"Cintaku Mantul di Lapangan Basket"
By. Yagi Ar_Zyilxiuse
Disclaimer: anime Naruto milik Masashi Kishimoto.
Genre: Romance, Sport, Family, Comedy, etc.
Note: Typo (s), No Eyd, AU/Non canon, OOC (maybe), No plagiat, Repost.
[Don't Like Don't Read!]
-Happy Reading-
Chapter 06,
-Sakura pov on-
Sudah beberapa hari ini, Sasuke ikut latihan bersama tim basket laki-laki. Aku sangat senang melihatnya kembali bermain basket dalam tim. Semua itu bermula ketika pelatih mereka menantang Sasuke. Dan entahlah, aku juga tidak mengerti kejadiannya. Tapi Sasuke memutuskan untuk bergabung dalam tim.
Tidak ada yang menolaknya bergabung, meskipun Sasuke terkenal sering berkelahi dengan murid dari sekolah lain. Mungkin karena ia telah menunjukkan bakatnya waktu itu. Kata pelatih, tim mereka memang membutuhkan seorang shooter saat ini untuk memenangkan kejuaraan inter-high.
"Jidatttt!"
"Akkk!" Kututup telingaku spontan ketika Ino berteriak di cuping kananku. "Piggggg! Lu mau bikin Gue tuli beneran?! Sakit tauk kuping Gue," sahutku kesal.
"Yah, Lu sih ngapain ngelamun liatin Sasuke-senpai mulu. Lu udah seminggu gabung nih klub tapi blom bisa dribble, gimana sih? Lu mau di amukin Temari-senpai?"
Bla bla bla bla ...
Ino salah satu pemain inti dalam tim basket perempuan diposisi small forward. Dia bermain basket sejak kecil, wajar saja ia langsung dimasukkan dalam tim inti. Sedangkan aku? Aku tidak pernah bermain basket, aku lebih unggul dibidang sains. Jika bukan karena untuk mengincar Sasuke, aku tidak mungkin ada disini.
"Ya elah ngelamun lagi nih anak ..."
"Gue gak ngelamun," sanggahku. "Btw, Lu juga ngajarinnya gak bener. Daritadi Lu dribble mulu ngasih Gue liat doank, mana Gue ngerti caranya."
"Errrr Gue cuma pemain, mana paham disuruh jelasin. Gini aja deh, Lu coba aja lagi, heheh ..." malah nyengir.
Aku pun mencoba men-dribble bolaku lagi. Sangat sulit memegang bola dan menghempaskannya kembali. Bolanya terus saja berhasil lolos dari telapak tanganku. Aku sangat kesal hingga ku hempas kuat dan bolanya malah memantul mengenai wajahku.
'Duagg!'
"Awhhh! ittaiiii!" jeritku keras.
"Jidattt! Lu ga pa pa?!" Ino menghampiri dan melihat wajahku. "Ya ampun, jidat lebar Lo merah. Pfffttt!"
"Hnnnn!" Kusipitkan mataku kearah Ino saat ia menahan tawanya. "Anjir Lu ngetawain Gue?"
"Aduh sory sory... Abisnya sih Lo pake acara emosian segala, kan kualat Lo ama bola nya."
"Ishh ..." Kuputar bola mataku jengah melihat Ino menertawakanku.
"Sakura."
"Hah? Sssasuke?!" Aku terkejut melihat Sasuke menghampiriku di sisi lapangan bagian tim perempuan ini. "A-ada apa?" tanyaku dengan agak gugup. Wajar saja gugup, lihat mata tajam sekeliling yang secara spontan mandangin kami.
Sejujurnya aku heran kenapa sekarang para cewek tidak lagi takut pada Sasuke atau membencinya karena Sasuke berandalan dimata mereka dulunya.
Akan lebih baik mereka tetap pada pemikiran mereka, khususnya cewek.
"Lu ga pa pa?" tanya Sasuke. Seketika itu juga aku tersenyum lebar dan sedikit nyengir.
"Hehe... Sasuke-kun perhatian lagi padaku, ciee cieee!" Ku lihat ekspresinya berubah datar, "ettoo jangan marah, jangan marah. Gue becanda, pisss!"
"Senpai, boleh kenalan gak? Gue sohibnya Sakura. Nama Gue Ino Yamanaka, salam kenal."
"Hah?" Apa-apaan Ino si Piggy itu malah menyela ngajakin Sasuke kenalan. Dia kira Sasuke bakal...
"Hn. Sasuke. Tetangga si jidat ini."
Whattt?! Oh tidak! Bahkan Sasuke tersenyum dan menjabat tangan Ino! Ada apa dengan merekaaaaaaaa?!
"Wahhh tetangga Jidat? Wihhh boleh donk kalau Gue mampir ke rumah Jidat tiap hari trus Gue boleh juga skalian mampir ke rumah Senpai, kan?"
"Bilang aja Lo mau ke rumahnya, ngapain bawa-bawa rumah Gue?!" Ya ampun ngeselin banget si Piggy ini.
"Hn."
