'''''Cintaku Mantul di lapangan Basket'''''
Author: Alice #Zyil_SSaver
Pairing: Sasuke, Sakura, Naruto.
Disclaimer: Masashi Kishimoto.
Rated: T
Genre: Romance, Sport, Comedy, etc.
Note: Fanfiction, Typo (s), No Eyd, Alternative Universe, OOC (maybe), Alur berantakan dan Don't Like Don't Read Yeah!
Chapter 08,
--Sakura pov on--
Sejak kejadian di lapangan basket belakang rumah Sasuke, hubunganku dan Sasuke menjadi agak canggung. Tiap kali menatapnya, Aku jadi teringat dimana dia menciumku. Aku yakin wajahku akan langsung memerah mengingatnya. Ditambah lagi sore ini, Aku mendengar pembicaraannya dengan pelatih.
Sasuke akan meninggalkan sekolah? Lalu bagaimana nantinya hubungan kami? Bahkan Aku tidak tau sebenarnya apa status hubungan kami. Hah~
Sepanjang perjalanan pulang, Aku dan Sasuke hanya diam. Ia menurunkanku di depan rumah seperti biasanya, dan Aku bertrimakasih. Namun ada yang berbeda, Sasuke menahan tangan kananku saat Aku hendak beranjak ke rumah.
"A-ada apa?" tanyaku dengan agak gugup, karena yah... Aku masih teringat kejadian saat kami berciuman.
"Besok pagi, bersiaplah."
Muncul tanda tanya besar diatas kepalaku. "M-maksudmu?"
"Ke pantai."
Untuk beberapa saat aku sama sekali tidak paham yang dikatakannya. Sasuke bicara terpotong-potong tanpa melihat kearahku. Apa-apaan coba sikapnya itu? Tapi tunggu...
"Maksudnya kencan?!" Mataku terbuka lebar setelah menyadari maksudnya.
"Hn."
"Kyaaaaaaaa! Sasuke-kun ngajakin kencan!" jeritku spontan dan melompat senang. Aku menyipit kearahnya dan tersenyum menggodanya, "heeee Sasuke-kun lagi malu-malu kucing ternyata, imutttnyaa~" godaku dengan mata berbinar-binar.
Semburat merah sedikit terlihat dikedua pipi pemuda ber-pride tinggi itu. Tidak ku sangka akan melihat Sasuke yang imut seperti ini. "Hn. Jangan berlebihan. Aku tidak malu." Sanggahnya.
"Khkhkh... Sasuke-kun pasti cemburu karena Naruto-senpai mengajakku jalan tadi, iyakan? Kan? Kan?" Rasanya sangat menyenangkan bisa menggodanya seperti ini. Sasuke yang malu-malu kucing, sangat menggemaskan. Hihi~
"Yang bener saja, mana mungkin Gue cemburu sama jonez sejati."
Aku terkikik kecil melihatnya mengelak. Ya begitulah sifatnya yang baru ku ketahui sekarang. Mungkin Aku bisa melupakan status hubungan kami sekarang dan menanyakannya lain waktu.
--Sakura pov end--
Keesokkan harinya...
Pantai yang mereka tuju lumayan jauh jaraknya. Karena Sasuke belum memiliki Surat Ijin Mengemudi, sehingga ia tidak menggunakan motornya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menaiki kereta yang berangkat pukul delapan pagi.
Dalam perjalanannya, Sakura sempat tertidur dengan bersandar di bahu kanan Sasuke. Author dapat menebak bahwa sepertinya Sakura tidak bisa tidur semalam karena saking senangnya dan tidak sabar menunggu datangnya pagi. Kebiasaan remaja perempuan yang sedang jatuh cinta.
Sekitar pukul sepuluh pagi menjelang siang, kereta yang mereka naiki akhirnya tiba di stasiun. "Sakura, kita sudah sampai." Sasuke membangunkan Sakura dari tidurnya yang cukup lelap.
Wajah merona seketika saat matanya terbuka dan melihat Sasuke tersenyum miring memandanginya. "Hn."
Saat mereka turun dari kereta, Sakura terlihat heran sekaligus terkejut melihat kedatangan Ino. Sahabatnya itu melambaikan tangannya dan memberi isyarat, "sini!"
"Loh kok Ino ada disini, Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan raut heran sekaligus tidak begitu suka.
