"Cintaku Mantul di Lapangan Basket"
by. Yagi Ar_Zyilxiuse
Disclaimer: anime Naruto milik Masashi Kishimoto.
Note: Typo (s), No Eyd, AU/Non Canon, OOC (maybe), No plagiat, etc.Don't Like Don't Read!
.
.
-Happy Reading-
Chapter 02,-Sasuke pov on-
"Hoamh!"
Ku lihat langit kemerahan seperti biasanya ketika bangun dari tidurku di atas loteng sekolah yang datar. Tempat yang sempurna untukku membolos dan tidur, selama setahun belakangan ini.
Setahun yang lalu ...
[Flashback on]
Saat itu, aku baru mendaftar di Sekolah Menengah Atas. Hal tak terduga datang disaat yang tidak terduga. Rasanya baru kemarin kami bercanda bersama layaknya kakak adik. Meski kakakku terbilang orang yang sibuk, tapi dia selalu berusaha menyempatkan diri menemaniku. Saat sarapan dan makan malam, ketika ayah kami tidak dirumah dan hanya ada kakakku yang menemani.
Sekarang aku sendiri ...
Kakakku mengalami kecelakaan dan tewas ditempat. Sekarang hanya ada aku dan ayah, karena ibuku juga sudah lama meninggal ketika aku berumur 7 tahun.
Tidak ada yang bisa di harapkan dari ayah, karna beliau selalu dipenuhi kesibukan bisnis diluar kota. Kadang dirumah hanya ada aku dan pembantu yang bertugas disiang hari, sedangkan malamnya ia akan pulang kerumahnya sendiri.
Aku benar-benar sendiri dirumah besar ini.
Sehari setelah pemakaman kakak, Ayah memanggilku ke ruang keluarga. Aku tidak dapat menebak alasannya, tapi ayah kelihatan serius saat itu.
"Sasuke, sekarang hanya tinggal Kamu."
Aku mendengarkan ayahku bicara, tanpa menyela.
"Kamu tahu? Perusahaan Uchiha merupakan ikon bisnis terbesar di kota ini. Dari hotel, sektor pariwisata, restoran, panti asuhan bahkan sekolah swasta. Kita sebagai penerus Uchiha tidak dapat menyerahkannya begitu saja kepada orang luar, karna itu akan membuat usaha leluhur kita menjadi sia-sia."
Okeh, sekarang aku mungkin sudah paham maksudnya.
"Sasuke, Ayah akan mengatakan ini sebagai permohonan." Mata Ayah menatapku dengan sangat serius dan tegas. "Ayah mohon fokuslah belajar dengan giat dan berhentilah bermain-main dengan basket," lanjutnya.
"Tapi Aku selalu mendapat peringkat pertama disekolah ..."
"Ayah tahu. Tapi itu tidak cukup, Sasuke. Ayah ingin Kau fokus mempelajari bisnis sejak dini sama seperti Itachi, kakakmu."
"Itu tidak adil! Aku menyukai basket dan Ayah tau itu! Bagaimana mungkin Ayah menyuruhku berhenti?!"
"Sasuke! Dengarkan Ayah, Ini demi masa depanmu! Kau tidak akan mendapat apa-apa menjadi pemain basket, dan ingat ... panti asuhan serta sebuah restoran yang belum lama ini di dirikan itu usaha Kakakmu. Setidaknya bantulah kakakmu mengurus semua itu saat Kau berusia 17 tahun nanti."
Aku merasa kecewa dan marah dengan perkataan Ayah. Aku segera bangkit berdiri, "Aku akan belajar dengan giat, demi Kakakku. Tapi, jangan pernah melarangku bermain basket."
[Flashback end]
Pada akhirnya, aku membuat diriku berhenti bermain basket di sekolah. Yah ... mungkin ini lebih baik. Karena setelah 17 tahun, aku harus siap mengantikan posisi kakakku. Dan itu tidak lama lagi ...
Tunggu!
Kalian tidak berfikir aku bermalas-malasan dan tidak belajar bukan? Aku belajar, tapi dirumah. Karena yang ku pelajari bukanlah pelajaran sekolah, tapi lebih fokus ke bisnis. Itu yang terpenting bukan? Lagipula sekolah ini adalah sekolah swasta yang ayah katakan salah satu milik Uchiha. Aku bebas bolos sekolah dan tidur disini, tidak ada yang akan mengeluarkanku dari sekolah.
-Skiptime-
Tidak terasa langit mulai gelap, sepertinya sudah lewat jam 6 sore. Aku pun turun dari gedung sekolah ini melalui tangga belakang. Kegiatan ekstra seharusnya sudah usai jam 5 tadi. Seperti biasa, ku buka salah satu pintu gym yang tidak dikunci dan berlatih basket seorang diri disana.
