'''''Cintaku Mantul di lapangan Basket'''''

Author: Alice #Zyil_SSaver

Pairing: Sasuke, Sakura, Naruto.

Disclaimer: Masashi Kishimoto.

Rated: T

Genre: Romance, Sport, Family, Comedy, etc.

Note: Fanfiction, Typo (s), No Eyd, Alternative Universe, OOC (maybe), Alur berantakan dan Don't Like Don't Read Yeah!

Chapter 11,

Sekitar pukul 5 kurang, motor yang dibawa Sasuke akhirnya berhenti di area parkir lokasi taman bermain. Jika seandainya ia membawa motornya di atas kecepatan 80km/jam pasti sudah tiba sejak setengah jam lalu. Tapi ia tidak mungkin melakukannya sebab sang kekasih sedang memakai yukata dan duduk menyamping. Ia tak ingin mengecewakan kekasihnya jika ngebut lalu dandanannya berantakan dan batal kencan lagi.

Skip~

Sepasang sejoli itu mulai menjelajah area taman. Tangan mereka saling menggengam satu sama lain layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan.

"Sasuke-kun, lihat itu! Bonekanya lucu sekali..." seru Sakura sembari menunjuk kearah boneka kelinci biru berukuran sedang yang menggemaskan.

"Ayo ayo dicoba dicoba! Silahkan dicoba! Sangat mudah sangat mudah! Ayo!" Seru sang pemilik stand permainan menembak.

"Itu kekanak-kanakan, Sakura." Seketika wajah Sakura berubah manyun saat Sasuke menyahutinya seperti itu.

"Bilang aja Lu gak bisa menangin permainannya, Teme." Naruto muncul bersamaan dengan 4 rekan tim basket lainnya. Sasuke menoleh, begitu pula dengan Sakura.

"Hn. Hati-hati kalau bicara. Lu kira siapa shooter terbaik di tim ini. And btw... ngapain kalian ada disini?"

"Emangnya gak boleh jones kesini hah? Tch~" Kiba menyahuti dan berdecih kesal karna matanya ternodai dengan suasana romantis disekitarnya. (Oot: Author sangat paham perasaan Kiba )

"Hoammmmmm~" Shikamaru berwajah kantuk.

"Hmm Kami kesini karena Naruto yang ngajak. Katanya sedang galau, jadi Kami mau tidak mau nemenin dia." Sai sambil tersenyum.

"Hahhhh?! Oiii Sai! Kapan Gue ngomong gitu? Seorang Naruto galau itu gak ada dalam catatan idup Gue."

"Lah tadi bukannya lagi galau mikirin..."

'Hup!'

Dibekapnya mulut Sai sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, "ssstttt Lu awas saja ngebocorin!" bisik Naruto. Di lepasnya bekapan tangan kirinya pada mulut Sai.

"Fuhhhh anjirrt tangan Lu bau!"

"Hah masa?" Naruto yang tak percaya pun mencium tangannya sendiri dan... "oh iya hehehe... tadi Gue pipis kena dikit lupa cuci." Naruto dengan tampang polosnya berkata demikian.

"Kamvrett Lu!"

"Sori, hehe." Naruto tertawa nyengir sembari menggaruk kepalanya yang jarang di kramas! Sai menatapnya datar untuk sedetik kemudian dan berlalu pergi.

"Oi Lu mau kemana?"

"Toilet."

"Yeah gitu amat marahnya. Prasaan baunya gak bau-bau amat deh..." Naruto kembali mengalihkan pandangan ke arah berlawanan dan seketika melebarkan mata. "Loh? Sakura sama si Teme kmana?" tanyanya seraya memandang ketiga temannya bergantian dan di jawab dengan gelengan kepala serempak.

Naruto berdecak kesal karena kehilangan jejak orang yang membuatnya galau belakangan ini. Yap! Gadis yang membuatnya patah hati adalah Sakura. Sekitar seminggu yang lalu Naruto menyatakan perasaannya, namun sudah jelas ditolak.

"Lah bonekanya kemana?! Boneka yang ditunjuk Sakura itu padahal Gue mau dapatin itu buat dia."

"Telat." Sahut Kiba ketus.

