"Jadi, Engkau mau meninggalkan para ciptaanmu dan pengikutmu?"

Naruto menatap datar Tuhan yang ada di depannya sedang melebur secara perlahan.

"Ada alasan tertentu aku meninggalkan para pengikutku, Naruto-kun. Suatu saat nanti kau akan tahu."

Naruto menoleh ke kiri, ia tak melihat lagi Great Red dan Ophis. Sepertinya mereka meninggalkan tempat ini dan kembali ke celah dimensi. Lalu Naruto menoleh ke kanan, melihat Trihexa yang baru saja disegel dan dipindahkan entah kemana.

Naruto menatap kedepan kembali, "Biar kutebak, Engkau pasti ingin menguji ketaatan para pengikutmu, kan?".

"Tebakan yang tepat, Naruto-kun. Karena itu tolong rahasiakan ini dan juga tolong jaga dunia ini untukku, Naruto-kun."

"Aku mengerti. Aku akan segera pergi, sepertinya para malaikat akan sampai disini."

Naruto telah menyiapkan lingkaran sihir miliknya dan akan segera meninggalkan tempat itu.

"Tetaplah berjuang untuk hidup walaupun kelahiranmu adalah kesalahan dunia, Naruto-kun."

Itu adalah ucapan terakhir yang ia dengar dan senyuman terakhir yang bisa Naruto lihat sebelum lingkaran sihir menelan Naruto.

Apa yang harus disalahkan dari iblis yang keinginannya hanya untuk hidup namun alam seakan akan menentangnya? Haha alam memang menentangnya tapi sekarang dia mampu mengendalikan alam dengan sempurna. Sungguh ironi, bukan?

King of Perfection

Naruto by Masashi Kishimoto & High School DxD by Ichei Ishibumi.

Genres : Adventure, Romance, Ecchi, Harem, Fantasy, Mistery, Historycal, & Tragedy.

Warning : OOC, OC, Typo, Gaje, EYD, & many more.

Arc 1 : A Little Piece From 3 Faction

Absolute duo

Ahh tidak ada kenikmatan lain diwaktu luang selain melakukan hobi yang disukai. Apalagi memiliki waktu luang seharian untuk bisa melakukan hobi itu. Bukankah itu sebuah kenikmatan?

Itulah yang dirasakan Azazel siang ini, melakukan hobi kesukaannya yang kedua (karena hobi yang pertama waktunya hanya di sore dan malam hari) yang tidak lain adalah memancing.

Walaupun jarang mendapat ikan, tapi hobi ini bisa membuat Azazel bersantuy ria. Apalagi cuaca yang tidak begitu panas karena banyak awan.

Apalagi ada orang menarik yang menemaninya. Lihat saja celana hitam lusuhnya dan juga bertelanjang dada.

Azazel melirik kesamping, melihat wajah datar pria tersebut yang terlihat kacau, dan juga tubuhnya yang...

"Pffft.."

"Kau mau kubunuh, Azazel?".

"Maaf, tapi kau tampak kacau men. Kejadian apa yang kau alami tadi?"

Orang yang diajak Azazel bicara adalah Naruto. Dengan bertampang datar dan Azazel dengan muka bertanya. Keduanya hening selama 1 menit.

"Oii aku tanya padamu, Naruto!?"

"Ooh maaf, aku sedang mengobservasi ikan yang ada di sungai."

Azazel membuka mulutnya, "Jadi ini alasan kenapa kau bisa mendapat ikan sebanyak 1 ember ini, Naruto?!". Naruto menatap Azazel, "Bukan, dari tadi ikan-ikan itu mengelilingi umpan milikmu, Azazel. Tapi saat aku melempar umpan milikku, secara tiba-tiba ikan itu berebut umpan milikku."

Azazel tidak percaya ini. Selama ini ia kira ikan di sungai ini sangat sedikit, ternyata ikan di sini tidak ada yang mau menyambar umpan miliknya?

"Kenapa bisa begitu?"

"Nyatanya bisa, Azazel."

Dan setelah itu Naruto menarik pancingnya, memperlihatkan ikan yang besar (lagi) di depan wajah Azazel. Sedangkan Azazel? Hanya bisa melihat dengan wajah iri. "Siaalll!.."

Naruto hanya tersenyum sambil menaruh ikan di ember yang kedua (karena yang pertama telah penuh) dan memasang umpan kembali.

Dan masalahnya, kenapa Naruto bertelanjang dada? Serta celana miliknya yang terlihat kotor? Mari kita kembali ke beberapa saat yang lalu, tepatnya dipagi hari yang indah tadi.

