King of Perfection
Warning! :Gaje!, Typo!, Mainstream!, OC!, OOC!, Bahasa kaku!, Agak beda dengan Canon!, Pasaran! Amburadul!, GodlikeNaru!, OverpowerNaru!, And more!.
Chapter 2 : Absolute Demise
Sebuah desa yang awalnya tentram menjadi mencekam. Desa biasa yang akan terlihat indah dimalam hari menjadi desa yang terang karena kebakaran melanda desa itu. Bagaikan lautan api, desa itu sudah kacau dengan banyak mayat yang tergeletak. Mulai dari mati karena terbakar api hingga mati secara sadis, dengan tubuh yang tak lengkap dan luka tusukan maupun tebasan yang lebar.
Sudah lebih dari satu jam desa itu terbakar, sebagian penduduknya juga telah banyak menjadi korban dari kekejaman para malaikat jatuh.
Namun hal itu tidak bertahan lama, dari atas langit yang mendung muncul banyak tombak berwarna merah menyala yang terlihat sangat banyak menargetkan para malaikat jatuh dibawahnya.
Bagaikan hujan, tombak itu meluncur kebawah dengan kecepatan tinggi, menargetkan para malaikat jatuh yang masih belum mengetahui ancaman yang akan segera menghampiri mereka.
Para malaikat jatuh yang belum memiliki insting tajam, telah mati dengan tombak yang menusuk tengkorak atasnya hingga menembus sampai ke bawah.
Tidak ada malaikat jatuh yang selamat, karena rata-rata mereka lemah dalam insting dan juga pertahanan. Walaupun tadi banyak yang mampu bertahan, itu hanya hitungan detik sebelum detik ke limapuluh, para malaikat jatuh itu sudah dijamin tewas semua.
Seseorang muncul ditengah-tengah desa itu, rambut merahnya berkibar pelan, jaket hitam yang ia kenakan terasa panas karena tidak tahan api. Namun itu tidak masalah bagi Naruto, yang terpenting adakah yang selamat dari pembantaian ini?
Rain
Satu kata terucap, dengan konsentrasi penuh, hujan mengguyur desa itu. Naruto merasakan ada sebuah hawa dari seorang manusia yang selamat, ia pun mencari hawa keberadaan orang tersebut.
Kali ini Naruto sampai pada sebuah lantai rumah yang terbuat dari kayu. Naruto merasakan hawa keberadaan seseorang tersebut berada dibawah lantai ini.
Naruto melihat sebuah pintu bawah tanah yang sebagian pintunya tertutup karpet yang telah terbakar setengahnya. Tanpa ragu Naruto berjalan kearah pintu itu dan membukanya pelan.
Pertama kali yang Naruto lihat adalah seorang gadis kecil yang berumur 7 tahun, tengah duduk sambil memeluk kakinya dengan tatapan kosong.
Gadis kecil itu mendongak untuk bisa melihat seseorang yang membuka pintu masuk tempatnya, dan yang gadis itu lihat adalah pemuda rambut merah yang menatapnya dengan pandangan datar.
"Heii, kau terlihat berantakan gadis kecil. Ikutlah denganku maka aku akan membuatmu seperti tuan putri yang terhormat"
Naruto mengulurkan tangannya sambil tersenyum tulus, membuat gadis itu terpukau dan tanpa sadar tangannya meraih uluran tangan Naruto.
Naruto menarik gadis kecil itu agak naik ke permukaan, setelah itu dia menggendongnya di punggung sambil berkata...
"Kau akan selamat, percayalah padaku. Mulai hari ini, kau boleh memanggilku tou-san"
Gadis itu tak menjawab, namun ia tak dapat menyembunyikan senyumannya. Mungkin trauma membuat gadis ini takut berbicara, pikir Naruto.
Sudah 4 tahun lamanya Naruto menemani gadis kecil bernama Levinia Reni itu. Sejak saat itu hubungannya dengan Naruto bukan lagi seperti ayah dan anak, melainkan hubungan seperti kakak dengan adiknya. Maka dari itu, Reni memutuskan untuk memanggil Naruto Onii-san.
