Disclaimer : Semua karakter punya Masashi Kishimoto-sensei, saya cuma pinjam sebentar.

Warning : OOC, bahasa campuran, setting AU, typo, dan sebagainya

.

.

.

.

.

daifukuwmochi present:

Fairy Godmother (Ibu Peri)

A Sasusaku Fanfiction

.

.

.

.

.

Sakura dan Sasuke adalah teman bermain sejak kecil. Suatu hari, Sakura yang masih berusia 5 tahun baru mendengar cerita tentang Fairy Godmother - Ibu Peri yang diceritakan oleh guru TK-nya.

"Sasuke-kun! Tadi Bu Guru cerita tentang Ibu Peri loh!" kata gadis cilik itu antusias.

"Hn." Seperti biasa, Sasuke selalu menjawab singkat.

"Ibu Peri itu bisa ngabulin permintaan loh! Semua bisa dikabulin!"

"Hn."

"Katanya kita bisa panggil Ibu Peri juga!"

"Oh ya? Gimana caranya?" tanya Sasuke agak sedikit tertarik.

"Kita ambil bunga dandelion, terus tiup sampe bunganya terbang sambil panggil Ibu Peri di dalam hati."

Sasuke diam dan berpikir, betulkah itu?

Tiba-tiba tangan Sakura menarik Sasuke, "Ayo, Sasuke-kun! Kita ambil bunga dandelion!"

Mereka berdua berlari menuju padang rumput, tempat bunga dandelion bermekaran. Sakura memetik sekuntum bunga dandelion dan meniupnya, berharap Ibu Peri segera datang.

Satu batang, lima batang, bahkan sepuluh batang dandelion sudah Sakura tiup namun sang Ibu Peri tak juga muncul.

Gadis kecil itu sedikit kecewa. "Kenapa Ibu Perinya nggak datang ya?"

Sasuke hanya diam. Meskipun usianya masih lima tahun, namun pemikirannya sudah lebih dewasa. Ia paham betul bahwa hal-hal fantasi semacam Ibu Peri itu tak pernah ada.

"Mungkin karena ada kamu, Sasuke-kun? Di cerita itu, Ibu Peri datang saat yang manggil cuma sendirian," kata Sakura lirih.

"Hn, mungkin. Ya udah aku pulang dulu, ya."

Sepeninggal Sasuke, Sakura tak henti-hentinya meniup bunga dandelion. Berpuluh-puluh bunga telah ia tiup tanpa menyerah. Tanpa sepengetahuan Sakura, Sasuke yang ternyata belum pergi dari tempat itu bersembunyi di balik pohon besar di belakang Sakura. Ia tak tega melihat kekecewaan pada wajah gadis pink itu. Akhirnya Sasuke memperoleh sebuah ide. Ia akan berpura-pura menjadi Ibu Peri bagi Sakura. Diubahnya suaranya menjadi lebih lembut agar tampak seperti wanita.

"Halo gadis cantik, ada apa mencariku?"

Gadis kecil itu membelalakkan mata.

"Ibu Peri?" teriak Sakura antusias. "Tapi kenapa suara Ibu Peri aneh sekali?"

Sasuke terbatuk kecil. "Maaf, Ibu Peri sedang batuk. Ada apa mencariku, gadis kecil?"

"Ah begitu... Kenapa Ibu Peri tidak muncul di depanku?"

"Ibu Peri tidak bisa dilihat manusia biasa," dusta Sasuke.

"Ah begitu, kalau gitu aku mau minta sesuatu, boleh?"

"Apa permintaanmu?" Dalam hati Sasuke deg-degan juga, bagaimana jika Sakura meminta macam-macam?

"Aku minta... besok kalau sudah besar aku mau menikah dengan Sasuke-kun!"

Sasuke melongo. Tentu saja, itu permintaan yang sangat mudah.

"Baiklah, permintaanmu terkabul."

Sakura tersenyum gembira. Tak jauh darinya, Sasuke juga tersenyum meski sangat tipis.

20 tahun kemudian...

"... dengan ini kalian resmi menjadi suami-istri!"

Sakura, yang kini resmi menyandang nama Uchiha tersenyum bahagia, begitupun dengan Sasuke.

Ah, ternyata Ibu Peri itu benar-benar ada!

.

.

.

.

.

FIN


Halo! Ini fic perdana saya yang dipublikasikan. Sebenarnya sudah lama draft ini numpuk di folder saya, setelah berbagai pertimbangan akhirnya saya putuskan untuk mempublish setelah direvisi. Terima kasih yang sudah membaca! Jangan lupa review yaa.

Oh iya, untuk cerita cara memanggil peri itu full imajinasi saya. Saya bingung karena belum pernah baca cerita tentang memanggil peri. Dan untuk padang rumput penuh bunga dandelion itu terinspirasi dari padang rumput di Hunger Games.

Arigatou gozaimasu