Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri
Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto
Chapter 6: Taktik Akrab dengan Iparmu (Shikamaru×Temari×Shikadai)
.
.
.
Happy Reading
Selepas kepergian Temari, Shikamaru berjalan dengan malas menuju ke rumah. Toh, dirumah sudah ada makanan sampai makan siang. Tidak seperti pasangan sebelumnya yang hanya bertahan sampai sarapan, Temari sudah memasakkan makanan yang cukup sampai makan siang. Karena Shikamaru dan Shikadai adalah tipe orang yang tidak terlalu suka makan, jadinya makanan yang seharusnya cukup sampai makan siang, cukup sampai makan malam. Dengan ini, masalah hari pertama sudah terpecahkan.
Tidak seperti pasangan sebelumnya yang mengalami masalah di hari ketiga atau hari keempat, di keluarga Nara, masalah sudah muncul di hari kedua. Dimulai dengan menghabiskan sarapan bersama anak di Kantin Kantor Hokage, sesampainya di rumah, duo ayah anak berkuncir nanas ini kaget ketika melihat Gaara dan Kankurou sudah ada di depan rumah. 'Sepertinya ini akan mudah karena mereka berdua pasti akan membantu...' batin Shikamaru dalam hati.
.
.
Namun ekspetasi tidak sebaik realita. Seperti kata Pain, 'Realita itu kejam...'. Nyatanya, kedatangan Gaara dan Kankurou jadinya malah begini...
.
.
.
.
"Shikamaru, kenapa rumah ini kotor sekali? Kamu malas bersih-bersih ya?" Tanya Kankurou sambil mencolek meja ruang tamu yang agak berdebu.
"Mana Temari?" Tanya Gaara.
"Pergi liburan seminggu ke luar desa." Kata Shikadai kemudian bergabung dengan paman-pamannya.
"Ya sudah, itu dibersihkan aja semua yang kotor-kotor! Kalau Temari pulang dan rumah masih kotor, silahkan bayangkan sendiri nasib kalian akan berakhir seperti apa..." Kankurou mencoba menakuti duo Shika ini.
"Daripada ngomong doang, bantuin kek! Jangan cuma ongkang-ongkang kaki!" Sahut Shikamaru.
"Enak aja! Ini kan rumahmu. Kamu dong yang harus bersihin. Masak nyuruh tamu yang bersihin rumah?! Sana, bersihkan rumah ini sampai kinclong! Jangan sampai ada debu sedikitpun di meja! Cepat gak pake lama!" Titah Kankurou.
'Kok aku malah jadi babu di rumahku sendiri?' batin Shikamaru.
.
.
.
Setelah Shikamaru membersihkan rumahnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah...
.
.
.
.
.
.
"Shikamaru! Mana makanannya?! Ini udah jam makan siang lho?! Kamu gak tahu apa kalau Gaara itu tidak boleh melewatkan jam makan?! Dia itu punya sakit lambung." Sahut Kankurou ketika membuka tudung saji.
"Di kulkas ada telur. Bikin sendiri sana!" Kata Shikamaru.
"Enak aja! Itu kan dapurnya Temari. Nanti kalau ada barang yang hilang/rusak mau salahkan siapa?! Sana cepat masak!" Titah Gaara. Dan Shikamaru dengan begonya memasak untuk empat orang: Dirinya, anaknya, dan dua iparnya yang tidak tahu diuntung.
'Dimasakin aja daripada dikubur di kuburan pasir hidup-hidup plus dicincang Kugutsu hidup-hidup.. Mendokusai..' batin Shikamaru. Akhirnya Shikamaru memasak masakan dengan porsi banyak sehingga cukup sampai makan malam. Biar ada waktu untuk bermalas-malasan sih alasannya. Beruntung pekerjaannya di kantor Hokage tidak sepadat biasanya.
.
.
Malam harinya, duo bersaudara dari Sunagakure ini tidak cerewet dan merepotkan seperti tadi siang. Nyatanya, setelah makan, mereka langsung bergabung dengan Shikadai di ruang tengah, lalu main game online sampai tepar. Sedangkan Shikamaru mencuci piring di belakang.
'Oh, jadi mereka baiknya cuma sama anakku doang trus aku dijadikan babu di rumah ini? Temari aja gak pernah kayak gitu ke aku..' batin Shikamaru nelangsa.
.
.
.
.
.
Hari ketiga, keempat orang ini memulai sarapan dalam diam. Setelah itu mereka pergi ke kantor Hokage untuk rapat dan Shikadai hanya disuruh untuk beresin mainan di kamarnya. Sejauh ini tidak ada masalah. Karena Gaara sedang ada perbincangan pribadi dengan Naruto, jadilah Shikamaru pulang lebih dulu. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Tentunya Shikamaru sudah membawakan makanan untuk dirinya dan Shikadai setelah sempat mampir di kantin Kantor Hokage.
