Chapter 3
Setelah berpamitan dengan kakek Roshi dan istrinya, kini kedua pemuda itu melanjutkan perjalanannya menuju ke pusat Kedesaan.
Dalam perjalanan mereka membahas apa yang akan mereka lakukan disana, terutama kabar kerajaan disana juga sedang mencari knight – knight berkualitas dan berpengalaman. Namun tidak ada sedikitpun terlintas dibenak mereka untuk pergi ke kerajaan, karena menurut mereka itu sangat merepotkan.
"Ne Shika menurutmu disana kira – kira kita akan dapat informasi atau tidak?" Tanya Naruto pada Shikamaru yang berjalan disebelahnya
"Hoamm kita cari tahu aja" jawab Shikamaru sambil menguap lebar, Naruto hanya menatap masam
"Kita sudah sebulan disini, apalagi bunshin – bunshinku hanya mendapat informasi tentang kerajaan disini saja, belum ada informasi cara kita pulang" ujar Naruto, dia sudah mencari ke semua penjuru kerajaan ini dengan bunshinnya dengan inisiatif Shikamaru juga dia bisa mudah mendapat informasi di dunia ini.
"Kita lihat nanti aja disana, menurutku ada sesuatu di dunia ini yang membuat kita terjebak disini" ujar Shikamaru tenang, dalam situasi ini ketenangan adalah kuncinya karena mau bagaimanapun mereka harus cepat – cepat kembali ke dunia mereka 'aku rindu dengan tempat tidurku' batin Shikamaru nista
"Arrghh!" teriak Naruto sambil mengacak – ngacak rambutnya "aku pengen pulang, sudah sebulan gak makan ramen, aku rindu ramen, ramen, ramen" lanjut Naruto lebih nista dari Shikamaru, yang dimana dia malah menatap Naruto dengan tatapan sinis
'nih anak nista amat' batin Shikamaru tanpa sadar dia juga nista
"Tapi bagaimana kabar teman – teman yang dikonoha ya?" tanya Naruto dengan monolog sambil mengadah keatas, diikuti Shikamaru yang juga mengadah menatap langit
"Mereka akan baik – baik saja, dan pasti mereka akan sibuk mencari kita" jawab Shikamaru dengan tangan menggaruk tengkuknya "semoga aja begitu" lanjutnya
"Yah semoga aja" ucap Naruto
Setelah lama dalam perjalanan diikuti dengan beberapa pembicaraan yang mereka lakukan, mereka berinisiatif untuk beristirahat mengingat perjalanan masih jauh dan matahari sudah berada ditengah – tengah .
Sebenarnya mereka bisa saja melanjutkan perjalanan karena diwajah mereka tidak sedikitpun raut kelelahan, tapi mengingat mereka melakukan perjalanan dengan jalan kaki bukan dengan berlari seperti yang biasa mereka lakukan di dunia shinobi.
"Naruto coba berikan aku peta yang dikasih Roshi-san" ujar Shikamaru pada Naruto yang sedang menurunkan tas yang dia bawa, setelah mendengar titah Shikamaru dia membuka Tasnya dan mencari Peta itu
"Nih" ujar Naruto sambil menyodorkan peta nya Shikamaru menerima peta itu, lalu dia membuka petanya dan berjongkok didekat pohon diikuti Naruto yang mendekati Shikamaru
"Hmm perjalanan kita masih jauh dan jika kita berjalan kaki sepertinya akan sampai sekitar dua jam lagi, tapi akan lebih cepat jika kita berlari seperti yang biasa kita lakukan" ujar Shikamaru sambil tangannya menyentuh dagu, dengan pandangan menatap peta dengan teliti
"Apa disana ada rute cepat Shika?" tanya Naruto
"Sebentar kita lihat" jawab Shikamaru meneliti beberapa rute yang bisa mereka pakai "mungkin kita bisa lewat jalur ini" Lanjut Shikamaru sambil menunjuk jalur peta
"Yosh kita lewat sana aja!" ucap Naruto semangat
"Matte!" tegas Shikamaru dia merasa ada keanehan dipeta itu, memang dia melihat jika jalur itu bisa memangkas waktu mereka untuk sampai ke pusat Kedesaan tapi dipeta itu juga ada tanda (X) yang berarti ada sesuatu disana
"Lihat ini sepertinya kita jangan melewati rute ini" ujar Shikamaru
"Lah katamu tadi" ujar Naruto protes
"Sudah jangan banyak tanya kita pakai rute yang ini aja, buat jaga – jaga"
"Hah~ terserahmulah aku ikut aja"
"Hn"
"Nyiirr sejak kapan kau tertular si teme?"
