~SNACK~
.
.
.
.
.
.
"Ah sial, aku harus mengeluarkannya." Yunhyeong dengan tergesah-gesah membuka gesper yang ia kenakan.
Setelah lepas ia segera membuka kancing celana dan menurunkan semua celananya kebawah lalu mendudukan dirinya ditoilet.
Dengan tangan yang sudah terlumuri lotion ia mulai melakukan mastrubasi.
"Nghh.." Ia menahan desahan dengan menggigit bibir bagian bawahnya yang tebal.
Tangannya terus memompa cepat, yang ada dipikirannya hanyalah sosok Jinhwan yang sedang memakai hoodie longgar panjang dan berada diatasnya sedang mendesah segila-gilanya.
"Jinwhanie hyunghh"
Cklek!
Kedua pasang mata membelalak menatap satu sama lain. Jantung Yunhyeong berhenti berdetak untuk beberapa detik.
Jinhwan disana, dibalik pintu itu terdiam batu menatap dirinya yang tertangkap basah.
"Hyung.." panggil Yunhyeong panik. Tapi suaranya malah mengundang Jinhwan untuk melangkah maju.
Yunhyeong menatap Jinhwan yang berdiri dihadapannya. Kemudian berjongkok di depan milik Yunhyeong dan memegangnya.
"Hyung apa yang kau lakukan- ahh.." sebelum menyelesaikan kalimatnya. Jinhwan sudah melahap penis Yunhyeong dan menghisapnya nikmat seperti permen.
"Nhhhh..." Jinhwan mendesah kecil. Penis Yuhyeong semakin mengeras dalam mulutnya, semakin menantang untuk dipermainkan.
"Hyunghhh" Yunhyeong menatap Jinhwan yang terus mengulum dirinya. Rambut palsu dan aksesoris yang masih terpasang rapih membuat Jinhwan semakin imut.
Kempot pipi Jinhwan akibat menghisap penis Yunhyeong sangat kuat. Nafas Yunhyeong mulai berat, desahan terus keluar dari mulutnya. Matanya memejam erat dan kepalanya mendanga ke atas menikmati mulut Jinhwan yang memberikan service pada dirinya.
"Hyunghh, kalau kau terus melakukannya seperti itu, akh- aku akan keluarhh!" Jinhwan tidak memperdulikan perkataan Yunhyeong. Yang ia lakukan tetap terus menghisap dan menjilat penis Yunhyeong.
"Mianhae hyunghh.. nhh!" Yunhyeong memegang kepala Jinhwan dan menarikanya. "Ugh!" Hal itu membuat kepala penisnya masuk hingga menghantam ujung kerongkongan Jinhwan.
"Uekh!" Jinhwan merasa mual. Bola matanya memutar kebalakang nyaris memutih seutuhnya. Nafasnya tertahan dan dirinya tersiksa.
Yunhyeong merasa sangat bergairah melihat ekspresi wajah Jinhwan. Dengan perlahan Yunhyeong menarik mundur kepala Jinhwan untuk membiarkannya bernafas.
"Unghh~" Jinhwan mulai mendesah dan kembali pada dunia. Perasaan tadi sungguh menyiksanya, tapi juga nikmat disaat yang bersamaan.
"Hyunghh kau sangat cantikhh, ahhh, aku bisa gila!" Ucap Yunhyeong tidak genah disela desahannya. Ia terus menggerakan kepala Jinhwan maju-mundur tanpa belas kasihan.
"Hyunghh, aku mau keluarhh! Sedikit lagiihh! Argh!"
Splurt! Splurt!
Lagi-lagi Yunhyeong mendorong kepala Jinhwan hingga kepala penisnya menghantam pangkal kerongkongan. Spermanya mengalir begitu saja melewati kerongkongan Jinhwan tanpa permisi. Jinhwan dapat merasakan penis Yunhyeong berkedut dalam mulutnya setiap kali sperma menyemprot kedalam.
Perlahan Jinhwan menarik kepalanya mengumpulkan semua sprema yang tersisa dalam mulutnya hingga pipinya menggembung penuh.
Plop!
Bunyi Jinhwan melepaskan penis Yunhyeong dari mulutnya.
"Gulp! Ahh.." Jinhwan menelan sisa sprema yang berkisar lumayan banyak itu sekali teguk. Entah mengapa Yunhyeong merasa bangga atas Jinhwan.
Ia juga menjilati jemarinya yang terkena sperma. Yunhyeong dengan mulut yang terbuka untuk menarik semua udara memasuki tenggorokannya hanya bisa menontoni kegiatan Jinhwan.
Tiba-tiba Jinhwan berdiri lalu membuka celana yang ia pakai dan membuangnya sembarang.
Persetan dengan dunia ini, Jinhwan adalah ciptaan Tuhan yang paling cantik dan indah di mata kilap Yunhyeong.
