen kita berdua." Ingat Luhan kearah Baekhyun masih sambil melotot lucu.
"Iya iya, udah sana kamu pake baju dulu. Emangnya kamu gak malu apa kalau nanti om Sehun sama om Chanyeol dateng tapi kamu masih pake handuk gambar rusa begitu?"
"Eh Baek, lo coba liat body gue udah kaya cowok-cowok di iklan L-men belom?"
"Ya ampun astaga Luhan kamu kalau mimpi yang beneran dikit dong, badan kayak gitar spanyol gitu juga." ledek Baekhyun yang hanya dibalas dengan tawa oleh Luhan.
"Mimpi aja dulu Baek siapa tau beneran berbody, biar Om Sehun jadi pihak bawah sekali-sekali."
Ting Nong!
"Ahhhhh, Baek tolong bukain pintunya dong. Gue mau pake baju dulu, takut di hukum sama om Sehun kalau dia tau gue mamerin badan gini."
Baekhyun hanya menggeleng melihat kepanikan Luhan, tadi aja bilangnya mau jadi pihak atas sekali-sekali. Tapi kok takut dihukum.
"Udah sana biar aku yang buka pintunya."
Baekhyun segera berdiri setelah sebelumnya selesai menyimpan tugas kelompok miliknya yang sedang dia kerjakan.
"Om Chanyeol?" tanya Baekhyun heran, pasalnya hanya Om Chanyeol yang berdiri didepan pintu apartemen mereka. Bukannya Luhan bilang Om Sehun bakalan dateng juga.
"Hai."
"Masuk om."
Baekhyun memberikan pria tinggi itu jalan agar pria itu dapat masuk ke dalam apartemennya.
Chanyeol mengekori Baekhyun sambil menatap kearah bokong milik Baekhyun yang hanya ditutupi celana super pendek.
"Mau minum apa om?" Tanya Baekhyun basa-basi, suasana yang sangat amat akward ini benar-benar membuat Baekhyun tidak nyaman.
Apalagi setelah Baekhyun bersikeras menolak semua cara pria itu untuk menghubunginya.
"Sehun sebentar lagi dateng, kamu gak mau ganti celana dulu?"
Baekhyun mengerutkan keningnya, apa yang salah dengan celana rumahan miliknya ini? Dia sudah memakai celana ini selama empat tahun lebih dan tidak ada yang pernah mengkomplain hal itu.
"Maaf. Kalau gitu aku tinggal ganti pakaian dulu om."
Chanyeol mengangguk, bisa lapar mata jika Sehun melihat paha mulus dan juga berisi milik Baekhyun. Untung saja anak itu segera mengganti pakaiannya.
"Om Sehun dimana om?" Tanya Luhan yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih.
"Lagi belanja bahan makanan."
"Om mau minum apa?" Tanya Luhan setelah sebelumnya mengangguk.
"Saya minum kopi aja."
"Kopi? Yaudah saya panggilin Baekhyun dulu ya om."
"Dia lagi ganti baju."
"Ganti baju? Perasaan tuh anak udah mandi daritadi deh."
Baekhyun yang muncul kelihatan lucu dengan switer putih kebesaran juga celana training.
"Kok ganti baju Baek?" Tanya Luhan heran.
"Dingin." jawab Baekhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh gitu, eh Baek om Chanyeol mau minum kopi. Mumpung kopi buatan lo enak jadi lo aja yang buatin ya?"
Baekhyun mengangguk, "Om Chanyeol suka yang manis atau pahit?"
"Yang pahit aja."
Baekhyun mengangguk lalu pergi meninggalkan Luhan dan Chanyeol yang berada di ruang tamu.
Beberapa menit setelah Baekhyun pergi ke dapur, Sehun datang sambil membawa dua bungkus plastik besar berisi bahan makanan.
"Banyak banget yang kamu beli sayang?"
"Bahan makanan di kulkas kan cepet banget habisnya."
"Ya mau gimana lagi, penghuninya perutnya karet semua." jawab Luhan sambil tertawa, "Apalagi Baekhyun masakannya enak banget."
Sehun mendengus lalu menghampiri Luhan, lalu dengan cepat mengecup bibir kekasih cantiknya itu.
"Wih inget dong! Masih ada gue nih!" tegur Chanyeol kearah dua pasangan tersebut.
"Bacot! Pergi sana kedapur, sekalian taro bahan makanan."
Chanyeol mencibir pelan lalu mulai melangkah kearah dapur sambil menenteng dua kantong plastik belanjaan.
"Kopi saya udah jadi?"
Baekhyun berjengit kaget, namun setelahnya mengangguk dan memberikan secangkir kopi kepada Chanyeol.
