Icha-icha Tactics: Taktik Ditinggal Isteri

Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto

Last Chapter: Taktik Menyambut Isteri

Happy Reading

Akhirnya para isteri sampai di gerbang Konoha siang hari jam 2 siang.

"Akhirnya nyampe Konoha juga. Pengen cepet ketemu suami dan anak nih..." Ino merenggangkan otot-ototnya.

"Ibu-ibu ini mau langsung pulang?" Tanya Hinata

"Ayo mampir Pasar Besar Konoha dulu!" Sahut Temari

"Lho? Kok gak langsung pulang? Kan katanya pengen cepet ketemu suami dan anak." Kata Karui

"Ibu-ibu gini ya, ini prediksiku ya, begitu sampe rumah, bakal gak ada makanan sama sekali. Kenapa kita gak sekalian mampir pasar besar Konoha untuk membeli bahan makanan jadi begitu sampe rumah, lihat suami sama anak nggak masak, kita bisa langsung masak. Lagian tenaga dan chakra kita kan masih penuh..." Kata Sakura

"Tuh pinter tuh Nyonya Uchiha. Jadi orang itu harus solutif gitu lho ibu-ibu. Ya udah, ayo mampir Pasar Besar Konoha!" Sahut Temari. Akhirnya, ibu-ibu memutuskan untuk mampir ke Pasar Besar Konoha sebelum pulang ke rumah masing-masing...

Selesai belanja, para isteri memutuskan untuk berpisah menuju rumah masing-masing. Sesampainya di rumah setelah sempat mampir belanja di Pasar Besar Konoha...

.

.

.

.

Kediaman Akimichi

"Tadaima..."

"Okaeri Mama... Huweee... Kenapa lama pulangnya?" Chouji menangis sambil memeluk Karui

"Akhirnya aku bisa makan makanan layak, huweeeeee..." Disusul Chouchou yang memeluk Karui sambil menangis

'Sudah kuduga Dua Babi Guling Kualitas Impor ini gak bisa diandalkan terutama masalah perut. Bersih-bersih rumah aja gak beres, masih banyak yang berdebu. Pikirku begitu sampai rumah tinggal langsung beres-beres koper, beresin tas belanja, lalu masak. Gak tahunya, masih harus bersih-bersih rumah dulu. Bener kata Sakura dan Ino: Begitu sampe rumah pasti rumah gak bakalan beres...' batin Karui nelangsa karena semua yang dia harapkan berantakan semua. Seperti kata Nagato Uzumaki, 'Realita itu Kejam...'

"Udah lepas! Rumah gak beres, makan malam pasti gak masak ya?!" Dan Duo Babi Guling Kualitas Impor ini hanya membalas dengan cengiran.

"Ayo bersih-bersih semua! Gak ada yang makan sebelum rumah beres..." Teriak Karui. Dan jadilah mereka semua bersih-bersih rumah dan masak hingga semuanya beres.

"Hadeeehhh, jadi orang itu harus solutif gitu lho.." sahut Karui agak puas

.

.

.

.

.

Kediaman Yamanaka

"Sai-kun, Inojin-kun.." Ino melepas sepatunya di luar

"Nona Cantik, ada 10 pesanan buket bunga. Semuanya harus siap 15 menit lagi. Aku dan Inojin baru menyelesaikan 2 buket bunga dari jam 10-sekarang. Mana aku harus tugas Patroli di Perbatasan Pantai Konoha-Kiri gantiin Aoba-san yang babak belur karena diserang Sekelompok Shinobi Barbar dari Desa Antah Berantah. Tolong aku..." Sai memelas

"Kaa-san, Tou-san terus-terusan memasak masakan siap saji selama Kaa-san tidak ada. Dan sekarang perutku bermasalah... Huweeee... Kami belum makan siang..." Inojin menangis

Sambil mendengarkan dua pria berkulit pucat seperti mayat mengoceh, mengeluh, dan menangis, Ino mengecek sekeliling toko dan rumahnya. Dan benar saja, rumah berantakan penuh cat dan tinta yang pastinya susah dibersihkan

.

.

"YA AMPUN SAI, INOJIN! NGAPAIN AJA KALIAN BERDUA? KENAPA RUMAH JADI PENUH TUMPAHAN TINTA?!" Ino teriak

"Bersihkan semua kekacauan ini sampai beres baru boleh makan! Buket pesanannya aku bantu bikinin biar toko gak tambah rugi sampe miliaran.. hadeeeuhhhh..." Ino mengomel tapi tangannya tetap merangkai buket bunga dengan cepat dan cekatan dan hanya 10 menit, buket-buket bunga itu siap diambil pelanggan. Sedangkan Sai dan Inojin membersihkan tumpahan tinta dan cat yang berserakan di rumah.

