'''''Cintaku Mantul di lapangan Basket'''''

Author: Alice #Zyil_SSaver

Pairing: Sasuke, Sakura, Naruto.

Disclaimer: Masashi Kishimoto.

Rated: T

Genre: Romance, Sport, Comedy, etc.

Note: Fanfiction, Typo (s), No Eyd, Alternative Universe, OOC (maybe), Alur berantakan dan Don't Like Don't Read Yeah!

Chapter 10,

Babak penyisihan pertama telah dimulai sejak upacara pembukaan selesai. Pertandingan dilakukan melalui 20 blok yaitu bkok A hingga blok T. Ada 6 pertandingan yang harus dilalui dari setiap blok, dan Tim basket SMA Uchiwa ada di bagian blok B. 6 pertandingan dalam dua minggu itu akhirnya berhasil mereka lewati dan lanjut ke babak penyisihan kedua.

Sebagai perwakilan dari blok B, lawan mereka adalah perwakilan blok A. Jika mereka berhasil menang, mereka akan masuk ke babak sepuluh besar. Namun disinilah letak masalahnya...

"Yoshhh Minna! Kita udah menangin penyisihan pertama, gimana kalau kita makan yakiniku?!" seru Naruto.

"Emangnya Lu punya duit?!" sahut Kiba.

"Ya kan dompet berjalan kita ada..." sembari merangkul pundak Sasuke, Naruto menunjukkan cengiran khasnya. Tampaknya Ia mulai akrab dengan manusia yang menurutnya keras kepala serta seenak jidatnya itu.

"Hn. Lu ngapain deket-deket Gue."

"Ayolah, Teme... Lu kan banyak duitnya, sesekali traktir kek apa gitu."

"Oii kalian. Ku rasa ini bukan saatnya merayakan." Sahut Shikamaru yang merupakan PG dalam tim.

"Shikamaru benar, ini baru babak pertama penyisihan. Belum bisa disebut sebagai kejuaraan Inter high. Pertandingan kita selanjutnya hari kamis melawan perwakilan blok A, jadi besok kita istirahat dan seninnya bersiaplah untuk latihan tambahan."

"Yeahhh makan-makannya ga jadi~" sebagian anggota cadangan mengeluh kecewa dengan keputusan pelatih.

"Enak ya kalau ada cewek cantik yang nempelin kita terus..." cetus Kiba tiba-tiba sembari melihat kearah tangan kiri Sasuke yang tengah menggengam tangan kanan Sakura. Seketika itu juga semua jonez menatap iri kearah Sasuke. "Errrr..."

"Hmh!" Karin mendengus kesal melihat Sakura mendadak lebih populer darinya sejak gadis bersurai merah muda itu memutuskan bergabung dalam tim basket laki-laki sebagai asisten maneger. Dia payah dalam basket, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan dalam tim basket perempuan. Lagipula Karin sendiri yang membuka lowongan mencari asisten untuk membantunya dan kesempatan itu tidak Sakura sia-siakan.

--Skip Time--

Sasuke memberhentikan motor sportnya di depan rumah Sakura. Gadis itu turun dan tersenyum dengan pipi agak merona. Sepertinya ia hendak mengatakan sesuatu ketika ia turun dari boncengan Sasuke, tapi Ia ragu.

"Ada apa? Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Sasuke menanggapi ekspresi wajahnya.

"Hmm... itu... emm bukan apa-apa." Terdengar helaan nafas pelan dari gadis itu membuat Sasuke harus berfikir keras kira-kira apa yang diinginkan gadis itu.

"Etto... kalau gitu, Aku masuk dulu. Sasuke-kun, oyasumi~" lanjutnya sembari tersenyum dan mengucapkan 'selamat tidur' kepada kekasihnya itu.

Sasuke menahan tangan kanannya saat ia hendak berbalik dan masuk kerumahnya. Sasuke sepertinya ingat akan sesuatu, yaitu janjinya.

"Besok sore... ayo ke taman bermain. Ku dengar ada pertunjukkan kembang api musim panas disana."

Wajah Sakura kembali berseri seketika, kebahagiaannya membuncah. "Hmph! Aku akan memakai yukata besok. Arigatou, Sasuke-kun..." ucapnya dengan senyum termanis.

Sasuke ikut tersenyum melihat tingkahnya itu. Tidak disangka Sakura terus menunggunya untuk mengajak ia berkencan. Penggila basket itu terlalu fokus dengan pertandingan sehingga ia lupa dengan janjinya.

"Hn. Akan Ku jemput jam 4 besok."

"Hmph! Oyasumi, Sasuke-kun."

"Hn. Oyasumi."

-Skip-

Sasuke baru saja masuk ke dalam rumahnya yang sepi penghuni. Dia agak terkejut saat melihat Ayahnya tengah duduk disofa ruang tengah sembari menghirup kopi. Karena biasanya, Ayahnya tidak pulang karena terlalu sibuk di luar kota.

