Para pemain string pertama sangat bersemangat mengobrol satu sama lain, menantikan tibanya tujuan perjalanan mereka. Pelatih Kataoka mengadakan sebuah kamp pelatihan musim panas selama 1 minggu dan semua orang sangat menantikannya. Bagaimana tidak? Mereka akan merasakan cuaca hangat didekat laut dan pastinya mereka akan bermain-main disana. Rasanya seperti liburan, tapi mengingat ini adalah kamp pelatihan, sudah pasti mereka akan berlatih mati-matian disana.

Tapi perjalanan ini sangat panjang, sehingga beberapa pemain pastinya akan tertidur disepanjang perjalanan, termasuk Eijun yang sedang tertidur lelap di bahu Miyuki. Miyuki tidak protes ataupun marah, justru senang karena dia bisa memandangi wajah Eijun yang sedang tertidur sesuka hatinya.

Kuramochi yang berada di duduk diseberang mereka terus melontarkan kata "Menjijikan!" yang tak ditanggapi oleh Miyuki.

Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya bus berhenti disalah satu penginapan kecil yang akan menjadi tempat tinggal mereka untuk sementara. Para pemain segera mengumpulkan barang-barang mereka sebelum keluar dari bus.

Miyuki menepuk lembut pipi Eijun, bermaksud untuk membangunkannya. "Eijun, kami sudah sampai disini." Tak adanya respon, membuat Miyuki kesal. Ia menyeringai dan segera mendekatkan mulutnya ketelinga kekasihnya, membisikkan sesuatu. "Sepertinya pelatih berencana untuk memeberikan nomor Ace kepadamu, Eijun~~~"

Eijun langsung bangun dan bersemangat bertanya kepada Miyuki. "Benarkah?! Dia akhirnya sudah mengakui kehebatan Sawamura Eijun ini." Ucapnya dengan membusungkan dadanya.

Miyuki memutar matanya. Sepertinya otak Eijun hanya berisikan satu tujuan, yaitu dengan menjadi Ace. "Tidak, dan itu bohong. Dan sekarang ayo berkemas, para pemain sudah menunggu." Ucap Miyuki dan langsung mengumpulkan barang-barangnya.

Eijun cemberut mendengarnya tapi segera mengumpulkan barang-barangnya juga.

Saat keluar dari bus, mata Eijun berbinar melihat pemandangan laut didepannya. Dia ingin segera melompat kedalam air dan berenang namun segera dihentikan oleh Miyuki.

Penginapan itu cukup luas. Dan ada 2 ruangan untuk istirahat para pemain, yang berarti setiap ruangan akan diisi 10 pemain. Pembagian ruangan itu dibagi oleh pelatih sehingga tak ada yang bisa protes.

"Aku ingin tidur dekat Harucchi!!!" Rengek Eijun pada Haruichi sambil memegangi tangannya seolah-olah dia adalah seorang anak nakal yang sedang meminta permen kepada ibunya.

"Haruichi akan dekat denganku, Sawamura." Kata Ryousuke tegas dan Eijun pun langsung merinding dibawah tatapannya itu. Ryousuke memang iblis sejati.

Eijun tak menyerah, ia segera melihat sekeliling dan mendapati Chris disana. Ia tersenyum senang seraya menunjuk kearahnya. "Kalau begitu aku akan tidur disamping Chris-senpai!"

Chris segera menolaknya. "Maaf Sawamura, tapi aku akan berada diruangan lain."

Miyuki tersenyum lalu mendekati Eijun dan berkata. "Kurasa kita akan tidur bersampingan, Eijun~~~"

Eijun mengerang dan meratapi nasib yang akan datang bersama Miyuki.


.

.

.


Pada malam hari, sebelas pemain Seidou berkumpul di ruang makan dengan duduk melingkar dilantai. Mereka seperti sedang merencanakan sesuatu yang menarik.

Kuramochi menyeringai. "Bagaimana dengan permainan uji nyali?" Usul Kuramochi.

"Uji nyali?" Eijun ketakutan membayangkannya.

"Tapi ini sudah malam, bukankah itu berbahaya?" Timpal Yuuki dan Eijun merasa lega dengan itu.

"Aku sudah melihat daerah disini jadi itu bukan masalah, kan Chris-senpai?" Chris mengangguk yang menyebabkan kelegaan Eijun hilang begitu saja.

Kuramochi melihat ini dan segera menggodanya. "Jangan bilang kau takut, Sawamura?"

Karena egonya yang lebih besar, Eijun segera tertawa keras. "Hahaha! Sawamura Eijun ini takut? Tentu saja tidak!" Bantahnya.

Kuramochi menjelaskan beberapa peraturan lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan sebuah undian untuk pasangan mereka. Dalam hati, Eijun bertanya-tanya kapan senpai nya menyiapkan ini? Dan hasil dari undiannya adalah:

-Tetsu dan Jun (01)

-Tanba dan Haruichi(02)

-Chris dan Masuko (03)

-Ryousuke (04) *sendirian karena hanya ada sebelas orang yang ikut serta

-Miyuki dan Sawamura (05)

-Kuramochi dan Furuya (06)

Eijun segera berteriak. "Hei! Mengapa aku bersama tanuki itu lagi?!"

Para pemain tak menanggapi dan bergerak menuju pasangan mereka. Dalam hati, mereka sebenarnya merasa lega karena tak berpasangan dengan Ryousuke. Entah apa yang akan terjadi apabila seseorang berpasangan dengan si iblis kecil itu.