Di pinggir halaman luas yang ada dibelakang Mansion milik Naruto, terdapat 3 orang yang sedang duduk bersama dibawah pohon sambil memakan bekal yang dibawa dua orang gadis (anggap aja piknik).

Naruto berpakaian casual seperti biasa dengan kaos putih kesukaannya dan celana jeans pendek favoritnya.

Sedangkan gadis pirang di sisi kanan Naruto memakai kaos putih yang sama seperti Naruto (baju couple mereka) dan rok hitam selutut. Dan jangan lupa gadis neko disisi kiri Naruto yang memakai kimono terbuka seperti biasa.

"Naru-kun, aaaa..." Lavinia ingin menyuapi Naruto. Kuroka yang melihat gadis yang dia anggap rival nya memulai inisiasi terlebih dahulu dengan cepat langsung protes..

"Hei apa-apaan kau ini?! Harusnya aku yang menyuapi Naruto-kun!".

"Diam kau! Kau ini pendatang baru yang merusak pemandangan!".

"Apa? Sini kau! Mulutmu akan kuajari tata krama yang baik!".

"Coba saj-akhh.."

Dengan cepat Kuroka menjambak rambut pirang milik rival nya itu. Begitu pula Lavinia yang mencoba menggulingkan Kuroka yang ada diatasnya. Hingga akhirnya keduanya berkelahi dengan saling menjambak rambut lawan.

Dan pemandangan terakhir yang Naruto lihat hanyalah dua gadis yang saling menjambak dan saling tumpang tindih. Tiada niatan sedikitpun untuk melerai mereka, setidaknya untuk beberapa menit kedepan.

Sudah lima menit berlalu, dan mereka berdua masih saling menjambak dan berteriak. Oke, Naruto sudah tidak tahan lagi akan kejadian ini.

"Bisakah kalian hentikan kegiatan tidak berguna kalian? Itu cukup mengganggu."

Tiba-tiba mereka berhenti, keduanya menatap Naruto. Tanpa sepatah kata pun, mereka mulai berdiri dan menghampiri Naruto.

Grep!

Grep!

Secara kompak Lavinia dan Kuroka merangkul masing-masing tangan Naruto.

"Nee Naru-nya~, diantara kami siapa yang kau pilih?" Kuroka bertanya kepada Naruto dengan nada yang uuh sensual pokoknya.

Naruto menoleh kearah Kuroka yang ada disamping kirinya. "Hmm entahlah, yang pasti aku tidak mau memilih gadis yang ceroboh, kau tau? contohnya seperti orang yang mudah terlena oleh kupu-kupu hingga lupa mengaktifkan sensornya dan membuatnya hampir tertangkap musuh".

Naruto tersenyum mengejek. sedangkan Kuroka, wajahnya memerah sempurna dan menelusupkan wajahnya ke leher Naruto.

"Nee nee Naruto-kun, apakah itu berarti kamu memilihku?", Lavinia bertanya dengan wajah sumringah. Naruto menoleh ke kanan, wajahnya berpose sedang berpikir, dan berkata...

"Hmm bagaimana ya? sejujurnya aku juga kurang suka dengan gadis yang Tsundere, ehehehe." Naruto tertawa tanpa dosa, sedangkan Lavinia? Tentu saja masuk ke mode tsun-tsun nya.

"Hmmh memangnya aku tsundere apa?". Lavinia menggembungkan pipinya, sedangkan Naruto menatap Lavinia facepalm.

'Dilihat dari manapun kau itu tsundere'

Tanpa Naruto sadari dua gadis itu saling memberi kode melalui tatapan mereka. Dan mereka menyeringai, pertanda siap untuk melakukan sesuatu yang pasti nya menguntungkan untuk Kuroka dan Lavinia.

"Nee Naru, bagaimana kalau kita melakukan sparring? Anggap saja untuk latihan tanding agar kamu mengetahui kehebatanku dan Kuroka?!."

Dan inilah yang diinginkan kedua gadis itu, tentunya dengan adanya maksud terselubung.

"Eum Lavi-chan benar Naru-Nyaa~, kami juga mau memperlihatkan kekuatan kami jika duet."

Ohoo Naruto cukup tertarik mendengar ini. Apalagi ia sudah lama tidak melihat Lavinia bertarung karena dulu ia tidak sempat melihat duel Lavinia dengan Kuroka.

"Hmm baiklah kalau itu mau kalian."

