"Cintaku Mantul di Lapangan Basket"

by. Yagi Ar_Zyilxiuse

Disclaimer: anime Naruto milik Masashi Kishimoto.

Genre: Romance, Sport, Family, Humor.

Note: Typo (s), No Eyd, AU/Non Canon, OOC (maybe), No plagiat, etc.

Don't Like Don't Read!

.

.

-Happy Reading-

Chapter 01,

[Flashback on]

-Sakura pov on-

'Bug! Bug! Bug! Bug ...'

"Suara 'paan sih itu? Ganggu bobocans Gue aja!" gumamku kesal lantaran merasa terganggu.

Aku dan keluargaku baru saja pindahan dari kota sebelah, kota Suna. Perjalanannya cukup jauh dan menguras energi, jadi ku fikir bisa istirahat dengan tidur siang menjelang sore ini. Tapi bagaimana mau tidur jika suara itu terus saja bergedebak-gedebuk diluar sana.

"Ck! Awas saja orang itu. Siapapun dia, akan ku siram!"

Ku bawa se'ember air dari dapur dan keluar ke halaman belakang, menuju asal suara. "Dimana Kau manusia brisik ..."

Ku lewati semak-semak yang belum sempat di bersihkan pada kebun belakang rumah kami dan sampai di perbatasan halaman belakang rumah tetangga. Halaman serta rumah kami dengan tetangga tidak dibatasi pagar, hanya selokan selebar 30 cm saja pembatasnya.

Ku lihat punggung seseorang ditengah lapangan sedang memantulkan bola dan melemparnya masuk ke ring. Ku dekati dirinya dengan seember air yang siap memandikannya tanpa ragu.

"Hei Kau!" Tepat dibelakangnya, ku angkat emberku dan ia berbalik.

Mataku membelalak lebar saat melihat wajahnya. Seketika rasanya tubuhku kaku dan jantungku berdegup kencang seperti suara pantulan bola basket tadi.

'Dug! Dug! Dug! Dug ...'

"O em ji ..." gumamku keceplosan.

Karena lupa bernafas, tanganku jadi lemas dan emberku akan jatuh. Pemuda itu segera menahan emberku dan mengambilnya dari tanganku. Ember itu diletakkannya begitu saja dan kembali menatapku yang masih terpaku. Ya ampun ya ampunnnnnn dia tampan banget sumpah ya ampunnnnn! Okey gue lebay~

"Hn. Lu siapa?"

"Ngajak kenalan ya?"

'Ctikk'

"Aduh ittaii! Kok disentil sih jidat Gue?" Ku usap jidatku yang baru saja mendapat sentilan salam darinya.

"Hn. Kepedean! Siapa juga yang ngajak kenalan 'ma Elu?"

"Lah tadi nanyain siapa Gue, berarti kan ngajak kenalan."

"Qua nanyain Lu siapa itu maksudnya Lu ngapain di halaman belakang rumah Qua? Maling?"

"Whattt?! Maling secantik ini?! No no no no! Gue Sakura Haruno, putri keluarga Haruno yang paling terhormat di Suna. Mana mungkin malingggg!"

Oh ayolah ..., masa iya aku harus ribut sama pemuda tampan? Dan dia tetanggaku, tetangga yang sangat tampan. Oh tidak, aku harus hentikan keributan ini.

"Sudah sudah. Gue minta maaf kalau gitu. Gue salah udah gangguin Lu main basket." Ku keluarkan puppy eyes no jutsu'ku di depannya.

Semoga dimaafin~

Semoga dimaafin~

"Hn. Cewek aneh." Dia tersenyum,

senyum miring yang sangat kerennn!

Hatiku berbunga-bunga meski ia mengataiku aneh. Senyumannya benar-benar membuatku semakin jatuh hati padanya. Eitss tunggu, mau kemana dia? Kelamaan larut dalam bunga-bunga, aku tidak sadar ternyata pemuda itu sudah berbalik dan memungut bola basketnya.

Ku lihat ia meninggalkan lapangan setelah itu. Segera ku panggil dia, "hei tunggu! Siapa namamu?! Kita tetanggaan sekarang, hei ..."

"Sasuke," sahutnya saat berhenti didepan pintu dan melirikku sekilas serta tersenyum miring, lalu membuka pintu dan masuk.

[Flashback end]

Aku nyengir sendiri mengingat kejadian pertama kali bertemu dengan Sasuke. Rasanya menggelikan jika mengingat kejadian 3 tahun lalu itu. Dan sejak saat itu, aku selalu memperhatikan Sasuke. Dia selalu bermain basket setiap sore, dan bahkan di dalam kamarnya.

Oh iya, jendala kamarnya berhadapan dengan jendela kamarku. Beruntung bukan? Setiap hari aku bisa melihatnya bangun, belajar, mengelap bola basketnya, dan melihatnya tanpa baju! Kyaaaahhhhh itu momen paling memalukan! Tapi juga momen yang ku tunggu-tunggu, hihihi.

Tentu saja ku lakukan diam-diam saat memperhatikannya, masa iya ku perhatikan dia buka baju terang-terangan.

'Braaakkkk!'

"Oiiiii Jidattt, bangun! Lo masih sehat kan?!"

"Anjirrr Piggy, Lo mau bunuh Gue yeah? Gue serangan jantung, Lo mau tanggung jawab?!"

Sialan Ino, gebrak meja Gue tiba-tiba ditengah asyiknya bernostalgia. Lihat wajah tak berdosanya itu, menyebalkan sekali.

"Sorry sorry, Jidat. Abisnya Lo daritadi diem senyam senyum sendiri sih. Gimana? Tugas udah slesai belom? Gue mau ngumpulin nih."

