Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri

Chapter 3: Taktik Melepas Kepergian Isteri

Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto

Happy Reading

Malam hari di rumah masing-masing, Grup Chat Isteri...

Hinata: Aku rasa ini ide yang buruk. Naruto-kun terus rewel dan itu membuatku tidak rela meninggalkannya... *Sad* *Tear*

Sakura: Iya. Sasuke-kun juga merajuk belakangan ini. Sarada-chan juga tambah manja padaku. Tapi manjanya bukan manja biasa. Manjanya seperti.. seperti takut ditinggal...

Ino: Sudah kuduga sepertinya rencana Sukea-san untuk membujuk para suami agar mengijinkan kita liburan gagal deh. Buktinya Sai-kun melancarkan aksi mogok makan. *sad*

Karui: Chouji dan Chouchou juga agak rewel kayak takut kekurangan makanan selama aku pergi..

Temari: MANA TEKAD API KALIAN IBU-IBU KONOHA?! KITA SUDAH SEJAUH INI DAN MENYERAH BEGITU SAJA?! MEMALUKAN! ! !

.

.

Dirumah masing-masing, grup chat suami...

Naruto: Aku akan menggembel begitu ditinggal Hinata-chan, dattebayo.. *tear*

Sasuke: Sakura makin menyebalkan..

Sai: Pokoknya aku akan terus mogok makan sampai Ino membatalkan rencana liburan itu...

Shikamaru: Mendokusai.. si Galak itu bersikukuh ingin pergi liburan..

Chouji: MANA TEKAD API KALIAN BAPAK-BAPAK KONOHA!? KITA HARUS BISA MENAHAN PARA ISTERI AGAR TIDAK PERGI LIBURAN DI TEMPAT LAIN SELAIN DI KONOHA. ITU ADALAH JALAN NINJA KITA!

Naruto: Yosh! Kita tidak boleh menyerah-ttebayo!

Sasuke: JANGAN REMEHKAN UCHIHA! ! !

.

.

Namun kenyataannya...

"Hinata-chan... Apa perlu aku memberikan surat perintah kepada seluruh pemilik tempat wisata di Konoha supaya mereka bisa memberikan diskon dan promo yang lebih gila dari tempat itu jadi kamu tidak perlu pergi keluar desa? Kau tak kasihan pada suamimu yang menggembel ini kalau ditinggal oleh Hinata-chan? Apapun akan kulakukan tapi jangan pergi, dattebayo..." Naruto memelas.

"Naruto-kun... Maaf.. tapi aku juga ingin sekali pergi keluar desa. Lagipula aku tidak pergi sendiri kok. Ada Sakura-san, Ino-san, Temari-san, dan Karui-san. Kau pasti bisa Naruto-kun." Bujuk Hinata.

"Tidak akan pernah bisa-ttebayo.. di rumah ini ada dua orang anak, satu orang ayah, dan dua ekor bijuu yang akan rewel kalau ditinggal Ratunya-ttebayo. Apa jadinya kami tanpamu?" Naruto mendrama.

"Tidak apa-apa.. kalian pasti bisa kok. Kalau kesulitan, minta tolong Otou-sama atau Iruka-sensei aja untuk membantumu mengurus anak-anak. Kalau aku ada apa-apa, aku akan cepat menghubungimu..." Hinata menenangkan Naruto.

"Cepat pulang ya, Hinata-chan. Aku, anak-anak, dan dua ekor Bijuu di rumah ini akan menggembel kalau ditinggal terlalu lama oleh Hinata-chan.." Naruto memeluk perut Hinata. Hinata mengangguk sambil mengelus pucuk kepala Naruto.

.

.

.

"Ayolah, Sasuke-kun, itu hanya seminggu. Kau pasti kuat. Aku saja ditinggal 12 tahun masih bisa kok. Semuanya beres begitu kamu pulang. Masak kamu gak bisa?" Sakura memelas

"Itu beda..." Sasuke berbalik membelakangi Sakura

"Kan ada Sarada-chan. Dia juga pandai kok kalau memasak, bersih-bersih.. tugasmu hanya menjaga saja supaya dia tidak kesepian. Sekali-kali cobalah untuk lebih akrab dengan putrimu.." Sakura merayu Sasuke

"Hn..." Sasuke masih dalam mode merajuk

"Hmm.. ayolah hentikan acara merajukmu itu, Sasuke-kun... Atau begini saja, kalau aku terjadi apa-apa bahkan masalah sekecil apapun, aku akan cepat menghubungimu, jadi kamu bisa cepat menemuiku menggunakan Rinneganmu. Gimana Sasuke-kun?"

"Baiklah. Janji ya..." Sakura mengangguk.

.

.

.

