SECRET LOVER
.
.
Main cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
and others
.
.
.
Baekhyun menyukainya. Dari awal bertemunya mereka sudah timbul warna merah dikedua pipi Byun Baekhyun, lelaki yang menyembunyikan rasa suka dari sahabatnya sendiri. /Chanbaek/Kaisoo/ others. bad summary
.
.
.
.
CHAPTER 1
.
Kata orang-orang cinta itu membuat kita lupa akan fakta yang ada. Ya, tiba-tiba aku mempercayainya. Aku melupakan fakta bahwa kita adalah sahabat. Aku menyukai semua yang ada pada dirinya, dari dulu sampai saat ini.
"Byun Baekhyun cepatlah sedikit!" gerutunya.
"Kau tau Park aku memang lama, jadi diam atau ku cium kau." jawab ku
Kita terbiasa seperti itu memang. Sering melempar kata sayang, cium, peluk, bahkan cinta sebagai candaan. Yang anehnya Chanyeol, lelaki itu sangat terlihat biasa saja. Tidak merasa risih atau sebaliknya mungkin. Berbeda denganku, tanpa kata-kata itupun aku sudah jatuh padanya. Tapi apa, aku malah memperlihatkan itu seperti candaan atau angin lalu.
"Kau cantik sekali hari ini, Baekhyun" rayu Chanyeol, yang bisa kutebak dia akan minta sesuatu hari ini.
"Katakan, jangan basa-basi seperti itu Chan." jawabku sambil menutup pintu menghampiri Chanyeol yang sudah menungguku lama.
"Kau sangat memahamiku, sayang." ucapnya sambil menangkup kedua pipiku. "Nanti saat jam makan siang, Seohyun mengajakku makan bersama. Kau tau kan Baek, ini kesempatan langka. Maka dari itu, bantu aku bolos dari tempat kerja ya.. Baekhyun kan sumber dari segala sumber ide brilian" rayu Chanyeol yang sudah biasa diucapkan.
Menghela napas sambil mengangguk mengiyakan permintaannya. Aku yang selalu menurut padanya. Aku yang selalu luluh padanya. Tapi kenapa wanita itu yang berakhir disukai Chanyeol. Mengapa bukan Aku?
Berjalan bersama seperti ini, memberikanku kesempatan untuk memandang wajahnya diam-diam. Kukira dia tidak akan mengetahuinya.
"Terimakasih Kyungsoo, kau selalu membantuku agar terlihat seperti pahlawan dihadapannya." ucapku lega setelah berbicara dengan Boss sekaligus teman ditempat Aku dan Chanyeol bekerja.
"Kau selalu seperti ini. Aku sebenarnya tidak tega harus memotong gaji per jam mu karna ulah keparat itu. Tapi kau tau, aku juga perlu uang untuk biaya sekolah adikku. Mengelola cafe ini saja belum cukup." jawabnya sambil menepuk bahuku. "Lanjutkan pekerjaanmu. Jangan membuang uangku, Baek."
"Baik Boss"
Dipojok ruangan terlihat Chanyeol yang menungguku menghampirinya. Matanya seolah bertanya bagaimana hasil dari permintaannya. Dia tidak pernah bertanya atau bahkan peduli dengan caraku membujuk Kyungsoo agar Chanyeol bisa pergi di jam makan siangnya.
Aku mengangguk sambil melihat bola matanya. Chanyeol yang sedang mengepel pun terlihat bahagia sampai melompat-lompat segala. Uhh semoga dia tidak terpeleset.
Aku terduduk dikursi kasir, ya bagianku di cafe ini sebagai kasir. Sambil memikirkan Chanyeol yang sedang tertawa bersama pujaan hatinya membuatku iri, sangat.
"Jam makan siang apakah sangat keramat bagimu?" ucap Junmyeon yang muncul tiba-tiba disampingku.
"Tidak, memang mengapa? Kenapa berbicara seperti itu?"
"Kau tau Baek, kau sering melamun di jam ini. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan masalahmu. Sekarang giliranmu makan siang, dan giliranku jaga disini."
Junmyeon yang akrab dipanggil Suho, dia karyawan terlama disini. Walaupun begitu, dia tidak merasa senior yang bisa semena-mena. Kalau menurutku dia yang paling ramah dan baik hati diantara karyawan lainnya.
Akupun berjalan meninggalkan tempat kasir yang sudah diambil alih Suho. Memang, kalau jam makan siang kita tidak pernah tutup cafe. Kalau kata Kyungsoo, satu atau dua pembeli itu tetap uang. Terlihat mata duitan bukan Boss ku ini. Jadi berganti-gantianlah kalau mau makan siang begini.
Perjalanan pulang kerja sangat sunyi, itu yang kurasakan. Bukankah seharusnya Chanyeol bercerita bagaimana bahagianya makan bersama Seohyun, pujaan hatinya. Aku ingin memulai pembicaraanpun rasanya takut melihat aura hitam disekitar Chanyeol. Kupikir dia sedang tidak baik hari ini.
Tak terasa kita sudah sampai dihalamanku. Waktunya berpisah dengan Chanyeol. Tapi sebelum itu, ucapan Chanyeol benar-benar membuatku kaget.
"Baekhyun, ayo berpacaran." ucap Chanyeol.
Aku menganga. Tidak menyangka. Dan apa-apaan ini. Tiba-tiba mengajakku berpacaran. Menembakku seperti ini, dengan raut wajah yang emhh kurasa itu seperti putus asa.
"Kenapa tiba-tiba Chanyeol?" jawabku menuntut penjelasan padanya.
"Aku butuh jawaban Baekhyun. Bukan pertanyaan seperti itu." jawaban Chanyeol terlihat sangat kesal. Apa dia marah padaku. Tapi apa salahku. Aku perlu tau alasan dia mengajakku berpacaran tiba-tiba.
"Kau kira aku tidak butuh jawaban, Chan? Kau dengan tiba-tiba mengajakku berpacaran. Bukankah itu mengagetkan? Aku perlu tau alasan dibalik ucapanmu itu,Chan." jawabku sambil menahan tangisku. Kukira aku telah dipermainkan.
"Baiklah jika kau mau tau alasannya. Kau tau, Seohyun mengajakku makan bukan untuk mendekatiku. Dia ingin aku mendekatkan kalian. Dia menyukaimu Baekhyun. Bukan aku! Kau tau dia menyukaimu! Apa perlu kuulangi lagi. Dia menyukaimu Baekhyun bukan Aku!" bentak Chanyeol padaku. Dan ini pertama kalinya dia membentakku seperti ini.
Aku menangis mendengarnya. Seolah-olah aku telah merebut Seohyun darinya. Dan dia marah padaku. Ini sangat menyakitkan.
"Lalu apa hubungannya dengan kau tiba-tiba mengajakku berpacaran Chan?" tangisku pecah.
"Apabila aku tidak bisa bersama dengan orang yang kusukai, maka Seohyun pun harus tidak bisa. Begitu pula kau, Baekhyun. Karenamu Seohyun tidak jadi milikku. Maka dari itu jadilah pacarku."
"Kau gila, Chan. Maaf, aku belum bisa jadi pacarmu. Mungkin lain kali saat kau benar-benar mau memilikiku." ucapku sambil masuk kedalam rumahku meninggalkannya sendirian.
.
to be continue
.
absurd bgt kan ceritaku huhu;(( ini pertama kalinya nyoba bikin ff chanbaek disini. ada yang baca aja udh seneng bgt akutuh;(( *
