Cast ;
All Member Of iKON

but Specially we represent Kim Jinhwan and Song Yunhyeong as main cast.

Genre ; Romance.

Disc ; All the cast is GOD's Creature but, This story is my creation.

Warning ; Yaoi, Thyphos, Abstrack.
I Hope guys will enjoy it,

Happy Reading.

~SNACK~

.

.

.

.

.

.

.

.

"Bukankah aku terlihat seperti gadis yang akan membelikan kudapan untukmu?"

Yunhyeong menatap Jinhwan yang terduduk di sofa dengan kaki terlipat santai. Dengan senyum sedikit menahan tawa ia membalas perkataan Jinhwan.

"Hyung, kalau kau benar-benar perempuan, kau sangat jelek."

Ledeknya.

"Aku akan memiliki wajah yang cantik nantinya." Bantah Jinhwan seraya memegangi wig yang ia pakai dan memupuknya sedikit memastikan bahwa itu tidak kendor sambil memasang wajah datar.

Lagi Yunhyeong terpaku atas tingkah girly Jinhwan untuk beberapa kalinya. Ledekan itu tidak sungguhan, bahkan berbalik 180° akan apa yang hatinya katakan, bahwa Jinhwan sungguh cantik daripada ke 5 member yang seperti monster, terutama Koo Junhoe. Bahu lebar dan tubuh gagahnya membuat bergidik.

Jinhwan menepuk-nepuk paha Hanbin yang terbaring kelelahan di tengah-tengah mereka sambil bertanya apa yang akan mereka lakukan sekarang.

"Uh.. apakah.. kita.. harus menyelesaikan ini?"

Mendengar suara manis Jinhwan yang gelagap, Yunhyeong menahan wajah sedatar mungkin manahan debaran jantungnya yang seperti sedang lari marathon.

Mata Hanbinpun terbuka. Ia menarik nafas sejenak.

"Kau seperti wanita peramal."

Untuk kedua kalinya dia mendapat ejekan. Jinhwan hanya tersenyum paksa seraya menekan betis menahan amarahnya.

.

.

.

.
.

Para member dan Staff pun berkumpul di ruang tengah untuk mediskusikan Scene selanjutnya.

Clipboard Scene #7 : Something In the Rain.

- Jinhwan memeluk Yunhyeong dari belakang.
- Yunhyeong memeluk Jinhwan dengan erat.
- Merekapun sangat bahagia.

"Kita benar-benar harus melakukan ini?" Tanyanya tersenyum malu seraya menepuk pundak Hanbin.

Wajah Yunhyeong mulai memerah membayangkan dirinya melakukan adegan K-drama paling hits 2018 bersama Jinhwan. Sementara Jinhwan di belakang sana duduk dengan santai menonton adegan itu seperti tidak ada apa-apa.

Ah Jinhwan hyung bagaimana kau begitu tenang saat aku sesak nafas seperti ini?

"Hei, Pak director ini harus sama persis?" Tanya Yunhyeong pada Hanbin yang hanya dijawab anggukan.

Pikiran Yunhyeong terus membuatnya menggila membayangkan tubuh mungil Jinhwan menempel padanya. Ugh Tuhan rasanya aku ingin menyerah saja!

Shooting pun berlanjut.
Tanpa di ekspetasi lensa kamera mambuat suasana yang sungguh romantis.

Hanbin dan orang-orang lainnya berdiri dibelakang kamera mengarahkan Jinhwan dan Yunhyeong.

Jinhwan memeluk Yunhyeong dari belakang, seketika itu juga Yunhyeong tertawa lepas seraya memegangi tangan Jinhwan yang memelilit di pinggangnya entah kenapa ia merasa lucu.

"Setalah Jinhwan hyung memeluk dari belakang, Yunhyeong hyung lihat kebalakang." Dengan wajah yang datar dan lelah Hanbin memerintah lagi.

