He doesn't Like It

Chapter 01

.

.

.

"Why you have gone so far?

I can't act like I'm fine..

We broke up...

This is an end that I don't want to feel...

Tears are falling down."

Sederetan kalimat mengisi kekosongan buku putih dihadapan seorang namja yang bernama Lee Jeno berumur 20 tahun. Sesuai dengan liriknya, raut wajah lelaki tersebut tampak lesu. Omong-omong dia ada dikantin daritadi.

Sepasang mata lelaki tersebut hanya menatap deretan kalimat dengan tatapan yang sulit diartikan.

PUK

"YA! Kau mengagetkanku, Lee." seru Jeno setelah merasa tepukan dibahunya cukup kuat untuk membuyarkan lamunannya.

Orang yang dipanggil Lee itu hanya tersenyum lima jari, "Mian, bae. Dan lagi, kamu tidak sadar kalau kamu itu juga bermarga Lee, eoh?" tanya Mark yang menopang wajahnya dibahu Jeno.

Jeno memicing, "Apa maksudmu dengan kata bae? Kapan aku menjadi bae-mu?" tanya Jeno yang berusaha menyingkirkan wajah Mark dibahunya karna ia merasa aura kelam.

"Menjadi bae-ku saat 2 bulan yang lalu sejak aku dan... you know who menjalin hubungannya." kata Mark dengan santai sambil menarik buku tulis yang dilupakan tadi.

Jeno menjadi diam dan menundukkan wajahnya. Raut wajahnya terlihat menyesal.

"Jeno, kemampuanmu semakin baik. Tapi, kenapa nampak sedih?" tanya Mark ketika selesai membaca bait tersebut.

Merasa tidak ada respon, Mark mengernyitkan dahinya, "Jeno," panggil Mark lagi.

"Jeno, gwaenchana?" tanya Mark yang membangkitkan wajahnya ketika Jeno tidak merespon.

"Mark, mian..." kata Jeno yang terhenti karna jari telunjuk Mark menghadang kata selanjutnya yang akan Jeno lontarkan.

Mark mendekatkan wajahnya ke telinga kiri Jeno, "Ssttt... Tidak, kamu tidak salah, Jeno. Sama sekali tidak ada. Aku yang salah. Andaikan, lebih cepat, maka hubungan kita tidak akan rumit seperti ini." bisik Mark.

Jeno menggigit bibir bawahnya. "Mark, kamu tidak salah. Hubungan kita dan aku yang salah disini. Seharusnya, rahasia itu tidak perlu terbongkar." Mark menatap Jeno yang memancarkan aura sendu dimatanya.

"I promise to protect you, bae..." bisik Mark pelan berusaha untuk menenangkan Jeno. Memghentikan air mata yang akan keluar.

Jeno menggeleng, "Tidak perlu membual. Bukan aku yang harus kamu lindungi. Aku cukup kuat, seharusnya itu dia yang kamu lindungi." ucap Jeno dengan lembut. Ia tidak mengharapkan apapun. Cukup Mark disampingnya, maka Jeno akan baik-baik saja.

"Mian, Jeno." kata Mark dengan pelan, merengkuh tubuh Jeno kedalam pelukannya.

"I'm fine, Mark. I'm totally fine." kata Jeno dengan pelan. Ia berbohong kalau masalah ini. Tidak ingin membebankan Mark lagi. Sudah banyak masalahnya, hingga akhirnya, mereka kehabisan topik dan saling berkutat dengan pemikiran masing-masing.

'Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak siap akan kedepannya nanti. Hari-hariku akan semakin kelam.'

'Tidak adakah cara yang pantas untuk ini. Aku bingung, harus bagaimana?'

"Mark..." panggil Jeno dengan pelan. Entah kenapa, mereka berdua selalu berkata dengan suara yang pelan jika bertemu, sebuah kebiasaan, mungkin.

"Heum?"

Mark hanya menjawab dengan sebuah deheman. "Mark,... mending sekarang kamu ke tempat dia deh. Aura disini makin lama semakin mencekam." kata Jeno yang menjauhkan tubuh mereka berdua.

Mark melihat sekitarnya, terutama pada counter canteen dipojok kiri tersebut. Mark memicing, berusaha untuk melihat jelas sosok lelaki yang ada disana.

Mark berdiri untuk melihat jelas. "Itu dia, Mark. Sana!" kata Jeno sambil berdiri dan membalikkan tubuh Mark hingga ia hanya melihat punggung lelaki tersebut. Mendorong punggung itu untuk semakin menjauh dengannya.

Mark ingin berkata, namun, Jeno duluan menghalaunya pergi hingga ia hanya bisa mematuhi Jeno.

"Mungkin ini akan menjadi akhir kita, Mark. Aku sendiri dan kamu bersama dia." kata Jeno dengan pelan ketika ia melihat Mark mendatangi seorang lelaki dan tampaknya ada sedikit argumen diantara mereka. Jeno terus memandang Mark dan namja itu yang sesekali menunjuk kearahnya, hingga mereka menghilang dipembatas masuk pintu kantin.

Jeno duduk kembali dan menarik buku tulisnya, berusaha untuk menyelesaikan lirik lagunya walaupun belum semua.

"Tears are falling...

Tears are falling down...

I can't hold longer anymore.

The one that know...

The one that I feel...

The one that I love...

Is only you...

Saranghae..."

_He doesn't Like It_

NA

#Maaf jika pendek, jika ada typo dan alur yang tidak memuaskan.

#Review please... *bbuing bbuing*