Disclaimer

Gekkan Shoujo Nozaki-kun © Izumi Tsubaki.

Penulis tidak mengambil keuntungan material dari pembuatan fanfiksi ini.

Note

Dibuat untuk event GSNK Week ~Autumn Edition~

[ day 3 prompt #1: watching leaves fall ]


fall in autumn


Musim gugur adalah waktu dimana alam menjadi indah dan segala makanan mengandung nikotin yang membuat lidah meminta lagi dan lagi. Biarkan pekik akan bagian tubuh yang tiba-tiba bisa dicubit jadi keluhan nantinya. Karena pepohonan membuat takjub, mendaki bukit jadi dorongan surplus.

Sakura menawarkan pastei stroberi untuk Nozaki yang lincah memainkan pena sebab ide datang menyerbu. Mikoshiba mencopot sepatu di samping kain piknik dan bergabung untuk merecok. Cekungan pada dua belah telapak tangan Seo sudah terkumpul beragam binatang yang terakumulasi dari titik bawah. Wakamatsu mengambil ancang-ancang sebab prediksi binatang itu menyerbu wajahnya tidak mungkin mengalami kansel.

Klik.

Klik.

Klik.

Musim gugur memang bukan musim semi yang sakuranya jatuh dengan kecepatan lima sentimeter per detik. Bukan pula musim panas yang menyimpan modus pada malam-malam kembang api diluncurkan. Namun, untuk komik percintaan remaja SMA (pengarangnya pun berada di tingkat yang sama—plot twist, tanpa segudang picisan terlampir) semua musim adalah kisah cinta. Naif. Fana. Dompet Nozaki terpenuhi.

Klik.

Klik.

Klik.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Masayuki Hori memang pekerja keras juga pekerja cerdas. Berkarier di belakang layar sebagai pembuat properti, menggambar latar untuk Let's Fall in Love, dan riset lapangan menggunakan kamera merupakan kegiatan satu garis lurus.

"Hori-chan-senpai! Lihat, aku membeli satu keranjang apel dari perkebunan sebelah sana."

Mata Hori menelusuri telunjuk Kashima dan menemukan dua remaja perempuan melambaikan tangan.

"Kelihatannya penggemarmu bertambah."

"Kita bertukar alamat perpesanan dan tidak lama lagi notifikasi akun Instagram-ku akan berbunyi."

"Hm hm."

Kashima memandangi dedaunan merah yang sama indahnya seperti bunga. Sepoi angin membuat beberapa dari mereka gugur. Hori melihat jepretan terakhirnya kemudian beralih ke Kashima yang memejam mata. Dedaunan masih berisik mengerumuni kepalanya.

"Oi."

Keseimbangan Kashima hancur berkat kaki Hori yang menabrak miliknya. Tetap saja Kashima yang atletis dapat menjaga tidak satu apel pun jatuh dari keranjang.

Hori menunduk, mengarahkan tangannya ke arah perempuan yang terjongkok. Helai daun yang mampir ke kepala Kashima disingkirkan satu per satu.

"Kau ini. Jangan sembarangan memberi kontak personal."

Kashima menyengir. Tangannya cepat meraih sebuah apel dan menyumpal mulut Hori dengan itu.

"Damai, Senpai! Aku sungguhan mengagumimu."

Normalnya Hori akan langsung mengejar geram. Bukannya tidak kesal, Hori menoleh ke perkebunan apel dan masih mendapati dua perempuan terkikik. Terlihat begitu terhibur dengan adegan barusan.

I-ini bukan berarti Hori menikmati setiap momen bersama Kashima.

Musim gugur, musim menambah berat badan, oh iya. Kashima juga lahir di musim ini.