Unexpected Email
Bungou Stray Dogs belong to Asagiri Kafka and Harukawa Sango
Special for Kunikida Doppo's birthday (August 30)
Happy reading!
~o~
Adalah sebuah hal aneh mendapati Kunikida Doppo masih berada di kantor utama Agensi Detektif Bersenjata, jam 12 malam lewat, sendirian.
Untuk hari ini Kunikida benar-benar terpaksa mengambil lembur. Laporan dan dokumen yang harus diselesaikannya bukan hanya miliknya saja, namun juga milik Dazai (yang pergi entah ke mana) dan Tanizaki (yang hari ini tidak bisa hadir karena demam, dan Naomi tidak bisa menggantikannya). Semuanya harus selesai dan dikirim esok lusa. Benar-benar.
Sejujurnya tadi sore Kenji dan Atsushi sudah menawarkan diri untuk membantu, namun ditolak secara halus karena anak itu sendiri sudah bekerja keras untuk hari ini. Jadilah, kunci kantor untuk saat ini ada di tangan Kunikida. Fukuzawa dan Ranpo yang pulang paling akhir berpesan supaya Kunikida tidak terlalu memaksakan diri—toh, masih bisa dilanjutkan esok pagi, meski ditolak oleh Kunikida yang sudah bertekad menyelesaikannya hari ini. Dan jadilah, Kunikida sendirian di kantor, di depan laptop, ditemani gelas kopi yang sudah diisi ulang dua kali—apabila Kunikida tidak salah hitung.
Kalender di sudut layar menunjukan tanggal 30 Agustus—hari sudah berganti rupanya. Kunikida menutup mulutnya sejenak, menghalau kuapan yang hendak keluar. Sedikit-sedikit angka yang tertera pada kalender tadi menarik perhatian pemuda itu. Hanya sedikit, karena sebisa mungkin pikirannya ia fokuskan pada dokumen di layar monitor.
Omong-omong soal tanggal 30 Agustus, tentunya Kunikida sadar hari apa ini. Hari paling bersejarah buatnya sejak 23 tahun lalu, tidak mungkin Kunikida melupakannya—ia belum setua itu sampai-sampai lupa hari apa ini. Namun, buatnya itu bukan hal penting lagi sekarang. Toh, apa yang terjadi tidak akan ada bedanya dengan hari kemarin, atau hari esok. Sama saja, tidak ada yang terlalu berarti. Tidak ada perayaan khusus juga.
Iris jade green dari balik lensa kacamata masih berjibaku dengan monitor, sementara kedua tangan menari-nari di atas keyboard yang huruf-hurufnya mulai agak pudar—sudah lama digunakan, makanya hurufnya pelan-pelan memudar layaknya ingatan orang tua yang sudah pikun. Suasana sepi yang hanya ditemani oleh suara ketikan keyboard itu tiba-tiba dipatahkan oleh suara 'ting!' nyaring dari laptop yang Kunikida gunakan.
Notifikasi dari salah satu tabulasi browser yang terbuka membuat perhatian Kunikida sedikit teralihkan. Pemuda itu melirik. Orang macam apa yang mengiriminya email larut-larut begini?
Berjaga-jaga kalau email yang diterimanya kali ini penting, Kunikida melupakan sejenak pekerjaannya. Kursor yang menganggur di pojokan monitor perlahan bergerak menuju browser. Klik sekali, seketika tampilan monitor laptop Kunikida berubah jadi kotak masuk email miliknya. Ada satu email tak terbaca di sana.
Mendadak, Kunikida terpaku. Display name sang pengirim email dibacanya berulang-ulang guna memastikan bahwa sebenarnya ia tidak salah baca. Namun, berapa kalipun ia mengulangnya, tulisan display name milik sang pengirim email tidak berubah.
Taguchi Rokuzou.
Kenyataan bahwa bocah 16 tahun itu telah tiada sejak beberapa bulan lalu membuat Kunikida mengernyitkan dahi. Bagaimana bisa akun email milik anak itu bisa mengirimkan pesan sekarang?
Subject: Buka saja.
Kunikida mengerjap.
Mencoba menghilangkan rasa penasaran, pada akhirnya kursor laptop milik Kunikida menekan email tersebut.
Klik!
Terbuka. Hanya ada satu paragraf pendek, dan empat baris kalimat terpisah di dalamnya. Kunikida menarik napas sejenak, sebelum membacanya dalam hati. Namun, tak lama setelah membacanya, pemuda itu terdiam.
From: Taguchi Rokuzou
Subject: Buka saja
Ini tanggal 30 Agustus, ya?
Semoga saja aku nggak salah ingat—tapi data yang kudapat waktu itu nggak mungkin salah, sih. Selamat ulang tahun. Kau menyebalkan, dan aku membencimu, tapi seenggaknya biarkan aku mengucapkan ini, hitung-hitung balas budi. Semoga di umurmu yang dua-puluh-berapapun-itu, kau sehat-sehat saja. Udah, itu aja. Aku malas mengetik panjang-panjang, soalnya.
Intinya, selamat ulang tahun (lagi), Megane.
p.s.: aku sudah mengetik ini jauh-jauh hari sebelumnya
p.s.s: aku pakai semi-automaticaly email, jadi kalau kau menerima ini tengah malam, antara aku sendiri yang mengirimnya atau terkirim otomatis gara-gara aku ketiduran.
-end-
Ini ide awalnya lebih cocok buat mini-doujin sebenernya. Tapi berhubung anatomi gambaranku jele, ditambah udah tgl 30, dan la, kugas aja :')
(btw mirip-mirip tahun lalu, ini bikinnya kepepet. Bedanya tahun lalu kepepet sama waktu perjusa, tahun ini kepepet ide :')
Intinya, habede Kunikida! :D