'BugBugBugBugBug ...'
Ku latih drive ku dengan menghindari beberapa kerucut yang sudah ku susun sebelumnya ditengah lapangan. Saat itu hanya basket yang ku fikirkan. Betapa menyenangkan bisa berlari, dribble dan memasukkan bolanya ke dalam ring. Terus ku lakukan itu tanpa merasa lelah meski keringat telah membasahi kaos tak berlenganku.
"S-sasuke?!"
'Hup!'
Ku hentikan dribbling ku seketika saat mendengar suara seseorang menyerukan namaku di tempat yang sudah jelas sunyi ini. Aku menoleh ke arah pintu masuk gym yang ku buka tadi dan mendapati Sakura, si gadis aneh yang selalu mengekoriku kemanapun.
Dia terlihat kaget melihatku, apa aku seperti hantu dimatanya?
"Hn. Cewek aneh, ngapain kesini?"
Ia tersentak sadar, "A-aku ketinggalan sesuatu di loker," jawabnya. "Sasuke, kamu sendiri sedang apa disini?" tanyanya kemudian.
"Kau sedang melihatnya."
Ku lihat kedua pipinya merona, mungkin karena malu atau entahlah. Dan itu terlihat ... manis. "Oh i-iya," sahutnya dengan agak kikuk sembari menggaruk pipi kanannya dengan jari telunjuk kanan.
"Hn. Kau bilang ketinggalan sesuatu di loker, jadi Kau bergabung ke tim basket?" Ku rasa ini bukan kebiasaanku menanyakan hal tidak penting seperti itu. Tapi yahh entahlah, pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku.
Gadis aneh ini tetanggaku sejak tiga tahun lalu, dan kami cukup sering bertemu karena dia berkebun di halaman belakang rumahnya. Setiap kali saat aku latihan basket di sore hari, dia juga akan keluar membersihkan kebunnya dan menyiram beberapa jenis sayuran yang ia tanam.
"Iya. Katanya sekolah ini mewajibkan muridnya bergabung setidaknya satu klub."
Aku menatapnya dan mendengus pelan, serta menyunggingkan senyum miring. Ku lihat ia memandangiku dengan wajah yang memerah. "Hn. Memangnya bisa main basket?" Ku putar bola basket yang ku pegang sedari tadi di atas jari tengah tangan kiriku.
Bibirnya di majukan dan menatapku cemberut. Hei ... ekspresinya justru terlihat lucu dimataku. "Tentu saja. Jika Aku latihan dan belajar, pasti bisa menguasainya!" cetusnya dengan percaya diri.
"Hn." Aku tidak lagi menanggapinya. Bukan tidak ada topik, hanya saja ... jika menyangkut kata 'belajar' rasanya mengingatkanku pada bisnis keluarga Uchiha.
Aku kembali melanjutkan latihanku, tapi kali ini hanya latihan melempar. Diam-diam ku lihat Sakura juga beranjak ke ruang ganti tim basket perempuan.
Selang beberapa menit, gadis itu akhirnya keluar dari ruang ganti. Apa dia akan langsung pulang? Maksudku; kami tetanggaan dan ini sudah malam, bukankah biasanya perempuan akan meminta tolong untuk di antarkan?
Astaga, apa yang ku fikirkan?
"Oi! Cewek aneh," panggilku.
Ku lirik dari ekor mataku saat ia berhenti di depan pintu gym dan membalikkan badannya. "Ada apa?" tanyanya dengan nada yang kedengaran agak gugup(?) mungkin.
'Hup! Shuutt!'
Lemparan 3 point ku masuk dengan mulus. Ku ambil kembali salah satu bola di lantai dan memantulkannya, "tunggu sebentar ..."
'Bug! Bug! Bug! Hup! Shuutt!'
3 point kembali masuk ketika ku lempar bolanya.
"... naik motorku ... nanti," ucapku dengan kalimat terpotong-potong.
Tiba-tiba dia melompat-lompat di tempat dan tersenyum-senyum sendiri. Melihat tingkahnya membuatku mau tidak mau ikut tersenyum geli dan bergumam, "benar-benar cewek aneh."
-Sasuke pov end-
To be~
A/N: Tinggalkan respon kalian untuk menghargai Author yang telah berusaha memikirkan dan mengetik cerita ini. (fuCk U sIdeR :)
Bagi yang ingin/berminat memberi review, silahkan dengan syarat; tulis dengan jelas letak kesalahan dan bagaimana benarnya. Jika terlalu panjang atau banyak, kirim saja review nya langsung ke PM.
Arigatou :)