"Tugas? Oh astaganaga Piggy, Gue lupa!" Ku lihat buku ku berserakan di atas meja dan buku tugasku masih kosong.

"Piggy, tungguin Gue ... yahh Piggyyy tungguinn!" Ku lihat Ino sudah melenggang keluar kelas membawa buku-buku tugas yang dikumpulkan teman-teman saat aku menoleh.

"Ini sudah jamnya, Gue ogah kena amukan Sensei ular. Lo kumpulin sendiri, Jidat!" sahutnya agak keras dari luar kelas dan masih bisa ku dengar jelas.

"Ketua kelas payah, tidak bisa diajak kompromi!"

"Hahh ..." Aku menghela nafas, teringat kembali desas-desus di sekolah ini. Katanya, Sasuke tidak pernah bermain basket bersama tim inti. Bahkan banyak yang tidak tahu kalau Sasuke jago basket, karena dia sangat jarang mengikuti latihan. Padahal setahuku Sasuke sangat rajin latihan di rumah, meski belakangan ini memang semakin jarang terlihat dan menurutku dia sangat hebat, lemparannya juga tidak pernah ku lihat meleset.

Bahkan ketika aku masuk ke SMP yang sama dengannya, aku selalu setia menjadi fangirl'nya. Dia pemain tim inti sebagai ace dan selalu memenangkan kejuaraan. Bagaimana mungkin Sasuke tidak masuk di tim inti klub basket SMA ini? Dan satu lagi gosipnya, Sasuke sering berkelahi dan bolos sekolah.

Seandainya kami sekelas ...

"Oiii Jidattt!"

"Akkkk!" Ku usap kuping telinga kiriku akibat teriakan Ino tepat disana. "Piggyy aho! Lu cepet amat sih balik nya? Ganggu!"

"Ya iyalah, ngapain lama-lama diruang guru? Oh yah tadi Gue liat Sasuke-senpai loh ..."

"Dimana? Dimana?" Mataku langsung genjreng mendengar nama Sasuke disebutkan. Segala yang menyangkut Sasuke, harus ku kepoin!

"Ruang guru. Kayaknya rusuh lagi deh."

"Hmm." Sulit sekali digambarkan bagaimana perasaanku saat ini. Rasanya tidak bisa dipercaya kalau Sasuke seorang berandalan. Sasuke suka basket, menurutku sih. Dan pemain basket dilarang keras berkelahi dilapangan maupun diluar lapangan. Kenapa Sasuke melakukan itu ya?

-Skip time-

"Huahh! Akhirnya beres juga."

Akibat telat mengumpulkan tugas dari sensei Orochimaru, aku dihukum membersihkan laboratoriumnya. Ku lihat jam dinding disana sudah hampir jam 3 sore. Aku bergegas meninggalkan laboratorium dan turun ke lantai dasar melalui tangga belakang gedung sekolah.

Seperti biasa, aku menyempatkan diriku mengintip kegiatan klub basket. Ah lebih tepatnya melihat apakah Sasuke disana atau tidak. Tapi, kayaknya Sasuke membolos lagi.

'Tap!'

"Sorry sorry! Gue bukan mata-mata atau penjahat, Gue cuma ... cuma ... cuma ..."

Aku berucap cepat tanpa jeda, berusaha membuat alasan ketika seseorang menepuk pundakku. Aku berbalik dan mendapati seorang pemuda aneh disana. Rambutnya kuning jambrik dan ia tersenyum lebar menampakkan gigi-giginya. "Etto ... itu di gigimu ada yang nyangkut," ujarku mengalihkan pembicaraan.

"N-nanii?! Benarkah? Sshh sstt shhhtt~" Aku merasa sweetdrop melihat orang aneh itu membersihkan giginya dengan jari. "Sudah belum? Sudah bersih belum?"

Aku menganggukkan kepalaku pelan dan masih dengan tatapan aneh. Mungkin sebaiknya aku kabur, lagipula Sasuke tidak disini.

"Etto ... kenalin, gue Naruto Uzumaki. Ace di tim basket ini," cetusnya bangga. "Lu siapa? Murid baru ya? Mau gabung klub basket cewek? Masuk ajah, biar Gue anterin ke menejernya."

"Panjang amat, itu nanya atau kereta api? Laju dan panjang," sahutku.

"Hahahaha ... intinya saja, siapa namamu dan kesini ngapain?"

Tidak mungkin ku jawab yang sebenarnya. Lagian aku belum mendaftar di klub sekolah ini. Padahal sudah hampir 2 minggu ajaran baru dimulai dan setiap pelajar wajib setidaknya mengikuti satu kegiatan ekskul. Klub basket perempuan dan laki-laki latihan ditempat sama, jadi akan mudah untukku mengawasi Sasuke.

"Gue Sakura Haruno, kelas X B. Gue pengen gabung dengan klub basket, tapi Gue nggak pede karna belum pernah main basket. He he ..."

"Ohoh! Itu bukan masalah, Sakura-chan. Kalau pengen belajar, Gue juga bisa ajarin kok!"

Daripada memintamu ajarkan, lebih baik aku meminta Sasuke mengajariku. Kira-kira Sasuke mau tidak yah? Pasti so sweet belajar berduaan bareng Sasuke! Kyahhhh gak kebayang!

-Sakura pov end-

"Lah malah senyum sendiri, kebayang belajar bareng Gue ya?" cetus Naruto dengan percaya diri, membuat Sakura merasa sweetdropt.

To be~

A/N: Tinggalkan tanggapan kalian untuk menghargai Author.

Arigatou :)