PEMBUNUH CAHAYA
Judul : Pembunuh Cahaya Part 9 & 10 END
Genre : Romance,Drama
Rate : T sampai M++?
Casts :
KrisHun Couple
slight TaoHun and TaoRis couple.
Sehun EXO (GS)
Kris EXO/Wu Yifan as Kris and Cathy (Kris's twin sister)
Tao EXO
Lay EXO
ETC
Warning : GS FOR SOME CHARACTER ,typo,crack!pair,jangan lihat hanya dari pairnya saja.
Annyeong ^^
Author kembali dengan update FF Pembunuh Cahaya
FF Pembunuh Cahaya ini cerita yang keempat
Ini link FF sebelumnya
Ini link cerita yang Sweet Enemy (SUDO Couple) :
s/12301846/1/SWEET-ENEMY
link FF Perjanjian Hati (XiuHan/LuMin couple) :
s/12317589/1/PERJANJIAN-HATI
link FF You've Got Me From Hello (Chankai Couple)
s/12321743/1/YOU-VE-GOT-ME-FROM-HELLO
Enjoy ^^
STORY DON'T BELONG TO ME
REMAKE DARI NOVEL SANTHY AGATHA DENGAN JUDUL YANG SAMA
"Rahasia gelapyang paling menakutkan adalahkebencian yang disembunyikan dibalik senyuman penuh cinta."
9
"Dia membangun rumah kaca untukmu?" reaksi pertama Tao ketika Sehun menceritakan apa yang dilakukan Kris adalah terkejut luar biasa, "Benarkah itu Sehun?"
"Sekarang rumah kaca itu sudah jadi, dan dia menawarkan untuk mengantarkanku membeli beberapa varietas unik untuk mengisi rumah kaca itu." Sehun menahan napas ketika matanya melirik ke keindahan rumah kaca yang sekarang berdiri tegak dengan mewah, memantulkan cahaya matahari sehingga membuatnya tampak berkilauan.
Tao tampak termenung di seberang sana,"Kau yakin bahwa Kris melakukannya dengan tulus tanpa ada maksud di baliknya?"
"Aku tidak tahu," Sehun sendiri merasa ragu, tetapi sejauh ini, Kris benar-benar bersikap baik kepadanya. Lelaki itu menjaganya, selalu menanyakan kondisinya, dan tidak ada lagi kata-kata kasar yang menyakitkan hati. Tiba-tiba Sehun menyadari bahwa Kris serius dengan perkatannya, bahwa karena kehadiran calon bayi mereka, dia akan merubah sikap. Meski sikapnya tidak kembali ke sikap penuh cinta yang ditunjukkannya sebelum menikahi Sehun, setidaknya Kris sudah menghargai Sehun dan bersikap baik kepadanya.
"Kau sudah tidak mencurigainya membakar rumah kacamu ya?" Tao bergumam, memecah lamunan Sehun.
Apakah dia mencurigai Kris? Sehun berpikir, bertanya kepada dirinya sendiri. Ah, bahkan dia sendiri tidak tahu jawabannya. Dia sungguh-sungguh tidak tahu.
"Aku tidak tahu, Tao." Sehun menjawab jujur, sesuai dengan apa yang ada di benaknya.
Di seberang sana Tao mendesah keras, "Jangan jatuh lagi ke dalam tipuannya, Sehun. Dia sudah pernah menipumu satu kali, jangan sampai dia melakukannya untuk kedua kalinya."
Lelaki itu membawa mobilnya memasuki pintu gerbang rumah mewah itu. Petugas keamanan membiarkannya karena lelaki itu memang biasa datang untuk mengantarkan tanaman dan memperbarui varietas tanaman dan bunga-bungaan di rumah mereka. Setelah memeriksa taman belakang dan mencatat apa saja yang perlu diperbaiki, lelaki itu melangkah ke teras yang sudah sangat di kenalnya, di teras itulah biasanya Cathy duduk dan memandang taman dengan tatapan matanya yang hampa, begitu cantik, namun sekaligus begitu rapuh. Lelaki itu berlutut di depan Cathy dan meletakkan sekuntum bunga lily yang harum ke genggaman langsung tersenyum, dan mengulurkan tangannya dengan lembut, menyentuh pipi lelaki itu,
"Tao..." bisiknya penuh kasih sayang yang nyata.
Usia kandungan Sehun sudah empat bulan, dan dia menjalani harinya dengan lebih baik. Sejak kehamilannya, hidupnya menjadi lebih mudah, karena Kris semakin lama semakin bersikap baik kepadanya. Lelaki itu sudah tidak menyekapnya di rumah dan mengawasinya ketika berpergian, sepertinya hari-hari Sehun sebagai tawanan sudah berakhir. Kris juga melakukan apa yang dijanjikannya, dia mengantar Sehun dengan sabar berburu varietas tanamannya, memenuhi rumah kaca barunya sedikit demi sedikit sehingga makin lama makin penuh dan sempurna, Bahkan lebih lengkap dan lebih indah daripada rumah kacanya yang lama. Sekarang mereka sedang menghabiskan waktu di dalam rumah kaca, seharian ini Sehun mengatur pot-pot kecil tanaman di susunan rak, dengan Kris mengawasinya. Lelaki itu baru pulang kerja dan menyusul Sehun ke dalam rumah kaca. Bahkan sekarang Kris selalu pulang kerja lebih awal, dan menghabiskan sorenya bersama Sehun.
Sehun sedang menyusun potnya di rak yang tinggi dan agak terhuyung ke belakang ketika tubuhnya membentur dada keras Kris yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya,
"Hati-hati." Kris berbisik lembut di belakangnya. Membuat Sehun menolehkan kepalanya dengan gugup, menyadari Kris sangat dekat dengannya, Sehun mencoba melepaskan diri, tetapi Kris memegang kedua pundaknya dengan lembut, lelaki itu menatapnya dalam, sejenak tampak sulit berkata-kata, dia kemudian berdehem. "Lain kali kalau ingin memasang sesuatu di tempat yang tinggi minta tolonglah kepadaku, atau kepada pelayan di rumah ini, jangan melakukannya sendiri, ingat, kau sedang hamil."
Pipi Sehun memerah entah kenapa mendengar nasehat Kris. Dan hal itu tidak lepas dari pengamatan Kris, matanya melembut mengamati Sehun dan makin lembut ketika melihat perut Sehun yang sudah mulai menonjol,
"Perutmu sudah semakin besar ya."
Sehun menundukkan kepalanya dan melihat perutnya, lalu tersenyum tipis, "Ya... dan akan semakin besar."
Kris tampak ragu, tetapi kemudian dia menyentuhkan jemarinya di perut Sehun, lalu mendongakkan kepalanya dan menatap Sehun dengan takjub, "Dan terasa keras."
Senyum Sehun makin melebar, "Memangnya kau pikir perutku akan seperti apa?"
Kris menyeringai bingung, "Aku tidak tahu, kupikir akan lembek dan lembut." Jemarinya mengusap lembut perut Sehun, "Ternyata cukup keras untuk melindungi bayinya."
Sehunmenganggukkan kepalanya, tanpa sadar ikut menggerakkan jemarinya menyentuh perutnya. Tetapi kemudian jarinya bersentuhan dengan jari Kris, dan Kris menggenggamnya.
Sehun tertegun dan menatap mata Kris, lelaki itu tengah menatapnya dengan tajam, kemudian tanpa di sangka- sangkanya, Kris menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Sehun dengan sebuah ciuman yang lembut.
"Maafkan aku atas semua yang pernah kulakukan kepadamu." Bisiknya serak, lalu tanpa memberikan kesempatan kepada Sehun untuk berkata-kata, lelaki itu memeluknya erat- erat.
Mereka berpelukan dalam keheningan rumah kaca yang penuh nuansa harum dan menyenangkan.
Sehun berbaring miring di ranjangnya dan memikirkan kejadian tadi sore. Tanpa sadar jemarinya menyentuh bibirnya. Bibir yang tadi sore dicium lembut oleh Kris tanpa disangka- sangkanya.
Kenapa Kris menciumnya?
Kris bersikap lembut kepadanya, penuh kasih sayang, bahkan sekarang lelaki itu sudah bisa tertawa bersamanya, sikapnya berubah makin lama dan semakin mirip dengan Kris yang itu, Kris yang dulu membuatnya jatuh cinta setengah mati.
Apakah Kris benar-benar telah berubah menjadi Krisnya yang dulu? Apakah masih ada kesempatan untuk pernikahan mereka dan untuk masa depan mereka bersama bayi ini?
