Story by SlimeID
Disclaimer :
Naruto by Masashi Kishimoto
High School Dxd by Ichie Ishibumi
Warning : Miss Typo, OOC, Diksi kaku, EYD kurang, dan lain-lain.
Genre : Action, School, Romance, etc.
Rate : M
-- Mine --
Summary : Naruto adalah pemuda tampan nan kuat. Pergi ke bar untuk mencari sesuatu miliknya. Hanya dia yang yang tau. Dia akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya. Dibalik itu semua, ada sebuah kelembutan di hatinya yang ia tunjukkan pada seseorang.
•••
Prolog : Konoha High School
Iris biru pemuda bersurai pirang itu menatap ke segerombolan orang yang berada di sebuah ruangan seperti aula dengan pandangan datar. Pemuda tersebut berjalan menuju ke sebuah sofa yang nampak di kelilingi oleh orang-orang yang ada di ruangan itu.
Melangkahkan kakinya pelan, pemuda yang kita tau bernama lengkap Namikaze Naruto itu melirik ke sekumpulan orang yang sedang duduk di lantai seperti menghormatinya. Setelah dekat dengan sofa, pemuda bersurai pirang itu berbalik membuat jas putih yang ia pakai berkibar. Dengan santai mulai mendudukkan pantatnya di sofa kemudian bersandar menyamankan posisinya.
"Kau nampak berantakan, Dobe". Ujar pemuda yang berada di barisan paling depan di antara kumpulan orang yang ada di ruangan tersebut.
Pemuda bersurai hitam dengan tatapan dingin itu bernama Uchiha Sasuke. Salah satu pemimpin dari Konoha High School. Pemegang para siswa paruh waktu dan penuh waktu.
Naruto melirik ke arah Sasuke dengan mata bosan. Sedikit menghela nafas kemudian memejamkan matanya tak peduli.
"Sasuke, kau harus memanggil raja kita dengan namanya". Kali ini suara berasal dari pemuda yang berada tak jauh dari Sasuke.
Inuzuka Kiba, merupakan pemegang para siswa paruh waktu. Pemuda bersurai coklat itu memiliki ketangguhan yang sangat tinggi, apalagi dia terkenal dengan keliarannya dalam bertarung.
"Hoam., merepotkan". Ucap seorang lelaki di sebelah kanannya dengan menguap dan iris matanya yang malas.
Pemuda itu bernama Nara Shikamaru. Seorang pemuda dengan IQ yang tinggi. Kepintarannya menutupi sikap malas yang selalu ia tunjukkan. Pemuda bersurai mirip nanas itu merupakan pemegang para siswa penuh waktu.
Konoha High School merupakan sekolah menengah dengan peraturan yang bebas. Tidak ada guru disana, hanya ada pengawas. Para muridnya hanya terdiri oleh laki-laki. Dengan ketentuan yang bebas dan tidak ada aturan yang mengekang mereka, tentu para murid Konoha High School bebas melakukan apapun. Sebuah pertarungan dan tindakan kekerasan sudah terbiasa terjadi di sana.
Dengan adanya ketiga pemimpin yang memegang kuasa masing-masing yaitu, Sasuke, Kiba, dan Shikamaru, para murid mulai bergerombol dan membentuk kumpulannya masing-masing. Namun meski begitu, penguasa mereka yang sesungguhnya hanya ada satu orang. Pemuda bersurai kuning dengan iris berwarna biru, Namikaze Naruto.
...
Naruto membuka matanya kemudian melirik ke arah murid-murid yang setia memandangnya dengan mata bosan. Pemuda itu seperti merasa aneh dengan dirinya sendiri.
"Apa ada yang mengganggumu, Naruto?". Tanya seorang pemuda bersurai mirip nanas bernama Shikamaru.
"Entahlah". Balas Naruto kemudian bangkit dari duduknya.
Tangan kanan pemuda itu merogoh saku celananya kemudian mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi beberapa pil kecil berwarna merah. Sasuke dan Kiba nampak menatap ke arah pemuda bersurai kuning itu.
Shikamaru memandang terkejut dengan barang yang dipegang oleh Naruto. Dirinya tau persis benda apa yang dipegang pemuda beriris biru itu.
"B-bukankah i-itu?".
Naruto melirik ke arah Shikamaru, "Hm, begitulah. Narkoba yang sempat populer akhir-akhir ini, Redrum".
Sasuke menatap dengan diam. Dirinya tahu obat bernama Redrum. Dia pernah memergoki beberapa berandalan jalan mengonsumsi obat itu.
"Bagaimana bisa kau mendapatkannya, Dobe?". Tanya pemuda itu dengan penasaran.
Naruto menghela nafas, "Di sebuah bar yang berada pusat kota".
"T-tunggu-tunggu, bukankah Redrum sudah dilarang penggunaannya di Kota Konoha?". Suara Kiba dengan terkejut.
Shikamaru mengangguk, "Harusnya begitu. Tapi, melihat Naruto mendapatkannya di Konoha, aku yakin pasti ada yang menyelundupkannya tanpa terdeksi".
"Beruntunglah obat ini belum sampai ke sekolah ini". Ujar Naruto.
Pandangan Naruto berpindah menuju ke sekumpulan orang-orang yang ada di depannya. "Dengarlah, kalian. Penggunaan narkoba sangat dilarang di sekolah ini. Jika kalian ketahuan memakainya, aku akan dengan senang hati membunuh kalian". Peringat pemuda itu dengan dingin.
"Sasuke, awasi para siswa dan jangan biarkan Redrum masuk ke sekolah ini". Perintah Naruto pada Sasuke.
"Hm, aku mengerti". Gumam pemuda Uchiha itu.
Naruto kembali mendudukan tubuhnya ke sofa di belakangnya. Pemuda itu nampak berpikir sebentar. Iris biru pemuda tersebut nampak melihat ke bawah dengan diam.
"Aku akan menikah". Ungkap pemuda itu.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
"E-Ehhh??". Teriak semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Apa maksudmu, Naruto?". Tanya Kiba meminta penjelasan.
Naruto mendecih, "Cih, aku akan menikah, Sialan!". Ucapnya dengan kesal.
"M-matte, bagaimana bisa?".
Naruto menghela nafas lagi ia sandarkan tubuhnya pada sofa kemudian melirik ke arah Kiba dengan tampang malas.
"Tentu aku bisa". Ucap pemuda bersurau kuning itu.
Shikamaru menguap dan menatap kedua orang pemuda itu malas. "Kapan kau akan menikah?". Tanyanya dengan mata yang menyipit bosan.
"Setelah aku lulus nanti".
Sasuke nampak tak peduli. Tapi sebenarnya dia juga sedikit terkejut mendengar bahwa rivalnya akan menikah. Kira-kira siapa yang akan menikah dengan Naruto? Entahlah dia juga bingung atau yang sebenarnya dia tidak tau.
"Dengan siapa?". Tanya Sasuke dengan datar.
Naruto melirik ke arah Sasuke, menatap mata hitam pemuda itu yang menunjukkan ekspresi flat.
"Kalian tak perlu tau".
Dengan itu mereka yang ada di ruangan itu diam dengan rasa penasaran yang melanda.
.
.
.
Sekian
Dan
Thanks for Read
Jaa na
