"Chuunin Rekrut di coret"
Untuk apa desa ini menghabiskan separuh anggarannya hanya untuk melatih sekumpulan remaja untuk jadi pasukan militer?
Dan apa-apaan ini?
Anggaran untuk pertanian hanya 5 persen
Anggaran pendidikan 10 persen
Anggaran Pembangunan 2.3 persen
'Haaaaah (mendesah panjang) Besok aku mungkin akan marah-marah pada mereka'
Sekarang aku mulai mengerti perasaan Gubernur di kota Jakarta dulu yang selalu menghabiskan waktunya marah-marah di depan bawahannya.
"ini akan menjadi waktu yang sangat panjang untukku"
Aku bergumam sambil menatap bulan yang bersinar terang
'Baiklah Author pencipta ide dunia ini yang baik sekaligus menyebalkan. Akan ku buat kau menyesali perbuatanmu karena membuat desa ini sangat menyedihkan'
Aku mungkin tidak paham soal birokrasi maupun politik, namun dengan pengetahuanku di bidang teknologi aku yakin dalam waktu dekat dunia ini akan berubah sepenuhnya.
Hi, kalian mungkin mengenali perkataan ku kemarin mengenai merubah tempat yang sudah busuk hingga ke akarnya.
mungkin aku perlu menarik kembali perkataanku kemarin
Alasannya sederhana
"Aku ga paham apapun soal politik"
Itulah yang aku katakan ketika menatap langit malam, tumpukan dokumen yang membuat ruangan bagaikan kapal pecah sekarang sudah di sortir ke dalam kategori tertentu namun bukan artinya itu membuat pekerjaanku yang sangat banyak itu bisa berkurang sedikitpun
Ya, inilah aku
Andika Pratama, seorang pria 30 tahun dengan gelar sebagai seorang fisika teori sekarang harus mengerang sakit kepala ketika melihat betapa banyaknya permasalahan yang harus di selesaikan secara bersamaan
Haaaaah"
'Ngantuk'
Aku menghabiskan waktuku semalaman mengerjakan dokumen yang berkaitan dengan masalah administrasi dan Anggaran.
Saat ini banyak Anggaran yang ku rubah serta regulasi birokrasi yang ku perbaiki.
Hanya tinggal menunggu waktu orang-orang yang menyebalkan muncul dan komplain mengenai hal ini.
Saat ini Konohagakure memiliki populasi sekitar 50 ribu jiwa dengan jumlah rata-rata menggunakan kalkulasi manual dan kategori berdasarkan usia
Usia
0-6 : 15000
6-12 : 9000
12-18 : 4500
19-25 : 10000
25-45 : 8000
45-70+ : 4500
Dari statistik kasar ini nampaknya jumlah kelahiran cukup tinggi namun dari penatatan mengenai riwayat kesehatan serta Rasio Mortalitas di kalangan masyarakat, yang paling fatal terkena dampaknya adalah para anak bayi.
Bayi yang lahir umumnya selalu di berikan imunitas secara rutin untuk membangun sistem daya tahan tubuh sejak dini namun karena dunia ini aku tidak menemukan satu dokumen pun mengenai imunisasi antibodi ataupun obat-obatan, maka cukup masuk akal jika 6 dari anak yang lahir hanya 3 yang mampu dewasa.
Hal ini di perparah dengan perang sebelumnya yang merontokkan habis sisa cadangan kebutuhan hidup serta monopoli perdagangan yang ikut mengambil bagian dari parahnya situasi saat ini.
Krisis ini untungnya dapat di tunda dengan simpanan 'kekayaan' untuk menjaga inflasi tetap stabil namun jika ini dibiarkan berkelanjutan maka tinggal menunggu waktu kapan simpanan kekayaan itu habis untuk menjaga inflasi terkendali.
'Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!'
"Baiklah, sekarang sudah pagi. Sebaiknya aku berjalan-jalan sebentar melihat bagaimana kota ini"
Sepanjang perjalanan tidak ada yang aneh, warga kota berlalu-lalang melakukan aktivitas dan ada juga para 'Shinobi' yang sekedar hangout bersama dengan teman-teman. Namun suasana berubah ketika aku mencapai pinggiran kota yang terletak di dinding barat desa.
Kondisi kumuh dan juga sangat kurang di rawat membuat suasana terlihat cukup suram.
Hal ini bukan hanya terjadi disini saja, di luar dinding Konohagakure pun mengalami hal serupa.
3rd Shinobi War.