Naruti tersenyum tipis tanpa mengetahui maksud dari ajakan Lavinia dan Kuroka.

"Kalau begitu ayo ke tengah lapangan nyaa~".

Saat ini Naruto sudah berada di lapangan luas yang ada dibelakang Mansion miliknya.

Di depan Naruto terdapat Lavinia dan Kuroka yang menatap Naruto dengan err seringai yang aneh? Yaa gitulah pokoknya.

Lavinia dan Kuroka saling bertatap sebentar, lalu keduanya mengangguk secara bersamaan dan kembali menatap Naruto dengan wajah serius. Lavinia memulai percakapan, "Baiklah peraturannya cukup mudah."

Kuroka melanjutkan, "Nyaa siapa yang mampu menjatuhkan punggung lawan hingga menempel tanah maka dialah pemenangnya~"

"Hanya itu?"

Naruto bertanya sambil bersedekap, Memandang wajah kedua gadis itu. Dan terlihat Lavinia yang tersenyum mencurigakan. "Tentu tidak, peraturannya hanya ada dua. Dan itu dikhususkan untukmu, Naru-kun."

Alis Naruto mengkerut, sedangkan Kuroka menyampaikan peraturannya..

"Nyaa peraturannya cukup mudah, Naruto-kun hanya tidak diperbolehkan membuka Three Seal dan dilarang menggunakan True Form. Mudah, kan?"

"Sudah kuduga."

Yaah Naruto sudah menduga hal itu. dan menurut Naruto sendiri, ia tak perlu menggunakan dua hal itu hanya untuk sparring seperti ini. (Ohoo tidak tahukah kau Naru kalau dua gadis itu merencanakan sesuatu yang pastinya akan merugikanmu?)

"Jadi, bisakah kita mulai?", Naruto mulai melemaskan otot tangan nya, sedangkan kedua gadis itu mengangguk dengan wajah serius.

"Kalian bisa menyerang terlebih dahulu, ladies first."

Naruto memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

Dengan cepat Kuroka melesat kearah Naruto, menyiapkan pukulan yang telah dipenuhi Senjutsu miliknya.

Naruto tak tinggal diam, ia mengeluarkan tangan kanannya dari sakunya, mencoba menahan pukulan dari Kuroka. Tapi itu sebuah kesalahan besar, tepat sebelum pukulan itu ditahan Naruto, Kuroka menambahkan energi Youjutsu miliknya.

Duarrr

Ledakan yang cukup besar terjadi, menimbulkan kumpulan debu yang cukup besar. Naruto keluar dari kumpulan debu itu dengan melompat mundur untuk memberikan jarak.

Namun sekali lagi itu sebuah kesalahan, karena dibelakang nya sudah ada prajurit es milik Lavinia yang berjumlah puluhan yang siap untuk menyerang.

Perfect slash

Naruto menggerakkan tangan secara horizontal, menciptakan serangan berbentuk sabit yang menghancurkan para prajurit es.

Dengan cepat Naruto mencari Lavinia, matanya bergerak liar karena ia tahu Lavinia ahli dalam menyembunyikan keberadaan miliknya.

Belum sempat Naruto menemukan Lavinia, ia sudah diserang dari atas oleh Kuroka yang sudah memasuki mode Youkai Nekoshou.

Duarrr

Dengan reflek terlatihnya, Naruto mampu menghindari serangan berbahaya itu. Ia melompat kedepan, hingga berada ditempat dimana para tubuh prajurit es milik Lavinia yang sudah tumbang.

'Mereka tidak memberi-'

Secara tiba-tiba, Naruto merasakan Lavinia tepat di belakangnya. Dan benar saja, Lavinia mulai memunculkan dirinya dengan boneka setinggi 3 meter disampingnya.

Assoluto Argento Mondo

Dengan jarak yang cukup dekat, Lavinia yakin kalau serangannya pasti mampu menghentikan pergerakan Naruto.

Badai salju telah tercipta dengan Lavinia sebagai pusatnya. Namun sebelum badai salju itu mengenai Naruto, tempat pertarungan tiba-tiba berubah.

Tempat yang tadinya berada di lapangan belakang Mansion, sekarang berganti ke tempat padang pasir.

Dengan perpindahan ini, Naruto mampu menghindari serangan kuat milik Lavinia. Walaupun begitu, badai salju tetap berlanjut.

Hanya dalam waktu singkat, tempat padang pasir milik Naruto telah penuh dengan es, hampir sama ketika musim salju tiba.

