Pip

"Anda memiliki empat pesan suara."

Pip pip

"Halo Baekhyun-ssi, ini aku Nancy penanggung jawab harian Kiss The Radio. Jangan lupa untuk on air perdanamu jam sembilan belas malam nanti, ya. Kami semua mengandalkanmu. Ciao."

Baekhyun menggumamkan kata 'iya' pelan ketika mendengar pesan itu berakhir dengan nada riang, kakinya melangkah melewati pintu yang menghubungkan ruang keluarga dengan ruang tv yang menyatu dengan pantry.

Pip pip

"Hei Bacon, kenapa susah sekali menghubungimu? Kau tidak lupa untuk pergi ke cafe depan stasiun itu, kan? Awas kalau lupa, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi cake keluaran terbaru mereka tahu! Hitung-hitung sebagai penyemangat sebelum kau gugup di depan microphone siaran radio malam ini, ok?"

Dia tersenyum selama pesan panjang bersuara nyaring itu terdengar di telinganya, suara khas temannya yang satu itu memang selalu membuat Baekhyun terpukau atas kecerewetannya. Setidaknya dirinya sudah terbiasa ditemani suara nyaring milik Kim Jongdae hampir 2 tahun lamanya sejak dia berkenalan dengan Jongdae yang merupakan aktifis youtube. Ya, Baekhyun adalah salah satu youtuber yang cukup terkenal. Begitu pun Jongdae, dia adalah youtuber dengan subscriber sekitar 1 jutaan—dan Baekhyun lebih dari itu—bermodalkan suara nyaringnya yang berubah menjadi suara malaikat yang merdu ketika sedang mengcover lagu-lagu populer. Lalu Baekhyun? Dia juga kurang lebih demikian. Berkat keuletannya dalam menjajaki karier sebagai youtuber, Baekhyun mulai diundang ke dalam acara-acara talkshow serta radio-radio ternama untuk sekedar menanyakan asal mulanya memulai kebiasaannya atau bahkan menanyakan sedikit kehidupan pribadi dan kesehariannya. Baekhyun berubah menjadi sosok yang lebih dikenal oleh publik.

Pip pip

"Baekhyun!! Ini Irene!! Aku senang sekali saat mendengar akhirnya kau dipanggil oleh radio kebangganmu itu! Jangan lupa traktir aku sehabis siaran, ok? Aku berada di gedung B!"

Suara Irene begitu bersemangat, tentu saja, sunbaenya yang satu itu memang selalu berapi-api setiap bertemu dan mengobrol dengan Baekhyun. Irene sangat menyukai suara Baekhyun, padahal dia adalah seorang artis terkenal yang digandrungi banyak fans karena kecantikannya yang luar biasa, dan Baekhyun tidak terlalu ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Irene. Mereka pertama kali bertemu saat Irene menjadi seorang pembawa acara di sebuah talkshow yang mengundang Baekhyun sebagai speakernya. Setelah acara selesai, Irene langsung menghampirinya dan mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu subscriber Baekhyun dan sangat mengagumi channelnya.

Telepon itu terus memutarkan pesan suara dan tak terasa sudah sampai pada pesan terakhir.

"Halo Baekhyun ini aku, Sehun."

Baekhyun menyenandungkan nama panjang sahabatnya ke dalam sebuah nada sembarang yang terlintas di kepalanya, sambil mengangkat sebuah kardus berukuran cukup besar yang berisi bahan pokok makanan yang dikirimkan ibunya pagi ini.

"Selamat atas dirimu yang akhirnya dapat panggilan untuk siaran radio. Apalagi itu radio kesukaanmu, kan? Oh iya, aku sengaja meninggalkan pesan panggilan di telepon rumahmu karena aku sedang sibuk—ah bukan, bukan maksudku sok sibuk, tapi memang sudah dekat deadline penyelesaian naskah novelku, kau tahu. Aku susah menghubungimu dan kau juga jarang membuka line apalagi kakao tapi aku harus segera memberitahumu karena takut lupa."

"Pft, dasar tuan sok sibuk, huuu" cela Baekhyun sambil terkikik, tangannya sibuk mengeluarkan kotak-kotak plastik transparan yang berisikan kimchi serta makanan jadi lainnya.

"Aku mendapat pesan besok lusa Kris akan kembali ke Seoul."

Tangan Baekhyun segera terhenti diudara dengan sekotak kimchi segar buatan ibunya yang berada di genggamannya.

