Sebuah teka-teki yang selama ini Naruto cari telah ia temukan.

Teka-teki rahasia yang disembunyikan oleh Tuhan(anime) telah Naruto pecahkan. Sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh semua makhluk kecuali pencipta-Nya sendiri dan Naga yang menjaganya.

Naga?

Yaa, seekor naga yang katanya sang malapetaka adalah penjaga rahasia itu.

Dan naga itu ada dihadapan Naruto.

Saat ini, Naruto berhasil memecahkan teka-teki itu hingga membawanya sampai kesini, ke sebuah tempat yang sangat sulit dijangkau dengan perangkap mematikan disetiap perjalanannya menuju ke hadapan naga raksasa ini.

Ada sedikit rasa takut saat Naruto ditatap penuh intimidasi dari naga itu, namun rasa penasaran Naruto mengalahkan rasa takut miliknya dan menjadi sebuah tekad yang besar untuk mendapatkan rahasia Tuhan itu.

Hal yang dipikirkan Naruto saat ini adalah melewati naga itu dan mendapatkan kotak permata yang dilindungi barrier sihir kuno yang ada dibelakang naga itu.

Dia sangat ingin segera mendapatkannya.

Naruto tidak ingin membuang lebih banyak waktu, ia akan langsung menggunakan kartu joker miliknya yang telah ia simpan selama bertahun-tahun.

Sebenarnya kartu joker miliknya hanya lah sebuah sihir pengecoh, namun hal itulah yang menjadi kartu joker miliknya.

Karena disaat ia telah mengaktifkan kartu jokernya...

.

.

.

.

tidak ada satupun makhluk yang menyadari kalau mereka telah mati sekalipun.

••

•••

••

King of perfection

Warning! : Gaje!, Typo!, Mainstream!, OOC!, Bahasa kaku!, Alur maksa!, Pasaran! Amburadul!, GodlikeNaru!, OverpowerNaru!, And more!.

Hidden action

Sejak kecil, Naruto tidak pernah mengetahui siapa ibunya. Ayahnya juga tidak pernah menceritakan siapa ibunya. Dan itu membuatnya penasaran.

Di waktu remaja, Naruto tidak seperti iblis remaja pada umumnya, setiap hari ia selalu berlatih dengan pikiran bertanya-tanya siapa nama ibunya dan bagaimana rupa wajah ibunya.

Dia pernah bertanya kepada Lilith, ibu tirinya dan hanya dijawab gelengan tanda tidak mengetahui apapun soal ibunya.

Dan disaat Naruto harus menemani adik kecilnya bermain, tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang kakek berambut putih panjang sedang bermeditasi tenang diatas batu, ia penasaran.

Hawa keberadaan kakek itu menyatu dengan alam, Naruto bisa merasakan itu.

"Hey nak, bagaimana pandanganmu tentang dunia ini?"

"Menurutku, membosankan. Tidak ada yang menarik. Bagaimana menurutmu, kek?"

Kakek itu tersenyum.

"Dunia ini selalu membuatku penasaran, tentang sebuah kehidupan yang berjalan dan tiap makhluk hidup yang hanya mengikuti alur kehidupan"

Naruto agak bingung, " kau seperti orang bijak saja, kek"

"Orang bijak adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu, dengan ketidaktahuan itu maka akan timbul rasa penasaran, dengan rasa penasaran, tiap makhluk akan mencari jawaban dan setelah mendapat jawaban, sebuah pemikiran akan berubah"

Naruto tertegun, ia seperti mendapatkan pencerahan. Hal yang membuat dirinya bosan adalah karena tidak mencari jawaban yang membuat penasaran.

"Terimakasih atas penjelasannya, kek. Aku ingin segera membawa adikku pulang."

Naruto pergi meninggalkan kakek itu dengan mindset yang telah berubah.

••

•••

••

Malam yang indah di tengah Kota Kouh, dengan pemandangan yang menyegarkan mata saat melihat gemerlap cahaya lampu di tiap-tiap rumah dan juga gedung yang tertata rapi.

Saat ini, Naruto menikmati pemandangan kota di balkon hotel yang di sewanya.

Duduk santai ditemani secangkir kopi dengan pakaian kasual sederhana, celana jeans pendek dan kaos abu-abu polos.