Lima menit berlalu, sekarang dimensi milik Naruto tak ada bedanya dengan kutub selatan.

Badai es akhirnya berhenti, memperlihatkan Lavinia dan Kuroka yang saling bergandengan tangan, tak lupa boneka es milik Lavinia yang ada dibelakang nya.

"Sasuga Naru-kun, mampu memindahkan kami ke dimensi mu dengan cepat", Lavinia memuji dengan wajah lembut miliknya. "Kau gila, Lavinia!? Menggunakan sihir itu padahal Mansionku cukup dekat dengan perkotaan! Kau ingin menimbulkan bencana? Sekarang itu masih musim panas!"

Naruto cukup kesal dengan hal ini, bagaimana caranya menjelaskan ke penduduk setempat kalau ada badai salju yang berasal dari Mansionnya?

"Hehee supaya kami bisa menang, harusnya kami menggunakan seluruh kemampuan kami. Iyakan, Kuroka-chan?"

Lavinia menoleh kearah Kuroka, Kuroka membalas perkataan Lavinia,"tentu saja nyaa~ lagi pula tidak ada larangan untuk kami buat menahan kekuatan, kan?"

Kali ini Naruto terasa dibodohi, ia merobek kaos miliknya. Tidak ada gunanya memakai kaos yang sudah basah itu, dan memperlihatkan tubuh atletis nan hot miliknya.

"Baiklah jika seperti itu, kalian hanya tidak memperbolehkan ku membuka Three seal dan True Form, kan? Itu sebuah kesalahan besar, karena..."

Secara perlahan udara semakin memberat, energi merah pekat menguar dari tubuh Naruto, membuat es di sekelilingnya meleleh.

"...Kalian masih membiarkanku menggunakan kekuatan Lucifer milikku!"

Suara Naruto mulai memberat, kekuatan mulai membesar, es dalam radius lima kilometer mulai meleleh.

Lavinia dan Kuroka menyadari kesalahan itu. Mereka tidak menyangka bahwa kekuatan Naruto masih kuat, tapi mereka masih memiliki rencana.

"Kita harus menggunakan rencana B, Lavi-chan!"

"Baiklah, Kuroka-chan".

Aura hitam mulai keluar dari tubuh Kuroka dan aura putih mulai keluar dari tubuh Lavinia. Kedua aura itu saling berdampingan dan saling menguatkan.

'Hoo kekuatan yang cukup menarik', Baru kali ini Naruto melihat kedua kekuatan yang saling menguatkan.

"Akan aku perlihatkan bagaimana kekuatan Lucifer sejati! Sekarang majulah!"

Setelah sekian lama, Naruto akhirnya kembali menggunakan kekuatan Lucifer miliknya. Pertarungan mereka pastinya mengguncang dimensi milik Naruto.

"Jadi, bagaimana hasilnya?"

Azazel bertanya dengan antusias, ia tahu Naruto sebenarnya membenci kekuatan dari ayahnya itu. Tapi mau bagaimanapun, kekuatan itu telah mengalir di dalam tubuh Naruto.

"Aku.. Kalah."

"Haaa! Apa?"

"Ck aku kalah."

Naruto menatap bosan Azazel, dan Azazel terkejut dengan wajah bodohnya. Namun tidak lama setelah itu...

"Hahahaha, kau dikalahkan oleh dua gadis?sungguh memalukan."

"Mereka menggunakan cara curang, lagi pula itu hanya sparring kecil. Jadi, aku hanya mnggunakan seperempat kekuatan saja."

Hmm Azazel cukup bingung dengan itu, bukankah kekuatan milik Naruto sudah sempurna? Walaupun hanya seperempat, bukankah itu bisa menyudutkan Azazel waktu perang dulu?

"Tapi, cara apa yang digunakan dua gadis itu hingga membuatmu bisa dijatuhkan?"

Azazel menatap Naruto dengan wajah serius, namun Naruto masih sibuk mengurusi ikan yang baru saja didapatkan lagi. Naruto menaruh ikan itu di ember yang ketiga, setelah itu baru menatap Azazel.

"Kau tau, kan? Ketika aku menggunakan kekuatan Lucifer, aku tidak bisa mengendalikan tujuh dosa besar dalam diriku. Terutama dalam hal nafsu."

"Ohoo jadi dua gadis itu memanfaatkan itu dengan membuatmu tenggelam dalam nafsu mu sendiri kan?! Muehehe pasti kau menikmati itu."

Azazel tersenyum mesum, sedangkan Naruto tidak menyanggah hal itu,"mereka cukup cerdik, memperlihatkan surga dunia padaku ketika aku hampir tenggelam dalam nafsuku."