Yunhyeong perlahan membalikan badannya ke arah Jinhwan dan..

"UGH!" Yunhyeong menangkap tubuh kecil nan berat Jinhwan dengan kedua tangan kokohnya.

Setelah itu, mereka menatap mata satu sama lain. Mereka berdua langsung menahan tawa dan Jinhwan turun dari gendongan Yunhyeong.

"ARGH! Adegan ini sangat merusak mata!" Protes Bobby sambil berjalan kearah mereka berdua.

"Bisakah kalian memutar musik?"

"Bukankah itu malah suasana menjadi lebih aneh?"

Saran Song Yunhyeong langsung dibantah ketidak setujuan Bobby yang menatapnya aneh.

"Putar lagu soundtrack dramanya." Titah Yunhyeong yang ternyata tidak peduli dengan tatapan semua orang.

"Tapi, kenapa kau mau memutar lagu soundtrack dramanya?" Kali ini Jinhwan yang bertanya. Yunhyeong langsung menggerakan kepalanya menatap Jinhwan yang berekspresi serius disana.

"Itu karena-"

"Kau jadi bisa fokus?"

"Ketika kau menatap Jinhwan hyung?" Bobby dan Jinhwan memotong- tidak lebih tepatnya melengkapi kalimat Yunhyeong.

Yunhyeong mengangguk kepalanya mengiyakan kedua orang itu.

"Aku butuh imajinasi untuk melakukan ini." Lanjutnya.

"Baiklah." Bobby pun segera mencari lagu Soundtrack drama tersebut dan menyalakan lagu itu sesuai permintaan Yunhyeong.

"Hyung, kau harus fokus." Titah Yunhyeong. Jinhwan hanya menatapnya seperti ada sesuatu.

"Aku tidak mau mengulang adegan ini." Ya tentu, ini sungguh memalukan jika aku harus kehilangan kontrol diri karena mu. -umpat Yunhyeong dalam hati.

"Baiklah." Jinhwan menggerakan tangannya bertingkah menghipnotis dirinya untuk menjadi Son Yejin yang sesungguhnya.

.

.

.

.

.

TAKE 1
"Ready... Action!"

Jinhwan memasuki dapur lalu memeluk Yunhyeong dari belakang tanpa peringatan membuat Yunhyeong terlonjak kaget sedikit. Namun tidak lama senyum manis terbuat di wajahnya.

Ia menoleh kebelakang dan mendapatkan Jinhwan yang tersenyum sipu.

Ia membalikan badannya lalu memeluk pinggang mungil Jinhwan. Jinhwan pun balik memeluk pundak Yunhyeong masih dengan senyum sipu, begitu juga dengan Yunhyeong namun kali ini senyumnya beralih menjadi ambigu.

Sungguh Ia ingin sekali melahap Jinhwan sekarang juga.

Song tidak lekas lupa dengan adegannya. Ia membalut tangannya dipaha Jinhwan lalu mengangkatnya dengan tenang layaknya Jinhwan ringan seperti bulu.

Jinhwan menyamankan dirinya di dalam gendongan Yunhyeong yang berusaha mengendalikan dirinya.

Pantat sekal Jinhwan ditangannya dan kakinya yang melingkar membuatnya dapat merasakan bagian privat Jinhwan mengenai miliknya.

Jinhwan melepaskan pelukannya. Kedua telapak tangan mungil itu menangkup kedua pipi Yunhyeong lalu menempelkan dahi mereka berdua.

Yunhyeong tidak bisa menahan rasa senang di dalam dirinya. Kekehan kecilpun keluar dari sana, namun Jinhwan bisa merasakan kekaguman karena hal itu terlihat sangat natural bahkan dirinya pun ikut tersenyum tulus.

Yunhyeong perlahan menggerakan kakinya untuk membelakangi kamera. Sementara Jinhwan membelokan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada Yunhyeong.