Setelah 3 tahun Reni menjalani kehidupannya dengan Onii-san nya, terjadi insiden saat ia telat pulang sekolah. Reni diculik oleh malaikat jatuh yang memiliki 3 pasang sayap. Dan saat itu pula kekuatan terpendam miliknya bangkit, sebuah artefak berupa Sacred Gear yang masuk dalam jajaran 13 longinus, Absolute Demise.
Sejak saat itu, Naruto mengetahui penyebab desa tempat tinggal Reni diserang, yaitu untuk mencari pemilik longinus yang masih terpendam. Dengan ini, Naruto mulai memberi tahu Reni tentang semua hal termasuk makhluk supernatural dan kekuatan longinus miliknya.
Hingga sekarang, Reni lebih suka memanggil Naruto dengan sebutan Sensei, karena telah mengajarkan berbagai pengetahuan tentang makhluk supernatural.
Dan mulai saat itu pula, Reni berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi kuat dengan kekuatannya sendiri. Dan setelah itu, ia akan menagih janji Sensei nya dulu untuk menjadikan dirinya tuan putri terhormat, tentu dengan Sensei nya yang menjadi penjaganya serta pendamping hidupnya kelak.
'Ufufufu~... Aku akan menunggu moment itu, Naruto-sensei~'
•
••
•••
••
•
Di sebuah Mansion minimalis namun terkesan modern yang terletak di Kuoh bagian barat dekat dengan hutan, agak berjauhan dengan perumahan masyarakat memberikan kesan sedikit angker karena memiliki aura mistis yang membuat masyarakat mengira bahwa Mansion itu pasti ada hantu yang meninggali tempat itu.
Namun itu hanyalah perspektif, kenyataannya saat ini Mansion itu ditinggali oleh Naruto, seekor Iblis bukan hantu. (apakah iblis dengan hantu itu sama?)
Matahari yang terbit mulai menyinari Mansion itu, cahaya mulai masuk dari sela-sela jendela yang masih tertutup korden namun mampu membuat silau pemilik rambut merah yang tidur di kasur berukuran king size itu.
Merasa ada cahaya lebih yang menyorot mata, membuat si pemilik rambut merah itu membuka mata, memperlihatkan mata blue sapphire indah menyapa dunia.
'Sudah pagi, kah?'
Dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya, Naruto segera bangun namun tubuhnya terasa berat untuk diangkat.
'Hmm? Apa ini? Ada dua benda kenyal di kedua lenganku'
Memang ada yang mengganjal di kedua lengan Naruto, tapi jika dipikir-pikir ini adalah sebuah benda yang dimiliki setiap wanita, dan Naruto bisa mengetahui siapa pemilik kedua benda itu.
Naruto menoleh ke kiri, ia melihat gadis yang memiliki surai hitam yang lembut, dan wangi. Dan menoleh ke arah sebaliknya, ia melihat gadis dengan surai blonde lurus dan terlihat kusut, dan Naruto mencium bau shampoo miliknya ada pada rambut gadis itu, huh gadis ini selalu menggunakan barang miliknya tanpa izin.
Naruto meniup-niup rambut gadis blonde itu, membuat sang pemilik merasa terganggu dan akhirnya membuka mata miliknya, mata yang sama dengan milik Naruto, blue sapphire.
Kedua pasang mata yang sama bertemu, sang gadis itu tersenyum tipis, Naruto yang melihat itu membalas dengan senyuman tipis yang sama. Tiba-tiba gadis itu cemberut, membuat Naruto mengangkat satu alisnya bingung.
"Ohayo, Demise-chan"
"Hmmh"
Oke, Naruto merasa kalau gadis yang dia sapa masih marah karena kejadian kemarin, terlihat kalau gadis itu menggembungkan pipinya dan mengalihkan pandangannya.
"Kau kenapa?"
"Tidak apa-apa!"
"Benarkah?"
