Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri

Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto

Hari ini Author mau ngacak-acak keluarganya Chouji dulu ya. Nanti bisa request kok keluarga mana lagi yang ingin diacak-acak sama Author. Hehehehehe...😄

.

.

.

.

Chapter 4: Taktik Mencukupi Gizi Seimbang (Chouji×Karui×Chouchou)

Happy Reading

Selepas kepergian Karui, untungnya bagi duo ayah dan anak yang bertubuh agak jumbo, mereka masih bisa bertahan sampai sarapan karena sebelum berangkat, Karui sudah menyiapkan sarapan.

Yang jadi masalah adalah mereka kebingungan untuk makan siang dan makan malam. Mau masak? Ah.. jangan dulu deh. Baik Chouji dan Chouchou, mereka berdua itu tidak bisa masak. Mau makan diluar? Nah itu dia, karena banyak pilihan jadinya mereka bingung mau makan apa. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menghabiskan seluruh isi kulkas yang isinya didominasi oleh keripik kentang berbagai rasa. Walaupun bagi mereka berdua, itu cuma untuk sekedar geli-geli di perut.

Toh pada akhirnya mereka berdua mendaratkan perut mereka di Yakiniku Q. Mujur bagi duo gembul gendut ini karena dalam beberapa hari ini, mereka sering mendapatkan promo gila-gilaan di setiap warung makan di Konoha. Salah satunya Yakiniku Q. Mereka makan hingga kenyang dan bahkan memesan beberapa paket daging untuk makan malam di rumah dan itupun mereka dikenakan diskon 60%. Masalah hari pertama terpecahkan.

"Ah, senangnya akhirnya kita bisa dapat promo gila-gilaan seperti ini. Lagian enak juga kalau mama pergi, kita bisa bebas makan di Yakiniku Q tanpa takut diomelin mama..." Sahut Chouchou dalam perjalanan pulang.

.

.

Hari kedua untuk sarapan pagi mereka makan di Ichiraku Ramen. Bermodal hanya dengan bilang kalau mereka akrab dan bersahabat dengan Nanadaime Hokage, mereka bisa menikmati 10 porsi ramen pedas jumbo dan hanya membayar 2 porsi saja. Makan siang di kedai langganan Chouchou dan Anko, lalu makan malamnya di Yakiniku Q lagi. Untuk camilan, mereka hanya membeli di tempat yang mereka lewati di sekitar jalan rute pulang ke rumah.

.

.

Yang jadi masalah terberat bagi Chouchou dan Chouji adalah hari ketiga. Saat sarapan, mereka makan di kantin kantor Hokage. Beli camilan di warung makan yang mereka temui di sekitar jalan rute pulang ke rumah. Makan siang, mereka makan burger lemon jumbo 20 biji dan burger super pedas jumbo 20 biji di Kaminari Burger. Sepulang dari makan siang, perut Chouchou mules.

"Aduhhh.. perutku sakit. Melilit banget. Gak tahan lagi..." Chouchou memegangi perutnya.

"Tenang nak. Habis ini kita sampai di rumah.." Chouji berusaha menenangkan Chouchou. Jujur, Chouji panik dan mencoba berpikir apa yang biasanya dilakukan Karui disaat anaknya sakit perut seperti sekarang ini.

Sesampainya di rumah, Chouchou segera melesat ke kamar mandi, mengeluarkan semua isi perutnya separuh di wastafel dan sisanya di kloset.

"Aduuuhhh... papa, perutku sakit, mules, aku lemas, buang air besar tidak berhenti-henti. Sepertinya aku diare..." Kata Chouchou setelah bolak-balik ke toilet.

Chouji yang panik langsung membawa Chouchou ke rumah sakit. Disana, dia langsung ditangani oleh Tsunade.

"Tsunade-sama, tolong periksa putriku. Dia makan burger dan setelah itu dia diare.." Chouji panik

Setelah diperiksa dan ditanyai makan apa aja sehingga Chouchou sampai seperti ini lalu Chouchou menjawab bahwa dia habis makan ini dan itu...

.

.

.

*BRAKKK...*

Tsunade menggebrak meja (untung gak hancur).

"KOK BISA ITU LHO?! MAKANYA JANGAN JAJAN SEMBARANGAN! ITU AKIBATNYA KALAU KALIAN MAKAN SECARA SEMBRONO! MULAI HARI INI, CHOUCHOU HARUS SERING MAKAN MAKANAN RUMAHAN SUPAYA KESEHATANNYA PULIH." Tsunade naik pitam.

"Maaf, Tsunade-sama. Karui sedang pergi liburan seminggu jadi kami bingung mau makan apa. Soalnya apapun yang dimasak Karui, pasti kami makan. Sekarang kalau tidak ada Karui, susah mau makan. Soalnya kami tidak bisa masak..."

Tsunade menghela napas, "Ini resepnya nanti tinggal ditebus di apotek. Dan kamu Chouji, belajar masak sana! Kasihan Chouchou kalau kamu kasih makanan sembarangan kayak gitu. Dia itu masih anak-anak.." Tsunade menulis resep lalu menyerahkannya ke Chouji. Setelah itu Chouji menebus obatnya di Apotek lalu mereka berdua bergegas pulang setelah urusan di apotek selesai.

.

.

Hari keempat Chouji melangkah dengan gontai menuju pasar. Dia sakit karena kesalahannya. Dia lalai memperhatikan kesehatan Chouchou dan dirinya ketika ditinggal Karui. Dia juga bingung harus memulai darimana untuk memasak. Dia tahunya hanya makan bukan mengolah makanan...

"Mama, aku gagal mama. Chouchou sekarang sakit perut. Pulanglah mama. Liburannya masih lama ya?" Chouji menunduk sambil mengeluarkan air mata.

Sial banget buat Chouji hari ini. Sepanjang perjalanan menangis merutuki kesalahannya. Begitu sampai di pasar, semua bahan makanan habis diserbu ibu-ibu yang lain. Jadilah Chouji pulang ke rumah dengan tidak mendapatkan apapun dan mereka akhirnya makan ramen cup sebagai sarapan, makan siang, dan makan malam.

.

.

Hari kelima, mulesnya Chouchou berangsur-angsur pulih. Jadilah mereka pergi ke pasar berdua untuk membeli bahan makanan. Syukurlah mereka bisa mendapatkan bahan makanan tepat waktu. Sekarang, tingga dieksekusi.

Setelah bertarung dengan peralatan dapur, tidak bisa membedakan mana gula mana garam dan mana micin, tidak bisa membedakan yang mana jahe dan yang mana lengkuas, akhirnya masakan ala kadarnya pun jadi...

"Itadakimasu...!" Sahut mereka bersamaan.

.

Saat mencedok hasil masakan pertama mereka ke mulut...

.

.

"HUEKKKK...! MAKANAN APA INI?! RASANYA ANEH!" Kata Chouchou memuntahkan makanannya.

"Ah iya, inipun juga kurang bisa dimakan... Makanlah Chouchou meskipun ujung-ujungnya perutmu mules lagi, setidaknya ini makanan sehat yang bisa kita makan sampai mama pulang.." Chouji memelas.

Dan sukses, seharusnya dengan obat yang diberikan Tsunade, diare Chouchou biss sembuh dalam waktu singkat. Tapi karena terkontaminasi masakan Chouji, akhirnya mulesnya Chouchou kambuh lagi.

"Mama, cepatlah pulang..." Tangis Chouji sambil menyuapkan suapan terakhir makanannya.

.

Sepertinya selama dua hari kedepan perut mereka harus kuat mules dengan makanan ala kadarnya sampai Karui pulang.

The End/To be Continued?