"Makanya daritadi jangan berisik. Sasuke udah menangin permainannya dan ambil tuh boneka." Shikamaru menatap bosan. Sementara angota tim terakhir bernama Juugo, tanpa bicara menepuk bahu kiri Naruto dengan tangan kanannya seolah berkata 'sabar bro. Sesama jones Gue ngerti perasaan Lo.'

--Scene beralih--

Matahari mulai terbenam saat itu. Sasuke mengajak kekasihnya menaiki sebuah wahawa kincir raksasa yang merupakan icon permainan di taman itu. Sebelum naik, Ia menyempatkan diri membelikan Sakura permen kapas berwarna pink. "Hn. Gulali nya mirip dengan kepalamu."

"Apa?" Sakura tidak mendengar jelas sebab berada dalam antrean yang cukup ramai dan riuh.

"Tidak jadi. Sudah giliran kita, ayo."

Mereka akhirnya bisa naik dan duduk di dalam salah satu box. Sasuke harus membayar lebih untuk tiketnya agar box yang bermuatan maksimal 4 orang itu hanya ditempati mereka berdua. Sakura sangat senang dengan hal itu, sebab kekasihnya kali ini bisa berbuat romantis. Apalagi Sasuke juga mendapatkan boneka kelinci ia sukai tadi.

"Eh Sasuke-kun, tadi ngomong apa?" Sakura memulai pembicaraan sembari memakan permen kapasnya sedikit demi sedikit.

"Hn? Yang mana?" Di pindahnya ke kursi depan boneka yang tadinya berada diantara mereka dan duduk mendekat di samping kanan Sakura.

"Yang tadi, waktu kita ngantri. Sasuke ngomong sesuatu, tapi gak jelas."

"Oh itu Gue cuma bilang kalau kepala Lu itu mirip banget ama tuh gulali."

Emerlard Sakura melebar dan hampir saja tersedak salivanya sendiri mendengar pernyataan Sasuke. "Hnngggggg Sasuke-kun tega skali ngatain rambutku~" nada sebal dan wajah ngambek.

Alih-alih cemas melihat kekasihnya ngambek, Sasuke justru tersenyum dan mendengus geli. "Sori. Bukan maksud ngejek, tapi emang mirip." Di tangkupnya kepala pinky itu dengan tangan kiri dan mengacaknya pelan.

"Hnnggggggggg..." mata Sakura berkaca-kaca, spontan saja Sasuke cemas kali ini.

Lelaki penggila basket itu menghela nafas pelan sejenak dan tersenyum. "Sakura, gulali yang kamu makan itu manis kan?"

"..." Sakura tidak menjawab, ia justru heran kenapa Sasuke malah bertanya soal manis apa nggaknya gulali yang dimakannya. Saat itu Sasuke sedikit menundukkan kepalanya dan menatap emerlard Sakura dari dekat.

"Manis. Sama seperti kamu dimataku." Begitulah Sasuke berhasil membuat kekasihnya luluh kembali dengan kalimat yang ia lanjutkan.

Sakura tidak dapat menyembunyikan wajah meronanya kala itu. Onyx yang seakan memerangkap emerlardnya di dalam membuatnya sulit untuk berpaling.

'Cupss~

Entah siapa yang memulai, bibir keduanya telah menempel satu sama lain. Tangan kiri yang tadinya diatas kepala berpindah di belakang kepala Sakura dan ditekannya hingga ciuman mereka semakin dalam. Sakura hanyut dalam suasana dan memejamkan matanya menikmati ciuman kedua mereka yang berlangsung cukup lama.

Tiba-tiba terjadi goncangan kecil dan kincir terhenti. Sasuke melepas ciumannya, gadis itu berblushing ria dibuatnya. Dan saat membuka mata...

"Ehem... etto... maaf mengganggu. Sudah saatnya pergantian..."

Bisa ditebak betapa malunya mereka (terutama Sakura) saat ditatap para pengunjung lain dan cengar-cengir penjaga antrean yang menegur mereka barusan.

"Hn."

To be~

AN: Gomennasai~ Alice ngelanjutinnya lama ya? Maklumin ya Alice lagi sakit, tapi untung bukan covid

Teman-teman semua juga semoga sehat selalu dan jaga kesehatan ya~

Jangan sering begadang dan meski dirumah aja tetap harus olahraga trus kalau bisa pagi-pagi berjemur ya. Itu penting :' entar kalau klmaan dalam rumah tanpa ngapa-ngapain bisa jadi zombie