'Jika kami tidak segera bangkit dari kekacauan ini, desa ini tamat'
Perjalananku aku teruskan ke wilayah pertanian yang terletak di selatan luar dinding desa. Seperti yang ku duga, pertanian disini masih sangat primitif dan sangat bergantung pada tenaga manual padahal dari kemampuan yang disebut Chakra mereka mampu membuat senjata yang bisa menandingi senjata era modern
Jadi kenapa mereka tidak terpikir untuk membuat peralatan yang mempermudah pekerjaan sehari-hari?
Aku kembali berjalan menuju area pelatihan para Shinobi muda.
Lapangan pelatihan terbilang cukup sederhana dan nampaknya ingatanku mengenai kartun Naruto itu tidak salah sama sekali.
Oh, berbicara soal ingatanku. Berdasarkan timeline dan kalender yang ada yang anehnya menggunakan penaggalan Masehi (Apa dunia ini ada semacam kerajaan Romawi pada jaman dahulu?)
Saat ini adalah 17 Maret tahun 1933 jika aku tidak salah
Dengan kata lain
"Hokage-sama, apa yang anda lakukan disini?"
'Suara ini'
Di depanku sesosok remaja laki-laki dengan rambut hitam yang cukup terkenal dalam seri ini.
'Shisui huh'
Aku berusaha bersikap senormal mungkin
"Tidak ada, hanya melihat-lihat sebentar. Bagaimana denganmu, Shisui. Apa kau sedang latihan?"
(Smile)
(Mengangguk)
Shisui menatap kearah pepohonan sejenak sebelum mengalihkan pandangannya ke arah ku.
"Seperti yang anda lihat Hokage-sama, belakangan ini banyak hal yang terjadi dan aku tak yakin bagaimana caranya menjelaskan padamu"
"..."
"Apa ini mengenai kondisi ekonomi pasca perang?"
Aku tidak tahu kenapa tapi saat melihat reaksi terkejutnya aku rasa bukan itu yang dia maksudkan.
"... Kondisi ekonomi?"
"Kau tidak tahu mengenai itu?"
Aku hanya mendesah ketika menebak apa yang ada di kepala remaja ini. Kemungkinan ia berpikir mengenai keadaan desa dari segi 'Militer' tanpa mempertimbangkan aspek lainnya
"Pasca Perang Shinobi 3, Konoha hampir menghabiskan seluruh persediaan suplai makanan untuk prajurit ... erghm... maksudku, Shinobi. Saat ini suplai untuk seluruh desa menipis dan kemungkinan besar akan habis dalam akhir September. Jika ini terjadi, maka desa akan jatuh dalam kekacauan. Hal ini di perparah dengan tingginya tingkat kematian di kalangan bayi akibat penyakit cacar, malaria, demam dan beragam penyakit lainnya akibat kurangnya pengembangan vaksin untuk para bayi. Sektor pertanian juga tak begitu membantu akibat banyaknya gagal panen pasca perang dan perubahan iklim secara drastis. Kita beruntung karena Klan Uchiha cukup tajam dalam melihat situasi sebelum hal ini terjadi dengan menyediakan suplai cadangan walaupun suplai itu hanya cukup bertahan selama 2 bulan. Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, kau pasti berpikir kalau situasi pasca perang membuat jumlah Shinobi menjadi turun drastis dan membuat kita lemah"
"..."
Shisui hanya diam
"Secara teknis itu benar, tapi bukan artinya aku bisa membiarkan situasi yang jauh lebih buruk dibiarkan begitu saja. Apa yang dibutuhkan Desa ini bukan Shinobi yang banyak"
"Tapi cara untuk mereka bertahan hidup"
"Sejauh ini, aku sudah melakukan perombakan dalam pemerintahan. Setidaknya ini akan merubah segalanya dari nol"
Mendengar aku menjelaskan mengenai situasi dan segala permasalahan mengenai desa, Shisui seolah-olah tak percaya apa yang ku katakan. Alasan kenapa aku menceritakan ini pada dia, karena dalam kisah Naruto: Shippuden, Shisui meninggal karena mengorbankan diri demi mencega kudeta militer.
Melihat secara langsung orang yang rela mencongkel kedua matanya demi desa, maka aku berani mengatakan kalau dia adalah sosok yang paling bisa di percaya
Mengenai perombakan birokrasi, nampaknya Shisui sangat kebingungan dengan bahasa politik yang kugunakan.
Jika mengikuti timeline yang ada, 10 Oktober adalah penentu bagaimana nasib desa ini.
Jika aku teralihkan sedikit saja, maka desa ini akan berujung kacau akibat penyerangan.
tak lama Pintu di dobrak menampilkan sosok yang aku tak ingin temui!
"Minato! Apa maksud dari tindakanmu!"