Sehun mengelus perutnya dengan lembut, kalau iya, berarti anak ini memang ada untuk mempersatukan kedua orangtuanya.
Siang itu, ketika Kris berangkat bekerja, seperti biasanya Sehun menghabiskan hari-harinya di rumah kacanya dan merawat berbagai tanamannya, ketika dia sedang menggunting daun dari tanaman yang dia kembangkan sebagai bonsai, memberi kesempatan agar batangnya bisa tumbuh besar, ponselnya berbunyi.
Sehun melirik ke arah ponselnya dan mengernyit, itu nama Tao... Sehun baru menyadari bahwa makin lama dia makin jarang berhubungan dengan Tao, apalagi sejak rumah kacanya hangus terbakar dan sikap Kris semakin baik kepadanya.
Dia masih sempat berhubungan intens dengan Tao ketika mengurus asuransi untuk rumah kacanya yang terbakar karena hal itu menyangkut bisnis mereka berdua. Tao masih menjalankan usaha tanaman hias dan bunga mereka, tetapi sekarang sebagian besar dia menerima pasokan dari luar.
Lalu kemudian, seiring berlalunya waktu, ketika Sehun mulai sibuk dengan rumah kaca barunya dan Tao sibuk membangun bisnisnya kembali, mereka makin jarang berhubungan, telepon merekapun semakin jarang, biasanya mereka selalu bercakap-cakap setiap malam, kemudian berkurang menjadi tiga hari sekali, dan pada akhirnya, seminggu sekali.
Dan sekarang ketika menatap ponselnya, Sehun sadar bahwa sudah hampir dua minggu dia tidak bercakap-cakap dengan Tao, jadi kalau Tao meneleponnya, pasti ada sesuatu yang penting.
"Yeoboseyo?" Sehun mengangkat teleponnya dan bergumam dengan ceria, berada di dalam rumah kaca memang membuat hatinya selalu ceria.
"Tampaknya kau baik-baik saja," suara Tao di sana terdengar penuh senyum, "Syukurlah."
Ada sesuatu di dalam nada suara Tao yang membuat Sehun mengerutkan keningnya. "Ada apa Tao?"
Hening sejenak, kemudian Tao menghela napas panjang.
"Bagaimana hubunganmu dengan Kris?" tanyanya tiba- tiba.
Sehun tidak bisa untuk tidak tersenyum ketika membayangkan tentang Kris, Kris yang semakin baik dan semakin lembut kepadanya.
"Kami baik-baik saja. Kris memperlakukanku dengan baik dan lembut Tao, kurasa kami bisa memperbaiki perkawinan ini." Tao mendesah di seberang sana, "Aku minta maaf kalau harus memberitahumu hal ini dan mengecewakanmu." "Ada apa Tao?" Sehun tiba-tiba merasa cemas ketika mendengar nada serius di dalam kata-kata Tao,
"Ini tentang Kris, aku mendapatkan informasi dari pemasok tanaman baruku. Dia mempunyai langganan menghias bunga untuk sebuah rumah mewah di pinggiran kota dan melimpahkan pelangannya itu untukku. Aku ke sana Sehun, dan barulah aku mengetahui bahwa rumah itu adalah atas nama Kris."
"Mwo?" Sehun tertegun, Kris punya rumah di pinggiran kota? Sehun tidak pernah mendengarnya, tetapi... bukankah wajar orang sekaya Kris memiliki rumah banyak?
"Ya Sehun, dan bukan masalah rumahnya yang ingin kuberitahukan kepadamu. Ini tentang penghuni rumahnya."
Penghuni rumahnya? Rumah Kris di pinggiran kota ada penghuninya? Tiba-tiba jantungnya berdenyut oleh firasat buruk,
"Penghuninya seorang perempuan muda bernama Cathy." Tao menghela napas panjang, "Untuk apa Kris memelihara perempuan muda di rumah pinggiran kota dan disembunyikan darimu, Sehun? Aku ... maafkan aku, tetapi aku berpikir bahwa perempuan bernama Cathy itu adalah simpanan Kris."
Sehun terperangah, dunia seolah berguncang dan berputar keras seketika di sekelilingnya, membuatnya limbung dan harus berpegangan pada salah satu rak besi di sebelahnya.
Apa? Kris memiliki perempuan simpanan yang disembunyikannya di sebuah rumah rahasia? Benarkah itu? Sehun ingin tidak mempercayai info itu, tetapi info ini berasal dari Tao dan Tao tidak mungkin membohonginya.
Dan tiba-tiba Sehun teringat tentang kunjungan mama Kris waktu itu, mama Kris sepertinya sempat menanyakan apakah Kris pernah mengenalkannya dengan Cathy, atau sesuatu seperti itu. Ingatannya samar, tetapi dia merasa nama Cathy familiar ketika Tao mengucapkannya, dan dia yakin itu berasal dari mama Kris. Dan dia juga ingat betapa mama Kris berusaha mengalihkan pembicaraan dan tampak gugup ketika menyadari bahwa Sehun tidak tahu apa-apa tentang Cathy.
Napas Sehun terasa sesak oleh air mata. Teganya Kris kepadanya!
"Apakah kau bisa mencuri waktu untuk menemuiku, Sehun? Kalau bisa mungkin aku bisa lebih enak menjelaskan semua informasi yang kuperoleh kepadamu."
Sehun tercenung, masih bingung, tetapi kemudian dia mengambil keputusan. Dia harus bisa mengetahui kebenaran tentang perempuan bernama Cathy itu. Setidaknya dengan begitu dia bisa mengetahui posisi dirinya di dalam kehidupan perkawinannya bersama Kris.
Apa maksud Kris dengan perkawinan ini? Apa pula maksud Kris ketika dia berubah sikap menjadi begitu baik dan perhatian kepadanya? Membuatnya berpikir bahwa mungkin saja masih ada harapan untuk pernikahan mereka?
"Aku akan mencoba mencari cara untuk menemuimu, Tao." Gumam Sehun akhirnya, menyadari bahwa Tao masih menunggu jawabannya di sana.
"Bagus. Kabari aku secepatnya. Kau tidak boleh membiarkan masalah ini terus berlarut-larut, Sehun."
Sehun masih merenung dengan hati pilu ketika mendengar suara mobil Kris diparkir di depan. Akhir-akhir ini Kris sering pulang cepat, menghabiskan waktu bersamanya. Itu dimulai sejak dia hamil, sedangkan pada masa-masa sebelumnya, Sehun masih ingat ketika Kris sering pulang larut, bahkan tidak pulang. Apakah waktu itu Kris menginap bersama Cathy di rumahnya yang lain?
Air mata merembes di matanya. Dia masih bisa menoleransi seluruh kekasaran sikap Kris kepadanya, apapun itu, dia masih bisa menerima, karena jauh di dalam hatinya, cintanya kepada Kris begitu besar dan tidak bisa dimusnahkan begitu saja dengan sikap kasarnya. Tetapi... kalau menyangkut perempuan kedua, Sehun tidak bisa terima. Bukan karena kecemburuan, tetapi lebih karena dia berpikir bahwa ketika Kris sudah membagi cintanya maka sudah tidak ada harapan lagi untuknya. Sehun selalu berpikir bahwa cinta sejati tidak bisa dibagi, cinta sejati selalu utuh, satu dan hanya ditujukan untuk satu belahan jiwa.
Dan kalau perempuan bernama Cathy ini benar-benar kekasih atau simpanan Kris... maka Sehun membulatkan tekadnya untuk pergi, jauh dari kehidupan Kris. Selamanya dan mengubur semua harapannya untuk memperbaiki kehidupan pernikahan mereka.
Kris memasuki teras dan mengangkat alis ketika melihat Sehun, dia tersenyum lembut, senyum yang akhir-akhir ini sering sekali muncul di bibirnya,
"Hai." Kris mendekati Sehun dan duduk di depannya, "Tidak di rumah kaca?"
Sehun menggelengkan kepalanya lemah, membuat Kris mengerutkan keningnya dan menatap cemas,
"Kenapa? Kau sakit Sehun-ah?" Kris bertanya lembut, dan hal itu membuat hati Sehun terasa sakit. Kenapa Kris begitu baik sekarang kepadanya? Kenapa Kris membuat Sehun berharap bahwa mungkin masih ada cinta di antara mereka? Hal itu membuat semuanya terasa sulit bagi Sehun.
"Siapakah Cathy itu?" Akhirnya Sehun memberanikan diri bertanya, mengawasi Kris dalam-dalam dan melihat bahwa Kris terperanjat.
Lelaki itu menatap Sehun dengan kaget, dan ketika kemudian dia berkata, suaranya tercekat di tenggorokkan,
"Darimana kau tahu tentang dia?" tanyanya tajam.
