"Fucking retard Reader with their fucking request. Sayang, lama-lama aku pensiun beneran aja dah. Reader satu ini sudah gila, otaknya sudah tidak ada yang sehat."

Kushina yang datang dari dapur membawa sebuah gelas berisi air minum pun menatap Naruto dengan sebuah senyuman miris. "Biarkan, tinggal hapus dan jangan penuhi keinginannya. Masa bodoh dengan orang gila seperti itu."

Naruto memijit pangkal hidungnya. "Terlalu bagus kah cerita itu? Terlalu agung kah cerita itu? Hah, cerita ampas seperti itu disuruh upload lagi, bayar dulu dong kalau mau nyuruh aku upload, enak aja nyuruh upload tapi nggak mau bayar."

Kushina kembali tertawa keras. "Mata duitan."

"Wah iya dong, siapa yang nggak mau dikasih uang? Kan kita juga butuh huat kebutuhan."

"Iya sih, kita memang butuh uang." Kushina duduk di samping Naruto yang sedang memandang laptopnya. "Kau baru pulang kerja sudah main laptop saja." Kepala pirang Naruto di elus lembut oleh istrinya itu. "Kau tidak lelah?"

"Tidak, aku nanti bisa langsung tidur bersamamu."

Kushina menarik kepala Naruto dan menenggelamkannya pada belahan dadanya. "Dasar."

"Empuk sekali."

"Iyalah, dadaku."

...

..

.

Dear Reader, Luna disini! Well, Luna akhir-akhir ini melihat Reader Guest dengan seenaknya nyuruh Kak Shinn buat upload ceritanya yg sudah dihapus, lucu gitu bacanya. 'Thor Fict Boss di upload lagi dong.' Kimi sendiri ngambil alih akun Kak Shinn dan bakal berkata jika itu Fict sudah dihapus dari dunia ini.

Kak Shinn sendiri menyesal membuat cerita ampas seperti itu, makanya dia akhir-akhir ini membuat NaruKushi mulu karena emang One True Pair Kak Shinn saat ini.

Okay, nggak pakai lama.

Bye