'Akhirnya mereka datang'
Saat ini dua sosok yang ku tunggu akhirnya datang.
"Hm? Apa ada masalah, Council Member, Homura-san"
"Kenapa kau membuat keputusan pembubaran Ujian Chuunin! Apa kau tahu dampaknya!"
"Tidak. Bahkan aku tidak berpikir jika ada masalah dengan pembubaran Ujian Chuunin sama sekali"
"Minato! Tidak kusangka kalau kau akan bertindak sejauh ini!"
Bang!
Aku menghantam tanganku ke meja sambil meliriknya dengan tajam.
"Membuat anak-anak bertarung satu sama lain sampai ada yang mati hanya demi gelar sementara mengabaikan fakta kalau kita dalam kondisi krisis, Kurasa ada yang salah dengan kepalamu. Homura-san"
ugh!
"Kau berani melawanku! Apa kau tidak sadar kalau aku ..."
"Adalah anggota dewan bukan? Dewan adalah orang dibawah Hokage yang membantu membuat keputusan demi yang terbaik untuk desa ini"
Aku mulai menunjukkan ke kesalanku padanya dengan mengambil dokumen dari dalam laci.
"Apa gunanya kalian selama masa kesulitan pasca perang Shinobi! Kalian bahkan tidak menyadari jika pasokan makanan untuk desa ini menipis!"
Kesabaranku mulai habis ketika menunjukkan laporan bulanan perdagangan antar desa.
"Bahkan tabel perdagangan pun menunjukkan defisit dalam jumlah yang tidak sedikit!"
Aku menghabiskan sepanjang siang berdebat dengan para Anggota dewan yang sangat tidak ku suka. Sejak awal aku menonton seri Kartun Naruto, aku sudah menebak jika korupsi diawali dari pihak dewan karena mereka hampir mengendalikan penuh administrasi yang tidak legal sehingga dalam membuat regulasi mereka bisa bertindak sesuka hati.
Homura juga tidak bisa berkutik ketika aku menunjukkan bukti bahwa organisasi tidak formal seperti Anbu-Root menyerap hampir 40 persen anggaran yang tak tertulis sehingga jumlah pajak yang masuk tiap bulannya sebanyak 40 persen selalu dipotong untuk mempertahankan organisasi itu.
Danzo Shimura sebagai ketua organisasi juga aku beri kecaman ketika merekrut anggota dengan cara tidak masuk akal.
Banyak hal lainnya yang membutuhkan perbaikan segera, namun aku tidak bisa membuat keputusan dengan cepat karena itu sama saja aku akan menambah jumlah lawan politikku.
"Aku butuh asisten yang kompeten"
Aku kembali bergumam ketika melihat pemandangan desa di sore hari. Beruntung desa memiliki cadangan listrik cukup besar sehingga aku bisa memikirkan proyek jangka panjang.
Saat ini yang terpenting adalah pengembangan sektor Teknologi, dengan susunan rancangan anggaran yang baru aku bisa mengawasi dengan baik bagaimana anggaran ini di operasikan
Aku juga membatasi jumlah kekuatan politik yang di miliki dewan dan tentu saja mereka bertiga tidak mungkin tidak memprotesku.
Namun apa yang mereka bisa lakukan?
Aku pemimpin disini dan keputusan pemimpin adalah absolut.
Saat ini merombak sistem politik desa ini masih belum terlambat.
'Sebaiknya aku mulai mencari para perwakilan untuk duduk di kursi dewan dan mencari Sekretaris yang terbaik'
Aku menyelesaikan pekerjaanku untuk hari ini dan memikirkan keputusannya besok.
Bersiap untuk pergi dari ruangan aku mulai sadar akan sesuatu
'Dimana aku tinggal malam ini?!'
Tidak pernah kusangka kalau aku akan melupakan hal yang sangat sepele seperti ini.
'Oh, hampir lupa. Sebaiknya aku mengunjungi klan Uchiha untuk memastikan mereka masih memiliki loyalitas pada desa'
Klan Uchiha selama ini selalu menerima diskriminasi dan penghapusan hak-hak suara untuk mereka berpendapat, sangat masuk akal jika mereka mulai muak akan kondisi itu sehingga memutuskan untuk memberontak.
Dengan begini aku akan menjadi pemimpin kedua yang mengunjungi kediaman Uchiha setelah Hashirama Senju.
'...'
"Ho... Hokage-sama!"
Dua penjaga gerbang pintu masuk klan Uchiha terkejut ketika aku berkunjung kesini. Cukup masuk akal mengingat tidak ada satu orang pun yang bersedia berkunjung ke kediaman klan ini mengingat banyaknya rumor yang beredar mengenai klan ini.
