Chapter 2. Unknow Place

Langit malam yang terang tersinar oleh bulan purnama, tampak seorang manusia yang sudah berumur sedang menyusuri jalanan gelap ditemani dengan senter ditangan kanannya untuk menerangi jalan. Nama kakek itu adalah Roshi seorang petani, dia yang baru pulang dari kebun tampak berjalan terburu – buru karena takut akan sesuatu yang tidak ingin dia bayangkan atau sesuatu yang penduduk desa yakini sebagai The Devil Wolf

The Devil Wolf adalah seekor siluman serigala berbulu hitam dan bermata merah yang sering memangsa dimalam hari. Tidak diketahui darimana datangnya siluman ini, karena jika mundur ke beberapa tahun kebelakang desa sedang dalam kondisi damai dan tidak ada ancaman atau perasaan takut dibenak mereka.

Langkah kaki kakek Roshi yang sudah agak goyah karena memang kakinya tidak bisa berjalan cepat seperti dulu lagi

Srek srek

Sebuah suara semak – semak membuat nafas kakek Roshi tercekat dan entah bagaimana kakinya langsung menghentikan langkahnya, lalu dia arahkan senternya ke semak – semak yang masih bergerak seperti ada yang memainkan dahannya, kakek Roshi mulai menelan ludah dan dengan keberanian yang dia kumpulkan dia bertanya

"Si-siapa disana?" Tanya kakek Roshi sambil bergetar

"…" Tidak ada jawaban

Grrrr

Suara geraman memasuki gendang telinga kakek Roshi dan suara itu tepat dibelakang dia, lalu dengan gerakan patah – patah dia menoleh kebelakang dan sebuah mata merah darah menatap ke arah kakek Roshi dengan tatapan buas.

Bruk

Kakek Roshi jatuh terduduk diikuti tubuhnya yang bergetar hebat, senternya pun jatuh disisi kanannya dan sorot lampunya pas menuju ke arah makhluk itu. Terlihat hewan serigala yang berukuran besar, gigi runcingnya yang tajam dan mata merahnya tercetak jelas dihadapannya

"T-tol-ong ja-jangan bun-uh a-aku" ucap Kakek Roshi terbata-bata seraya bergeser mundur. Namun ucapan dia tidak digubris karena insting hewan tidak bisa mematahkan rasa lapar. Serigala itu pun dengan cepat melompat mencoba menerkam Kakek Roshi, sedangkan kakek Roshi hanya bisa menutup mata, 'Apa ini akhirku? Siapa saja tolong!" batinnya meminta tolong

Tuk

Tuk

Tuk

Srinng

Tiba – tiba muncul bola putih yang meledak dan mengeluaran cahaya putih terang, diikuti sebuah bayangan tangan hitam merambat ke tubuh serigala tersebut membuat serigala itu berhenti bergerak

"Nee Jisan sampai kapan kamu mau menutup matamu?" Sebuah suara dari kegelapan menyadarakan Kakek Roshi hingga membuat dia membuka mata dan dihadapannya terlihat sebuah cakar yang siap merobek mukanya. Tapi dia juga melihat serigala itu tidak bisa bergerak

Tap

Tap

Suara langkah kaki dari kegelapan yang sedang berjalan mendekainya dan disana dia melihat dua remaja yang berpenampilah aneh menurutnya

"Sebaiknya jisan jangan hanya duduk disana, serigala ini masih bisa lepas" ucap remaja yang berambut hitam diikat, dengan penuh kebingungan sekaligus ketakutan kakek Roshi berdiri dan menjauh dari hadapan serigala itu

Grrrr

Kekangan bayangan remaja itu perlahan melonggar, lalu dia melompat mundur

"Naruto sekarang!"

Lalu dari belakang muncul remaja berambut kuning melesat ke arah serigala itu, dengan sebuah bola spiral ditangannya

"Rasengan"

Dengan telak bola itu mengenai badan serigala itu hingga membuat hewan besar itu melesat dan menghancurkan beberapa pohon.

Tap

Remaja berambut aka Naruto Uzumaki mendarat ditanah, lalu dia berinisiatif mendekati temannya yang berambut hitam.

"Apa kita berhasil?" tanya Naruto pada Shikamaru

"Sepertinya begitu" Jawab Shikamaru seraya matanya melihat hewan besar itu tergeletak diantara pepohonan yang tumbang

"Sebenarnya dimana kita?" ujar Naruto dengan tanda tanya besar dikepala, dia merasa asing dengan tempat yang baru mereka pijaki ini.