Sehun menghela napas panjang, "Tidak penting darimana aku tahu tentang Cathy. Yang aku tahu, kau punya sebuah rumah yang dihuni oleh seorang perempuan bernama Cathy, siapakah dia, Kris? Apakah dia ... apakah dia perempuan lain? Perempuan lain dalam pernikahan kita?"
"Sudah kubilang tidak ada perempuan lain." Kris mengerutkan keningnya lalu menyadari bahwa kata-katanya salah. Cathy memang adik kembarnya, bukan kekasihnya, tetapi bisa dibilang bahwa Cathy adalah perempuan lain dalam pernikahannya dengan Sehun, dan akan selalu menjadi perempuan lain.
Sehun sendiri mengawasi perubahan ekspresi Kris yang menentang kata-katanya sendiri, membuat air mata turun dari sudut matanya,
"Aku berusaha menahan diri biarpun kau memperlakukanku dengan buruk, juga membenciku dengan alasan yang aku tidak tahu." Diusapnya air matanya dengan sedih, "Tetapi aku tidak bisa tahan kalau kau memiliki perempuan lain, Kris. Bagiku itu adalah tindakan paling kejam yang pernah kau lakukan atas pernikahan ini. Aku menyerah atasmu Kris, aku tidak sanggup lagi." Sehun membalikkan tubuhnya, berlari cepat, dan tidak peduli akan suara Kris yang memanggil-manggil namanya.
Cukup sudah! Pernikahan ini sudah berakhir!
Sehun mengunci pintunya dan mencoba menulikan telinganya dari Kris yang mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dan memanggil namanya, membujuknya untuk berbicara dengannya. Di tutupnya kedua telinganya dengan bantal. Mengeraskan hati. Sampai lama kemudian, dia membuka bantalnya dan menyadari suasana sudah hening. Kris rupanya sudah menyerah untuk mengajaknya Sehun menunggu sampai suasana benar-benar hening dan dia yakin bahwa Kris sudah masuk ke kamarnya. Lalu dia menelepon Tao,
"Aku akan mencoba keluar besok pagi setelah Kris berangkat ke kantor dan menemuimu." Gumam Sehun setengah berbisik di telepon.
Tao tampak puas di seberang sana,"Bagus aku akan menunggumu." Jawabnya.
Lama kemudian, Sehun berbaring dengan mata nyalang menatap ke kegelapan, menahankan air mata yang meleleh di pipinya.
Pagi harinya Kris terbangun, mandi dan bersiap ke kantor. Dia tertegun di depan kamar Sehun yang tertutup rapat. Dia ada meeting penting hari ini yang tidak bisa ditinggalkannya, padahal jauh di dalam hatinya, dia sangat ingin menunggu di sini, menunggu pintu Sehun terbuka dan kemudian dia bisa menjelaskan semuanya kepadanya.
Tidak ada perempuan lain, dalam arti kisah asmara. Kris memang menyayangi adiknya, dia sangat mencintai Cathy dan menanggung rasa bersalah seumur hidupnya karena kondisi Cathy yang begitu menyedihkan sekarang, tetapi bahkan dengan perasaannya itu, Kris tetap tidak bisa menahan dirinya untuk mencintai Sehun.
Ya. Dia mencintai Sehun dengan sepenuh hatinya, jauh di masa lalu, bahkan sebelum dia menyadarinya.
Cintanya kepada Sehun membuatnya memutuskan untuk menghilangkan seluruh dendamnya, dan menjaga Sehun. Memutuskan untuk memohon ampun kepada Cathy karena dia tidak bisa menyakiti Sehun lagi, karena dia sudah mengkhianati adiknya demi Sehun, persis seperti yang dilakukan ayah mereka.
Kris menatap pintu kamar Sehun dan menghela napas panjang, ditahannya keinginan untuk menggedor pintu kamar itu. Sehun mungkin butuh waktu untuk menenangkan dirinya, sementara itu dia akan ke kantor, menjalani meeting pentingnya sekaligus mencari tahu darimana Sehun mendapatkan informasi tentang Cathy.
Ada seseorang yang mengkhianatinya dengan memberikan informasi tentang Cathy kepada Sehun. Kris mengerutkan keningnya, tetapi siapa? Seluruh pegawainya di rumah Cathy adalah pegawai kepercayaannya yang sudah tahu bahwa menjaga kerahasiaan tentang keberadaan Cathy sangatlah penting. Kenapa informasi tentang Cathy bisa bocor ke telinga Sehun?
Kris harus membereskan semuanya dulu, mencari tahu siapa yang melakukan itu. Setelah itu dia akan menemui Sehun, berharap perempuan itu sudah bisa menenangkan pikirannya dan bisa mendengarkan seluruh penjelasan, pengungkapan seluruh rahasia yang akan diungkapkan oleh Kris. Dan semoga setelah Sehun mendengarkan semuanya, dia akan mengerti.
Segera setelah mobil Kris keluar rumah, Sehun menelepon Tao,
"Kris sudah pergi, aku akan keluar dengan supir pribadi dengan alasan membeli beberapa varietas tanaman untuk rumah kaca, kau bisa menemuiku di garden cafe."
"Oke. Hati-hati Sehun," Tao bergumam singkat lalu menutup teleponnya.
Sehun membeli beberapa varietas tanaman, lalu meminta diantarkan ke garden cafe,
"Kau bisa meninggalkanku sebentar, aku mungkin akan duduk-duduk lama di cafe ini, sementara itu kau bisa pergi beristirahat dan makan siang." Sehun bergumam, berharap supir itu akan menerima sarannya.
Supir itu tercenung. Dulu di awal-awal pernikahan Tuan Kris dengan nyonya Sehun, tuan Kris dengan keras mengatakan bahwa dia harus mengawasi dan mengikuti kemanapun nyonya Sehun pergi. Tetapi sejak kehamilan nyonya Sehun, tuan Kris benar-benar melonggarkan peraturan yang dibuatnya, bahkan tuan Kris pernah berpesan agar dia membiarkan nyonya Sehun bersantai, menikmati waktunya sendirian. Satu-satunya pesan tuan Kris adalah bahwa dia harus melaporkannya kepada tuan Kris kalau-kalau Sehun bertemu dengan Tao. Tetapi tampaknya tidak ada tanda-tanda Tao di sini, dia mungkin hanya akan berkeliling sebentar dan kemudian kembali mengawasi nyonya Sehun di cafe ini,
"Baiklah nyonya, saya akan meninggalkan nyonya sebentar untuk bersantai, mohon telepon saja jika nyonya sudah membutuhkan saya. Saya akan berada di sekitar-sekitar sini." Gumamnya kemudian.
Sehun menganggukkan kepalanya dan tersenyum, lalu melangkah memasuki cafe itu. Lay yang tengah berdiri di sana langsung menyambutnya,
"Wah ... lama sekali anda tidak datang kemari." Matanya melirik ke arah perut Sehun yang sedikit membuncit, kemudian senyumnya melebar, "Dan sepertinya anda datang membawa kabar bahagia."
Sehun tertawa dan mengusap perutnya dengan senang, "Ya... kabar bahagia karena sekarang ada si kecil di perutku." Disingkirkannya kepedihan yang mengusik, membisikkan bahwa sebentar lagi akan berakhir karena keberadaan perempuan lain bernama Cathy itu. "Kupikir secangkir teh hijau di siang hari tidak akan mengganggu kehamilanku bukan?"
Lay tertawa, "Kalau hanya secangkir dan tidak diminum setiap hari, kurasa itu tidak akan berbahaya, saya akan siapkan teh hijau kesukaan anda beserta kue pastri sebagai pendamping." Lelaki itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum sebelum melangkah pergi.
Sehun duduk dan menunggu, dia sudah mengirim pesan kepada Tao, dan Tao bilang akan datang dalam hitungan menit, dan rupanya itu memang benar, kurang dari lima menit kemudian lelaki itu datang, tersenyum lebar ketika melihat Sehun dan duduk di depannya,
"Annyeong Sehun-ah." Matanya melirik ke arah perut Sehun yang buncit, "Kau tampak sehat dan bahagia, apakah karena Kris memperlakukanmu dengan baik?"
Sehun tersenyum sedih, "Kebaikan yang ternyata semu." Dia mendesah dengan sedih, "Apakah benar yang kau katakan, Tao? Tentang wanita lain itu? Seorang perempuan yang tinggal di rumah Kris di pinggiran kota dan ditemui Kris diam- diam?"