"Jadi orang itu harus solutif gitu lho..." Sahut Ino puas

.

.

.

.

.

Kediaman Nara

"YA AMPUN SHIKAMARU, SHIKADAI! KENAPA RUMAH JADI KAYAK KUBURAN?! HALAMAN DEPAN, HALAMAN BELAKANG KOTORNYA MINTA AMPUN, BANYAK SAMPAH DAUN-DAUN KERING, RUMAH YA KAYAK KUBURAN. HUTAN KLAN NARA AJA MASIH LEBIH BERSIH DARIPADA RUMAH. NGAPAIN AJA KALIAN DI RUMAH? JANGAN BILANG KALIAN BERMALAS-MALASAN DAN TIDUR. Aku terbangin ke Suna baru tahu rasa kalian.." udah tebak sendiri siapa yang ceramah panjang kali lebar sama dengan luas.

"Oh, udah pulang toh?" Tanya Shikamaru dengan wajah tanpa dosa lalu dia mengambil kacang goreng di meja santai.

"Kaa-san, kasihan Oyaji. Empat hari Paman Gaara dan Paman Kankurou di rumah, Oyaji dijadikan Cinderella di rumah sendiri.." adu Shikadai

"Oh, mau cari pembelaan? Berarti kedua adikku itu keren lho. Paling nggak kalian gak males-malesan di rumah sendiri. Ayo bersih-bersih rumah! Yang cepet ya, biar cepat makan malam!" Titah Temari. Dan sukses kedua pria berkuncir nanas itu menghadiahinya dengan ocehan 'Mendokusai' tapi tetap dikerjakan daripada dilempar ke Suna, terus dijadikan TKK (Tenaga Kerja Konohagakure) disana.

"Ck merepotkan, jadi orang itu harus yang solutif gitu lho..." Kata Temari puas

.

.

.

.

.

Kediaman Uchiha

*Ting..tong...ting..tong...

"Biar aku buka.." Sarada berlari membuka pintu

"Woahh!" Sarada memekik kegirangan

"Ada apa Sarada?" Sasuke muncul dengan muka bau bantal alias baru bangun tidur tapi kegantengannya tidak hilang

"Tadaima!" Sakura menyapa seisi rumah

"Sa...sa...sa...Sakura..."

*Brukk...

"Sasuke-kun!" Pekik Sakura panik

"Papa!"

.

.

"Ya ampun Papa, ngapain pake acara pingsan begitu mama datang?!" Kata Sarada sambil membopong papanya ke sofa.

"Ya ampun Sasuke-kun, kuat dalam pertarungan iya. Tapi begitu begini langsung tepar. Mana badanmu panas lagi..." Sakura mengalirkan ninjutsu medisnya.

"Gimana Sarada-chan? Rumah beres?" Sarada mengangguk

"Sudah masak?" Sarada menggeleng

"Belum. Kita semua baru bangun kesiangan karena kecapekan kemarin. Lagian papa juga kalau disuruh ke Pasar Besar Konoha untuk belanja juga gak bakalan ngerti mau belanja apa walaupun sudah dikasih daftar belanja." Cicit Sarada

"Hah... Untung sempat belanja tadi. Jadi masih bisa masak untuk makan malam." Sakura beranjak ke dapur setelah mengobati Sasuke dengan Ninjutsu Medis. Sarada langsung membantu membereskan tas oleh-oleh dan memasukkan pakaian kotor mamanya ke mesin cuci.

"Makanya jadi orang itu harus solutif gitu lho.." sahut Sakura pelan namun penuh kepuasan.

.

.

.

.

.

Kediaman Uzumaki

"Tadaima!" Hinata melepas sepatunya

"Okaeri Mama/Kaa-chan/Hinata-chan!" Boruto, Himawari, dan Shukaku yang berada di gendongan Himawari berlari menyambut Hinata. Hinata mengelus Boruto, Himawari, dan Shukaku lalu mereka menyusul ke ruang tengah

Dan pemandangan yang mereka temukan adalah Naruto yang tergeletak kurang berdaya dengan ruang tengah yang kacaunya lebih parah dari Serangan Pain di Konoha.

"Hinata-chan, aku dan Kurama menggembel, huweeeeeeeeeeeeee..." Naruto merangkak memeluk Hinata sambil menangis

"Naruto-kun, ayo bangun! Iya..iya aku sudah pulang. Ayo kita bersih-bersih dulu, lalu masak ramen shoyu dengan daging Babi dan telur untuk dimakan sama-sama. Aku sudah belanja bahan makanan kesukaanmu lho..." bujuk Hinata. Mendengar hal itu, Naruto langsung semangat 45 karena akan ada ramen shoyu setelah bersih-bersih kekacauan ini

"Yosh! Kurama, ayo kita semangat! Hinata-chan sudah pulang.." sahut Naruto

"Ok. Ayo kita kerjasama membersihkan kekacauan di rumah ini. Hinata-chan udah pulang..." Kurama yang di dalam tubuh Naruto juga tambah semangat 45 hingga Naruto saat ini sudah dalam Kurama mode on.