"Hmm"
Naruto tahu kalau gadis ini sedang tidak apa-apa, atau lebih tepatnya cemburu? Hmm entahlah tapi dari nadanya dia terlihat marah.
"Kau masih marah soal masalah gadis neko disampingku ini?"
" ... "
"Bukankah kemarin kau sudah menyetujuinya?"
" ... "
Oke, kali ini Naruto mulai kesal dengan gadis pirang ini. "Bagai-... "
Belum sempat mengucapkan beberapa kata, Naruto merasakan sensasi kenyal yang menempel di lengan kirinya, menoleh ke kiri dan Naruto melihat gadis yang ia selamatkan tadi malam memeluk lengan kirinya dengan erat!
Gadis neko itu menggeliat tak nyaman, lalu membuka matanya memperlihatkan mata oranye dengan pupil hitam vertikal khas nekomata. Pandangan mereka bertemu, saling memandang mengagumi keindahan masing-masing.
"Ohayo, neko-chan"
"Ohayo mo, Naru-kun"
Berbeda dengan si Reni (gadis pirang itu), Kuroka menjawab sapaan Naruto dengan gembira.
Melihat hal itu, entah mengapa Reni merasa kesal. Harusnya Naruto lebih memperhatikan dia seperti biasanya yang telah menjadi rutinitas wajib, menurut Reni.
Reni segera bangkit, dan meninggalkan kedua orang itu yang terlihat sedang asik berbicara membahas kejadian kemarin yang tidak ia ketahui, dan tidak ingin ia ketahui. Huh mulai hari ini, rutinitas Reni yang sangat menyenangkan akan kacau.
'oke tenang Reni, hari ini kau harus membuat sarapan seperti biasanya'
Melihat Reni yang bangkit dan keluar dari kamar, Naruto ingin menyusul Reni untuk menghiburnya karena tidak biasanya Reni terlihat murung seperti itu.
Namun niatnya gagal saat ia ingin mengangkat tubuhnya, Kuroka dengan cepat menariknya untuk berbaring kembali dan dengan sigap Kuroka menduduki perut Naruto.
"Hei apa maksudnya ini?"
"Nee kamu mau kemana, Naru-kun?"
Apa-apaan nada sensual itu, Naruto memandang datar Kuroka yang duduk diatasnya.
"Aku mau mandi"
"Aku ikut!"
"Tidak boleh!"
"Hmmh kenapa Nya~?"
Kenapa dia bilang? Heii kita baru bertemu kemarin malam! Memang menurut Naruto Kuroka cukup seksi, lalu apa? Naruto juga laki-laki tulen! Huh ini cukup berat, walaupun tak seberat gadis-gadis dahulu waktu Naruto masih muda (umur 50 tahunan).
"Begini, kita baru saja bertemu bahkan belum sampai 12 jam dan kau dengan mudahnya mau mandi bersama laki-laki? Apakah kau waras?"
"Sejujurnya, ini pertama kalinya aku ingin mandi bersama laki-laki Nya~"
Naruto poker face, ini adalah pernyataan aneh yang dia dengar dari seorang gadis yang suka menggoda.
•
••
•••
••
•
Setelah Naruto dan Kuroka mandi (dengan Naruto yang selalu menahan godaan dari kucing betina itu), akhirnya mereka sarapan di meja makan yang sudah dipersiapkan Reni.
Mereka makan dengan tentang tanpa ada perbincangan, kecuali Kuroka yang terlihat agak berisik? Atau bisa dibilang menggerutu tak jelas karena makanan yang dihidangkan tidak ada yang terbuat dari daging. Mau tak mau Kuroka harus(dipaksa) menjadi vegetarian, dan dalang di balik pembuatan makanan ini adalah si blonde menjengkelkan itu.
'Ini pasti sudah direncanakan'
Setelah semua selesai sarapan, perdebatan kedua gadis itu membuat gaduh suasana Mansion Naruto. Dan hal itu membuat Naruto jengkel, maka dari itu Naruto memutuskan untuk...
