Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri
Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto
Chapter 1: Taktik Menenangkan Isteri yang Bosan
Happy Reading
Siang yang panas, kunoichi yang terdiri dari: Sakura, Ino, Hinata, Temari, dan Karui sedang nongkrong di kedai dango yang lagi mengeluarkan diskon besar-besaran.
"Aku bosan..." Ino memulai pembicaraan.
"Bosan kenapa, Pig?" Tanya Sakura.
"Aku bosan jadi orang yang menunggu." Ino mengambil dangonya
"Dasar Lemah! Baru ditinggal Sai patroli 3 jam aja udah bosan. Trus apa kabar aku? 12 tahun aku menunggu suamiku pulang dari misi.." silahkan ditebak sendiri ini omongannya siapa.
"Kalo itu mah beda, jidat! Suamimu aja yang terlalu kuat makanya dikasih misi gila itu.." sahut Ino.
"Naruto-kun dan Shikamaru-san juga selalu di kantor Hokage bahkan sampai lembur.." Hinata menambahkan dan Temari mengangguk.
"Chouji juga kadang ada misi paling lama seminggu baru pulang..." Kata Karui.
"Tapi, pernahkah terpikir di kepala kalian kalau seandainya para suami yang menunggu kita pulang dari perjalanan panjang?" Kata Ino.
"Hmmm.. sepertinya itu mustahil. Soalnya kita sejak menikah dan punya anak, kita hampir tidak pernah dikasih misi." Kata Temari.
"Iya, ya. Aku jadi makin curiga apa ini merupakan teori konspirasi dari para suami ya? Maksudku, mungkin para suami kita itu bernegosiasi ke Hokage supaya kita tidak dikasih misi biar kita di rumah, ngurus suami, ngurus anak." Kata Ino penuh selidik.
"Hmm.. sudahlah. Kita berpikiran positif saja, mungkin suami-suami kita khawatir kalau kita sering dikasih misi. Soalnya kalau kita menjalani misi, musuh yang kita temui tidak bisa diprediksi. Mereka takut kalau kita kenapa-napa. Jadinya kita tidak pernah dikasih misi. Supaya mereka bisa fokus menjalani misi dan berpikir kalau selalu ada anak dan isteri yang siap menunggu dan menyambutnya di rumah.." Kata Hinata lalu menyeruput tehnya.
"Mereka itu pikun atau idiot ya? Kita ini kan juga masuk dalam: Kunoichi terkuat se-dunia Shinobi." Kata Karui sambil mengambil satu tusuk dango.
"Hhhh... Kapan ya kita bikin suami-suami kita di rumah, lalu mereka mengurus anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, nungguin kita pulang?" Ino berandai-andai sambil menyeruput minumannya.
"Gak usah dibayangin. Dijamin hancur bahkan lebih parah dari hancurnya Perang Dunia Shinobi IV kalau kita menyerahkan urusan rumah tangga ke para suami kita." Kata Temari sambil membayangkan seandainya dia meninggalkan Shikamaru dan Shikadai di rumah.
.
.
Tiba-tiba seorang pria berpakaian agak rapi berjalan mendekati mereka berlima sambil membawa 5 lembar brosur.
.
"Ano, permisi mama-mama. Maaf mengganggu waktunya. Saya kesini ingin menawarkan paket Liburan ke Pemandian Air Panas, perawatan kecantikan dan perawatan rambut yang dibutuhkan para mama-mama disini. Lokasinya di Yuugakure." Pria itu menyodorkan brosur ke Sakura, Ino, Hinata, Temari, dan Karui.
"Sukea-san. Anda sudah berhenti jadi fotografer?" Tanya Sakura.
"Masih jadi fotografer kok, mama Sakura. Tapi minggu lalu saya pergi ke tempat itu. Tempatnya baru buka. Karena mereka tahu saya ini fotografer keliling, makanya mereka meminta saya untuk mempromosikan tempat itu. Kalau datang berlima, bayarnya hanya empat orang saja dan diskon 50%." Kata Sukea panjang lebar.
.
Mendengar kata diskon, mata Ino berbinar-binar, "Diskon? Aku ingin kesana. Kita kan ada lima orang. Jadi pas. Bayarnya empat orang trus diskon 50% lagi.."