"Kau masih mencintai Kris ya." Tao menatap Sehun dengan sedih, "Maafkan aku memberikan informasi ini kepadamu, tetapi kupikir kau harus tahu bukan? Daripada nanti kau tahu belakangan saat semua sudah terlambat?"
Sehun menganggukkan kepalanya, "Gomawo, Tao." Bisiknya lemah, "Aku sudah menduga ada sesuatu yang dirahasiakan Kris, sesuatu yang salah... sesuatu yang tersembunyi jauh... tetapi aku sama sekali tidak menyangka bahwa sesuatu itu adalah keberadaan perempuan lain yang dirahasiakan dariku." Sehun menyusut air matanya, "Aku... padahal aku sudah berharap bahwa kami berdua bisa memperbaiki semuanya dan menjalankan pernikahan ini dengan baik..."
Tao menggenggam jemari Sehun lembut, "Aku yakin perempuan bernama Cathy itu adalah simpanan Kris... aku mengobrol dengan pelayan rumah itu ketika aku memasok bunga-bunga dan tanaman untuk taman di sana, katanya Kris sering mengunjungi Cathy siang-siang, bahkan sering menginap di malam-malam sepulang dia kerja... dan aku mencocokkan tanggal... beberapa saat sebelum kau menikah dengan Kris, dia masih tinggal bersama perempuan bernama Cathy di rumah itu ... kemudian Kris membeli rumah baru, yang ditempatinya bersamamu. Kris membohongimu sejak awal Sehun, dia mengejar dan mendekatimu padahal waktu itu dia menjalin hubungan dan tinggal bersama Cathy ..."
Sehun merasa dadanya sesak. Pernikahannya benar- benar sudah berakhir. Dia masih ingat ekspresi wajah Kris yang tidak bisa menyangkal bahwa ada perempuan lain dalam pernikahan mereka.
Tao menatap Sehun tajam, mengamati kesedihan di wajah Sehun, "Aku bisa mengantarmu ke rumah itu."
Sehun langsung menoleh dan menatap Tao dengan terkejut, "Mwo?"
"Aku bisa mengantarmu ke rumah itu, rumah Kris tempat perempuan bernama Cathy itu tinggal. "
"Aku tidak ingin menemui perempuan Cathy itu." Bagaimana mungkin Sehun bisa menemui Cathy? Hatinya pasti akan hancur lebur ketika bertatapan dengan perempuan dimana Kris membagi cintanya.
"Kau harus menemui perempuan bernama Cathy itu dan menjelaskan semuanya, kalian bisa bercakap-cakap. Mungkin kau jadi bisa menyibak rahasia apa yang disimpan oleh Kris selama ini. Apakah kau tidak ingin tahu?"
Sehun ingin tahu. Sangat ingin tahu. Dia selalu bertanya- tanya, kenapa pada awalnya Kris mengejarnya dan melamarnya, lalu berubah sikap menjadi begitu jahat... dan kemudian setelah dia hamil, lelaki itu berubah sikap menjadi lembut kembali, seperti Kris-nya yang dulu... seakan lelaki itu ingin memperbaiki semuanya, memulai semuanya dari awal...
Ketika Lay datang mengantarkan teh hijau dan kudapan pesanan Sehun, dia termenung. Uang pembayaran sudah diletakkan di meja itu, tetapi tidak ada Sehun disana, kursinya kosong, seolah perempuan itu tidak pernah duduk di sana.
Tadi dia sempat melihat Tao, rekan bisnis Sehun di usaha bunga dan pertamanan itu menghampiri, tetapi kemudian dia sibuk di lantai atas dan ketika kembali, meja itu sudah kosong. Lay mengerutkan keningnya dengan bingung.
Tidak biasanya Sehun langsung pergi begitu saja. Apakah Sehun sedang sangat terburu-buru?
Kris menelepon mamanya dan memintanya datang ke kantor, dan karena mamanya sedang berada di dekat-dekat situ, dia bisa menemui Kris. Kris mengamati mamanya yang cantik dan tampak elegan, tentu saja. Kalau tidak bisa tampil cantik, akan sia-sia mamanya merawat diri seperti itu.
"Salah seorang pegawaiku mengatakan bahwa mama sempat mengunjungi Sehun beberapa bulan yang lalu."
Anna mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Kris, "Kupikir kau sudah tahu itu sejak lama, kenapa kau baru menanyakannya sekarang?"
"Dulu aku tidak berpikir hal itu penting." Kris menatap tajam ke arah Anna, "Apakah mama menemui atau berhubungan dengan Sehun sesudahnya, akhir-akhir ini?"
Anna menatap Kris dengan bingung, "Aku tidak melakukannya... aku memang berniat ingin menghubungi Sehun di waktu-waktu dekat ini... tetapi belum punya waktu, kenapa kau menanyakan itu?"
Tatapan Kris masih sama tajamnya, "Apakah mama memberitahu tentang Cathy kepada Sehun?"
Anna tampak terperanjat, "Tidak.. aku tidak pernah memberitahukannya." Dia tampak berpikir sejenak, "Tetapi aku sempat tidak sengaja menyebut nama Cathy dalam percakapan kami di kunjungan pertama."
"Mama menyebut nama Cathy?" Kris langsung menyipitkan matanya.
"Aku tidak sengaja, aku pikir Sehun mengetahui tentang Cathy, aku bertanya apakah kau sudah mengenalkannya kepada Cathy, tetapi ketika melihat ekspresi bingungnya, aku sadar bahwa Sehun sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Cathy, jadi aku mengalihkan pembicaraan dengan mulus sehingga Sehun tidak curiga." Kali ini Anna yang menatap Kris dengan tajam, "Kenapa kau merahasiakan tentang adikmu, Kris? Apakah kau malu akan keberadaannya?"
"No." Kris memalingkan muka, mamanya memang sama sekali tidak tahu tentang rencana balas dendamnya, semuanya dia rahasiakan. Tetapi Kris lelah menanggung rahasia, dia memutuskan untuk menceritakan semuanya.
"Dia adalah putri dari Sekyung, aku tahu nama itu punya arti untuk mama."
Clara terperangah, wajahnya memucat. "Maksudmu Sekyung yang itu?" Ya. Kris benar, nama Sekyung sangat berarti baginya, Sekyung adalah perempuan yang sangat dicintai oleh suaminya. Amat sangat cinta dan perempuan itu tidak pernah lepas dari pikiran suaminya. Hal itu sebenarnya tidak mengganggu Anna, karena dia juga tidak mencintai suaminya, pernikahan mereka adalah karena perjodohan dan Anna sendiripun memiliki kekasih sendiri... seorang kekasih yang pada akhirnya menanamkan benih di tubuhnya... membuahkan anak kembar, Kris dan Cathy.
"Jadi apa maksudmu menikahi Sehun? Untuk membalas dendam demi Cathy?"
Kris menganggukkan kepalanya, "Itu yang ingin kulakukan pada awalnya, keberadaan Sehun membuat Cathy menderita, karena ayah sama sekali tidak pernah menoleh kepadanya dan hanya terpusat kepada Sehun. Hal itulah yang membuat Cathy menderita dan menghancurkannya hingga kondisinya seperti itu."
"Itu bukan sepenuhnya kesalahan Sehun." Anna tampak sedih. "Aku menduga, kau pasti sudah tahu tentang test DNA itu, yang menyatakan bahwa kalian bukanlah anak kandung ayah kalian." Anna menghela napas panjang, "Kami berdua menikah bukan atas nama cinta, itu bisa dikatakan perkawinan bisnis keluarga kami, kami sama-sama tidak bisa lepas dari cinta masa lalu kami, terutama aku... hubunganku dengan kekasihku sudah jauh dan aku mengandung kalian, semula aku tidak mengaku kepada ayah kalian, karena kupkir aku tidak akan ketahuan, apalagi usia kandunganku pas dengan usia perkawinanku. Tetapi ternyata setelah kalian lahir, ayah kalian menyimpan rasa curiga yang ditahannya. Karena dari garis keluarga kami, tidak pernah ada anak kembar. Kau pasti tahu kalau kembar alami itu diturunkan secara genetika... dan itu berasal dari ayah kandungmu. Diam-diam ayahmu melakukan test DNA dan mengetahui bahwa dia bukan ayah kandung kalian, dia marah besar, menganggapku tidak menghormati perkawinan ini, sementara dari sisi dirinya, dia rela meninggalkan Sekyung kekasih yang sangat dicintainya demi menghormati perkawinannya denganku. Aku sangat menyesal, kau tahu, apalagi kemudian ayah kandung kalian ternyata lelaki brengsek yang hanya memanfaatkan tubuh dan uangku. Aku berusaha memperbaiki semuanya, karena toh kami tidak bisa bercerai, ayahmu seorang pejabat yang cukup terkenal dan perceraian bisa merusak reputasinya... Sayangnya ayahmu kemudian melampiaskan kekecewaannya kepada kalian berdua, dia tidak bisa menutupi kebenciannya kepada kalian berdua." Anna menghela napas, "Pada akhirnya dia bertemu lagi dengan Sekyung dan menjalin hubungan singkat yang membuahkan Sehun, aku mengetahui itu semua tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa... tetapi Sekyung kemudian meninggalkan ayahmu dan memilih memulai hidup dengan lelaki lain yang bisa menerimanya bersama Sehun, membuat ayahmu menderita karena patah hati. Ayahmu tidak pernah bisa membuka hatinya untukku... dia hanya mencintai Sekyung sampai mati."