"Siapa maksudmu?"
"Kaulah baka siapa lagi"
"Oh"
"Argghh"
Skip
Setelah beristirahat beberapa menit mereka melajutkan perjalanan, dalam raut wajah mereka terlihat sangat santai namun sebenarnya mereka sedang memasang sikap waspada
"Hah~ sampai kapan mereka mengikuti kita?" tanya Naruto dengan malas
"Hoam biarkan aja, selama mereka tidak mengganggu kita tidak ada gunanya juga kita tanggepin hoam" jawab malas Shikamaru sambil menguap
"Kalau ngomong jangan sambil nguap baka" ujar Naruto
"Hai hai" jawab Shikamaru malas
Sebenarnya mereka sudah mengetahui kalau mereka diikuti setelah mereka pergi dari rumah kakek Roshi, tapi mereka membiarkannya dulu karena menurut mereka jika penguntit itu menganggu atau mengancam, tinggal dilibas aja.
Sudah sepanjang jalan merasa gak nyaman, kedua Shinobi itu menghentikan langkah kaki mereka. Lalu mereka berdua menatap ke belakang dan tidak melihat siapapun namun bukan berarti mereka tidak merasakan kehadiran penguntit itu.
"Keluarlah, kami tahu kalian berada disana" ujar Shikamaru
Setelah beberapa saat hening lalu muncul dua orang dari balik pohon, kedua orang itu memakai jubah hitam, dan tidak terlihat jelas muka mereka karena memakai hodie.
Melihat kemunculan mereka membuat Shikamaru dan Naruto memasang sikap siaga, meskipun diluar terlihat tenang.
"Siapa kalian?" tanya Shikamaru monolog
"Bukan urusan kalian mengetahui siapa kami" jawab salah satu dari orang berjubah itu
"Tentu saja itu urusan kami, kalian mengikuti kami sepanjang jalan ini. Apa menurut kalian itu bukan urusan kami?" tanya Naruto sambil menatap tajam kedua orang berjubah itu, sedangkan kedua orang berjubah itu hanya terkejut dan berjengit melihat tatapan Naruto. Karena mereka seakan merasakan sedang berhadapan dengan sesuatu yang berbahaya
"aura kalian sangat asing dan itu membuat kami penasaran dengan kalian" ucap orang berjubah itu, lalu dia mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya dan terlihat sebuah tombak hitam yang keluar dari balik jubah orang itu
"Ayo kalawer!" Ucap orang berjubah itu pada temannya yang bernama Kalawer
"Hai!"
Namun belum sempat mereka berlari kearah kedua Shinobi didepannya, mereka terlebih dahulu mundur karena merasakan sebuah ancaman dari atas
Duar!