"Bagaimana jika kalian berdua melakukan latihan sparring? Siapa yang mampu menjatuhkan lawan maka dia pemenangnya"
"Oke, aku setuju. Bagaimana denganmu kucing? Apa kau takut?"
"Tentu saja tidak Nya~, siapapun yang kalah harus menuruti kemauan pemenang, Naru-kun juga termasuk harus menurutinya!"
"Hee?"
Apa maksudnya itu? Heii aku tidak ingin dijadikan hadiah pertarungan yang kalian inginkan! Yaa walaupun Naruto yang mengusulkan tapi itu tidak bisa dijadikan alasan kan?
" Baiklah, sekarang kita ke halaman belakang"
Naruto menghela nafas sejenak, ini akan sangat merepotkan.
Setelah mereka sampai dihalaman belakang Mansion, Reni dan Kuroka sudah saling berhadapan dengan jarak 10 meter.
Sedangkan Naruto yang ada ditengah-tengah mereka mulai mengatakan peraturannya...
"Oke peraturannya sederhana, yaitu tidak ada peraturan, siapapun yang mampu menjatuhkan lawannya maka otomatis akan menjadi pemenangnya, mengerti?"
" ... "
" ... "
Hedeh, kenapa tidak ada yang menjawab? Naruto segera mundur menjauh agar mereka bisa bertarung dengan leluasa.
Setelah Naruto mundur, tanpa aba-aba Kuroka langsung mendekati Reni dengan kecepatan tinggi berniat memukul gadis blonde itu, dengan sepasang telinga kucing dan ekor hitam dibelakangnya, menunjukkan kalau Kuroka sudah menggunakan Senjutsu nya.
Sudah Naruto tebak kalau yang menyerang pertama kali adalah Kuroka, gadis neko itu pasti sangat berambisi untuk menang.
Tiba-tiba Naruto merasakan kehadiran mata-matanya, orang itu muncul dengan cara keluar dari tanah disamping kiri Naruto. Seseorang? Err mungkin bisa dikatakan sebagai makhluk putih yang menyerupai manusia.
"Ada informasi apa, Zetsu?"
Zetsu namanya, mata-mata milik Naruto yang sudah dipercaya selama ribuan tahun lamanya. Mampu mencari informasi apapun yang Naruto butuhkan dan yang Naruto belum tahu.
"Ada organisasi manusia pemegang Sacred Gear yang dipimpin oleh pemilik true longinus, organisasi itu bernama fraksi pahlawan."
"Hmm begitu, lalu apa tujuan fraksi itu?"
"Tujuannya untuk membuat manusia bisa hidup dengan damai tanpa adanya makhluk supernatural, maka dari itu secara tidak langsung tujuan mereka adalah membunuh semua makhluk supernatural"
Membunuh semua makhluk supernatural? Yang benar saja, itu adalah tujuan bodoh dari organisasi bodoh, hmm kalau tujuan mereka seperti itu, Naruto harus mencoba seberapa besar kekuatan dari organisasi gak jelas itu.
"Kalau begitu, beritahu dimana mereka sekarang, aku ingin mengunjungi mereka"
Naruto tak bisa menyembunyikan seringainya, hmm sudah lama ia tidak menggerakkan otot-ototnya. Mungkin para manusia itu bisa membuat ototnya rileks.
Setelah Zetsu memberitahu lokasinya, Naruto segera menemui mereka, dan berpesan kepada Zetsu..
"Ohh iya, tolong kau jaga kedua orang yang sedang bertanding itu, katakan padaku nanti siapa pemena-..."
Belum selesai Naruto mengatakan ucapan terakhirnya, ia dikejutkan oleh hawa dingin yang sangat mencekam. Itu pasti dari longinus milik Reni. dan benar saja, saat ini Reni telah mengeluarkan Longinus nya yang berwujud boneka perempuan raksasa yang terbuat dari es setinggi 3 meter.
