Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri
Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto
Chapter 2: Taktik Mengacak-acak Suami yang Ribet
Happy Reading
Seperti yang kita tahu, Kantor Hokage adalah pusat pemerintahan desa Konoha dengan Uzumaki Naruto sebagai Nanadaime Hokage. Kantor Hokage juga merupakan tempat dimana semua Shinobi menerima misi dan melaporkan misi yang sudah dijalani.
Tapi bagi beberapa Shinobi seperti: Sasuke, Sai, Shikamaru dan Chouji, kantor Hokage adalah tempat dimana mereka bisa nongkrong tanpa mengeluarkan banyak biaya asalkan mereka akrab dengan yang empunya ruangan. Saat ini, keempat Shinobi terkuat se-Konohagakure ditambah bapak Nanadaime Hokage sedang nongkrong di ruangannya Naruto.
"Kita ini adalah Shinobi yang beruntung lho.." Shikamaru menghisap rokok pertamanya.
"Kenapa?" Tanya Sai penasaran.
"Kita ini termasuk Shinobi terkuat se-Konohagakure yang selalu menjalani misi-misi gila dan merepotkan tapi masih bisa pulang dengan selamat. Punya anak-anak yang luar biasa. Isteri yang setia dan antusias menunggu kita pulang dari misi panjang. Ah... Sempurna.." Shikamaru merokok lagi.
Bicara tentang isteri yang setia dan antusias menunggu di rumah, Sasuke diam-diam menyetujui itu. Dia bangga punya isteri se-hebat Sakura yang selalu setia dan antusias menunggu dia pulang dari misi panjang. Dia tidak khawatir walaupun pulang misi dalam keadaan babak belur, selalu ada Sakura yang siap menyembuhkannya.
"Rasanya tidak rela kalau kita membiarkan isteri-isteri kita menjalani misi meskipun kita tahu kalau mereka juga termasuk Kunoichi yang kuat." sahut Chouji. Yang lainnya mengangguk setuju.
"Ya, bisa repot kalau mereka kuberikan misi, dattebayo.." kata Naruto penuh dengan semangat.
*Tok..tok..tok...*
"Masuk!"
Pintu dibuka menampilkan seorang pria berpakaian cukup rapi. Dari pakaiannya, ransel besarnya, dan kamera yang dibawanya, sangat jelas sekali kalau pria ini adalah seorang fotografer keliling.
"Ah, Sukea-san. Silahkan masuk." Naruto mempersilahkan fotografer itu masuk.
.
.
.
"Ada keperluan apa, Sukea-san?" Kali ini Shikamaru yang bertanya.
"Saya tadi bertemu dengan isteri-isteri anda dan menawarkan paket liburan pemandian air panas dengan promosi yang berlimpah-limpah selama seminggu. Mereka mau sekali tapi mereka sadar, kalau mereka pasti akan mengalami kesulitan dalam uruan ijin suami. Jadi saya ingin meminta ijin dari papa-papa sekalian supaya mengijinkan mama-mama untuk bisa ikut liburan ini." Kata Sukea.
"Apa? Liburan hanya mereka berlima?! Kenapa mereka tidak mengajak kita dan anak-anak? Anak-anak juga antusias untuk pergi kesana. Tinggal aku suruh mereka untuk libur misi, beres..." Kata Naruto tidak terima.
"Tempat itu baru buka dan belum menyediakan sarana untuk anak-anak. Jadi saya yakin kalau anak-anak ikut, pasti mereka akan merasa bosan karena tidak ada sesuatu yang bisa dinikmati atau dimainkan oleh anak-anak, Papa Naruto.." Sukea menjelaskan.
"Memangnya dimana lokasinya? Apa bisa ditempuh atau diakses dengan Rinnegan?" Silahkan ditebak sendiri itu pertanyaan dari siapa.
"Di desa Wisata Yugakure, Papa."
"Yugakure?! Desa para pemuja Dewa Jashin? Tidak boleh! Para isteri kalau mau pergi jauh hanya boleh ke Sunagakure asal ada Temari-san karena Temari-san mengerti tentang Sunagakure. Atau mereka boleh pergi ke Kumogakure asal ada Karui karena Karui mengerti tentang Kumogakure. Selain dari dua tempat itu, mereka tidak boleh pergi!" Kata Chouji. Para suami yang lainnya mengangguk antusias.
"Iya. Memangnya di Konoha atau di Negara Api tidak ada tempat yang bagus apa sehingga para isteri harus pergi ke Yugakure? Mendokusai!" Kata Shikamaru.
"Lagipula Konoha tidak memiliki transportasi yang bisa langsung ke Yugakure. Jadi untuk kesana harus jalan kaki ataupun kalau naik transportasi, harus transit di banyak tempat. Sedangkan untuk perjalanan kesana, pasti akan ada musuh yang keahliannya bervariasi. Kalau isteri kita kenapa-kenapa, siapa yang mau tanggung jawab? Lebih baik isteri-isteri kita liburan di Konoha saja. Jadi kalau ada apa-apa, kita para suami siap siaga melindungi para isteri. Dan kita akan lebih tenang kalau anak dan isteri ada Konoha. Apalagi di rumah menunggu kita dengan antusias plus dengan masakan enaknya yang tersaji penuh di meja makan." Kata Sai.
"Ya. Kalau Hinata-chan pergi liburan selama seminggu, anak-anak dan dua Bijuu di rumahku pasti rewel di rumah karena mereka itu apa-apa harus sama Hinata-chan, semua-semua sama Hinata-chan, tidak mau kalau bukan Hinata-chan. Lagipula, dengan penjelasan Sai tadi, aku tidak akan membiarkan Hinata-chan ikut dalam liburan itu-ttebayo. Diluar Konoha itu tidak aman, dattebayo! Hinata-chan itu Ratunya Konoha, Kebanggaan Konoha, Permaisurinya Nanadaime Hokage. Tidak boleh seorang Ratu Konoha pergi ke tempat lain tanpa pengawasan dan seijin Nanadaime Hokage-ttebayo!" Kata Naruto tidak terima.