"Lalu setelah pertandingan berakhir, kau langsung memperkosanya, kan? Setelah itu kau kabur kesini untuk menghilangkan rasa bersalahmu? Iya kan? Ngaku saja, Naruto! Hahahaha".

Entah kenapa Naruro sangat ingin menghajar mulut Azazel hingga tidak bisa bicara selama 3 bulan. "Hmmh mereka sendiri yang membangunkan singa untuk memangsa santapan di depannya. Lagipula mereka juga menikmatinya walaupun setelahnya marah-marah gajelas."

Naruto masih memasang wajah tenangnya, walaupun dalam hati ia cukup kesal. Tapi biarlah, lagipula itu faktanya.

"Biasakah kita akhiri pembahasan ini! Aku kesini karena ingin bersantai."

"Baiklah".

Keduanya hening selama beberapa saat. Setelah itu, Azazel mengingat sesuatu yang harus dibahas, " Hei bro, kau tau kalau lusa diadakan pertemuan 3 fraksi? Sebagai salah satu leluhur di fraksi iblis, kau harus ikut pertemuan itu, bagaimana?".

Naruto melihat Azazel sebentar, lau mengalihkan perhatiannya ke umpan yang terlihat mau disambar ikan. "Apakah disana nanti ada adikku?"

"Itu jelas tidak mungkin! Heii kau kan tahu sendiri kelakuan adikmu yang membuat perang saudara? Pastinya kehadiran adikmu tidak diterima di dalm fraksi iblis saat ini."

Azazel menjelaskan kembali kelakuan bodoh adik Naruto, keduanya memiliki sifat yang sungguh bertolak belakang. Yaah Azazel memaklumi itu karena mereka hanyalah saudara tiri.

Naruto berdiri dari duduknya, membawa 2 ember penuh ikan lalu melangkah pergi.

"Kau lihat saja lusa nanti, dan 1 ember itu milikku itu kau bisa membawanya." ,Dan setelah itu Naruto mulai menjauh.

Diperjalanan menuju Mansion miliknya, Naruto ditatap oleh para masyarakat yang terlihat heran dengan penampilannya. Walau begitu, banyak wanita maupun gadis yang tersipu melihat tubuh toples Naruto.

Naruto menghiraukan setiap perempuan yang menyapa maupun menggodanya, hanya senyuman tipis yang diberikan.

Tiba-tiba seseorang memeluk Naruto dari belakang, dilihat dari posturnya pastinya seorang perempuan(emang laki-laki suka maen peluk? Nggak kan?).

"Akhirnya ketemu." Suara wanita iti yang terlihat senang sambil memeluk Naruto erat. "Memangnya siapa yang mencoba bersembunyi darimu..."

Naruto melepas pelukan wanita itu dan menghadap gadis di belakangnya. Naruto melihat senyuman yang indah...

"...Tsukoyomi".

Disebuah ruangan yang agak gelap, terlihat beberapa orang yang sedang melakukan rapat.

"Jadi, bagaimana menurutmu, Rizevim?"

Gadis kecil yang ada di salah satu kursi itu menanyai iblis yang sedang duduk dihadapanya.

"Tentu saja sesuai yang kurencanakan, Ophis. Aku akan mengirim salah satu bawahanku untuk memimpin".

Gadis kecil itu mendengus kecil, "hmmh bagus, sekarang kalian boleh keluar. Aku masih ada beberapa urusan."

Semua yang ada di ruangan itu telah keluar, meninggalkan Ophis sendiri. Ia berjalan mendekat ke jendela yang tepat menghadap bulan.

Cukup lama Ophis menatap bulan, senyuman kecil terlihat diwajahnya. "Saa, apakah kamu nanti akan keluar dan menyebarkan ketakutan di dunia atas dirimu lagi, Naru?".

Arc 1 chapter 1 done

A/N : entah kenapa fanfic sekarang menjadi sepi. Banyak author senior yang hiatus, author baru maupun author lama yang jarang update, dan banyak pula yang hanya jadi silent reader.

Yahh aku juga ga pengen protes soal itu, karena membuat cerita itu susah(menurutku). Apalahi membuat alur, plot, dan scene yang menjadi kendala dalam menulis.

Walau begitu, yang penting aku masih melanjutkan cerita gajelas ini. Cepat atau lambat pasti aku update.

Gitu doang sih. Yaudah gitu deh.

Arslan out wohoo~

08/27/2020