"Cintaku Mantul di lapangan Basket"

by. Yagi Ar_Zyilxiuse

Disclaimer: anime Naruto milik Masashi Kishimoto.

Genre: Romance, Family, Sport, Comedy, etc.

Note: Typo (s), No Eyd, AU/Non canon, OOC (maybe), No plagiat.

[Don't Like Don't Read!]

.

.

Happy Reading

Chapter 04,

Keesokkan harinya, Sakura menunggu di depan rumah Sasuke dengan wajah berseri. "Non Sakura, sedang apa?" tanya pembantu yang bekerja di rumah Sasuke saat hendak membuang sampah.

"Aku sedang nungguin Sasuke, Bibi. Mama bilang mulai hari ini biar Aku berangkat sekolah dan pulang bareng Sasuke saja. Soalnya kami kan satu sekolah lagi."

Bibi itu tersenyum, "Hooo benarkah? Kalau gitu masuk saja ... Ini masih awal, Tuan muda mungkin masih mandi."

"Souka? Kalau gitu Sakura masuk ya, Bi."

-Sakura pov on-

Rumah Sasuke banyak benda klasik; dari lukisan, ukiran dan beberapa vas serta benda-benda pajangan lainnya. Aku duduk di sofa ruang tengah, sambil melihat-lihat sekeliling. Tak lama kudengar suara langkah menuruni anak tangga. Dan kudapati Sasuke yang sudah berseragam sekolah serta membawa tasnya.

"Ohayou, Sasuke-kun!" sapaku seraya tersenyum semanis mungkin, namun responnya seperti biasa.

"Hn."

"Ish cuek amat. Orang nyapa yah disahut kek," dumelku.

"Udah sarapan? Nanti bunyi lagi itu perut." Aku mengangguk malu mengingat kejadian semalam. Wajar saja perutku bunyi, karna aku tidak ke kantin waktu jam istirahat.

Sasuke langsung ke dapur yang kulihat tidak jauh dari sini. Sang pembantu juga telah kembali setelah membuang sampah tadi. Sekilas ia sunggingkan senyum kearahku dan kubalas seadanya. "Wah tumben Tuan muda hari ini awal?" ujarnya kepada Sasuke saat menghampirinya di dapur. Sepertinya mereka cukup dekat walau statusnya anak majikan dan pembantu.

"Ya mau gimana lagi? Gak bisa ngebut, tetangga sebelah nitip anaknya itu," jawab Sasuke.

Apaan coba jawaban Sasuke, emangnya aku anak kecil dititip-titipin segala? Kan satu sekolah, tetanggaan pula tuh, wajar barengan pulang perginya. "Ishh~"

-Skip and Scene beralih-

-Normal pov on-

Sekitar pukul 2 siang menjelang sore. Bagi mereka yang kelasnya sudah usai, mereka segera melanjutkan kegiatan klub. Tidak untuk Sakura, anggota baru klub basket perempuan. Ia mencari Sasuke di kelas XI A, namun saat kelas dibubarkan Sasuke tak terlihat diantara mereka. Ia justru bertemu dengan Naruto, salah satu anggota tim basket laki-laki.

"Yo! Sakura-chan, sedang menungguku ya?"

-Sakura pov on-

Errrr pede sekali~

"Buat apa coba Gue nungguin Senpai, kepedean!"

"Wkwkwk ... trus ngapain didepan kelas kami?"

"Anoo ... Gue nungguin Sasuke-kun emmm maksudku Sasuke-senpai, apa dia udah pulang?" tanyaku sedikit keceplosan saat menyebut Sasuke dengan embel-embel panggilan akrab 'kun' dan bukannya senior alias 'senpai'.

Ekspresi Naruto berubah datar ketika kusebutkan nama Sasuke. Ada apa sebenarnya? Kenapa mereka memperlakukan Sasuke seolah dia penjahat sih?

"Kalau mau nyari dia jangan disini, dia dateng cuma kalau ada ulangan. Udahlah lupain aja dia, bukannya Kamu udah gabung klub basket? Ayo barengan ke gym," ajak Naruto kemudian.

Aku tidak bisa mengikutinya, karena aku kesini supaya bisa pulang bareng Sasuke jika dia tidak latihan lagi ke klub. Kira-kira dia dimana ya?

"Eiiii malah ngelamun!" seru Naruto mengejutkanku.

"Ehehh i-iya."

"Hn. Sakura, ayo pulang." Aku segera membalikkan badanku saat mendengar suara Sasuke memanggilku. Dan benar memang Sasuke berdiri dibelakangku. Ia menatap Naruto dengan tatapan tajam yang menurutku sangat menakutkan, tapi tetap keren ... ups!

"Sakura harus ikut kegiatan ekstra. Dia tidak bisa bolos spertimu. Kau tau dia akan dikeluarkan dari klub jika membolos lebih dari 3 kali. Jadi biarkan dia ikut denganku!" suara Naruto sangat tegas diakhir kalimatnya.

"Hn." Sasuke beralih menatapku dan tatapannya tidak setajam tadi. "Sakura, Kau mau latihan?" tanyanya.

