'''''Cintaku Mantul di lapangan Basket'''''

Author: Alice #Zyil_SSaver

Pairing: Sasuke, Sakura, Naruto.

Disclaimer: Masashi Kishimoto.

Rated: T

Genre: Romance, Sport, Comedy, etc.

Note: Fanfiction, Typo (s), No Eyd, Alternative Universe, OOC (maybe), Alur berantakan dan Don't Like Don't Read Yeah!

Chapter 07,

--Sakura pov on--

Sesuai ajakan Sasuke tadi sore, dia akan mengajariku dribble. Cuaca malam ini sangat cerah, bulan dan bintang sangat terang. Ku lihat dirinya sudah ada di halaman belakang rumahnya dengan lampu yang menyala di sudut lapangan. Pernah Ku tanyai dia waktu itu kenapa latihan di gym, padahal fasilitas di lapangannya ini cukup memadai dimalam hari. Dan dia tidak menjawabku...

"Hn. Ku kira tidak akan datang." Cetus Sasuke saat melihatku menghampirinya.

"Hmm yah... sebenarnya Aku tidak yakin bisa bermain basket, tapi mencoba sekali lagi kurasa tidak ada salahnya." Jawabku dengan jujur.

Sakura mendekat padaku dan menyodorkan bolanya, "perlihatkan dribblemu." Ujarnya.

Aku menerima bolanya dan mengambil ancang-ancang ku kemudian menghempas bolanya pelan, namun bolanya malah lari. "Hahhh ngeselin..." seruku kesal. Entah kenapa hari ini Aku mudah kesal akan semua hal.

Sasuke mengambil bola itu kembali, "perhatikan ini baik-baik." Aku memperhatikannya dengan wajah dongkol dan Sasuke mulai menghempaskan bolanya, namun bola itu kembali ke tangannya dengan mudah seolah menempel dengan telapak kanannya itu. "Apa yang Kau lihat?" tanyanya.

"Bolanya seperti nempel dengan tanganmu."

"Tepat." Ia kembali menunjukkan gerakan dribble dasar padaku dengan tangan kanannya dan bola nya di tangkap dengan mudah saat berhenti. "Saat bolanya dihempas, Kau harus membuatnya kembali ke tanganmu. Bukan berarti Kau memegangnya, tapi melekatkannya. Meski begitu, bolanya tidak akan melekat begitu saja meski Kau melakukannya. Jadi, yang terpenting adalah mempertahankan bayangannya. Apa Kau paham?"

Aku mengangguk, tapi masih ragu. "Aku paham tapi sepertinya sulit untuk dilakukan."

"Yang terpenting mencobanya dulu. Ini, lakukan seperti yang Kau lihat. " Sasuke mengembalikan bola itu padaku.

Aku ragu bisa melakukannya. Aku terus mencoba dan mencoba, namun gagal menangkap bola itu. Di tambah lagi suasana hatiku sedang buruk.

'Duagg!'

"Akkk!" pekikku pelan ketika lagi-lagi bola itu mengenai jidatku.

"Sakura, Kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke saat menghampiriku dan melihat wajahku. Aku mencoba menunjukkan wajah sendu padanya agar ia merasa simpati padaku, tapi ia justru mengatakan sesuatu yang membuatku bertambah kesal. "Makanya jangan emosi sama bola itu, kena batunya juga kan?"

Aku menepis tangannya yang tengah mengusap jidatku dan menatapnya kesal. "Kau dan Ino sama saja! Cocok sekali jadi pasangan menyebalkan." Padahal katanya Ino adalah sepupunya, tapi entah kenapa Aku masih kesal. Aku merasa ada sesuatu yang kurang, sesuatu yang membutuhkan kepastian. Aku ingin tau bagaimana perasaan Sasuke padaku. Dan mungkin secara tidak sengaja melampiaskannya pada bola itu.

Lihat? Dia bahkan tidak memberi respon apapun padaku. Ku tundukkan kepalaku dan ku alihkan pandanganku dengan raut yang masih kesal.

--Sasuke pov on--

Ya ampun gadis ini cemberut terus daritadi. Apa mesti sampai segitunya dia kesal? Padahal sudah ku jelasin kalau Ino itu sepupuku, tapi sepertinya dia masih mikirin itu. Memangnya apa lagi yang salah?

Ku tatap Ia yang tengah berdiri menunduk di depanku ini dengan serius . Aku tidak tau lagi harus mengatakan apa agar dia berhenti kesal. Yah... meski wajahnya terlihat lucu saat cemberut. Tapi kalau hatinya kesal, untuk apa kelucuan itu? Sama sekali tidak bagus.

Entah karna roh apa yang merasukiku saat itu, Aku meraih tengkuknya dengan tangan kiriku, membuatnya mendongak. Saat itulah ku dekatkan wajahku perlahan hingga bibir kami bertemu.

'Cupsss~'

Ku cium bibirnya itu, tampak matanya membulat dan itu terlihat imut~

Perlahan lama kelamaan ia memejamkan mata dan hanyut dalam ciuman pertama kami. Dapat kurasakan jantungnya berdetak kencang sama sepertiku. Perasaan ini... apa Aku jatuh hati padanya?