"A..a..aku sebenernya kepingin. Tapi kasihan Naruto-kun dan anak-anak kalau ditinggal.." Hinata menunduk. Sebenarnya, dirinya sudah membayangkan kalau seandainya dia pergi, tiga krucil bermata Saphire dan dua ekor Bijuu (Anggap saja Shukaku masih tinggal di rumahnya Naruto) sukses menggembel. Masalahnya, mereka (tiga krucil bermata Saphire dan dua ekor Bijuu) tidak bisa kalau tanpa Hinata. Apa-apa sama Hinata, sedikit-sedikit harus Hinata, tidak mau kalau bukan Hinata, semua-semua harus Hinata. Jadi Hinata agak berat hati meninggalkan mereka berlima di rumah.
"Tidak apa-apa Hinata. Sekali-sekali para suami itu harus diberi ujian sedikit. Suami-suami kita itu tidak hanya kuat dalam pertarungan, tapi juga kuat di atas ranjang. Tapi apakah mereka juga kuat mengurus rumah tangga? Kuat kalau ditinggal isteri barang beberapa hari?" Kata Temari.
"Iya Hinata. Tidak usah dipikir terlalu ribet. Sesekali kau harus menyempatkan waktu untuk memanjakan dirimu.." Karui menambahkan.
"Kalau aku sih tidak masalah. Sarada-chan masih bisa diandalkan untuk urusan masak dan bersih-bersih. Tapi yang jadi masalah, pasti rumah akan suram bagaikan Kutub Utara kalau Sasuke-kun dan Sarada-chan itu dijadikan satu. Soalnya mereka itu super duper irit bicara.." kata Sakura.
"Bagi saya, justru itu bagus mama Sakura. Karena merupakan momen yang tepat untuk mereka berdua agar bisa mengakrabkan diri." Kata Sukea.
"Eh iya ya. Gimana jadinya kalau tokoku ditinggal? Sai dan Inojin itu gak ngerti tentang bunga. Nanti begitu pulang, aku malah harus menangani komplain dari pelanggan." Ino menunduk lemas
"Setahu saya, toko bunga Yamanaka punya buku panduan tentang bunga dan karangan bunga kan? Mungkin mereka bisa mengikuti panduan yang tertera di buku. Lagipula, mereka berdua itu cepat belajar kok kalau ada bukunya, mama Ino." Sukea menyarankan. Ino mengangguk.
"Baik, mama-mama. Saya rasa keraguan mama-mama ini sudah terjawab. Berarti tidak ada lagi keraguan diantara mama-mama ini ya?" Tanya Sukea meyakinkan para istri Shinobi terkuat di Konohagakure.
.
.
"A..a..ano, kita harus ijin dulu ke suami-suami kita." Hinata memecah suasana.
"Tenang saja, mama Hinata. Kalau urusan ijin suami, saya sudah mengaturnya. Yang pasti mama-mama ini tetap akan bisa menghabiskan liburan di tempat itu selama seminggu dengan banyak sekali promo yang ditawarkan..." kata Sukea berusaha meyakinkan Hinata dan mama-mama yang lain. Sakura, Ino, Hinata, Temari, dan Karui menghela napas lega.
"Yosh, kami serahkan padamu, Sukea-san. Terima kasih untuk tawarannya. Ayo, kita pulang. Kita tidak boleh membuat promo-promo itu menunggu.." kata Ino diikuti oleh Sakura, Hinata, Temari, dan Karui sambil beranjak menuju meja kasir.
.
.
.
Sepeninggal para isteri Shinobi terkuat se-Konohagakure, Sukea memasang pose berpikir, "Hmmm... Sekarang tinggal membujuk para suami yang termasuk dalam: Shinobi terkuat di Konohagakure, tapi tingkat intelektualnya lebih rendah dari para isteri. Sepertinya akan jadi strategi yang mudah..." lalu dia menyeruput minumannya.
The End/Continue?
Author's Note:
Happy Independence Day Indonesia yang 75. Biarlah damai sejahtera selalu tetap ada atas Bangsa Indonesia.
Monggo direview...