"Kau terkejut? Sama aku juga. Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita semua kumpul bersama, bukan? Tak perlu khawatir, Baekhyuna. Aku dan Jongin jamin kalau semua akan berjalan baik-baik saja. Jangan lupa telepon aku kalau kau ada waktu, yah, walau aku ini super sibuk tapi untuk sahabatku, tak masalah, ok? Bye."

Pip pip pip

Telepon itu berhenti mengeluarkan suara setelah tiga bunyi yang menandakan sesi pemutaran rekaman telah berakhir. Matanya menatap sekotak kimchi itu dengan kosong, perlahan tangannya menurunkan kotak itu ke atas meja pantry, kemudian bergerak ke sisi meja pantry, menahan bobotnya dengan tangan tersebut. Di kesempatan berikutnya bibirnya bergerak, membentuk sebuah senyuman getir dengan kedua alis saling bersatu dan sorot mata penuh luapan berbagai perasaan. Jemari kirinya terangkat menuju sebuah cincin yang tersemat di jari manis di tangan kanannya, mengelus perlahan, sangat berhati-hati.

"Sudah lama sekali...

Lalu menghembuskan napas, membawa tatapannya menerobos pemandangan di luar jendela yang sedikit tertutup es tipis khas bulan Desember pertengahan.

...kan?"

.

.

.


WILL LAST FOREVER

by becklypark

Chapter 1

Cast

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Wu Kris

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Lu Han

Others

Rate: T-M

Genre: Romance, Friendship, slice of life


.

.

.

"Dua jam tak terasa~ Ketemu lagi besok, jangan lupa follow instagram et kiss the radio, untuk live streaming kita di channel youtube kiss the radio, saya Byun Baekhyun undur diri, dannn sampai jumpa!"

Lantunan lagu Havana menggantikan suara Baekhyun yang telah menyampaikan salam perpisahan. Baekhyun menyampirkan headphonenya dan berdiri untuk membungkuk kepada kru siaran yang menemaninya sejak awal dirinya dua jam lamanya. Baekhyun memang orang yang dikenal supel, kesopanannya juga patut diapresiasi, dengan umurnya yang masih terbilang awal—dalam dunia entertaiment, dia mampu membuat kesopanannya itu membuahkan hasil rasa hormat dari orang yang lebih tua, apalagi yang lebih muda.

"Baekhyun-ssi, kau memang benar-benar luar biasa! Untuk sebuah pengalaman perdana seseorang menjadi penyiar, ini di luar ekspetasi. Benar-benar tidak gugup atau canggung sama sekali, seperti profesional!" pujian yang dikemukakan oleh Nancy mengundang senyum lebar Baekhyun yang terpampang jelas di wajahnya dengan puas. "Apa kau yakin ini benar-benar kali pertamamu menjadi seorang penyiar? Kau pasti bercanda saat mengatakannya, iya, kan?"

Baekhyun menggeleng pelan, "Sejujurnya aku gugup, sampai jari-jari kakiku dingin dan terus menekuk." dia tertawa diikuti yang lainnya, "Aku—"

"Baekhyun-ssi, handphonemu terus berdering sejak 10 menit yang lalu, mungkin ada sesuatu yang sangat penting." Sela salah satu kru yang berdiri paling belakang sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.

"Ah, terimakasih." Dengan sopan, dia berjalan meninggalkan Nancy yang masih menyampirkan senyuman menuju ponselnya. Benar, displaynya menampilkan lebih dari sepuluh misscall dari seseorang, Kim Jongin.

Deg.

Jantung Baekhyun berpacu lebih cepat tanpa aba-aba dan perintah. Melihat nama jongin, mengingatkannya pada Sehun beserta pesan suaranya siang tadi, dan di saat yang bersamaan, sebuah pop up pesan line menghiasi layarnya. Itu Irene, dengan rename kontak Irene-sunbae, dan Baekhyun segera menyentuh layarnya pada kotak bertuliskan 'view'.

Aku senang sekali bisa mendengar suaramu di radio malam ini, Baekhyun! Aku sangat ingin bertemu denganmu, tapi ternyata ada pertemuan mendadak yang tidak bisa aku tinggalkan :( Aku harap kita bisa bertemu lain waktu, aku janji akan menraktirmu makanan manis sebanyak-banyaknya! Xoxo~

Baekhyun tersenyum sambil mengetik balasan pesan tersebut bahwa dia tidak keberatan dan akan menunggu traktiran yang dijanjikan oleh sunbaenya tersebut. Kemudian, handphonenya bergetar lagi, panggilan suara masuk, dan nama Jongin menghiasi caller id displaynya.

"Jongin, ada apa?"

"Oh! Syukurlah akhirnya kau mengangkatnya juga, Baekhyuna!"