Jinhwan tiba-tiba menarik kepala Yunhyeong. Mata Yunhyeong terbuka lebar kala bibir Jinhwan menyentuh bibirnya. Jantungnya berdegup sangat kencang, tapi Jinhwan terlihat menutup matanya, menikmati momen ini. Yunhyeong pun ikut menutup matanya. Ia melumat lembut bibir bawah Jinhwan.

"Wow.. ini terasa sungguh tidak benar." Gerutu Bobby sangat tidak nyaman dengan apa yang ia lihat.

"Sangat gila!" Yang lain sependapat.

"CUT!" Hanbin dan para staff tidak tahan lagi melihat kedua pasangan yang masih bermesraan disana.

Apapun yang mereka lihat, hanyalah dua orang yang sedang bermesraan, bukan kedua orang yang sedang berciuman.

Selesai take Jinhwan keluar dari dapur menuju ruang santai untuk review.

"Itu sungguh mengerikan." Jinhwan berkata pada Hanbin seraya membenarkan celananya yang sedikit melorot akibat gendongan tadi.

"Kami tidak sungguhan melakukannya." Sangkal Jinhwan. Yunhyeong yang masih disana mendengar kata Jinhwan, senyum remeh kecil terbuatnya entah dia kecewa mendengar hal itu atau memakluminya.

Lagi, para member dan camera-man berkumpul untuk review adegan.

"Maaf, tapi aku tidak bisa melihatnya." Saat video baru saja dimulai Bobby langsung menyingkirkan diri.

Sementara itu kedua actor kita hanya duduk disana. Yunhyeong duduk di ujung sofa sedangkan Jinhwan menggigiti ibu jari diantara Donghyuk dan Chanwoo.

Layar menunjukan adegan ketika Yunhyeong mengangkat Jinhwan.

"Aaaargh!" Yunhyeong mendesah tidak tahan melihatnya. Dirinya malu, tapi saat mengingat ciuman Jinhwan dan betapa lembut bibirnya dia semakin malu. Ia segera menutup mulutnya menahan diri.

"Bukankah itu keterlaluan?" Ucap Chanwoo.

"Argh!" Hanbin yang duduk dibawah tepat di depan kamera hanya menahan rasa cringenya.

"Adegan ini benar-benar sesuatu." Entah hanya berkata atau pujian, tapi wajah Junhoe menunjukan kekaguman.

"Aku tidak bisa.." lagi Bobby ternyata mengintip adegan itu dan menyesal sedetik kemudian.

"Ini sangat mirip dengan drama aslinya." Ucap Donghyuk sementara Jinhwan terduduk disana sambil meggigiti jempolnya.

"Kita butuh menambahkan sesuatu disini." Dengan wajah yang senang Yunhyeong mengajukan pendapatnya.

Hanbin menatapnya dengan mulut terbuka.

"Ah.." Hanbin mengehelah nafasnya seraya tertawa kecil menunjukan cengiran tidak setuju.

"Ini.. sangat merusak mata." Lanjutnya.

"Ini karna Tuan cameramen merekamnya dengan High Quality." Donghyuk malah balik menyalahkan Cameraman.

"Tapi, itu menarik bagiku." Selak Hanbin tiba-tiba. Semua tercengang, sementara Jinhwan masih duduk sambil menggigiti ibu jarinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

TAKE 2
"Ready.. Action!"

Sama seperti sebelumnya. Jinhwan memeluk Yunhyeong dari belakang, namun mereka berdua terlihat sangat alami. Bahkan orang-orang dibelakang kamera terbawa suasana.

Jinhwan melakukan improvisasi saat ketika Yunhyeong membalikan badan dan memeluknya, Jinhwan melangkahkan kakinya mengajak lawan mainnya berdansa sebentar.

Tak lama kemudian,

"Heup!" Jinhwan lompat dan Yunhyeong dengan senang hati menangkapnya. Mereka saling menempelkan dahi dan berpelukan sekali lagi, sebelum akhirnya Jinhwan menarik dirinya untuk melakukan Sit-up.