Jinhwan mengambil duduk di atas paha Yunhyeong sedikit berjinjit memasukan jemarinya kedalam lubangnya sendiri.
"Nhh.." Ia menggigit bibir bawahnya menahan desahan, juga sengaja memancing Yunhyeong untuk memangsanya.
Bola mata Yunhyeong bolak-balik menatap keatas dan kebawah. Ini sungguh gila, mimpi apa dia semalam hingga sekarang dia mendapatkan pemandangan penghuni surga di hadapannya?
"Akh, ahhh fuck." Jinhwan meracau dengan suara manisnya. Lagi kesekian kalinya rongga perut Yunhyeong terasa diremas, hasrat sexual sudah mendidih.
Ia menggenggam pergelangan tangan Jinhwan lembut lalu menyingkirkan tangannya yang masih asik memanasi dirinya.
Ia mengangkat kedua bokong sekal Jinhwan lalu memasukkan seluruh miliknya dalam sekali hentak kedalam tubuh Jinhwan.
"ARGH! YUNHH- AHH!" Sebelum Jinhwan sempat mengambil nafas Yunhyeong langsung menggerakan pinggulnya dengan rima cepat.
Jantungnya semakin berdebar. Bohong dirinya pernah mengatakan Jinhwan bila menjadi wanita paling jelek, buktinya dia sekarang sama sekali tidak memiliki benteng pertahanan diri untuk melahap Jinhwan.
"Nhh! penuh sekali- ahh!" Kedua tangan Jinhwan meremas pundak Yunhyeong yang terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan rima yang cepat. Entah itu pujian atau hanya sekedar melampiaskan apa yang ia rasakan, tapi Jinhwan sukses membuat Yunhyeong makin menggila.
Mata Jinhwan yang tertutup dengan alis berkerut menahan sakit dan nikmat serta wajahnya yang merah merona sangatlah eksotis. Tangan kanan Yunhyeong menggapai wajah manis itu dan mengusap peluh yang membanjir.
"Peluk aku dengan erat Hyung." Titahnya.
"Eungh?" Jinhwan membuka mata sayup mabuk birahi. Semua perkataan Yunhyeong tidak terdengar jelas, yang mengalun bagaikan melodi indah di dalam telinganya sekarang hanya irama dentuman kulit dan nafas desah mereka.
Yunhyeong menyadari bahwa Jinhwan sudah dalam perjalanan terbang ke surga dan sama sekali tidak menghiraukannya. Yunhyeong menaruh kembali tangannya kepada buah bokong Jinhwan dan mencengkramnya gemas.
"ahh.. Fuck! Euph!" Tanpa aba-aba Yunhyeong mendirikan tubuhnya dan menggendong Jinhwan seperti adegan yang baru saja mereka ambil tadi. Jinhwan membelalak kaget dengan apa yang baru saja Yunhyeong lakukan.
Namun seperti tidak diberi waktu untuk jeda, Yunhyeong langsung mengulum bibir plum dengan ganas. menyesuaikan Yunhyeong, Jinhwan mendekatkan dirinya dan memeluk leher Yunhyeong memperdalam ciuman merekan. "Eunnhh~" Jinhwan mendesah di dalam ciuman penuh nafsu mereka.
Jinhwan melepas ciuman mereka sepihak membuat Yunhyeong emosi namun sedetik kemudian ia mengecup bibir Yunyeong, "Songhh.. Yunhyeonghh kumohon lebih cepat! nghh.." Jinhwan memohon dengan mata sayupnya. Yunhyeong tidak berkata apapun, ia menarik Jinhwan ke dalam pelukan erat dan menumbuk G-Spotnya lebih cepat tanpa melambat sedikit pun.
"Uwahhh! Song Yunhyeonghh!" Jerit Jinhwan nikmat tanpa sadar ia meremas rambut Yunhyeong yang sibuk membuat kissmark pada collar bone miliknya. Perih kemudian mulai terasa disana seraya Yunhyeong menggigit lebih dalam menembus kulit. Jinhwan meremas kuat pundak Yunhyeong yang dia yakin akan membekas lukas cakar dibalik sana.
Pak!
Pak!
Pak!
Dentuman antar daerah selangkang Yunhyeong dan bokong empuk Jinhwan membuat ritme yang luar biasa cepat. Yunhyeong membuka matanya dan melihat kebawah, penis Jinhwan membasahi kemeja blaster hitam-putih yang ia kenakan di bagian perut dengan per-cum.
"nghhaahh.." Jinhwan terus mendesah tanpa henti.
"Hyung.." panggil Yunhyeong seraya mengangkat kepalanya menatap Jinhwan yang setengah mati kenikmatan.
"Apakah ini mengerikan?" Godanya balik mengingat bagaimana Jinhwan sempat berbicara dengan Hanbin. Ia mengecup leher Jinhwan.