Baekhyun mendesiskan kata 'bodoh' agar yang lain tidak dapat mendengarnya mengumpat, "Memangnya kau tidak tahu aku ini sedang ada jadwal siaran? Dasar peneror hitam!"

"Apa!? Aku tidak hitam! Jangan bandingkan aku dengan kulit sialan Sehun." Baekhyun terkikik geli mendengar omelan sensitif Jongin kalau sudah membahas tentang warna kulit. "Kau tertawa! Sialan!"

Baekhyun berjalan keluar ruang siaran, dan berhenti serta bersandar pada tembok di sebelah pintu. Dia masih terkikik mendengarkan suara kesal Jongin yang terus meluapkan kemarahannya. "...hah pokoknya itu tidak penting lagi! Sekarang ini aku butuh keseriusan, ah keparat! Harusnya aku tahu kalau sebaiknya Sehun saja yang meneleponmu, kau tidak pernah mau serius jika berhadapan denganku!" Akhirnya Jongin menghentikan sesi omelannya dengan nada merajuk.

"Siapa bilang? Kau terlalu melebih-lebihkan. Ayo bicara serius, aku tahu sepuluh misscall itu menandakan seberapa seriusnya kau ingin mendengar suaraku, bukan?" dan erangan kesal menyambut indra pendengaran Baekhyun sekali lagi, membuatnya kembali terkikik.

"Berhenti tertawa, atau aku matikan dan kau akan mati penasaran tentang apa yang sebenarnya ingin aku sampaikan!?"

"Ok, ok, baiklah. Katakan." Dengan keras, Baekhyun berusaha menahan tawanya.

"Kau sudah dengar dari Sehun tentang Kris, kan?" Namun, sekeras apapun Baekhyun menahan tawanya sedari tadi, hanya dengan mendengar nama itu disebut, tawa dan raut bahagia Baekhyun seperti memisahkan diri dan enggan hinggap pada dirinya. "Baek?"

"Oh, ya.. aku tahu." Kesadarannya telah kembali pada dirinya setelah sepersekian detik menguap di udara.

"Kau terkejut?"

Hening, "Sedikit."

"Ku anggap 'sangat'," Baekhyun mendengus, lalu buat apa dia bertanya jika semuanya tergantung terhadap kesimpulannya sendiri? "Sama seperti Sehun, aku akan mengatakan hal yang sama, semuanya akan baik-baik saja, aku jaminannya."

Hening lagi, Baekhyun tidak bisa menjawab satu kata pun selain bergumam pelan.

"Kita akan mengadakan reuni."

"Apa!?" diameter bola mata Baekhyun secara signifikan membesar dengan suara yang ikut meninggi pula.

"Reuni kecil-kecilan, Baek."

"Kau sudah gila?"

"Kau baru tahu setelah 15 tahun ini kita bersama? Konyol!"

"Dan selama 15 tahun itu aku selalu berpikir kau tidak waras, Jongin. Dan sekarang kau naik pangkat menjadi gila! Aku serius, kau benar-benar gila! Hari ini kau benar-benar membuatku ingin mematahkan kakimu hingga kau tidak bisa berputar di lantai licin itu untuk menari lagi."

"Apa masalahku padamu sampai kau sekejam ini, huh? Aku kan sudah bilang, semuanya akan baik-baik saja! Kalau kau tidak percaya kalau aku jaminannya, aku bersumpah pada kulit sialan Sehun sebagai jaminannya! Dan sebesar apa pun aku menginginkan kulit Sehun jauh lebih cokelat dibandingkan aku, itu adalah hal yang mustahil terjadi. Begitu pun dengan semua pikiran negatif yang ada di otakmu, Byun. Semua akan baik-baik saja. Percayalah."

Baekhyun melakukan atraksi memutar bola mata mendengar ocehan panjang sahabatnya yang tidak berbobot itu, Jongin memang selalu berdoa di setiap kali mereka datang ke gereja hanya untuk kulit Sehun menjadi lebih cokelat darinya. Sialan.

"Baek?"

"Siapa saja yang ikut?"

"Semuanya, tanpa terkecuali. Aku, kau, Sehun, Luhan, Kyungsoo, Kris, dan juga...

.

.

.

.

...Chanyeol."

.

To Be Continue ㅡ


Hi, karena aku sudah selesai nulis veil of night dan tinggal di publish saja, jadi aku bakalan memberanikan diri ngeluarin cerita baruku yang udah lama teronggok di komputer sebagai draft kasar. semoga kalian bisa menikmati alur cerita ini huhuhu ;-;