Ino cengengesan menertawakaku, sementara Sasuke terus saja meresponnya. Mereka terlihat sangat akrab, meski baru berkenalan. Aku mera
-Normal pov-
"Gak biasanya Lu diem, napa?" tanya Sasuke saat dalam perjalanan pulang dengan motornya. Biasanya Sakura suka cengengesan sendiri dibelakang dan kadang ngajak bicara. Tapi sepanjang setengah perjalanan, Sakura cuma diam.
"Hn."
Sasuke menaut sebelah alisnya mendengar respon Sakura yang menirukan nada gumaman khasnya.
"Cemburu?" cetusnya menggoda.
"Uhukk! Hukk! C c cemburu apa maksudmu?!" Sakura sampai tersedak salivanya sendiri saat Sasuke tiba-tiba mengatakan itu. Tanpa dilihat olehnya, Sasuke tersenyum dan hanya bergumam menanggapi Sakura.
"Hn."
Gumaman itu membuat Sakura kembali cemberut. Ia berfikir apakah mungkin Sasuke tertarik dengan Ino? Sebab Ino cukup cantik dan postur tubuhnya seperti barbie. Sedangkan Sakura? Ia mulai merasa kalau dirinya kurus dan dadanya tidak berisi. Hueee~
"...kura~ Sakura! Oiii Cewek aneh!"
"Eh yaa apa?! Apa?!" Sakura terbangun dari lamunannya ketika Sasuke memanggil dengan suara keras.
Sasuke menoleh kebelakang sambil tersenyum miring. "Di panggil cewek aneh baru nyahut, hn."
Melihat senyum Sasuke memang suatu hal yang dapat membuatnya kesemsem, tapi tetap saja ucapan pemuda itu membuatnya malu setengah mati. Ia memalingkan wajahnya dan mendumel, "nyebelin~ sama Gue aja dijelekin mulu, coba kalau sama Ino pasti dipuji-puji."
Sasuke mendengus pelan mendengar gadis yang diboncenginya itu. Dan btw,...
"Hn. Sampai kapan Kau akan duduk disana?"
Selang 3 detik, Sakura baru sadar bahwa mereka sudah sampai di depan rumahnya. Sakura ber blushing'ria karna malu dan ia segera turun dari motor Sasuke. Gadis itu berdehem sebentar dan mengucapkan trimakasih dengan salah tingkah, "hem... thanks."
--Sakura pov on--
Lihatlah bagaimana ia mengejekku. Senyum miringnya itu... astaga! Keren tapi juga nyebelin~
"Sakura."
"Hmm?" sahutku dengan wajah cemberut sembari mengalihkan pandanganku agar tidak terus-terusan terpesona pada senyumnya.
"Gue ajarin dribble mau?"
"Mau mau...Aku mau!"
"Pfffttt..."Ku lihat Sasuke menahan tawanya saat ku sahuti dia dengan cepat dan semangat.
"Kkok diketawain sih~ Sasuke-kun tega skali hari ini." Entah kenapa Aku merasa sangat sedih hari ini. Aku merasa kalau semua usahaku mendekatinya sia-sia, Sasuke tidak pernah peka. Apa sebaiknya Aku berhenti saja yah? Lagipula basket bukan keahlianku, lebih baik bergabung ke klub sains.
'Tap!'
Kurasakan telapak tangan kiri Sasuke di atas kepalaku dan perlahan menarikku mendekat. Oh tidak... wajah kami terlalu dekat! Wajahku memanas seketika saat mataku berhadapan dengan matanya yang setajam elang itu.
A-apa yang mau Sasuke lakukannnn?
"Ino..." hehh? Kok malah nyebut namanya sih?! Aku jadi tambah dongkol.
"...dia sepupuku."
Jlepp!
"A-apaaa?" Sepupu? Ino sepupu Sasuke? Sulit dipercaya. "Kau pasti bercanda ya kan Sasuke-kun? Aku tau Kau cuma mau menghiburku. Itu tidak akan berhasil..."
Sasuku mengacak rambut dan melepaskan kepalaku. Kembali Aku mendumel tidak jelas dan merapikan rambutku.
"Dia anak dari pamanku, pamanku itu adik dari Ibuku. Dia ngajak kenalan cuma buat bikin Lu kesel. Hn." Sasuke menjelaskan sambil mendengus geli.
Hmmmm Sasuke ngeselin banget! Apa dia tidak tau bagaimana perasaanku? Tapi tunggu... jika Sasuke tidak tau perasaanku, lalu kenapa dia merespon Ino saat menjahiliku? Jika Sasuke tau Aku akan kesal, bukankah itu berarti dia tau? Tapi... kenapa Sasuke tidak mengatakan apa-apa?
Hmm mungkin karena Sasuke tidak punya perasaan yang sama denganku~
To be~
AN:
Tidak sempat di revisi ulang, Author-nya sibuk di RL.
Ada yang kelupaan sebelumnya dibagian 'note', harusnya ditambahkan 'repost'. Karna fanfic ini copas dari fanfic yang sudah diposting di tempat lain.
Atas permintaan Author-nya, fanfic ini akan Saya posting keseluruhan chapter-nya tanpa perbaikan.
"Ternyata mengedit ulang karya lama lebih susah daripada menulis cerita baru dari awal," katanya.