Kris termenung mendengarkan penjelasan Anna, baru kali ini dia punya kesempatan untuk menanyakan semua kepada Anna dan mendengarkan kisah dari sisi mamanya. Selama ini mamanya lebih sering berada di luar negeri dari pada di rumah. Kris sebenarnya sudah menyelidiki keberadaan ayah kandungnya, dan menemukan bahwa lelaki itu sudah meninggal.
"Cathy... dia terlalu memuja ayahmu entah kenapa padahal ayahmu sama sekali tidak menunjukkan perhatian kepadanya.. dan hal itu mengganggu ayahmu, kami pernah membawa Cathy ke psikiater di waktu kecil dan kata psikiater dia mungkin menderita "electra complex" atau karena dalam kasus Cathy dia terlalu memuja ayahnya, maka psikiater menyebutnya "father complex"
"Apa itu?" Kris tentu saja pernah mendengarnya, tetapi dia masih tidak yakin.
Anna menghela napas, "Kau tahu kisah electra dalam mitologi? Dia jatuh cinta kepada ayahnya sendiri... kasus hampir sama terjadi kepada Cathy, dia menderita gangguan psikologi sehingga memuja dan terobsesi kepada ayahnya..."
"Cathy tidak mungkin sakit jiwa!" Kris menyangkal dengan keras, "Dia memuja ayah karena ayah sama sekali tidak pernah memperhatikannya, dia hanya seorang anak yang haus kasih sayang orang tua!"
Anna mengusap lengannya dengan lelah, "Tetapi itu yang dikatakan psikiaternya... dan memang itu semua juga karena kesalahan ayahmu, perlakuan buruk ayahmu kepada Cathy membuatnya tertekan dan pada akhirnya menumbuhkan penyimpangan pemikiran seperti itu... kami sudah berusaha menyembuhkannya dengan terapi-terapi.. tetapi tetap tidak berhasil." Anna menatap Kris dengan sedih, "Apa yang terjadi kepada Leanna, itu bukan hanya kesalahan Sehun, Kris. Kau tidak bisa menimpakan semua ini kepada Sehun. Dia hanya seorang anak yang tidak tahu apa-apa."
Kris mengernyit dengan pedih. Selama ini dia menimpakan semua kesalahan kepada Sehun. Dan hal itu lebih untuk melindungi dirinya sendiri karena dia sendiri menyimpan rasa bersalahnya... Cathy waktu itu bunuh diri karena dia berkata kepada Cathy, bahwa sampai matipun Cathy tidak akan bisa mendapatkan cinta memang Cathy menderita 'father complex' Hal itu pasti akan membuatnya terguncang luar biasa. Karena cinta dari sang ayah adalah pusat hidup sang penderita. Sekarang Kris mengerti kenapa Cathy bisa senekad itu melakukan tindakan bunuh diri.
Tetapi siapa yang mengatakan kepada Sehun informasi tentang Cathy? Apalagi informasi itu sangat spesifik... Itu masih menjadi pertanyaan untuknya, karena jelas-jelas mamanya tidak memberikan informasi kepada Sehun.
Jadi siapa?
"Aku dengar peristiwa kebakaran itu...aku membacanya di berita, pertama kali aku tidak tahu bahwa itu adalah rumah kaca milik Sehun... tetapi kemudian namanya tertulis di berita..."
"Ya, itu rumah kaca milik Sehun, dia menjalankan
bisnisnya dengan seorang temannya, tetangganya." "Ah ya. Tao pria yang baik dan ramah." Kris langsung tersentak dari duduknya, "Mama mengenal Tao?"
"Tentu saja. Memangnya kau tidak kenal? Tao kan pengurus taman untuk rumahmu yang ditempati oleh Cathy, mama beberapa kali bertemu dengannya ketika menengok Cathy."
Kris menatap mamanya dengan kaget. Tao mengetahui tentang rumahnya dan Cathy? Dia pasti mengetahui tentang Kris juga bukan? Tetapi kenapa lelaki itu tidak mengatakan apa- apa? Sementara itu Kris bahkan tidak tahu bahwa Tao menangani taman rumahnya... selama ini para asistennya yang mengurus hal-hal seperti itu seperti perawatan dan pemeliharaan rumahnya...
Kris hendak meraih teleponnya dan menanyakan perihal Tao kepada salah seorang asistennya, ketika ponselnya tiba- tiba berbunyi.
"Yeoboseyo?" Kris mengerutkan keningnya ketika mengetahui bahwa supirnya yang menelepon. Dia menugaskan supirnya untuk menjaga dan mengawasi Sehun ketika keluar rumah, dan selama ini supirnya tidak pernah menelepon.
"Saya kehilangan nyonya Sehun, Tuan Kris."
"Apa?" Kris hampir berteriak mendengar kata-kata supirnya, "Bagaimana bisa?"
Supirnya itu tampak gugup, "Nyonya Sehun meminta saya meninggalkannya di sebuah cafe dan saya pergi untuk makan siang. Ketika saya kembali nyonya Sehun sudah tidak ada. Kata pelayan cafe dia pergi dengan Tao..."
"Kau baik-baik saja Tao" Sehun menoleh dan menatap Tao yang sedang menyetir dengan cemas, dia mengawasi Tao daritadi dan lelaki itu tampak tegang, tak ada senyum di wajahnya seperti biasa.
Tao menoleh menatap Sehun, tatapannya tampak nyalang, "Aku tidak apa-apa Sehun." Lelaki itu tersenyum, tetapi lebih tampak sebagai seringai.
Sehun tiba-tiba merasa agak cemas, apakah Tao baik- baik saja? Kenapa lelaki itu tampak berbeda?
"Kejujuran adalah penjaga untuk cahaya cintamu. Kalau kau menodainya dengan berbagai rahasia tersembunyi, kau akan membunuh cahaya itu."
10
Mereka memasuki rumah besar berpagar tinggi itu. Sehun menatap rumah itu dan mengaguminya, bangunannya serupa bangunan kuno eropa yang terawat dan mewah. Dan tamannya, taman depan yang menghampar luas itu sangat indah dan terawat. Sehun melirik Tao, kalau memang Tao yang bertanggung jawab merawat taman ini, dia pasti merawatnya dengan sepenuh hati karena tamannya benar- benar luar biasa indahnya.
"Kaja!." Tao setengah mendahuluinya masuk ke rumah itu. Sehun mengikuti dengan pelan di belakangnya, waspada. Benaknya berkecamuk. Seperti apakah perempuan bernama Cathy itu? Apa reaksinya ketika melihat Sehun? Apakah dia akan marah dan melukai Sehun? Ataukah dia akan sedih dan menangis seperti reaksi Sehun pertama kali ketika mengetahui keberadaan Cathy? Apakah Cathy sudah mengetahui tentang Sehun sejak lama? Atau dia sama seperti Sehun? Tidak mengetahui keberadaan satu sama lain?
Sehun terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga tidak menyadari betapa nyamannya Tao bergerak di rumah itu, seolah-olah lelaki itu sudah biasa menaiki tangga dan melangkah ke ujung lorong, menuju sebuah kamar yang pintunya setengah terbuka.
Harusnya Sehun merasa ragu karena bukankah Tao hanya ditugaskan mengurus taman di rumah ini? Kenapa dia sepertinya dengan mudahnya memasuki isi rumah, bahkan sampai menaiki tangga menuju area pribadi pemiliknya? Tao membuka pintu dan senyumnya tampak aneh ketika menatap Sehun, dia mempersilahkan Sehun memasuki kamar itu,
"Silahkan Sehun, temuilah Cathy."
Apakah Cathy sudah menunggunya? Dia mengernyit menatap Tao, tetapi lelaki itu memasang ekspresi tidak terbaca.
Sehun melangkah masuk dan tertegun.