"Yang pasti kita bukan didunia Shinobi" ujar Shikamaru 'Jika perhitunganku benar, kemungkinan besar aku dan Naruto berada jauh dari dunia shinobi. Namun, lubang portal tadi bisa jadi membuat kami pergi ke dimensi lain dan itu bisa jadi sebuah kemungkinan yang buruk' batin Shikamaru

"Ano.." sebuah suara memasuki gendang telinga kedua remaja itu hingga membuat mereka menoleh kesamping dan melihat seorang kakek yang mereka tolong tadi

"Ah jisan, apa jisan baik – baik saja?" tanya Naruto sambil tersenyum lebar

"Jisan baik – baik saja, terima kasih telah menolong jisan" jawab kakek itu, "syukurlah kalau gitu" ujar Naruto

"Apa kalian bukan dari daerah sini?" tanya kakek roshi pada kedua remaja itu seraya mendekati mereka, karena dari pandangannya dia melihat pakaian yang aneh yang dikenakan oleh kedua remaja itu

"Hai, kami dari desa Konoha" jawab Naruto

"Konoha? Dimana itu?" tanya kakek Roshi

"Eh Jisan tidak tahu Konoha?" tanya Naruto balik dan mendapat gelengan dari kakek Roshi

"Kami berasal dari desa yang jauh dari sini, dan kami sepertinya tersesat ke Daerah ini" ujar Shikamaru yang baru bersuara, seperti yang dia duga mereka tidak lagi didunia Shinobi dan untuk saat ini dia mencoba menutupi kebenaran kalau mereka dari dimensi lain.

"hmm begitu ya, maa bagaimana kalau kita ke kediaman jisan mengingat hari mulai gelap" ujar kakek Roshi

"Eh apa tidak apa – apa jisan?" tanya Naruto

"Tentu saja, ayo ikut Jisan"

Lalu mereka bertiga berjalan meninggalkan hutan yang gelap dan tersisa hanyalan sebuah kesunyian malam

Skip Time

Sebulan berlalu semenjak kedatangan Naruto dan Shikamaru ke dunia ini, mereka berdua tinggal dirumah kakek Roshi beserta istrinya. Sebenarnya mereka bisa saja berkenala dan mencari cara untuk pulang tapi setelah paksaan Kakek Roshi mau tidak mau mereka tinggal disana untuk sementara.

Dengan keseharian yang mereka gunakan untuk membantu kakek Roshi dengan berkebun. Namun bukan berarti mereka diam saja dengan keadaan disekitar desa, banyak informasi yang mereka dapat tentang dunia ini.

Hal-hal seperti berbau magis dan spiritual rupanya bukan hal aneh di dunia ini, itu terbukti setelah kejadian mereka berdua menolong kakek Roshi dia tidak kaget dengan jurus dan teknik yang mereka gunakan.

Diseberang barat dari desa ini ada sebuah pusat kedesaan yang menjadi tempat berkumpul para Hunter, Archer, Knight, Assasin, Healer dan beberapa Guild besar yang menampung pengembara atau pendatang yang mau mendaftar menjadi salah satu bagian Guild mereka.

Tujuan Naruto dan Shikamaru sekarang adalah pergi ke Pusat Kedesaan itu untuk mencari informasi dan sedikitnya celah cara untuk pulang ke dunia mereka.

Dan saat ini mereka berdua berada diluar halaman, terlihat mereka sedang bersiap-siap dan menyiapkan beberapa peralatan, sebagai bekal diperjalanan mereka juga diberi makanan dan buah-buahan dari kakek Roshi

"Apa kalian mau pergi sekarang?" tanya Kakek Roshi dengan raut muka sedih tercetak diwajahnya, bagaimanapun dia sudah menganggap kedua pemuda ini sebagai cucunya

"Hai jisan, terima kasih sudah menerima kami disini dan maaf juga selama ini kami sudah merepotkan jisan" jawab Naruto sambil tersenyum sedih, Shikamaru yang berada dibelakang Naruto lalu menepuk bahu Naruto, lalu dia melihat ke depan dimana dua sosok yang selama ini menerima mereka

"Terima kasih atas segala yang Jisan dan baasan berikan kepada kami, kami tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian" ujar Shikamaru seraya membungkuk, Kakek Roshi menggelengkan kepala lalu dia mencoba mendekati mereka berdua dan dia memeluk mereka berdua, membuat kedua pemuda itu melebarkan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan kakek Roshi

Lalu tangan mereka membalas pelukan kakek Roshi, sedangkan istrinya hanya tersenyum sendu karena dia juga merasakan apa yang suaminya rasakan.

"Jaga diri kalian baik-baik" ujar kakek Roshi seraya melepaskan pelukannya

"Pintu rumah jisan terbuka untuk kalian, maka dari itu jangan segan-segan jika kalian kembali kesini" lanjutnya

"Hai!" ujar Naruto dan Shikamaru

"Kami berangkat" Ujar Naruto berjalan sambip melambaikan tangan

"Hati-hati dijalan" balas kakek Roshi

Lalu setelah perpisahan itu mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka yaitu ke Pusat Kedesaan

Chapter 2 Unknow World End

Chapter 3 Begin