Sasuke mengerti arti raut wajahnya itu, dan ia menanggapinya dengan senyum miring. "Nantu Ku jelaskan. Ayo." Ajaknya seraya menggenggam tangan kiri Sakura.
--Skip Time--
Hanya butuh beberapa belas menit bagi mereka menempuh perjalanan ke pantai dengan mengendarai mobil yang dikendarai oleh supir Ino. Selama perjalanan, Ino sudah menjelaskan kepada Sakura bahwa keluarga mereka memiliki villa di pantai.
"Sasuke sangat payah dalam berpacaran, jadi Gue sarankan Dia ngajakin Lu ke pantai. Hihihi~"
"B-benarkah? Jadi ini ide Lu?" Sakura terlihat malu saat Ino menyebutkan kata 'berpacaran'.
"Hn. Jangan dengarkan. Sakura, kita sudah sampai. Ayo." Sasuke menyela sebelum mulut Ino kembali mengumbar sisi lain dari Sasuke yang stay cool.
"Piggy entar lanjut yah." Ino mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum sebelum Sakura keluar dari mobilnya.
-Skip~
"Huahh Villa nya besar..." Sakura terkagum.
'Tap!'
Ino menepuk pundak Sakura dan menanggapinya, "Hati-hati Jidat, ntar lalat masuk ke mulut Lu. Ayo masuk."
"Paan sih. Dasar Pig~" mendumel.
"Hn. Ino benar. Ayo masuk." Sasuke menyusuli Ino.
"Ikh Sasuke-kun kok malah belain dia? Ngeselin bangettt!" dumelnya sendiri lantaran mereka berdua tampak kompak membuatnya kesal.
-Skip~
Waktu terus bergerak. Sasuke akhirnya selesai menyapa keluarga Ino yang merupakan kerabat dekatnya. Ia dan pamannya bicara empat mata cukup lama, membuat Sakura penasaran dengan apa yang mereka diskusinya. Tapi Sakura tidak bisa melakukan kebiasaanya sebagai penguntit sebab Ino terus saja mengawasinya.
"Sakura, Kau bosan?" tanya Sasuke.
Gadis itu mengerucutkan bibirnya pertanda bahwa ia kesal. "Hn. Ayo...jalan." Seketika matanya berbinar mendengar ajakan Sasuke.
"Akhirnya yang ditunggu-tunggu~" fikirnya.
"Hei hei Gue boleh ikut kan?" sela Ino seketika mendapat deathglare dari Sakura.
"Khekheh... Gue becanda Jidat. Mana mau Gue jadi obat nyamuk kalian." Ino terkekeh melihat respon sahabatnya itu.
-Skip~
--Sakura pov on--
Senang banget~
Akhirnya kami bisa berjalan bersama berduaan. Pantai disini sangat indah dengan pengunjung yang dibatasi sehingga tidak terlalu ramai. Aku dan Sasuke berjalan tanpa arah tujuan, hanya sekedar menikmati suasana pantai.
Mungkin Ino bener soal Sasuke yang payah dalam berpacaran~ Lelaki yang Ku cintai ini mungkin lebih menyukai lapangan basket daripada berjalan di pantai seperti ini. "Hahh~" tanpa sadar helaan nafasku keluar.
"Ada apa, Sakura?"
"Eh gak kok gak pa pa, hehe."
Sasuke mendengar helaan nafasku, dan bodohnya Aku melakukan itu disaat kami sedang berkencan.
"Mau es krim?" Tanpa menunggu jawaban dariku, Sasuke menghampiri dan membeli 2 potong es krim. "Hn. Ini punyamu." Sepotong es krim rasa vanila ia sodorkan kepadaku. Ku terima es krim itu dengan perasaan heran, apa hanya kebetulan ataukah memang Sasuke tau kalau es krim rasa vanila adalah kesukaanku?
"Hoii hoii bukankah itu Sasuke? Spertinya dia sedang bersenang-senang." Kami menoleh saat seseorang berbicara dan menyebut nama Sasuke dibelakang kami.
Jumlah mereka ada 6 orang, dan ku kenali wajah salah satu dari mereka yang merupakan siswa dari SMA Maru. Dan sepertinya mereka adalah berandalan yang dulu berurusan dengan Sasuke. Bagaimana ini? Sasuke telah memutuskan untuk ikut dalam kejuaraan inter-high, jika dia berkelahi dengan mereka bisa-bisa Sasuke dikeluarkan dari tim basket.
Gawat!
To be~