Kris menginjak gasnya kuat-kuat, mengumpat-umpat ketika kemacetan menghalanginya, dengan panik dia memutar balik, mencari jalan lain lewat jalur-jalur alternatif, dia harus bisa segera mencapai rumah pinggiran kotanya sebelum terlambat. Sebelum Sehun terluka!
Kris melakukan penyelidikan singkat tadi mengenai Tao. Dan penyelidiknya mengatakan bahwa Tao dulu sangat akrab dengan Cathy sebelum kejadian percobaan bunuh diri itu.
Bahkan penyelidiknya mempunyai dugaan kuat, bahwa Tao adalah ayah dari bayi yang sempat dikandung oleh Cathy!
Perempuan itu duduk di sebuah kursi roda di sudut, tatapannya tampak kosong. Tetapi selain itu dia luar biasa cantiknya. Rambutnya panjang terurai dan kulitnya putih bening, dia tampak seperti seorang peri yang muncul dari negeeri khayalan, begitu halus dan rapuh...
Sehun memang menduga bahwa kekasih Kris secantik ini, tetapi dia tidak menduga bahwa Cathy duduk di kursi roda dan... buta? Menilik dari mata kosongnya, perempuan itu buta. Oh astaga, teganya Kris menikahinya, menghamilinya dan mengkhianati perempuan ini?
Tao berdiri di belakangnya, dan mengunci pintu kamar itu tanpa sepengetahuan Sehun. Dia lalu berjalan melewati Sehun menuju ke arah Cathy.
Cathy yang menyadari kedatangan Tao yang mendekatinya langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya,
"Tao," senyumnya lembut. Dan Tao menyambut uluran tangan itu, lalu mengecup jemari yang rapuh itu dengan penuh sayang,
Sementara itu Sehun mengamati kejadian di depannya itu dengan terkejut. Dia memandang Cathy dan Tao berganti ganti dengan pertanyaan berkecamuk di dadanya. Tao mengenal Cathy? Dan kenapa bahasa tubuh mereka berdua selayaknya sepasang kekasih?
"Aku datang membawa dia untukmu, sayangku...seperti janjiku kepadamu." Tao menatap Sehun dengan kejam, "Dia ada di depanmu, perempuan yang membunuh anak kita, yang membunuh cahaya indah di matamu..."
Sehun menatap Tao dengan bingung, tatapan Tao yang penuh kebencian kepadanya membuatnya memundurkan langkahnya secara reflek,
"Apa maksudnya ini Tao?"
Tao tersenyum sinis kepadanya, dia berdiri di sebelah Cathy dan dengan sayang meremas pundak perempuan itu, "Kasihan sekali Sehun yang ternyata tidak tahu apa-apa." Tao menunduk lembut dan menatap Cathy, "Kita jelaskan saja kepadanya sayang?"
Cathy menganggukkan kepalanya,
"Kau adalah anak yang dilahirkan tanpa ayah... dan kau merenggut ayah Cathy, membuatnya menderita."
"Aku tidak mengerti maksudmu." Sehun merasa bingung dan tiba-tiba merasa takut, Tao yang ada di depannya tampak aneh, dia sangat berbeda dengan Tao yang dikenalnya sejak kecil, Tao yang baik dan seperti kakak baginya, apa yang terjadi? Dan Tao bilang kepada Cathy 'anak kita'? bukankah Tao seorang gay?
"Mungkin aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar kepadamu, yang pasti aku membawamu kemari untuk membalaskan dendam Cathy... dendam kami berdua... kau adalah pembunuh cahaya hidup kami, kau membunuh calon anak kami dan juga membunuh cahaya di mata Cathy..." Tao mengeluarkan pistol di tangannya dan menodongkannya kepada Sehun, "Aku akan membuatmu terjun dari balkon ini, dan kehilangan bayimu... sama seperti yang terjadi kepada Cathy..."
"Oh Tuhan! Tao! Apa yang kau pikirkan?" Sehun mundur ketakutan karena todongan pistol itu sekaligus akan kata-kata Tao.
Ketika dia hendak memikirkan cara menyelamatkan dirinya dan bayinya, pintu kamar itu digedor dengan kuat,
"Tao! Apapun rencanamu, lepaskan Sehun! Aku membawa polisi di luar, mereka sudah mengepung rumah ini, kau tak akan bisa lolos!"
Itu suara Kris, ada kecemasan dan kepanikan di dalamnya, dia menggedor- gedor pintu itu sekuat tenaganya, Tao melirik ke arah pintu dan tersenyum sinis, menatap ke arah Cathy,
"Dengarkan itu Cathy, kakakmu yang pengecut dan pengkhianat... dia meninggalkanmu demi perempuan ini, sama seperti ayahmu.. dia juga harus mendapatkan ganjarannya."
Sehun tertegun. Semua terjawab sudah. Tao bilang bahwa Kris adalah kakak Cathy. Jadi Kris tidak pernah menduakan dirinya, tidak pernah ada perempuan lain. Semua ini adalah manipulasi Tao untuk membawanya ke rumah ini. Hati Sehun terasa nyeri memikirkan semua tuduhan-tuduhannya kepada Kris.
Dia bersalah kepada Kris... akankah dia mempunyai kesempatan untuk meminta maaf kepada Kris? Diliriknya pistol yang masih diacungkan oleh Tao kepadanya, dan merasa ragu.
Sementara itu ekspresi Cathy tampak berubah, dia mengenali suara Kris yang sedang berteriak-teriak di luar pintu, "Chrissie...? gege...?" dia tampak bingung dan menggapai-gapai, tetapi Tao memegang tangannya dan bergumam tegas, "Kau harus kuat Cathy, dia pengkhianat, dia bilang akan membalaskan dendam demi dirimu, tetapi kemudian dia jatuh cinta kepada Sehun dan tidak bisa menahannya..."
Kris jatuh cinta kepadanya? Sehun merasakan rasa bersalah menghujamnya...
"Kita harus membunuh Sehun demi dendam anak kita, Cathy..." Tao terus bergumam untuk membunuh keraguan Cathy, ketika Cathy tampak tenang dan tidak panik lagi mendengar suara gedoran Kris di luar, Tao menatap dingin ke arah Sehun, "Kau... melangkah ke sana."
Sehun mengikuti arah kepala Tao menoleh dan tiba- tiba gemetar, Tao menyuruhnya melangkah ke balkon.. apakah lelaki itu akan melaksanakan ancamannya untuk menyuruhnya terjun dari balkon? Setega itukah Tao kepadanya?
"Kau tidak benar-benar akan menyuruhku terjun bukan Tao?" Sehun menatap Tao ragu dan ketakutan.
"Tentu saja aku akan melakukannya, aku bisa membalasmu dan Kris... kalian berdua harus menanggung penderitaan, sama seperti yang kami tanggung..." Tao menggerakkan pistolnya dan menyuruh Sehun melangkah ke arah balkon, Sehun melirik ke arah suara berdebum di pintu, tahu bahwa Kris dan beberapa polisi mencoba mendobrak pintu, dan dia berharap semoga Kris tidak terlambat.
Sehun melangkah ke balkon dengan jantung berdebar, dia menghela napas ketika Tao terus menodongkan pistolnya dan menyuruhnya sampai ke pinggir. Tao tampaknya terpusat pada Sehun dan tidak terpengaruh dengan suara dobrakan-dobrakan di pintu, dia menoleh ke arah Cathy dan tersenyum,
"Sayang kau tidak bisa melihatnya Cathy, saat-saat kemenangan kita tetapi aku akan menceritakan kepadamu bagaimana Sehun melompat dan kehilangan bayinya, sama sepertimu..."
Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dan pintu itu didobrak dengan kencang sampai terjatuh. Kris berdiri di sana terengah-engah dengan beberapa polisi di belakangnya.
"Lepaskan isteriku, Tao!" Kris berseru dengan suara keras bercampur kecemasan, dia melangkah maju, tapi Tao melirik ke arahnya dengan benci,
"Tahan! Kalau kau maju sedikit lagi, aku akan menembakmu!" serunya, menodongkan pistolnya ke arah Kris.
Kris menatap Sehun yang berdiri di balkon dengan cemas, kecemasan murni dari seorang lelaki yang mencintai. Kenapa Sehun tidak menyadarinya?
"Tembak saja aku kalau itu memuaskanmu, tetapi jangan lukai Sehun."
Tao tertawa, "Tidak melukai Sehun? Dia adalah tujuanku selama ini. Aku mencintai Cathy kau tahu? Aku mengenalnya ketika dia mencari-cari informasi tentang Sehun. Aku yang memeluknya ketika dia menangis sedih ketika menyadari bahwa ayahnya lebih memilih Sehun daripada dirinya... sementara kau sebagai kakaknya malahan sibuk dengan urusanmu sendiri. Aku adalah ayah dari anak yang dikandung Cathy...dan karena ketidakbecusanmu menjaga Cathy, kau membuat kami kehilangan calon buah hati kami!", napas Tao terengah, "Sekarang kami akan membalaskan dendam kepada kalian!"