"Om Chanyeol udah makan?" tanya Baekhyun sambil menata barang belanjaan.
"Belum. Saya baru balik kantor, kebetulan ketemu Sehun tadi dia bilang mau kesini, yaudah saya ikut. Saya kangen kamu soalnya."
Baekhyun berdeham pelan mendengar jawaban Chanyeol
"Kalau gitu makan disini aja om, om Chanyeol gak ada pilih-pilih makanan kan?"
"Saya? Apapun yang kamu masak pasti saya makan kok."
Baekhyun tertawa mendengar ucapan pria dewasa dihadapannya.
"Kamu sering masak?" Tanya Chanyeol mencoba memecahkan suasana hening.
"Luhan kalau aku gak masak pasti dia cuma makan mie kalo nggak telor. Gak baik buat kesehatannya."
"Mereka sering pacaran di ruang tamu kaya begitu?"
"Eh? Gak pernah kok om, biasanya om Sehun selalu masuk ke kamar Luhan."
"Kamu sering denger mereka lagi aneh-aneh?" Chanyeol melotot, merasa sebal karena Sehun mengotori pikiran calon masa depannya ini.
"Nggak kok om, kan kamarnya Luhan ada pengedap suaranya."
"Saya pikir kamu sering ngedengerin mereka."
Baekhyun menggeleng pelan, lalu mulai sibuk di dapur mempersiapkan menu makan malam untuk mereka.
Chanyeol yang melihat hal itu dengan cepat pergi ke ruang tamu, sambil menatap datar kearah Sehun dan Luhan yang sekarang sedang dalam posisi siap kawin.
"Bisa gak lo mainnya di kamar, calon bini gue mau bolak-balik susah ya sialan! Jangan sampe kerjasama yang lo minta bareng perusahaan gue gak gue acc."
Sehun yang tadi mencoba tidak memperdulikan Chanyeol akhirnya mendengus keras.
"Ganggu aja lo sialan!" Sehun menarik celana Luhan yang untungnya masih ada di sekitaran pria cantik itu.
"Makanya tau tempat!!"
"Ayo yang ke kamar. Mampus belom bisa nusuk CALON bini lo kan? Iri lo sama gue?! Hah, rasain." ledek Sehun cepat lalu tak lama kemudian membanting pintu kamar milik Luhan dengan keras.
Chanyeol hanya mengedikkan bahunya lalu berjalan kembali kearah dapur. Dapat dilihatnya Baekhyun yang sibuk memasak. Chanyeol rasanya sudah jatuh cinta kepada pria mungil dihadapannya ini. Pria yang sejak pertama sudah mencoba menghentikan langkahnya untuk memiliki dirinya.
Baekhyun mulai sibuk dengan menu masakannya, setelah sebelumnya memisahkan milik Sehun dan Luhan lalu mulai menenteng beberapa menu kehadapan Chanyeol.
"Kamu masak banyak juga ya?"
"Soalnya om Sehun gak akan cukup kalau cuman dua menu aja om. Lagian ini kan belanjaan yang beli om Sehun gak boleh pelit-pelit."
Baekhyun menyendokkan nasi untuk Chanyeol dan untuknya, lalu mulai melahap makanan tersebut. Karena tadi Sehun membeli beberapa udang Baekhyun memaksakan udang bumbu tiram, sayur kangkung, beberapa tempe dan tahu goreng, sambel dan juga sayur sop.
Chanyeol melahap makanan dihadapannya dengan sangat lahap, bukan hanya karena makanan yang dimasak Baekhyun terbilang sangat enak, makanan ini membuatnya terus berselera makan.
"Kamu jago banget masaknya Baekhyun, saya sampe nambah lagi ini."
Baekhyun tersenyum manis melihat seberapa lahapnya Chanyeol. Lalu mulai merapihkan piring bekas makannya. Dan mulai sibuk dengan ponselnya.
"Itu ponsel kamu?" Tanya Chanyeol aneh melihat ponsel dengan layar yang sudah retak-retak.
Baekhyun mengangguk menjawab tanya.
"Memangnya masih bisa dipakai?" Tanya Chanyeol lagi.
"Masih kok om. Ini ponsel adik saya, ponsel saya yang baru sudah saya tukarkan. Kasian dia kalau mau lihat tugas kalau masih pegang ponsel ini."
"Ponsel apa yang kamu kasih ke adikmu?"
"Bukan ponsel merek bagus om."
Chanyeol mengangguk, lalu mengingatkan dirinya kalau dia akan membelikan Baekhyun dan adiknya ponsel yang lebih bagus.