Hembusan angin yang membawa hawa dingin pasti bisa membuat manusia memilih meringkuk di kasur dengan selimut tebal yang menutupinya.

Dan entah mengapa Naruto tidak merasakan hawa dingin sama sekali, dan sebaliknya ia merasakan tubuhnya menghangat sejak tadi.

Hmm apakah ada hal penting yang Naruto lupakan? Entahlah efek dari pembukaan segel pertama saat melawan fraksi pahlawan mungkin masih belum hilang.

Sesungguhnya efeknya tidaklah besar, yaitu hanya melupakan beberapa ingatan yang acak, bisa penting bisa pula tidak penting.

Dan sepertinya Naruto melupakan hal yang penting, namun apa itu? Naruto melamun cukup lama sambil memegang dagunya.

Melupakan dua gadis yang ada di rumahnya? Jelas tidak, mereka masih pingsan pasca sparring yang terlalu serius hingga mengeluarkan seluruh kemampuannya masing-masing.

Hasil nya seru, keduanya pingsan secara bersamaan dan di teleport oleh zetsu ke kamar mereka.

Hmm cukup lama di berpikir hingga tanpa sengaja kepalanya mendongak keatas.

"Tunggu, malam ini bulan purnama?"

Yaa, teka-teki ingatan kecil yang mulai Naruto ingat dan itu terlihat ingatan penting yang harusnya Naruto selalu ingat-ingat.

"Hmm, bulan purnama bersinar terang kemerah-merahan, tubuh yang terasa lebih hangat, dan dalam keadaan ini, aku biasany-... OOH SHITT!"

Ia langsung berdiri, akhirnya Naruto ingat sesuatu yang harusnya ia ingat! Ini adalah keadaan dimana ia sangat menyukainya di masa lalu tapi tidak dengan sekarang!

Yaa, keadaan dimana tubuh Naruto secara otomatis melepaskan sihir Charm karena kelebihan energi senjutsu di saat bulan purnama. Pantas saja dari tadi tubuhnya terasa hangat.

Dan ini buruk, wanita dari berbagai ras yang dulu terkena Charm Naruto disaat ia belum bisa mengendalikannya pasti akan mencarinya!

"Ini benar benar buruk!"

Efek dari Charm miliknya adalah perasaan wanita itu menjadi sarat akan cinta dan tergila-gila kepadanya! Sebelum mereka mendapatkan kepuasan maka Naruto tidak akan bisa lepas dari jeratan mereka!

Lalu apa yang harus Naruto lakukan? Bersembunyi dalam dimensi miliknya pun akan sia-sia karena mereka (para wanita yang dulu terkena charm) pasti sudah mulai mencarinya.

Kalau begini menghindar pun percuma karena mereka pasti akan terus mencarinya.

"Setidaknya aku harus menjinakkan mereka satu persatu."

Tiba-tiba tubuh Naruto menggigil, sudah ada satu wanita yang sudah berada dekat dengannya. Tidak ada pilihan lain selain melakukan kewajibannya, kan?

"Akhirnya setelah sekian lama, kamu menginginkan ku lagi, Naruto-kun~ Nfufufu... "

Ouwh dan wanita yang datang pertama adalah wanita yang paling agresif dari pada yang lain.

Hidden action end

Pusing, frustasi, dan malas adalah hal yang kualami sejak awal tahun. Dan itu akan terus terjadi sampai kelulusanku, mungkin?

Maaf kalau aku sangat terlambat untuk update fic, karena kesibukan yang kualami benar-benar membuatku kerepotan.

Ini adalah sebuah bonus, bukan chapter 3. kuharap dengan ini kalian akan mudah dalam memahami alur kedepannya.

Next chapter nanti adalah flashback dari salah satu heroin Naruto dan mungkin aku agak lama lagi untuk up nya hehee.

Tahun ini akan menjadi akhir dari masa SMA ku dan menjadi awal perjalananku untuk mulai bermasyarakat. Maka dari itu aku tidak akan update sampai UTBK selesai.

Sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih bagi para reader yang mau membaca fic ini.

Ooh yaa mungkin setelah semua tanggungan ku selesai aku juga akan remake fic ku yang satunya.

Okey hanya itu senpai, terimakasih telah mampir dan sampai jumpa di next chap!

Arslan out, wohooo

22-01-2020