Chapter 1. Unknow
Suasana damai terlihat disebuah Desa yang bernama Konohagure no Sato, setelah berakhirnya Perang Dunia Shinobi yang ke III. Bukan hanya Desa Konoha namun Desa – Desa yang lain juga merasakan dan menikmati kedamaian ini.
Banyak hal yang dirasakan setelah peperangan itu, canda tawa, senyuman, dan rasa bahagian merebak dan menjadi upuk yang tertanam dihati mereka. Setelah melewati masa yang mengerikan akibat sebuah peperangan dimana rasa takut dan rasa sakit menggerogoti hari mereka.
Bicara soal perang, mari kita lihat sang pahlawan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran, dimana sang pahlawan saat ini sedang duduk diatas patung Hokage, dialah Uzumaki Naruto. Pandangan mata sappire yang menatap Desa Konoha, matanya memandang para penduduk berlalu lalang dan sesekali dia tersenyum tipis melihat anak – anak kecil berlarian.
Tap
Tap
Mendengar langkah yang mendekat membuat Naruto menoleh kesamping dan melihat temannya yang memiliki rambut hitam diikat, dengan muka yang seperti tidak memiliki semangat hidup dia adalah Nara Shikamaru.
"Tumben kamu kesini, ada apa?" tanya Naruto
"Yare, tidak ada apa – apa hanya sedang mencari ketenangan" jawab Shikamaru seraya duduk disebelah Naruto, mendengar itu Naruto hanya menatap heran. Ayolah siapa yang tidak heran, sejak kapan Shikamaru cari ketenangan kesini, jika pun ingin paling dia ke kebun Nara .
Merasa di tatap Shikamaru hanya menguap dan membuat dahi Naruto berkedut, namun Naruto menahan emosinya dia menghembuskan nafas pelan sambil membaringkan badannya ketanah
"Hah~ kau tahu shika saat ini aku sedang bosan, Tsunade baachan sudah seminggu tidak memberi aku misi, lalu aku hanya bisa jalan – jalan dan ngelamun gak ada kerjaan" gerutu Naruto, mendengar itu Shikamaru hanya menghela nafas
"Yah mau bagaimana lagi, dunia sudah damai" Shikamaru hanya bisa menjawab singkat
"setidaknya kasihlah aku misi, mau misi apapun aku jalanin meskipun harus mengawal nenek – nenek melewati samudera" ucap Naruto ngawur
"Mana ada nenek – nenek yang mau melewati samudera baka!" timpal Shikamaru
"Yah pokoknya aku bosan!" teriak Naruto sambil berdiri, sedangkan Shikamaru hanya bisa mengeluarkan keringat dingin, 'hah~ nyesel aku kesini' batin Shikamaru
"Eh Shika mataku yang rabun atau ada sesuatu yang jatuh dari langit?" tanya Naruto sambil menoleh ke Shikamaru, mendengar itu Shikamaru melihat ke langit dan dia melihat sebuah benda jatuh melesat melewati Desa Konoha
DUARR!
Ledakan terdengar setelah benda itu mendarat, suara ledakan itu membuat aktiftas penduduk terhenti dan mereka melihat asap mengepul tinggi
"A-apa itu?"
"E-entahlah"
Hokage Tower
Tsunade yang mendengar ledakan itu lantas memanggil Anbu
"Cepat kalian periksa tempat ledakan itu, jika ada yang kalian temukan langsung lapor kesini dan jika kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan hancurkan" Perintah Tsunade
"Hai!" jawab para Anbu dan langsung menghilang dari sana
Tsunade menatap keluar jendela sambil menatap langit dengan tatapan sulit diartikan, dia merasakan sesuatu. Namun, entah apa 'semoga bukan hal yang merepotan' batinnya
Hutan Kematian
Didalam hutan terlihat sebuah kawah yang besar dan didalam kawah tersebut terlihat sebuah batu meteor berwarna ungu dan didalam batu itu terlihat cahaya berkedip kedip pelan
Tap
Tap
Suara tapak kaki terdengar disana dan terlihat Naruto dan Shikamaru berdiri tidak jauh dari batu tersebut.
"nee Shika, menurutmu batu apa itu?" tanya Naruto penasaran, Shikamaru mendelikan matanya pada Naruto.
"Mana kutahu, dan juga jangan seenaknya pergi Baka!" kesal Shikamaru, karena sebenarnya pas ledakan barusan Naruto dengan seenak udelnya pergi ke tempat ledakan dan meninggalkan Shikamaru yang sudah memberi tahu pada Naruto agar tidak bertindak gegabah. Naruto sendiri hanya cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya
"Hehe aku reflek Shika" Ucap Naruto sambil nyengir
"Hah~ sudahlah, kita lihat lebih dekat tapi hati – hati siapa tahu ini jebakan"
Perlahan Naruto dan Shikamaru mendekati batu itu, mereka mengeluarkan kunai untuk berjaga – jaga jika terjadi sesuatu atau serangan tiba – tiba dari musuh . Setelah cukup dekat, mereka melihat cukup jelas didalam batu tersebut ada sebuah cahaya ungu yang bergerak pelan membentuk spiral, tanda tanya besar tercetak jelas dikepala dua remaja itu. Namun, sedikit demi sedikit cahaya itu mulai bergerak cepat dan liat
Wuss
Blarr
Sebuah portal tercipta ditengah kawah tersebut, melihat itu Shikamaru dan Naruto membelakan kedua mata mereka
"Naruto cepat kita pergi dari sini!" teriak Shikamaru sambil mencoba menghindar dari portal tersebut
"Aku sedangkan berusaha baka!" balas Naruto bersusah payah karena posisi dia paling dekat dengan portal, lalu Naruto menyilangkan kedua jarinya
"Kagebunshin no Jutsu"
Boffh
Muncul klon klon Naruto dan mereka menyambungkan tangan dan kaki mereka seperti sebuah tangga dan klon paling ujung memegang pada dahan pohon berusaha agar pegangan tangannya tidak lepas
"Cepat Bos Shika naik" titah bunshin yang saat ini dipijak naruto
"hai, ayo Shika"
Naruto dan Shikamaru berlari memijaki punggung bunshin Naruto, satu persatu bunshin Naruto mulai menghilang.
Tuk
Boffh
Sebuah batu melayang mengenai dahi Naruto, dan membuat Naruto pingsan serta membuat bunshinnya menghilang hingga membuat mereka berdua terjatuh dan perlahan tersedot
"Naruto! Oy bangun!" Teriak Shikamaru sambil berusaha memegang tubuh Naruto, dalam kondisi ini dia tidak bisa membuat hanseal, karena tangannya sedang menahan Naruto yang pingsan
Sedotan portal semakin kuat hingga memaksa Shikamaru harus mengalah
"Mendokusai ne" Diapun terlempar kedalam portal bersama Naruto, setelah mereka menghilang perlahan portal itu juga menyusut hingga akhirnya menghilang dan batu meteor itupun menjadi partikel debu yang mengurai dan menghilang.
Setelah beberapa saat muncul para Anbu dan mereka hanya melihat kawah besar, lalu mereka saling tatap satu sama lain dan mulai menyusuri tempat itu .
"Apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Anbu Tori ke temannya
"Tidak ada" jawab temannya
"Hmm begitu, kita ke lapor dulu ke Hokage-sama dan setelah itu kita tunggu tugas kita selanjutnya" ucap Anbu tori dan disetujui oleh temannya, lalu mereka menghilang dari sana meninggalkan sesuatu yang tidak pernah mereka ketahui
Chapter 1 Unknow
Chapter 2 Unknow Place