Kris mengalihkan tatapannya kepada Cathy yang tampak bingung, dia tahu adiknya itu tidak bisa berpikir dengan sempurna dan Tao sedang memanfaatkan kelabilannya,
"Kalau kau mau membalas dendam, balas dendamlah kepadaku... aku yang bersalah." Ditatapnya Tao dengan tajam, "Kau bukan? Yang membakar rumah dan rumah kaca Sehun?"
Sehun tersentak kaget, jadi Tao pelakunya? Bukan Kris?
Tao sendiri tertawa keras mendengarkan kata-kata Kris, "Ya, aku yang melakukannya, karena dari Sehun aku tahu bahwa kau mulai lembek, lemah dan mulai mengkhianati rencana balas dendammu... aku melakukannya supaya Sehun menuduhmu sebagai pelakunya."
Kris tampak jijik, tetapi dia lalu menatap Tao setengah membujuk, "Lepaskan Sehun oke? Aku yakin bahwa Cathy juga tidak menginginkan semua ini... benar kan Cathy?"
Rupanya strategi Kris untuk menarik Cathy berhasil, perempuan itu tampak goyah lagi,
"Gege...?"
"Aku disini sayang.." Kris menjawab lembut, "Kau tidak menginginkan semua ini kan sayang? Kau tidak menginginkan pembalasan sekejam ini kan Cathy?"
"Diam!" Tao menghardik dengan marah, "Jangan coba- coba mempengaruhi Cathy! Kau juga mengkhianatinya seperti yang lain! Kau tidak tahu apa yang diinginkan Cathy, akulah yang paling tahu!"
"Aku kakak Cathy, akulah yang bisa menjaganya!" "Akulah penjaga sejati Cathy, karena aku satu-satnya yang tidak mengkhianatinya!" Tao menodongkan pistolnya dengan mengancam ketika melihat gerakan maju Kris, "Jangan maju lagi, aku akan menembakmu!"
"Kau tidak akan bisa, kalau kau menembakku polisi dibelakang akan menembakmu juga dan membunuhmu!" Kris tetap menerjang maju,
Membuat Sehun menjerit, dan Cathy tampak bingung.
Tao sendiri tidak mengira bahwa Kris akan maju dan menerjangnya, dia dengan reflek menarik pelatuknya dan menembak.
Suara tembakan keras terdengar, diiringi dengan tubuh Kris yang rubuh. Para polisi di belakang langsung menembak tangan Tao, membuat pistol itu terjatuh dari tangannya.
Sehun menjerit keras, begitupun Cathy yang berteriak- teriak histeris.
Semua kejadian berlangsung begitu cepat setelahnya, semuanya tampak kacau balau dan membuat Sehun seketika itu juga kehilangan kesadarannya
Ketika Sehun membuka matanya, dia sudah berada di rumah sakit, ruangan itu serba putih dan bau obat, dia meraba perutnya dan langsung terduduk dengan cemas.
Sebuah tangan kuat menahannya,
"Tenang, Sehun. Bayimu tidak apa-apa.."
Sehun menoleh dan melihat Kris menahannya dengan sebelah tangannya, lelaki itu tampak pucat, dan sebelah ada perban di lengannya, rupanya tembakan Tao mengenai lengannya.
Kris mengikuti tatapan Sehun ke lengannya dan meringis, "Tidak fatal kok, hanya menyerempet lengan..."
Sehun menatap Kris dengan cemas, "Tao? Cathy?" "Tao tertembak tangannya juga, oleh polisi. Dia sekarang di rawat dalam penjagaan polisi. Cathy baik-baik saja, dia di dalam bimbingan psikiaternya."
Sehun memikirkan tentang ibu Tao dan tiba-tiba merasa cemas, "Bagaimana dengan keluarga Tao?"
"Polisi sudah menginformasikannya kepada mereka, mereka sekarang ada di kantor polisi."
"Mereka pasti bingung..." Sehun meringis sedih.
"Sama bingungnya seperti dirimu kan Sehun? Aku juga tidak menyangka, aku terlambat mendapatkan informasi, maafkan aku seandainya aku lebih teliti, pasti insiden ini tidak akan terjadi."
Sehun menghela napas panjang, "Kau tidak pernah percaya bahwa Tao adalah seorang gay, dan kau benar."
Kris mengangkat bahunya dan tersenyum, "Biasanya seorang lelaki mempunyai insting tersendiri mengenai hal itu." Sehun menatap Kris dengan bingung, "Maukah kau menjelaskan semuanya kepadaku, kumohon? Semua ini... semua ini terlalu membingungkan untukku, aku tidak mengerti apa yang terjadi..."
Kris menggenggam tangan Sehun menatapnya dengan lembut, "Aku mau... berbaringlah."
Dengan segera Sehun mengikuti permintaan untuk berbaring, matanya masih menatap Kris dengan penuh rasa ingin tahu,
"Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, dari awal... tetapi sebelumnya kuharap kau mau mendengarkanku.."
"Mendengarkan apa?"
"Bahwa aku mencintaimu, Sehun. Dengan sepenuh hatiku, perasaan ini muncul di luar kendaliku, aku mencintaimu begitu saja. Bahkan di saat aku sedang berusaha bersikap kasar kepadamu, jauh di dalam hatiku aku tetap mencintaimu."
Sehun tertegun ,menatap Kris dan menyadari bahwa laki- laki itu tulus. Kris meremas jemari Sehun dan meringis sedih, "Kelakuan kasarku di awal pernikahan kita memang sangat keterlaluan... aku harap, setelah mendengarkan penjelasan ini.. kau.. setidaknya kau bisa mempertimbangkan untuk memaafkanku, memberi kesempatan kepadaku untuk memperbaiki semuanya, memulai semuanya dari awal..."
Lalu kisah itupun mengalir dari bibir Kris, semua kebenaran itu, semua rahasia itu, semuanya terkuak satu demi satu, lapis demi lapis hingga menyisakan satu pengertian yang mendalam.
"Begitulah kisahnya." Kris mengakhiri kisahnya, "Aku memang mendekatimu karena dendam tersembunyi, tetapi aku tanpa sadar sudah mencintaimu. Bayi di kandunganmu... itu menyadarkanku bahwa aku amat sangat mencintaimu dan tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon Sehun, berilah aku kesempatan, aku akan menebus semuanya, aku akan menjagamu dan anak kita." Kris menatap Sehun dengan ragu, "Apakah setelah semua perlakukan jahatku itu... kau.. kau masih menyimpan setidaknya sedikit cinta untukku?"
Sehun tertegun, mencoba menelaah semua kisah yang diceritakan Kris dengan sedalam mungkin. Semua terasa mengejutkan, kenyataan tentang ayah kandungnya, kisah cinta ibunya dan juga kisah Cathy yang menyedihkan... pantas saja Kris menuduhnya bertanggung jawab, sama seperti Tao... ah ya Tuhan, Tao pasti sangat mencintai Cathy dan calon anaknya.
Sehun menatap Kris, sebenarnya dalam hatinya ingin sekali mempermainkan perasaan lelaki ini, berpura-pura sudah tidak mencintainya lagi, mengingat betapa kejamnya kelakuan lelaki itu di awal-awal pernikahannya dulu, tetapi rupanya perasaan cintanya terlalu besar kepada Kris. Cinta itu tetap ada, bahkan di masa-masa perlakukan terburuk Kris kepadanya.
"Kau sangat kejam kepadaku dulu."
"Aku memang bersalah." Kris meringis pedih, "Aku memang keterlaluan."
"Kata-katamu juga kasar."
"Itupun aku mengakuinya, maafkan aku Sehun." "Kau membuatmu menangis setiap malam."
"Maafkan aku.." Kris tampak tersiksa, "Aku tidak pernah
menikmati tangisanmu, hatiku terasa pedih mendengarnya, tetapi saat itu aku tidak sadar bahwa dendam tidak ada gunanya, bahwa kau sebenarnya tidak bersalah."
"Kau menyakitiku."
"Tidak akan kulakukan lagi, aku bersumpah. Kalau kau memberiku kesempatan, aku akan berusaha sepenuh hati agar kau tidak tersakiti sedikitpun."
Sehun menggeleng, "Tidak."
"Tidak?" Kris tampak cemas luar biasa, "Kau tidak mau memberiku kesempatan lagi?"