Yang jadi masalah adalah ketika jam sudah menunjukkan pukul 14.30 saat Shikamaru sedang bermain shogi dengan duplikat dirinya namun dalam versi mini...
.
.
.
"SHIKARELLA! CUCI BAJUNYA! CUCIANMU UDAH NUMPUK NIH! KALAU MAU NYUCI, SEKALIAN CUCIIN BAJUKU SAMA GAARA YA!" Titah Kankurou yang baru sampai rumah. Benar saja, Kankurou langsung menumpahkan seluruh isi kopernya dan koper Gaara yang isinya didominasi oleh baju kotor ke dalam ember cucian.
"SHIKARELLA! MAKAN SIANGNYA MANA?! KAMU GAK MASAK, HAH?!" Kali ini Gaara ikut-ikutan.
"Kalian ini memanggil Shika yang mana? Kalau otak kalian gak korslet, di rumah ini ada dua orang Shika." Sahut Shikamaru malas.
"Shika yang besar lah! Gak mungin Shika yang kecil. Shika yang kecil itu gunanya untuk dimanja dan disayang-sayang. Sudah sana, siapin makan siang habis gitu cuci baju!" Sahut Kankurou.
'Demi Dewa-dewi Ootsutsuki yang bersemayam di Bulan, punya ipar kok gak tahu diuntung ya?' batin Shikamaru. Akhrinya Shikamaru memutuskan untuk delivery paket makanan jumbo di Kaminari Burger. Lumayan biar cukup sampai makan malam. Setelah itu, dia mencuci baju.
.
.
Dan malamnya, mereka makan dalam diam dan setelah makan, mereka langsung menuju kamar masing-masing termasuk Shikamaru. Jujur saja, badannya pegal semua setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga.
.
.
.
.
.
Hari keempat...
.
.
.
.
"SHIKARELLA! SEPATUKU KAMU TARUH DIMANA?!" teriak Kankurou dari depan
"Kalau matamu gak buta, sepatumu itu ada di rak. Tadi aku habis nyapu disitu. Ditaruhin bukannya terima kasih malah bentak-bentak. Mendokusai.." Shikamaru melengos ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk anaknya.
"Oyaji, kapan ibu pulang?" Tanya Shikadai baru bangun.
"Mendokusai.. sabar ya, Shikadai. Urusan merepotkan ini akan segera berakhir..." Shikamaru menyajikan telur ceplok ke anaknya.
'Sumpah, aku butuh perempuan galak itu untuk menerbangkan mereka ke Suna...' batin Shikamaru makin nelangsa.
.
.
.
.
.
Di hari kelima ini, perlakuan kedua iparnya ke Shikamaru makin menjadi.
.
.
.
.
"SHIKARELLA! KERJAKAN INI!" Titah Gaara
"Iya..."
"SHIKARELLA! PIJETIN PUNGGUNGKU!" Titah Kankurou
"Iya sebentar..."
"Oyaji, ayo main..." Kali ini Shikadai merengek ingin main shogi bersama.
"Iya, sabar ya..."
"SHIKARELLA! KAMU GAK BIKIN CAMILAN YA?! AKU GAK BISA FOKUS MENGERJAKAN LAPORAN INI.." Teriak Gaara
"SHIKARELLA! ADA KECOAK TERBANG DI DAPUR! BUANG KECOAKNYA! CEPAT GAK PAKE LAMA!" Teriak Kankurou dari dapur.
"Oyaji, kapan ada waktu buat aku?" Rengek Shikadai
"Iya..iya.. sabar ya..."
.
.
Shikamaru tidak habis pikir apa kelakuan mereka berdua di depan Temari kayak begini? Temari itu punya tenaga darimana sehingga dia bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga ini dan itupun dia masih bisa menyempatkan diri untuk menghajarnya dan Shikadai, mengajarkan Shikadai dan Mirai ninjutsu Fuuton, menemani Gaara dan Kankurou rapat di Konoha, shopping, nongkrong, jalan-jalan, dan menghadiri acara klan Nara? Temari itu pake Genjutsu apa sampai Gaara dan Kankurou benar-benar nurut sama dia? Sedangkan dia? Hampir tidak ada waktu untuk bermain dengan anaknya, mengerjakan tugasnya Naruto, dan lain-lain. Shikamaru aja sekarang sudah beralih dari Penasihat Nanadaime Hokage menjadi Babu di rumahnya sendiri.
'Hey wanita galak, pulanglah! Jangan kelamaan liburan. Tubuhku remuk. Mending aku disuruh gantikan Sasuke untuk bertarung melawan seluruh Dewa-Dewi Ootsutsuki yang bersemayam di Bulan sana daripada kayak gini...' batin Shikamaru makin nelangsa.
The End/To be Continued?