"Err tolong jangan sampai ada yang mati, Zetsu"
Naruto agak terkejut karena baru beberapa menit bertanding, Reni sudah menggunakan Longinusnya. Apakah dia berniat untuk mendapatkan kemenangan dengan cepat?
"Siap, Tuan. Akan ku usahakan"
Dengan itu, Naruto telah pergi menemui para manusia bau kencur itu di dalam dimensi buatan milik salah satu manusia disana.
•
••
•••
••
•
Terkejut.
Tentu saja, siapa yang tidak terkejut disaat sedang asik bersantai memandangi hamparan bunga yang indah tiba-tiba berpindah ke gurun pasir yang luas sejauh mata memandang.
Cao Cao tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, apakah ini ulah si Georg yang mulai iseng lagi? Tapi sepertinya tidak mungkin, Georg tidak bisa memindah dimensi secepat ini.
Seseorang yang bisa melakukan ini hanyalah Ophis, namun Ophis tidak pernah menggunakan dimensi bertema gurun gersang seperti ini. Lalu siapa? Apakah ada musuh yang mengetahui keberadaan dimensi ini? Tapi sepertinya itu sulit bahkan si dewa botak Sakra harus mendapatkan akses dari Georg untuk bisa melacak dimensi ini.
"Heii, Cao Cao!"
Cao Cao menoleh kebelakang untuk melihat seseorang yang memanggilnya, itu Leonardo dan dibelakangnya ada Siegfried, Georg, Jeanne, dan juga Heracles. Mereka berlari menghampiri Cao Cao.
"Kau tahu apa yang terjadi?"
"Entahlah, aku bersumpah kali ini bukanlah ulahku"
Oke kali ini Cao Cao percaya kepada Georg, karena ia tahu kapasitas dari Georg. Mereka semua terdiam, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing, menerka-nerka siapa dalang dibalik perpindahan dimensi yang instan ini.
"Semuanya bersiap, ada yang datang!"
Cao Cao mengingatkan teman-temannya, ada seseorang yang akan datang. Fluktuasi mana dirasakan oleh Cao Cao, dari jenisnya ia mengetahui kalau itu milik iblis campuran? Terasa seperti milik Vali namun secara bersamaan seperti milik Maou Lucifer masa kini.
Seseorang telah datang di depan mereka yang berjarak sekitar 30 meter dengan kemunculannya aneh, padahal tadi Cao Cao merasakan adanya sihir teleportasi, tapi bagaimana bisa orang itu muncul dari dalam tanah?
"Hallo minna-san, apa kabar kalian semua?"
Hmm 'iblis yang aneh' adalah pemikiran yang muncul dalam benak para anggota fraksi pahlawan. Berpakaian santai berupa kaos putih polos ditutupi dengan jaket merah maroon yang tidak terkancing, celana jeans hitam dengan sepatu hitam putih. Rambut merah jabrik dan wajah putih mulus, meski sekilas namun Jeanne cukup terpukau dengan ketampanan iblis itu.
"Siapa kau? Apa mau mu?!"
Cao Cao menambah kewaspadaannya, orang ini memiliki kapasitas mana yang tidak bisa ia perkirakan, seperti mendekati angka nol namun disaat bersamaan tidak bisa Cao Cao perkirakan.
"Namaku? Mungkin akan kubritahu nanti, dan untuk tujuanku? Aku hanya ingin melihat sekelompok manusia pemegang Longinus yang memiliki tujuan konyol"
"Ooh kau sudah mengetahui maksud dari dibentuknya sekelompok pemegang senjata pembunuh Tuhan ini? Dan kau mau apa hah? Kau pikir bisa mengalahkan kami?"
Perkataan sinis terlontar dari mulut Siegfried, memang dalam segi kuantitas kelompok Cao Cao menang, namun dalam segi kualitas? Heh jangan ditanya!
"Hooh apakah aku harus membuktikannya, pemegang pedang iblis gram?"
"Jangan terpancing, Siegfried!"
Sebelum Siegfried maju, ia dihentikan Cao Cao. "Orang itu cukup berbahaya, kau tidak lihat kalau dia mampu memindahkan kita ke dimensi lain secara instan?"