Sehun menghela napas panjang, "Aku memang tersakiti sedemikian rupa tapi tidak..aku tidak apa-apa..." tiba-tiba dadanya terasa sesak dan air mata menetes dari sudut matanya, "Tetapi aku mencintaimu Kris... sepenuh hatiku, dan perasaan itu selalu ada."
"Oh Tuhan." Kris menggunakan jemarinya untuk mengusap sudut mata Sehun, menyingkirkan air matanya, "Maafkan aku Sehun, maafkan aku." Ketika Sehun tidak menolak, Kris merengkuh Sehun ke dalam pelukannya dengan sebelah tangannya yang tidak terluka. "Aku mencintaimu, Sehun, aku mencintaimu.."
Sehun membalas pelukan Kris, menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukan lelaki itu, lelaki yang sangat dicintainya. Ah ya Tuhan... dia sangat bersyukur karena jalannya seperti ini. Dulu dia memang sempat menderita dan bingung, mempertanyakan jalan Tuhan kepadanya. Tetapi ternyata mereka diberi ujung yang indah.
Jemari Kris menyentuh lembut perutnya dan mengusapnya, "Dia akan menjadi cahaya dalam kehidupan kita, anak kita... semoga aku bisa menjaga kalian berdua."
"Kau sudah menjaga kami berdua." Suara Sehun serak oleh tangis, "Aku yakin kedepannyapun kau bisa menjaga kami berdua."
Kris mengangkat dagu Sehun, lalu mengecup bibirnya lembut, "Maafkan aku atas kekasaran dan sikap jahatku kepadamu, maafkan aku atas semua rahasia yang kusembunyikan kepadamu. Maafkan aku atas kelakuan burukku... dan terimakasih karena masih mencintaiku, bahkan di saat aku begitu sulit untuk dicintai."
Sehun tersenyum kepada Kris, menatap mata Lelaki itu yang berkaca-kaca. Harapannya terkembang luas, akan masa depannya bersama Kris dan anak-anak mereka nanti. Dia percaya bahwa mereka bisa menyelesaikan semua permasalahan ini, meluruskan semua dendam, memaafkan semua kesalahan dan membangun hidup mereka bersama.
Sehun percaya bahwa dia akan berbahagia bersama Kris, dan juga bersama buah cinta mereka yang akan lahir nanti.
END
Epilog
Kris mengetuk pintu kamarnya dan masuk, duduk di sebelahnya, "Jadi. Apakah kau akan pindah ke kamarku?" tanyanya pelan.
Sehun menoleh ke arah Kris, lalu tersenyum simpul,
"Bukankah kau dulu mengusirku dari sana?"
Kris mengangkat bahunya, tampak malu, "Maafkan aku... itu memang memalukan kalau diingat lagi." Kris menghela napas panjang, "Tidurlah bersamaku di kamar, jadilah isteriku yang sesungguhnya."
Kata-kata Kris yang penuh arti itu membuat pipi Sehun memerah. Dia berdehem, berusaha menetralkan jantungnya yang berdebar.
"Aku akan memikirkannya." Gumamnya menggoda.
Kris cemberut, lelaki itu menarik Sehun supaya duduk di sebelahnya dan memeluknya, "Kalau kau tidak mau pindah ke kamarku, aku yang akan pindah ke kamarmu."
"Kau mau melakukannya?" Sehun membelalakkan mata tak percaya akan sikap mengalah Kris, membuat Kris tertawa,
"Tentu saja aku mau melakukannya, aku ingin tidur sekamar dengan isteriku."
Sehun tersenyum malu-malu, "Aku juga ingin tidur sekamar denganmu."
Kris langsung mengecup bibir Sehun dengan lembut,
"Terimakasih sudah membuatku merasa begitu bahagia, Sehun."
Sehun membiarkan Kris merangkulnya dengan erat, tiba- tiba pikirannya melayang ke arah Cathy dan Tao. Hari ini sudah hampir seminggu sejak insiden itu berlangsung dan Kris tampaknya menghindar untuk membicarakannya, tetapi Sehun sangat ingin tahu... dia mencemaskan Tao dan Cathy.
"Cathy baik-baik saja, psikiater sudah merawatnya, rupanya di hari-hari tertentu, Tao mengunjunginya dan menanamkan dendam di benaknya. Kau tahu, sejak percobaan bunuh diri itu, emosi Cathy labil karena otaknya terganggu."
"Dia tidak bisa disalahkan atas semua ini."
Leo menghela napas panjang, "Ya, dia tidak bisa disalahkan karena dia bahkan susah mengetahui mana yang benar dan mana yang salah dengan kondisinya sekarang... kamilah yang salah karena kami punya pikiran dan akal sehat, tetapi kami malahan dibutakan oleh dendam dan kebencian membabi buta." Kris tersenyum sedih, "Aku bahkan masih merasa malu kalau teringat betapa saat itu aku dikuasai dendam dan mengabaikan rasa cintaku kepadamu."
Sehun tersenyum lembut dan menatap Kris sungguh- sungguh, "Kau tidak perlu minta maaf Kris, aku sungguh- sungguh mengerti. Kau hanyalah seorang kakak yang sangat mencintai adiknya." Sehun langsung memikirkan Tao, "Begitupun Tao, dia hanya terlalu mencintai Cathy."
"Mencintai hingga lebih buta dari yang buta itu sendiri." Kris menghela napas dengan sedih, "Tao tetap harus berurusan dengan polisi Sehun, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak menuntutnya, aku hanya meminta jaminan supaya dia menjauh dari Cathy, dan juga darimu...tetapi pistol yang dia miliki dibeli secara ilegal... aku tidak bisa menolongnya dalam hal ini Sehun."
Sehun teringat dia memeluk ibu Tao yang menangis dan meminta maaf kepadanya, ibu Tao sungguh tidak tahu apa yang ada di benak Tao, dia juga sama terkejutnya dan tidak menyangka bahwa Tao menyimpan rencana keji di benaknya, dia memohon kepada Sehun supaya membantu Tao, Sehun sudah menyampaikan hal itu kepada Kris dan meskipun pada awalnya keberatan, Kris akhirnya luluh dan menyetujuinya. Dia memutuskan tidak akan menuntut Tao.
Sehun sendiri masih tidak berani menemui Tao, tatapan penuh kebencian Tao kepadanya dulu itu masih membuatnya sedih dan bingung. Dia masih belum siap menghadapi Tao, mungkin nanti di lain kesempatan, ketika Tao sudah menyadari semuanya, dan Sehun sudah siap menemui lelaki itu.
Kecupan Kris di dahinya membuat Sehun tersadar, dia mendongak dan tersenyum kepada suaminya,"Bagaimana kabar kesayangan cilik kita?" Tanya Kris lembut, menunduk dan mengusap perut Sehun dengan sayang, "Menurutmu kapan dia menendang-nendang."
"Dia sudah menendang-nendang... beberapa malam yang lalu, kau melewatkannya karena tidak ada disampingku kalau malam." Jawab Sehun dengan menggoda.
Kris mengerutkan keningnya tampak kecewa, "Kau benar-benar harus pindah ke kamarku, atau aku yang kekamarmu, aku tidak mau tidur terpisah lagi." Kali ini suaranya tegas dan memaksa.
Sehun terkekeh mendengar nada arogan dalam suara Kris, membuat Kris tersenyum malu. Lelaki itu menghela napas panjang,
"Kuharap kau mau mendampingiku yang arogan, pemarah, kadang suka mengatur-atur. Jika aku bersikap buruk kuharap kau mau bersabar dan menungguku menyadari kesalahanku. Meskipun aku berjanji aku tidak akan bersikap buruk kepadamu, tidak akan pernah."
Sehun tersenyum, "Aku percaya, Kris... kau mencintaiku, sebesar aku mencintaimu. Aku percaya bahwa cinta akan mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain. Aku percaya bahwa hidup kita akan berlalu dengan bahagia."
Kris menghela napas panjang, tampak terharu, matanya menghangat dan penuh cinta."Terimakasih Sehun. Aku bersumpah akan menjaga cinta dan kepercayaanmu."
Senyum Sehun terkembang, bahagia. Dia yakin jika mereka jujur dan tidak saling menyimpan rahasia, mereka bisa membangun kepercayaan dalam pernikahan kita, dan menjalani semuanya dengan ujung yang membahagiakan.
Setelah sekian lama akhirnya FF ini selesai juga.
Maafkan lama bangettttt nunggunya. Makasih buat yang udah mau nunggu
Semoga terhibur. Sampe jumpa lagi di FF lainnya *dadah dadah bareng KrisHun*