Mereka segera masuk kedalam hutan satu per satu sesuai dengan nomor undian mereka. Dan ketika giliran nomor 5, Miyuki segera menarik tangan Eijun menuju kedalam hutan.

Dalam perjalanan, Eijun bisa merasakan kakinya gemetar dan terus memegang ujung baju Miyuki dengan erat. Miyuki memperhatikan ini dan segera berbalik kearahnya. "Takut?"

Eijun mengangguk pelan. "Sedikit. Dan kenapa ini terlihat sangat lama? Apa memang ini jalannya?" Tanya Eijun sambil melihat sekelilingnya. Memang benar, mereka sudah berjalan sekitar 20 menit dan seharusnya mereka sudah sampai ke penginapan sekarang.

"Ini sudah sesuai di tanda, kok. Tadi kau juga lihat tanda panah yang menuju kesini, bukan?" Eijun mengangguk namun rasa khawatirnya masih tetap ada.

Mereka terus berjalan dalam sunyi sampai senter yang dipegang Miyuki pun mati. Sontak Eijun segera memeluk Miyuki dan menangis. Miyuki merasa bingung karena ia tahu bahwa senternya tadi dalam kondisi yang baik. Mendengar tangisan Eijun, Miyuki pun segera mencari tempat untuk menenangkannya. Disana dia melihat sebuah gua yang kelihatannya cocok dengan kondisi seperti ini.

Mereka akhirnya duduk dalam gua yang gelap dan itu menakutkan. Eijun masih menangis dan Miyuki harus menenangkannya. "Hei, kita akan baik-baik saja. Pelatih dan anggota lainnya pasti akan mencari kami dan selanjutnya kita akan pulang." Ucapnya sambil mengelus punggung Eijun.

Eijun menghadap kearah Miyuki dan berkata. "Tapi bagaimana jika tidak ada yang akan menyelamatkan kita? Bagaimana jika semuanya melupakan kita dan langsung pulang ke Seidou meninggalkan kita?"

"Dari mana kau mendapat pemikiran seperti itu?"

"Manga yang kubaca."

Miyuki segera mengerang. Dia merasa bahwa dirinya harus menyingkirkan manga disekitar Eijun karena otak kekasihnya sekarang sudah dipenuhi dengan drama-drama gak jelas yang berada dalam cerita manga. Ia mendapatkan ide lalu segera menyeringai kearah Eijun. "Kita bisa tinggal bersama disini jika hal itu terjadi."

"Tinggal bersama?" Eijun bingung.

"Iya. Kau tak mau bersamaku, Eijun?" Goda Miyuki.

Mengerti maksud Miyuki, wajah Eijun pun memerah karena malu. Ia memukul lengan Miyuki pelan sambil menutupi wajahnya yang memerah. "Kazuya bodoh. Disaat seperti ini, kau malah …." Ia memeluk Miyuki dengan wajah tersembunyi didadanya. Miyuki hanya tertawa dan mengacak-acak rambut Eijun sebelum mereka berdua tertidur lelap.


Di penginapan, situasinya juga tak jauh berbeda. Ketika Kuramochi dan Furuya -yang diyakini bahwa mereka adalah urutan terakhir- kembali di penginapan, tak ada tanda-tanda kidal dan penangkap membuat mereka panik.

Mereka menghubungi pelatih yang menyebabkan Kuramochi dimarahi habis-habisan karena dialah yang mengajukan permainan itu. Pada malam hari, seluruh tim diharuskan untuk mencari mereka berdua.

"Sial! Mereka tak mungkin sedang bermesra-mesraan kan?" Gerutu Jun sambil terus mengarahkan senternya kesana sini.

"Jika iya, kita harus memberi mereka pelajaran, Jun-san." Sahut Kuramochi.

Mereka terus mencari hingga suara Ryousuke menghentikan mereka. "Mereka ada disini." Katanya sambil mengarahkan telunjuknya pada sebuah gua didepannya.

Para pemain langsung masuk kedalam gua yang ditunjuk oleh Ryousuke dan menemukan Eijun dan Miyuki yang saat ini sedang tertidur lelap, berpelukan.

Wajah Kuramochi berubah menjadi gelap, menunjukkan wajah premannya. "Kita sudah lelah mencari mereka dan inilah yang kita dapatkan, pasangan yang tak tahu malu yang sedang berpelukan mesra diatas penderitaan orang lain yang mengkhawatirkan mereka. Kita harus berikan mereka pelajaran!" Ucapnya dan langsung memukul kepala Eijun dan Miyuki satu satu dengan memberikan ceramah tentang 'pasangan tak tahu malu' kepada mereka.


.

.

.

Omake

"Ne, Ryou-san. Bagaimana kau bisa tahu kalau Miyuki dan Sawamura ada didalam gua?" Tanya Kuramochi keesokan harinya.

Ryousuke langsung menyeringai dan bersenandung ria meninggalkan Kuramochi disana.

Kuramochi membeku. 'Jangan-jangan….'

Kuramochi mengerang dan dalam hati berdoa untuk tidak pernah bermain permainan yang aneh dengan melibatkan Kominato Ryousuke disana.


MIYUSAWA!!!!! Hehe, dimanapun Ryousuke berada, dia memang tetap iblis,ya. Tapi karena Ryousuke, Miyuki dan Ei-chan bisa tersesat bersama jadi kita harus berterima kasih padanya.

Maaf kalau typo dan ada kata-kata yang kurang dimengerti.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA!!!