Disclaimer: J.K Rowling

Warning: SLASH, bxb, crack pair, fluff overload, ditulis karena haus asupan

=o^o=

Three Words

.

"Salazar!"

Godric memanggil dengan begitu bersemangat—tentu saja, dia tak pernah tidak semangat walau untuk satu menit.

"Yes, Godric?"

Dan Salazar akan menanggapinya dengan helaan pasrah.

Pria itu melempar pandang ke arah Godric yang menuju ke arah dirinya duduk diam dan membaca buku, langkah Godric cepat sekali hingga dia nampak seolah akan jatuh tersandung sedetik kemudian. Setidaknya Salazar agak was-was jika benar-benar kejadian.

Sang Gryffindor menunjukkan sebuah kotak ketika telah sampai di tempat Salazar, dengan cengiran lebar menatap Salazar.

"Apa ini?" Salazar bertanya keheranan, tentu saja.

"Coba perhatikan dan bilang apa yang Salazar lihat."

Salazar mengerutkan dahi, mau tak mau memperhatikan kotak yang berada di atas kedua telapak tangan Godric. "Itu kotak," ujar Salazar bosan dan retorik.

"Selain itu?"

Sesaat Salazar memberikan ekspresi 'harus sekali?' pada Godric, tapi menyadari dia tak bisa mengelak lagi maka Salazar menuruti. "Warnanya jelek."

"Hei!"

Warna kotak itu merah.

"Dan yang pasti, ini omong kosong." Salazar mengibaskan tangan, "To the point saja, Gryffindor."

Godric merajuk, "Ayolah lihat baik-baik."

Salazar memutar mata dan akhirnya memandang tajam-tajam kotak itu, seenggaknya mencari keanehan yang mungkin tersembunyi. Tapi semakin lama dia menatapnya, tanpa sadar Salazar juga terpaku—berpikir apa yang spesial dari kotak tersebut hingga Godric memaksanya.

Tidak lama.

Karena setelah itu Salazar hampir saja menyumpah serapah keras-keras ketika ular mainan melompat dari dalam kotak tanpa aba-aba.

Dan Godric tergelak kencang. "A-ahaha—kau harus melihat wajahmu sendiri tadi!" Godric tertawa sampai terpingkal, memegang perut yang tergelitik—tak menyangka Salazar ternyata dapat tertipu seperti ini.

"Kau—" ujung mata Salazar berkedut kesal melihat Godric masih tertawa, lantas menarik kedua pipi Godric. "Berhenti tertawa!"

"Salazar—berhenti haha—" Godric malah tambah tertawa meski Salazar menarik pipinya.

"Tidak," Salazar membalas. "Kau sangat menyebalkan."

Mendengarnya, Godric mengukir cengiran lebar di paras. Godric ingin selalu mendengar tiga kata yang Salazar ucapkan tiap hari kepadanya, dan kini dia telah mendengarnya. Tiga kata favorit Godric. "Meski begitu Salazar tetap menyukaiku, 'kan?" dan Godric akan berkata seperti ini setelahnya, mengangkat alis menggoda pada Salazar yang lagi-lagi memutar mata.

"Jangan percaya diri."

"Ayolah, aku tahu kau tetap menyukaiku, 'kan? Akui saja, Salazar! Aku akan senang mendengarnya~"

"Tidak."

"Aku menyukaimu juga," Godric membalas sambil mengangguk-angguk dan tersenyum lebar.

Dan tiga kata dari Godric tadi adalah favorit Salazar, yang sekarang merasakan pipinya menghangat melihat senyuman manis Godric.

Tentu Salazar tidak akan mengakuinya.

.

End