Aku tidak ingin memikirkannya sekarang, karena kami sedang menikmati momen ini. Dibawah sorot lampu lapangan basket, sebenarnya itu memberi sensasi tersendiri bagiku. Karena ciuman pertama kami dilakukan ditempat kesukaanku.

--Skip Time--

Sabtu sore, kegiatan klub berlangsung seperti biasanya. Hari ini adalah hari terakhir bagi tim basket laki-laki menyiapkan diri untuk babak penyisihan Inter-high. Mereka latihan dengan serius dengan Sasuke sebagai anggota baru mereka. Tentu saja dengan adanya perubahan, kombinasi serangan dan pertahanan mereka juga sedikit berubah.

Kakashi meyakini bahwa tim mereka mungkin akan ada kesempatan memenangkan kejuaraan. Sebab tanpa Sasuke tahun lalu mereka juga sudah berhasil lolos 10 besar. Pencapaian prestasi sekolah swasta itu cukup memuaskan termasuk dicabang olahraga basket.

"Yo Sakura-chan!" panggil Naruto sambil berlari kecil menghampiri Sakura yang tengah memungut bola untuk disimpan.

Sakura menoleh, "hmm ada apa, senpai?" tanyanya dengan kening yang sedikit mengerut heran.

"Besok, apa kamu ada kegiatan?"

Sakura mengingat sebentar lalu menggelengkan kepalanya, "kurasa tidak."

"Yosh! Kalau gitu mau tidak jalan sama Aku?" ajak Naruto, tanpa menyadari tatapan tajam memperhatikannya dari belakang.

"Ahah itu..." Sakura terlihat kikuk, sebab ia menyadari tatapan tajam itu. Seolah mengatakan; awas saja diterima!

"Gomen, Senpai. Aku memang tidak ada kegiatan, tapi..."

"Hueeeee padahal susah-susah ku beranikan diri mengajakmu..."

"Gomen gomen..."

"Huaaaaa ini kesekian kalinya Gue ditolak cewek..."

"Hoiii Naruto! Lu padahal kapten, ditolak mulu Lu! Hahahaha..." Tawa menggelegar mengikuti seruan Kiba, salah seorang anggota tim inti basket laki-laki.

"Anjirrr kalean!" Naruto segera keluarin jurus menghajar Kiba yang menertawainya. "Awas kalian semuaaaa!" teriaknya menghajar sohib-sohib yang menertawakannya.

"Hahahahahahaha Naruto, bagus Lu pacarin tiang ring basket!"

"Awas Lu Saiiii!"

Gym basket itu seketika riuh dengan canda tawa yang dibuat mereka. Sementara di sudut itu, Sasuke dan Kakashi tampak meninggalkan ruangan. Sakura jelas memperhatikannya, Ia pun menyelinap keluar dan meninggalkan tugasnya memungut bola.

--Sakura pov on--

Sasuke dan pelatih Kakashi mau kemana ya? Aku mengikuti mereka diam-diam sampai di halaman belakang gym, disana ada sebuah ring usang yang terpasang. Mungkin dulunya disana adalah lapangan basket. Aku bersembunyi di sudut samping bangunan dalam jarak sekitar 5 meter. Ku lihat Sasuke memungut sebuah bola yang tertinggal disana, bola itu kotor.

"Ada apa, Sasuke?" Ku dengar suara Kakashi memulai pembicaraan.

"Mengenai pertandingan Inter-high... Aku hanya bisa ikut sampai pada babak pertengahan. Jika beruntung, mungkin bisa sampai di babak 10 besar. Tapi itu hanya jika."

Aku terkejut mendengarnya, begitu pula tampaknya Pelatih juga terkejut.

"Apa maksudmu, Sasuke?"

Sasuke tidak segera memberi penjelasan, ia menepis debu-debu yang melekat pada bola yang ia pungut tadi dan menarik nafas sejenak. "Kau ingat di umur berapa Kakakku mengambil alih beberapa cabang bisnis Uchiha?" Kakashi tidak memberi respon, mungkin ia tau.

"Aku juga akan sama."

"Maksudmu, Kau juga akan meninggalkan sekolah?!"

A-apa? Aku tidak salah dengar, bukan? Sasuke akan meninggalkan sekolah, apa maksudnya itu?

"Ayah tidak bisa mengambil alih semuanya sendiri. 17 tahun adalah usia yang diwajibkan untuk menjadi penerus. Ayah bilang, Aku tidak perlu memikirkan soal ijazah sekolah. Yang terpenting adalah pengetahuan dalam berbisnis."

"Belum memiliki ijazah bukankah akan membuat yang lain tidak percaya?"

"Lalu bagaimana Itachi bisa dipercayai dulu? Bahkan Ayah sudah merencanakan semuanya untuk dihari ultahku. Dia akan memperkenalkanku didepan para koleganya dan meresmikanku setelahnya. Kemudian seterusnya tidak ada waktu lagi untuk ikut pertandingan."

Kakashi terdiam untuk sesaat...

"Kami akan menunggumu, Sasuke."

To be~

AN:

Sekali lagi Saya sarankan, agar tidak perlu repot berkomentar tentang PUEBI/EYD. Karna Author-nya sudah tahu, hanya malas mengedit tulisannya.

Silahkan review yang lain seperti alur cerita misalnya.

Keterangan tambahan: ini fanfic repost!