Sesuatu terlihat mendarat hingga menghancurkan tanah yang disana, terlihat raut terkejut diwajah kedua orang berjubah itu sedangkan dua shinobi yang diseberang hanya menatap waspada, mereka merasakan aura yang menurut mereka itu adalah sesuatu yang harus mereka waspadai
"Apa yang terjadi?" tanya Naruto
"Entahlah, waspadalah Naruto kita belum tahu apa itu" jawab Shikamaru sambil menatap tajam kedepan
Setelah beberapa saat terlihat disana ada seseorang yang berpakaian serba hitam dan terlihat juga surai orang itu lumayan aneh menurut Naruto dan Shikamaru, orang itu menatap datar kepada kedua shinobi itu. Lalu dia membalikan badannya menghadap kedua orang berjubah tadi yang dimana saat ini mereka sedang melebarkan kedua mata mereka
"A-azazel-sama!?" ucap gagap Kalawer serasa menahan ketakutan yang sangat dalam
"Bagaimana anda bisa disini?" tanya Raynare
"Bukankah kalian sudah tahu kenapa aku kesini?" jawaban datar Azazel membuat kedua orang berjubah itu menundukkan kepala mereka lalu mereka membuka hodie mereka
"Maafkan kami azazel-sama, tugas yang anda berikan. Kami gagal melakukannya" ucap Raynare tidak berani menatap Azazel, Azazel hanya menghela nafas mendengar itu
"Hah~ padahal tugas yang aku berikan tidaklah sulit, kenapa bisa gagal?" tanya Azazel dimana raut wajahnya sudah melunak "Kalian tahu aku jauh – jauh kesini Cuma untuk mencari kalian" lanjut Azazel
Mendengar ucapan Azazel otomatis membua kedua perempuan didepannya terkejut
"A-azazel-sama mencari kami? Kenapa? Apa kami akan diberi hukuman karena kegagalan kami?" pertanyaan beruntun dilayangkan oleh Kalawer, mereka takut itu adalah yang sedang mereka rasakan. Karena kegagalan itu membuat mereka kabur selama sebulan ini dan mereka sembunyi di desa Nami. Disana mereka sembunyi dan menemukan sesuatu yang membuat mereka penasaran.
"Kalian tahu, aku sudah tahu akan kegagalan kalian itu jadi jangan terlalu sensitif karena kegagalan" ucap Azazel bijak
Kalawer dan Rarnare hanya menundukkan kepala dan perlahan mulai terdengar isakan kecil dari mulut mereka berdua
Pluk
Kedua tangan Azazel hinggap dipucuk kedua perempuan yang didepannya
"Kalian sudah bekerja keras, sekarang sebaiknya kalian pulang" ucap Azazel dan dibalas anggukan kecil
"Hai, kami pergi dulu Azazel-sama" pamit kedua perempuan itu, namun sebelum pergi mereka menatap terlebih dahulu ke kedua shinobi yang sedang menonton mereka dengan tenang. Lalu mereka berbalik dan perlahan berjalan menjauh
"Nah, jadi apa kita bisa berbicara?" ucap Azazel sambil menyeringai
SKIP
Naruto dan Shikamaru melanjutkan perjalanan mereka setelah beberapa saat lalu mereka mendapat gangguan dan juga pembicaraan singkat dengan orang yang bernama Azazel yang ternyata seorang ketua sebuah Guild bernama Fallen Glory , sebuah nama yang keren menurut Naruto .
Azazel memberi sebuah tawaran kepada mereka berdua, dan tentunya tawaran itu sangat menguntungkan bagi mereka berdua.
Tapi Shikamaru lebih memilih menimbang – nimbang dulu tawaran itu, karena belum tahu apa orang itu (Azazel) hanya memang tertarik atau ada maksud lain, dan itu menjadi hal merepotkan bagi Shikamaru.
Setelah lama berjalan, perlahan terlihatlah dimata kedua Shinobi itu sebuah gerbang besar diujung sana.
"Yosha! Akhirnya kita sampai!" teriak Naruto senang
"Yare yare mendokusai ne" ucap Shikamaru mendengar teriakan Naruto
Didepan sana terlihat dua penjaga yang menatap kedatangan kedua pemuda yang menurut mereka terlihat seperti pedagang angkringan .
TBC ..
Maaf kalau membosankan hehe, soalnya saya gak pernah membuat ff. Dan yah saya juga masih newbie hehhehe
Oh ya, alur cerita ini hanya karangan author. Jadi tidak mengikuti cerita di anime nya, ada beberapa perubahan di Naruto dan Shikamaru terutama di bagian Kekuatan nya.