"Sai-kun, ayo makan. Ini makanan kesukaanmu lho.. nanti keburu dingin. Mau sampai kapan kalian seperti ini terus?" Tanya Ino

"Sampai Ino-chan membatalkan acara liburannya.." kata Sai

"Tidak bisa Sai-kun. Aku tidak boleh membiarkan promo itu menungguku. Atau begini saja, selama aku pergi kau boleh menutup toko dan tidak berjualan sama sekali kok.. tenang saja, untuk kebutuhan sehari-hari kita, aku masih ada tabungan.." kata Ino mendrama.

"Jangan remehkan ANBU, cantik. Begitu kamu pulang, rumah ini akan seperti istana. Semua pekerjaan rumah sudah selesai dengan baik, Inojin terurus, penjualan toko meningkat tanpa ada komplain, dan pekerjaanku juga selesai dengan baik.. Percayalah padaku, Yang Mulia Ratu.." ujar Sai seolah dia terhipnotis oleh rayuan Ino.

.

.

.

"Mendokusai. Pergilah liburan. Jangan khawatirkan aku dan Shikadai. Kami baik-baik saja.." kata Shikamaru. Meskipun batinnya memberontak karena Temari pasti akan meninggalkan tugas rumah yang sangaaaaaat banyak.

"Gak usah sok Cool. Kamu itu bukan Uchiha Sasuke. Bilang aja kamu gak rela ditinggal aku.." kata Temari.

"Terserah. Yang pasti pekerjaan rumah akan beres. Santai aja. Aku punya lebih dari 200 strategi untuk membereskan pekerjaan rumah, pekerjaan di kantor, dan mengurus Shikadai dengan baik..."

.

.

.

"Mama, liburannya di Konoha saja. Atau ke Kumogakure boleh kalau kamu merindukan Killer Bee-san. Tapi jangan ke Yugakure..." Chouji merengek.

"Aku tidak boleh membuat promo-promo itu menunggu, Chouji.."

"Naruto sedang mengusahakan untuk mengajak seluruh pemilik tempat wisata agar mengeluarkan promo berlimpah-limpah supaya menarik wisatawan ke Konoha. Lagian kalau promonya lebih besar dari promo di Yugakure, mama akan tetap di Konoha, kan?"

"Masalahnya aku kesana dibayarin. Tidak mungkin aku menolak.." kata Karui sambil meletakkan daging ke mangkuk Chouji.

"Kalau gitu, liburan di Konoha atau di Kumogakure saja. Biar papa yang bayar berapapun harganya. Asal jangan ke tempat itu. Jujur, kalau mama pergi, aku dan Chouchou akan mengalami busung lapar dan kurang gizi..." Chouji mendrama.

"Kau pasti bisa, Anata. Konoha punya banyak kedai makanan yang selalu menawarkan promo gila-gilaan. Kau boleh deh makan di Yakiniku Q 2 kali seminggu saat aku pergi.." Bujuk Karui. Chouji membelalakkan matanya.

"Benarkah? Janji ya.." Karui mengangguk.

.

.

.

.

.

Keesokan paginya lima keluarga, berkumpul di gerbang 'An' untuk bersiap-siap pergi ke Yugakure untuk menghabiskan liburan selama seminggu...

"Hinata-chan, cepat pulang..."

"Kaa-chan/Mama, bersenang-senanglah. Kami baik-baik saja. Ya kan, Shukaku?" Shukaku mengangguk.

.

"Mama, cepat pulang atau papa akan merana seumur hidup karena kurang asupan jatah dan olahraga malam dari mama.." Sarada menggoda SasuSaku. Sejak kapan ini bocil ngomong begini dan siapa yang ngajarin bocil ini ngomong begitu?

.

"Temari, pergi sana. Aku dan Shikadai tidak akan melakukan hal yang merepotkan.." Shikamaru merokok guna mengurangi ketegangan.

"Hati-hati kalian berdua di rumah. Dan jangan cengeng..." Kata Temari

.

"Nona Cantik, cepat pulang ya.. jangan sampai lecet. Nanti aku tidak kebagian jatah malam..." tebak sendiri ini omongannya siapa. Dan sukses pipi Ino memerah.

.

"Mama, baik-baik ya. Janji kalau ada apa-apa, hubungi aku. Aku dan Chouchou akan baik-baik saja di rumah..." Chouji menahan tangis saat Karui mau pergi.

"Jaa ne, Anata.." sahut para isteri lalu pergi meninggalkan Konoha.

.

Kira-kira bisa tidak ya para suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, dan mengurus pekerjaannya dengan baik sampai para isteri pulang? Atau mereka akan menggembel begitu ditinggal isteri agak lama? Kita lihat saja...

The End/Continue?

Author's Note:

Keluarga siapa dulu yang mau diacak-acakin sama Author? Monggo ditulis di kolom review ya gaess...