"Ag, Selamat Malam kalian berdua. Apa aku bisa masuk?"
"Eh?!"
Lagi-lagi keduanya terkejut
"Anda mau berkunjung ?!"
Aku hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Tentu, apakah saya tidak di perbolehkan masuk?"
Keduanya langsung bergetar dan jatuh dalam panik ketika jawaban yang lagi-lagi tidak mereka sangka, yah masuk akal, karena satu-satunya Hokage yang berani ke kediaman Uchiha, hanyalah errrr siapa namanya sih?
Saat aku di bawa masuk kedalam kediaman Uchiha, seperti yang ku duga semua reaksi yang ku terima adalah tatapan shock seolah-olah mereka melihat sosok hantu
AKu hanya berusaha menjaga wajah tenangku menganggap jika tidak ada hal yang aneh dan hal yang perlu mereka waspadai
Hingga keduanya pun membawaku ke kediaman kepala keluarga Uchiha.
Dari style kediaman ini, sangat nampak jelas jika Uchiha adalah keluarga yang sangat kental dengan budaya jepang, yah cukup masuk akal mengingat author dunia ini adalah orang Jepang sementara gua cuma warga plus62 yang berflower
HEI setidaknya negara gua lebih banyak budayanya, walau ga sikit yang copas
errr copas masih mending ketimbang nyolong
"Hokage-sama, apa yang membawa anda ke kediaman kami"
Sambut ketua Uchiha dengan pose duduk seiza, melihat cara dia duduk dengan sangat formal seperti itu aku langsung menirunya dan menundukkan kepalaku sebagai bentuk permintaan maaf karena ketidaksopananku yang datang tak di undang
"Tolong jangan menundukkan kepala anda hokage-sama, anda sama sekali tidak mengganggu kami"
Tepat saat aku menaikkan kepalaku, semua orang yang ada di dalam ruangan jatuh dalam ketakutan
'errr'
"Baiklah, kalau begitu saya akan langsung ke intinya saja"
"Tuan Uchiha, Saya disini ingin mengucapkan terima kasih sebesar mungkin atas tindakan anda dalam beberapa bulan belakangan ini"
"Eh?!"
Sepertinya perkataanku langsung membuatnya kaget luar biasa
"Tuan Uchiha, anda mungkin mengira jika kami tidak menyadari apa yang klan anda lakukan di belakang layar, tapi ijinkan saya mengatakan satu hal"
"...Hal bodoh seperti itu tidak berlaku di era ku"
Lagi-lagi ketua Uchiha sekaligus semua yang hadir di dalam ruangan tertegun akan kalimatku, aku bahkan menjelaskan situasi yang sedang terjadi di desa ini serta permasalahan yang akan datang dalam waktu dekat
Permasalahan yang aku bicarakan tentu saja masih menyangkut logistik serta permasalahan neraca perdagangan yang terus menerus mengalami defisit, jika ini terus berlangsung maka masa depan desa ini akan hancur
Pembicaraan kami menghabiskan waktu setidaknya 5 jam penuh dan sesekali ketua Uchiha dapat aku lihat tidak setuju akan beberapa hal, aku meyakinkan dia untuk jangan ragu membantah apa yang menurut dia tidak cocok dan mana yang menurut dia adalah yang bagus
Jujur aku sangat terkesan dengan klan yang di anggap sebagai kambing hitam ini, mereka ternyata sangat jeli akan sesuatu dan sangat masuk akal kalau mereka memutuskan untuk memberontak setelah apa yang desa ini lakukan pada klan yang mati-matian memperjuangkan mereka dari balik layar
"hah..."
Dan disinilah aku
Aku sibuk di kantorku lagi membaca beragam dokumen yang tidak ada habisnya
"Hokage-sama, silahkan teh anda"
'eerrrr'
Kali ini aku berusaha untuk tidak mengumpat setelah sosok wanita kecil memberikan aku teh yang sangat luar biasa enak
Klan Uchiha sangat berterima kasih setelah aku mengakui kinerja mereka dan secara langsung melibatkan mereka dalam urusan administrasi namun...
"E...rrrm... Kyouko-san?"
"Hai, Goshoujin-sama"
'ni gimana sih jadinya'
Pas aku keluar dari Klan Uchiha, para tetua sangat berterima kasih padaku, ya aku tahu itu tapi entah kenapa mereka malah menyarankan aku untuk memperkerjakan seorang pembantu yang akan membantu pekerjaanku
Dan inilah jadinya
Kyouko, seorang gadis kecil mungkin berusia 13 tahun