Semua orang mulai tertawa melihat Jinhwan dan Yunhyeong yang sedang berusaha.

Memang Yunhyeong sedang berusaha, berusaha menahan Jinhwan dan dirinya sendiri disaat yang sama.

Ia berusaha sebisa mungkin mempertahankan ekspresi wajahnya. Bokong sekal Jinhwan terus menumbuk bagian dibawah sana yang sudah mulai H-A-R-D.

Jinhwan menarik dirinya lagi lalu memeluk Yunhyeong. Yunhyeong langsung memeluk Jinhwan erat lalu membawanya keluar dapur.

Saat Yunhyeong kembali memeluknya dan mulai berjalan membawanya keluar Jinhwan bisa merasakan sesuatu menganjal dibawah sana. Ia perlahan menundukkan kepalanya dan mendapatkan tonjolan dibalik celana Yunhyeong.

Namun bukan wajah kaget yang ia buat, melainkan senyum yang terukir disana. Ia pun menaruh kepalanya dipundak Yunhyeong yang gugup dan mempererat pelukannya seraya membenarkan posisinya, menggesek sedikit Yunhyeong dibawah sana.

Nyaris saja Yunhyeong mengeluarkan desahan, jika itu terjadi mau ditaruh mana wajahnya?

"OKAY CUT!" Teriak Hanbin dari sana.

Untuk terakhir kalinya mereka berkumpul di ruang santai.

Semua duduk santai terkecuali Yunhyeong yang duduk resah dengan bantal menutupi bagian privatnya.

"Adegan yang lain menyenangkan, tapi adegan ini sangat serius." Entah apa maksud perkataan Jinhwan, mungkin bermakna protes bagi yang lain, tapi bagi Yunhyeong itu adalah sebuah senggolan.

"Itu karena suasana romantisnya, adegan ini terlihat seperti sungguhan." Ucap Hanbin berusaha tidak membuat Jinhwan berpikiran jelek.

Jinhwan menghelah nafas lalu bangkit.

"Kalau begitu ayo kita ambil adegan terakhir." Ucapnya.

"Ayo selesaikan semua ini." Koo Junhoe ikut bangkit dan berjalan mengikuti Jinhwan.

"Kajja!" Semuanya segera berdiri kecuali Yunhyeong disana.

Sungguh sial nasibnya hari ini.

"Hanbin-ah!" Panggil Yunhyeong sebelum Hanbin pergi ke bawah.

"Aku harus ke toilet, nanti aku menyusul." Ucapnya lalu segera berlari ke kamar mandi dorm mereka.

Setelah semua orang keluar dari dorm, Jinhwan mencari sosok Yunhyeong yang tiba-tiba menghilang.

"Yunhyeong dimana?" Tanya Jinhwan pada Hanbin.

"Dia bilang ia harus ke toilet dan akan menyusul." Jawabnya santai.

"Aku akan menyusul ke lokasi bersamanya." Tanpa basa basi lagi Jinhwan, setelah menepuk pundak Hanbin ia langsung masuk kembali kedalam dorm.

[TO BE CONTINUE…]

.

.

.

.

.

.

[A/N]

Hey hoooo! maaf karena sudah lama tidak update, ini ff udah tertunda selama 1-2 tahun lamanya. mendekam di draf sampe sudah sedikit berdebu hahahahaha. Sebelumnya Aunthor juga ikut sedih dengan apa yang menimpa Hanbin dan dia harus keluar dari iKON, tapi selamanya iKON tetep OT 7 dan semoga kehadiran ff ini bisa mengobati rasa rindu kalian pada Kim HanBin dan bernostalgia ya.!

Selama Pandemi ini mari saling jaga kesehatan dan keamanan bersama!

Terimakasih sudah membaca!