"Apa kau ingin kita lebih serius Hyung? Karena aku menginginkannya." Ucap Yunhyeong. Jinhwan menatap Yunhyeong yang menatapnya dengan keseriusan membuat Jinhwan bergetar makin bergairah, karisma menawan Song Yunhyeong memanahnya. Jinhwan mengangguk seraya menggigit bibir bawahnya merasa ejakulasi mendekat.
Yunhyeong menyeringai. Ia berjalan dua langkah dan menempelkan punggung Jinhwan ke tembok. Kedua tangannya berpindah kepada kedua sela paha, membuka kaki Jinhwan lebar.
"Aku pasti sudah gila." gumam Yunhyeong. Ia langsung menggerakan pinggulnya seperti mesin bertenaga badak.
"Argh!" Jinhwan mengangkat kepalanya merasa Yunhyeong menumbuknya lebih dalam hingga perutnya merasa aneh. Yunhyeong benar-benar bisa membuatnya memasuki dunia lain. Kini ia yakin, ia membuat kesalahan kepada orang yang benar.
"Ah! Aku akan keluarh!" Racau Jinhwan. Merasakan ejakulasinya juga sangat dekat Yunhyeong menarik penisnya hingga tersisa kepala di dalam dan menusuk kedalam langsung seluruhnya.
Tak!
Tak!
Tak!
Tiga dentuman terakhir berhenti dengan posisi Yunhyeong seluruhnya di dalam Jinhwan. Keduanya ejakulasi disaat bersamaan. Perut Jinhwan terasa sangat penuh dengan penis dan desakan sperma Yunhyeong yang beberapa berhasil keluar, sedangkan kemeja wardrobe Yunhyeong terkotori oleh sperma Jinhwan hingga dagunya.
Jinhwan tersenyum bahkan tertawa kecil seraya mengusap sperma di dagu Yunhyeong.
"Sial, Aku tidak salah." Ucap Jinhwan disela nafasnya yang memburu. Yunhyeong hanya terkekeh pelan. Perlahan ia mencabut penisnya dari Jinhwan membuat Jinhwan sedikit lirih. Seketika cairan putih itu langsung keluar mengalir dari kaki Jinhwan hingga ke lantai.
"Kurasa kau harus membersihkan diri sebelum siap lanjut Shot Hyung." Ucap Yunhyeong lagi dengan menyeringai.
"Kau juga harus membersihkan dirimu." Balas Jinhwan. Yunhyeong menggeleng masih menyeringai.
"Aku tidak akan terkena masalah hanya dengan beralasan terkena diare." Jawabnya.
"A.. APA?" Jinhwan dengan wajah tidak setujunya. Yunhyeong menempelkan jari telunjuknya dibibir tebal Jinhwan dan mendeketai telinganya seraya berbisik.
"Jika kau bisa menyampaikan pesan aku terkana diare, aku akan menjadi laki-laki yang memberikanmu 'kudapan'." bisiknya dengan penekanan pada kata kudapan.
"Ah, sial!" Jinhwan berdecak frustasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Oi, Jinhwan Hyung? kenapa lama sekali?" Tanya Hanbin Sang Director sudah siap dengan stelan full dan rambut tertata rapih walau wajahnya terlihat sangat mengantuk. Jinhwan berjalan mendekat sambil menggaruk kepalanya canggung.
"Maaf untuk itu, aku merasa kotor jadi aku mandi dulu sebelum kesini." Jawab Jinhwan.
"Lalu Yunhyeong Hyung?" Straight to the point, sesuai ekspetasi ketidak hadiran Yunhyeong membuat pertanyaan besar.
"Dia diare dan berkata akan menjadi masalah besar jika dia memaksakan diri." Balas Jinhwan berusaha terlihat santai.
"Dasar anak itu." Desah kesal Hanbin seraya melihat langit malam tanpa bintang.
"Yah mau diapakan lagi? kita lanjut shot dengan hanya 6 orang lagi pula ini hanya take dimana kita akan berjalan bersama seperti siluet." Jelas panjang lebar Hanbin menggaruk kepalanya kesal.
"Okay, Baiklah." Jinhwan mengangguk dengan wajahnya yang polos.
"SEMUA BERSIAP!" teriak Hanbin memebalikan badan menghampiri member lain. Tanpa ia sadari Jinhwan mengukir senyum seringai disana.
[END]
.
.
.
.
.
[A/N]
WHOOP! WHOOP!
it finished! INI KAN YANG KALIAN MAU?! INIKAAN?! ANOTHER REMAKE BEHIND THE SCENE YANG LAIN!? AOWKOAKOKWOKAOKOKA
Author pada akhirnya kembali dengan chapter rated M, kalo kurang-kurang mohon dimaklumi ya soalnya udh sempet vakum buat NC dan finally IMMA BACCCK!
Let me know what y'all thinking! And thank you for reading my story!