Cak Cao benar, Siegfried tidak boleh gegabah. Ia harus mempunyai rencana yang matang untuk menyerang. Dalam hal ini, ia belum mengetahui sebesar apa kekuatan lawan.
"Ternyata kau bisa berpikir jernih, pemegang true Longinus, tidak seperti anggotamu itu yang terlihat barbar"
"Jadi, kau memindahkan kami hanya untuk bertanya tentang tujuan kami?"
"Tentu saja tidak, aku juga ingin bermain-main dengan para pemegang Longinus yang kebetulan berkumpul"
Perkataan yang cukup merendahkan membuat Cao Cao agak kesal, ia melirik teman-temannya untuk mempersiapkan rencana untuk menyerang.
"Kalau begitu, kita lihat siapa yang akan dipermainkan, iblis!"
"Hohoo aku ingin melihat itu!"
Naruto sudah tidak sabar untuk segera merasakan pertarungan yang mungkin akan membuat darahnya mendidih. Maka dari itu, untuk permulaan Naruto akan bertahan dan menyerang jika ada kesempatan.
Sedangkan kelompok Cao Cao sudah menyiapkan senjata masing-masing, mereka telah membuat rencana hanya dengan saling melirik satu sama lain.
Dan dengan begitu, iblis yang gelarnya hampir terlupakan akan berhadapan dengan sekelompok manusia yang dianugahi senjata pembunuh Tuhan.
•
••
•••
••
•
Didalam sebuah kastil yang agak gelap, hanya pencahayaan lilin yang menerangi kastil itu, ada seseorang yang memainkan piano klasik dengan indah.
Tangannya yang cekatan menghasilkan suara yang merdu, sukuo lama ia memainkan piano itu sebelum akhirnya ia menyelesaikannya saat ada pelayan pribadinya yang masuk
"Tuanku, saat ini 'dia' sudah muncul kembali"
"Aku juga merasakannya, Euclid-kun. Saat ini 'dia" sedang bersenang-senang dengan para manusia itu."
"Lalu, apa yang akan anda rencanakan, Tuanku?"
"Hmm ada perubahan rencana, dan itu akan ku awali dengan reuni keluarga"
"Kalau begitu, aku akan mempersiapkan keperluan kita, Tuanku"
"Tentu, kau boleh keluar, Euclid-kun"
Setelah pelayannya keluar, iblis yang menjadi dalang perang saudara pada kaumnya itu tersenyum lebar.
"Setelah sekian lama kau tidak menampakkan wujudmu dan lebih memilih berada di balik layar, akhirnya kau keluar...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Onii-sama"
•
••
•••
••
•
Chapter 2 : End
Hallo, senpai? Apa kabar?
Semoga baik-baik saja, dan aku kembali melanjutkan cerita yang kujanjikan dan ternyata telat dalam beberapa Minggu, lebih tepatnya 3 bulan :v
Oke maafkan aku, karena banyaknya tugas yang menumpuk (walau sebagian besar tidak kukerjakan) namun yahh banyak yang terjadi lah pokoknya :v
Mungkin cerita ini alurnya kupaksa dan itu memang benar, karena ide yang datang mendadak aku langsung membuatnya. Dan ternyata banyak yang menyukainya, aku cukup terkejut karena banyaknya senpai yang mau menjadukan ceritaku favorit story.
Aku minta maaf jika masih ada banyak kesalahan, karena aku lebih suka membaca daripada menulis cerita. Jadi aku harus menunggu mood yang baik juga dalam menulis cerita.
Oke cuma itu saja, senpai. Jika ada kesalahan mohon dimaklumi, kalau bisa dikoreksi, jika tidak ya tidak masalah. Yang kuharap semoga senpai memahami maksud dari ceritaku ini, karena menurutku ini cerita agak gak jelas dengan MC yang sudah OP.
Oke, Arslan out
Wohoo~
•Bersatu kita teguh, bersama kita party•