"Tou-chan, gak perlu lah pake chakra Bijuu untuk membersihkan rumah.." sahut Boruto lalu menaikkan koper dan tas oleh-oleh ke lantai 2.

"Shuka-ku, ayo kita juga tidak boleh kalah!" Kata Himawari ke Shukaku yang digendongannya

"Gak perlu ngomong gitu bocah! Hinata-chan sudah pulang dan aku tidak mau jadi bahan tertawaan Rubah Sialan Bau Tanah itu!" Sahut Shukaku. Lalu Himawari da Shukaku membantu Naruto membersihkan rumah.

"Hhh... Bener kata Temari, jadi orang itu harus solutif gitu lho..." Sahut Hinata di dapur dengan suara pelan dan penuh rasa puas.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya, setelah mengantarkan bekal untuk para suami tersayang di kantor Hokage, para isteri memutuskan untuk nongkrong di Kantin Kantor Hokage.

"Hhhh... Dasar para suami. Bilangnya kuat dalam pertarungan; kuat dalam medan perang; kuat di ranjang; kuat ninggalin anak isteri berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Tapi begitu ditinggal isteri seminggu udah kayak zombie berjalan..." Ino menghela napas

"Iya. Sasuke-kun aja langsung panas tinggi begitu aku tinggal. Dasar, katanya Pahlawan Dunia Shinobi, reinkarnasi dewa Shinobi, Shinobi terkuat dari klan Uchiha. Ditinggal seminggu langsung begitu. Menyebalkan!" Sakua memijat pelipisnya

"Naruto-kun dan anak-anak dalam keadaan mengenaskan begitu aku pulang.." kata Hinata.

"Pokoknya intinya, suami kita langsung dalam keadaan mengenaskan saat kita pulang. Dasar para suami tidak bisa diandalkan!" Sahut Karui

"Ya gitu deh.. sesekali lah ya, suami kita itu harus belajar dari Orochimaru. Dia itu termasuk orang tua yang berhasil lho. Sendirian jagain Mitsuki, merawat Mitsuki, menyekolahkan Mitsuki sampai jadi Shinobi yang berguna, mengajarkan moral yang baik ke Mitsuki. Sendirian juga dia ngurusin laboratoriumnya. Dan itu sukses lho, anak sama kerjaan gak keteteran." Kata Temari lalu mengambil kacang goreng

"Eh iya. Sarada-chan juga cerita lho.. kalau Orochimaru itu disamping kesibukannya, dia juga masih ada waktu untuk menyiapkan 5 botol jus tomat dan membelikan satu paperbag besar Daifuku Strawberies sebagai sesajennya Mitsuki setiap kali Mitsuki-kun mau ke rumah kami..." kata Sakura

"Atau gak belajar dari Lee si Alis Tebal itu.." kata Ino

"Lee si ahli Taijutsu yang rumahnya 10 meter dari patung Hokage itu?" Tanya Karui. Ibu-ibu mengangguk.

"Iya. Si alis tebal itu juga berhasil jadi orang tua tunggal. Anak sama kerjaan juga beres. Masih bisa ngurus Metal Lee, mencukupi kebutuhannya, masih ada waktu untuk patroli Konoha, dan masih ada waktu untuk latihan." Kata Ino

"Eh, iya aku ya juga lihat lho Lee itu jalan salto keliling Konoha malam-malam.." kata Hinata lalu meminum jus jeruknya

"Ya gitu deh ibu-ibu. Jadi suami itu jangan cuma kuat di luar doang. Sesekali lah bantuin istri di rumah.." kata Karui

"Intinya ibu-ibu, jadi orang itu harus solutif gitu lho..." Kata Temari. Ibu-ibu lain mengangguk

"Ya udah, ayo siapa yang mau ke pasar besar Konoha? Belanja buat makan malam sama besok." Sahut Sakura. Ibu-ibu lain setuju. Lalu mereka beranjak membayar makanan dan setelah itu pergi ke pasar besar Konoha.

"Jadi orang itu harus solutif gitu lho ibu-ibu.." sahut Temari setelah menerima uang kembalian

The End

Author's Note:

Akhirnya tamat juga...

Gak usah nangis. Author masih akan menyiapkan karya-karya selanjutnya yang tidak kalah menarik dari ini. Tunggu aja...

Monggo direview...