"Ku fikir akan menunggu hingga pagi. Darimana saja Kau?" tanya Ayahnya dengan ketus.

"Bukan urusanmu" jawabnya seraya melepas sepatu yang ia kenakan dan hendak berlalu ke kamar, namun Ayahnya segera buka suara menghentikan langkahnya.

"Tunggu. Ultahmu beberapa minggu lagi, pastikan tidak ada yang menghalangimu di pesta nanti." Dari kata-katanya, Fugaku pasti telah mengetahui keikutsertaan Sasuke dalam kejuaraan inter high. Tentu saja ia tidak akan menghalangi Sasuke dalam bermain basket, selama di harinya tiba Sasuke harus siap dan tidak boleh membantah.

"Hn."

--Skip time--

Keesokkan pagi sekitar pukul 5...

Sasuke sepertinya tidak dapat tidur dengan nyenyak semalam hingga ia bangun sepagi itu di hari minggu. Setelah membasuh wajah sebentar di kamar mandi, ia kembali ke kamarnya dan mengganti piyama tidurnya dengan celana training serta kaos oblong. Lalu memakai sepatu olahraganya untuk keluar jogging. Saat itu tak lupa ia membawa sebuah bola basket kesayangannya untuk sekalian melakukan dribble di jalan.

'Dug dug dug~'

Saat berlari pelan dijalan sembari melakukan dribble, ia mendengar seseorang memanggilnya.

"Sasuke-kun tungguin!" Sasuke berhenti dan berbalik, sementara bolanya telah kembali ke tangan kirinya.

"Sakura, Lu ngapain?"

Pelaku yang menghentikan langkah Sasuke ternyata adalah kekasihnya sendiri. Gadis itu berhenti dengan nafas ngos-ngosan setelah berhasil menyusul Sasuke dengan berlari.

"Hoshh hoshh~ tungguh fyuhhh~" Ia mengambil nafas sejenak.

Setelah nafasnya normal, Sakura memandang Sasuke dengan menyipit dan berkacak pinggang. "Sasuke-kun! Apa yang Kau lakukan? Bukankah Pelatih sudah katakan kalau kalian itu harus istirahat! Kenapa malah main basket dijalanan?" ujarnya dengan nada menggurui.

Sasuke menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan tangan kanannya.

"Hn. Hanya sebentar saja."

"Sebentar apanya? Sasuke-kun kalau udah main basket biasanya lupa waktu. Pokoknya tidak boleh. Harus pulang dan istirahat total skarang."

"Hn. Main dilapanganku saja, boleh?"

"Noooo... Ishhh Sasuke-kun bakka. Semalam baru slesai bertanding, lawannya juga tidak mudah. Apa tidak merasa capek? Trus besok ada latihan tambahan. Pokoknya tidak boleh main basket hari ini. Titik!"

"Qua ajarin Lu skalian deh."

Sakura memasang wajah marahnya, "hmmmm."

"Ya ampun cewek Gue kok over banget ya? Tapi mukanya imut kalau marah gitu mah." Fikir Sasuke seraya mendengus geli dan tersenyum miring.

"Hn. By the way... bagaimana Kau tahu Aku disini?" tanyanya dengan nada menggoda dan alis terangkat sebelah.

Seketika saja Sakura salah tingkah dibuatnya, kedua pipinya senada dengan rambutnya. Ia menggaruk pipi kirinya dengan jari telunjuk dan menjawab, "itu... itu.. emm... ya.. enn... Aku lihat..."

"Kau mengintipku berganti pakaian, hnn?"

*Hardblush!

"I-ithuuuuu anooo... Aku tidak sengaja, benerannn."

"Khekheh... tidak sengaja tapi ngintipnya tiap hari?"

"Aggghhhhhh tunggu tunggu tungguuuuu! J-jadi Sasuke-kun s-ssadar?" Sakura menutup wajahnya dengan telapak tangannya.

Melihat reaksi Sakura, hampir membuat Sasuke tertawa lepas. "Pfffttt~ ya iyalah. Itu terlihat jelas."

Hal paling memalukan bagi Sakura, Sasuke tidak ingin membuatnya semakin merasa malu. Di tangkupnya kepala Sakura dengan tangan kanan dan berbisik di telinga kanannya. "Aku tidak keberatan jika yang mengintipku adalah kekasihku."

Lalu di acaknya gemas surai merah muda yang ia tangkup itu dan tersenyum di depan wajah Sakura. Gadis itu tersipu untuk kesekian kali ketika mengintip disela jarinya dan mendapati senyum tulus Sasuke.

Deg! Deg! Deg!

To be~

AN: Maaf jika posting agak terlambat