"Sakura harus tetap di Konoha. Desa ini membutuhkan Sakura sebagai ninja Medis. Uchiha juga membutuhkan Sakura sebagai Ninja medis keluarga, ibu dari seorang Putri Uchiha, dan isteri dari Uchiha terakhir di Konoha. Aku akan lebih tenang kalau isteriku ada di Ruang Kerjanya atau di rumah." Sasuke yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara dan sudah memasang Sharingannya.
"Tenang papa-papa. Saya tahu papa-papa ini sangat khawatir kalau isterinya pergi ke tempat lain selain tempat-tempat yang sudah disebutkan. Tapi, mereka sangat bersemangat lho ketika mendengar promo liburan ini. Dan mereka hanya pergi sebentar. Saya yakin mereka akan pulang dengan selamat karena mereka adalah salah satu Kunoichi terkuat." Kata Sukea.
"Pokoknya tidak boleh!" Sahut para suami bersamaan.
"Kalau mereka meninggalkan desa hanya karena promo wisata. Saat ini juga aku akan mengumumkan ke seluruh pemilik wisata di Konohagakure untuk memberikan promo gila-gilaan supaya para isteri mengurungkan niatnya dan hanya berlibur di Konoha saja. Shikamaru, berikan stampelnya! Habis aku buat surat ini, umumkan ke seluruh pemilik tempat wisata di Konoha! Jangan sampai ada yang terlewat!" Titah Naruto. Suami-suami yang lain mengangguk setuju.
"Maaf kalau menyela. Dari tadi papa-papa ini ribet kalau mengijinkan isterinya untuk liburan. Kalau saya boleh menebak, apakah alasan papa-papa ini tidak mengijinkan isterinya liburan ke luar Konoha karena kalian tidak mampu mengurus pekerjaan rumah tanga, mengurus anak, dan mengurus pekerjaan kalian masing-masing?" Tanya Sukea.
SKAKMAT! Seketika bapak-bapak disini nyalinya ciut. Terbaca jelas dari ekspresi mereka kalau alasan mereka tidak mengijinkan para isteri liburan adalah mereka tidak mampu multitasking seperti para isteri mereka.
'Dasar! Jadi benar dugaanku: mereka ini kuat di pertarungan dan kuat di ranjang tapi sebenarnya mereka ini lebih bodoh dari para isteri. Ini akan jadi mudah selanjutnya..' kata Sukea dalam hati.
"Berarti benar prediksi saya. Sejujurnya, saya ini kagum sama Papa-papa disini yang merupakan Shinobi terkuat se-Konohagakure. Tapi kalau masalah ini aja sudah K.O..." Sukea berpikir sejenak, "Hmmm... Saya yakin begitu semua orang mengetahui hal ini, pasti anda akan menjadi bahan tertawaan seluruh dunia. Mengingat saya ini adalah seorang fotografer keliling dan juga jurnalis lepas, pasti ini akan jadi berita yang seru. Judulnya: Shinobi Terkuat se-Konohagakure Ternyata K.O kalau Ditinggal Isteri Seminggu.." kata Sukea sambil tersenyum. 'Rencana mengacak-acak para suami sukses...' kata Sukea dalam hati.
"Apa? Kalau urusan itu serahkan padaku! Dengan Kage Bunshinku dan chakra Kurama di tubuhku, semua pekerjaan bisa teratasi! Boruto, Himawari, Shukaku, dan Kurama bisa terurus dengan baik. Pekerjaanku bisa selesai tepat waktu. Tidak apa-apa Hinata-chan pergi berlibur seminggu-ttebayo!" Sahut Naruto tidak mau dianggap lemah.
"Yosh! Naruto, ayo buktikan kalau kita tidak akan menggembel ketika ditinggal Hinata!" Sahut Kurama di dalam tubuh Naruto.
"Kalau soal kecepatan dan multitasking, jangan remehkan ANBU! Dengan pengalamanku sebagai mantan anggota ANBU Ne, semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu! Toko Bunga Yamanaka akan beres tanpa ada komplain!" Sai tidak mau kalah.
"Jangan remehkan kemampuanku! Tenang saja Mama! Selama mama pergi, aku dan Chouchou bisa makan makanan bergizi dan sehat dengan baik. Beraninya mengacak-acak para suami!" Sahut Chouji
"Ck, Mendokusai! Sudah cukup aku menjadi bahan tertawaan seluruh Sunagakure karena menikahi Temari. Jangan sampe aku jadi bahan tertawaan karena hal sepele ini.." Shikamaru tidak mau kalah.
"JANGAN REMEHKAN UCHIHA! Itachi tertawa di alam sana begitu lihat aku tidak bisa mengurus rumah dan menjaga Sarada selama Sakura tidak ada.." Sasuke yang merasa harga dirinya sebagai seorang Uchiha diacak-acak akhirnya ikut bersuara.
'Semudah inikah mengacak-acak para suami yang tingkat intelektualnya berada di bawah para isteri?' kata Sukea dalam hati.
"Baiklah, saya rasa papa-papa ini setuju. Berarti besok mama-mama sudah bisa menikmati liburan mereka. Saya pamit dulu.." kata Sukea seraya meninggalkan ruangan Hokage.
Dan sukses para suami kebakaran jenggot di ruang Hokage karena pada dasarnya mereka itu belum siap ditinggal isteri.
The End/Continue
Author's Note:
Akhirnya update juga. MERDEKA! ! !
MONGGO DIREVIEW