-Sasuke pov on-

Aku baru saja kembali ke sekolah setelah keluar sebentar dan singgah ke kedai makan di pinggir jalan langgananku yang tidak jauh dari sekolah. Bagaimanapun juga aku sudah janji dengan orangtua Sakura semalam. Jadi aku kembali ke kelasku, karna kuyakin gadis itu pasti menemuiku disini.

Tidak kusangka akan bertemu Naruto, teman sekelas sekaligus anggota tim basket. Setahun lalu, Naruto pernah menegur tentang sifatku yang suka seenaknya membolos. Aku tidak membencinya, tapi bukan berarti aku harus menurutinya.

Btw, Sakura sepertinya bingung menjawab pertanyaanku. Mungkin Ia ingin ikut latihan klub, tapi juga ingin pulang denganku. Kalau sudah seperti ini, apa aku harus mengalah juga? Astaga ... hilang kemana kebiasaan lamaku? Buat apa aku peduli padanya?

"Hahh! Ya sudah, ayo latihan."

"Apa?" /"Hah?" Apa-apaan Naruto dan Sakura, mereka kompak sekali menanggapiku. Naruto memandangku dengan aneh, memangnya apa yang aneh dariku? Cih!

Aku segera melangkah tanpa memperdulikan raut aneh mereka. Hanya akan membuatku kesal saja jika berlama-lama atau menanggapi mereka. Lagipula, aku tau Sakura akan tetap mengekoriku.

"Sasuke-kun, tunggu aku ..." panggilnya dengan suara senang(?).

-Naruto pov on-

Ada apa dengannya? Dia tidak seperti Sasuke yang selama ini ku kenal. Sasuke yang arogan, keras kepala dan semaunya sendiri tanpa memikirkan oranglain. Aku tidak menyukainya karna itu, orang yang sangat menyebalkan.

-Normal pov on-

Mereka akhirnya sampai di tempat latihan klub basket. Gym yang berada di bangunan tersendiri, berdiri di belakang bangunan sekolah. Gym itu sangat luas dengan adanya lantai 2 yang dikhususkan untuk para penonton ketika diadakan pertandingan persahabatan dan lainnya. Juga ada sebuah panggung, sebab gym itu juga terkadang digunakan untuk acara penyambutan siswa baru dan lainnya.

Semua mata tertuju ke pintu masuk ketika Sasuke berdiri disana bersama Sakura. Mereka mulai berbisik-bisik seperti;

'Itu Sasuke, kenapa dia disini?'

'Apa dia akan membuat keributan lagi?'

Bla bla bla ... Sasuke tidak menghiraukan mereka.

"Hn. Latihan sana."

"T-tapi Sasuke-kun gak akan ninggalin Aku kan?" tanya Sakura memastikan, karena ia takut Sasuke akan pergi jika merasa tidak nyaman dengan bisikan-bisikan mereka yang dapat diketahui melalui tatapan mereka.

"Ya nggaklah. Qua gak mungkin bolos terusan juga. Sesekali Qua juga harus ngambil nilai kegiatan ekstra. Sana, latihan."

Naruto baru tiba di belakang mereka dan mendengarkan alasan Sasuke. "Padahal selama ini juga dia tidak peduli dengan nilai kegiatan ekstra!" fikirnya.

Sasuke menemui pelatih basket disana. Pelatih itu memandanginya sambil tersenyum sipit. "Akhirnya Kau datang juga," cetus pelatih itu.

Sasuke mendengus, "Hhm! Aku datang bukan untukmu, Kakashi."

Kakashi? Ah ya, biar dijelaskan sedikit. Dia adalah pelatih tim basket laki-laki dan merupakan teman Itachi, kakak Sasuke. Dulu saat Sasuke masih kecil, Itachi dan Kakashi sering main basket bersama di halaman belakang rumah mereka. Sehingga Sasuke cukup dekat dengan Kakashi sebagai seorang teman, bukan pelatih.

"Oi oi! Disini, Aku pelatihmu. Panggillah dengan sesuai, nanti mereka tidak menghormatiku lagi. Hu hu ..." Kakashi merasa sweetdrop.

"Hn. Terserah saja."

Wajah Kakashi tiba-tiba berubah serius ketika ia berkata, "Sasuke, Aku menantangmu one on one."

To be~

A/N: Tinggalkan respon kalian untuk menghargai Author yang telah berusaha memikirkan dan mengetik cerita ini. (fuCk U sIdeR!:)

Bagi yang ingin/berminat memberi review, silahkan dengan syarat; tulis dengan jelas letak kesalahan dan bagaimana benarnya. Jika terlalu panjang atau banyak, kirim saja review nya langsung ke PM.

Utamakan review soal alur cerita, karna kalau PUEBI/EYD emang banyak typo-nya saat Author fokus membuat alur (kebiasaan *plaks). Author-nya rada malas ngedit (gomen, mungkin lebih butuh editor atau semacamnya), makanya di tulis dalam note diatas "No Eyd dan Typo(s)" :')

Jika merasa terganggu dengan PUEBI-nya yang kadang benar dan kadang salah, lebih baik jangan baca kelanjutannya supaya mata kalian tidak sakit. (Don't Like Don't Read!) tertera di atas.

Arigatou :)